Duda Impoten VS Janda Kembang

Duda Impoten VS Janda Kembang
Jalan- Jalan


__ADS_3

Tepat pukul sepuluh pagi, Bella dan keluarganya bersiap untuk pergi kesalah satu pusat perbelanjaan yang ada dikota tersebut, awalnya tadi mereka ingin pergi piknik, namun Bu Rami merengek ingin pergi ke mall, katanya dia sangat ingin makan dan berbelanja disana, dengan alasan tidak pernah, sebenarnya Bella sangat malu atas permintaan ibunya itu yang secara terang-terangan meminta pada suaminya, namun sepertinya Aby tak keberatan akan hal itu, membuat Bella merasa lega, lain Bu Rami, lain lagi pak Joko, pria paruh baya itu lebih memilih untuk tetap tinggal dirumah, dengan alasan tidak suka keramaian, padahal setiap hari pria itu selalu duduk diwarung dengan segerombol bapak-bapak yang kebanyakan pengangguran.


'' Nak Aby, bapak kan gk ikut kan ya? tolong kasih bapak uang dong, soalnya bapak ingin ngopi diwarung.'' ucapnya tak tau malu


'' Bapak apaan sih, kok mintanya sama mas Aby? ini biar Bella aja yang kasih.'' ucap Bella sambil membuka tas miliknya untuk mengambil uang untuk sang bapak, sungguh Bella merasa sangat malu atas kelakuan bapak nya, yang selalu meminta uang pada Aby, karna Bella sering melihat suaminya itu memberikan uang pada pak Joko setiap pria paruh baya tersebut memintanya, dan itu bukan hanya sekali saja.


'' Sudah biar pakai uang mas aja.'' ucap Aby sambil memberikan uang kertas berwarna merah sebanyak lima lembar.


'' Segini cukup kan pak?'' tanya Aby


'' Cukup...cukup, terimakasih nak Aby.'' ucapnya yang langsung mengambil dengan cepat uang tersebut dari tangan Aby


'' Mas itu kebanyakan, bapak gk akan habis,.lagian harga kopi juga cuma tiga ribu.'' protes Bella


'' Bella, kamu ini apa-apaan sih? gk sopan sekali pada bapakmu, ya kalau suamimu mau ngasih segitu ya biarkan saja, Kan bapak adalah mertuanya, sudah sepantasnya diperlakukan dengan baik, tidak seperti mantan suami-suamimu dulu yang selalu banyak alasan jika dimintai uang.'' ungkit Bu Rami


'' Aah sudahlah, kalian jangan bicarakan yang tidak penting lagi, sudah sana kalau mau berangkat, bapak juga mau kewarung Bu Rahma.'' ucap pak Joko,'' Oya nak Aby, sekali lagi terimakasih ya uangnya.'' sambungnya lagi yang langsung berlalu meninggalkan ketiganya


'' Pak jangan dihabiskan uangnya, tinggalin ibu!!" teriak Bu Rami pada suaminya, membuat Bella harus mengelus dada karna sifat kedua orangtuanya yang sama sekali tak ada rasa malunya. Sedangkan Aby terlihat biasa saja, pria itu sama sekali tak mempermasalahkan nya sama sekali.


Setelah kepergian pak Joko, Aby, Bella dan Bu Rami langsung masuk kedalam mobil, Bu Rami meminta menantunya untuk mengendarai mobil dengan pelan, ia mengatakan ingin menyapa tetangga kampungnya, bahkan kaca mobil tersebut dibuka dengan lebar oleh Bu Rami, hingga para ibu-ibu yang sedang berkumpul disalah satu rumah warga menoleh kearah mereka, karna teriakan Bu Rami


'' Haaii ibu-ibu selamat pagi semua?? Duuh kebiasaan pada ngerumpi, mending jalan-jalan ke emol, dah semuanya...!!!" teriaknya karna mobil yang ditumpanginya sudah mulai menjauh dari ibu-ibu tersebut, melihat tingkah ibunya yang norak, Bella hanya bisa menundukan pandangannya, lagi-lagi rasa malu kembali menghinggapi wajahnya, namun Aby terlihat tak mempermasalahkannya sama sekali.

__ADS_1


Setelah mobil yang ditumpangi oleh Bu Rami menjauh, ibu-ibu tersebut mulai membicarakannya.'' Sombong sekali ya Bu Rami, mentang-mentang dapat menantu orang kaya, gayanya selangit.'' ucap salah satu ibu-ibu


'' Iya benar, tapi dia beruntung, coba saja anakku dapat suami kayak suaminya Bella, pasti hidupku bakalan senang kayak Bu Rami.'' ucap ibu-ibu lainnya


'' Alaah palingan bentar lagi mereka juga bakal cerai, lihat saja nanti, lagian kan di Bella itu hoby nya kawin cerai.'' cibir ibu-ibu yang nyinyir tadi


'' Aduh Bu ibu, sudah jangan ngomongin orang mulu, mendingan kita selesaikan dulu ini.'' ucap salah satu ibu lainnya, sambil menunjuk daun kelapa muda, atau yang biasa disebut janur, karna mereka sedang membuat sarang ketupat, yang akan dijual dipasar nantinya. Sepanjang perjalanan, mulut Bu Rami tak pernah diam, ia selalu bercerita dan mengoceh, tentang tetangga-tetangga nya yang selalu mencibirnya, Aby yang mendengar hanya bisa tersenyum, sesekali pria itu juga terlihat melirik kearah istri nya yang duduk disamping, Bu Rami terus berceloteh dan bercerita ngawur-kidul, hingga tak terasa mobil mereka sampai diparkiran disalah satu pusat perbelanjaan dikota itu.


'' Buk, kita sudah sampai, jadi berhentilah mengoceh.'' ucap Bella, sambil membuka seatbelt miliknya.


'' Lah sudah sampai aja, gk terasa.'' ucap Bu Rami sambil memperhatikan sekelilingnya, yang dipenuhi oleh banyak mobil yang terparkir disana


Jam sudah menunjukan pukul setengah dua belas siang, mereka memutuskan untuk langsung menuju restoran yang ada didalam gedung tersebut, namun terletak dilantai dua, Aby mengajak Bella dan Bu Rami menuju tangga eskalator, Bu Rami yang memang tak pernah menaiki tangga berjalan terlihat kebingungan.


Ibu pikir ibu saja yang takut, aku juga buk, tapi masa iya harus ditunjukan sama mas Aby, malu dong entar dikiranya kampungan lagi


Batin Bella


'' Sudah gk apa-apa bu, nanti biar aku pegangin ibu.'' ucap Bella


'' Iya Bu, tidak apa-apa kok,'' sambung Aby, dan akhirnya setelah sedikit drama, mereka pun bisa melewati nya, begitupun Bella walaupun sempat hampir terjatuh, untung ada Aby yang dengan sigap langsung memegangi tangannya.


'' Kita makan dimana nak Aby?'' tanya Bu Rami

__ADS_1


'' Ibu suka makanan apa, disini ada semua.'' ucap Aby


'' Ibu kepingin coba makan shushi..shushi... gitu biar kayak orang-orang.'' ucapnya


'' Memang ibu suka? itu ada ikan mentahnya loh buk.'' sambung Bella, ia hanya tak ingin ibunya nantinya bertambah nyinyir saat sudah berada didalam, karna rasa makanannya gk sesuai dengan lidahnya, pasti ibunya akan kembali komplain nantinya.


'' Udah kamu tenang saja, kan gk semua makanannya pakai ikan mentah, benar gk nak Aby?


'' Iya buk, masih banyak makanan Jepang yang diolah dengan cara dimasak.'' jawab Aby


'' Tuh kamu dengar kan? yuk ah, masuk ibu sudah tidak sabar nih pengen cobain.'' ucapnya yang langsung melangkah masuk kedalam restoran yang mereka tuju.


Beberapa saat kemudian, terlihat makanan sudah tersaji dimeja makan, semua makanan dipesan oleh Aby sesuai dengan permintaan sang ibu mertua


'' Astaga ibu, ini banyak sekali, mas Aby juga kenapa kemauan ibu dituruti, ini pasti tidak akan habis.'' ucapnya sambil memperhatikan semua makanan yang ada dimeja tersebut


'' Bella kamu ini sejak tadi kok berisik banget sih? suami mu saja santai, sebenarnya yang anak ibu kamu atau nak Aby sih?'' gerutu Bu Rami


'' Sudah Bella gk apa-apa, lagi pula kan nanti sore kita juga sudah balik kerumah oma, jadi setidaknya sebelum pulang, kita harus buat ibu senang.'' ucap Aby, membuat Bella langsung memandang kearah suaminya.


Ternyata kamu orang yang sangat baik mas, bodoh sekali mantan istrimu dulu yang meninggalkanmu hanya karna kelemahanmu, padahal kenikmatan itu masih bisa dirasakan walaupun bukan lewat penyatuan semata


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2