
Saat ini keduanya masih dalam posisi yang sangat dekat, Saka memegangi handuk nya dengan kuat, agar tidak terjatuh, dan Sasa menyadari itu, gadis itu tersenyum jahil, lalu dengan iseng ia pun langsung menarik handuk tersebut hingga terlepas dari tubuh Saka pria itu pun langsung melotot kala merasakan handuknya telah terlepas dari tubuhhya, namun sebelum miliknya ternoda dengan pandangan mata yang bukan muhrimnya, Saka langsung menarik tubuh Sasa agar merapat padanya, bertujuan agar gadis itu tidak dapat melihat pusakanya yang tengah berdiri dengan tegaknya. Karna sangkin dekatnya, hingga Sasa bisa merasakan benda tersebut menempel diperutnya, begitupun Saka,pria itu juga merasakan alat tempurnya menempel dibagian tubuh Sasa, terdengar helaan nafas berat dari mulut pria itu, mu bagai mana lagi, dari pada gadis jahil itu melihatnya, lebih baik mereka dalam posisi ini pikirnya.
'' S-saka.'' ucapnya pelan, ia merasa tubuhnya panas dingin merasakan sesuatu benda yang keras menempel ditubuhnya,walaupun masih dihalangi oleh baju, namun tetap saja ia dapat merasakan nya, sebab baju yang ia gunakan saat ini sangatlah tipis, hingga Saka pun dapat melihat dengan jelas dua buah daging mentah yang ada didepannya dan itu membuatnya semangkin frustasi sebab miliknya ikut bereaksi.
'' Shiit...'' Saka mengumpat, sambil menatap gadis yang ada didepannya itu dengan tajam
'' Kamu mau saya memakanmu sekarang nona hem? kenapa tanganmu ini sangat jahil.'' ucap Saka pria itu semangkin merapatkan tubuh mereka membuat pusakanya semangkin menempel ditubuh gadis itu.
'' Apa kamu ingin merasakan miliki ini bersarang didalam goa milikmu ini sayang.'' bisik Saka, sambil mer*aba perlahan gundukan milik Sasa, yang berada dibawah sana, membuat Sasa menggigit bibirnya agar tak mengeluarkan suaranya. Ini adalah kali pertama miliknya dipegang oleh seorang pria, walaupun dari balik celana namun tetap saja Sasa bisa merasakan tangan pria itu di apem miliknya, Saka tersenyum sinis saat melihat gadis itu mulai terlena dan menikmati permainannya, bahkan gadis itu terlihat memejamkan matanya, saka memang sengaja melakukan itu agar gadis itu lengah, dan ia bisa mengambil handuk nya kembali dan memakainya.
Sasa membuat matanya karna merasakan tangan Saka berhenti bermain dibawah sana, ia menatap wajah tampan yang tersenyum remeh kearahnya.'' Kenapa? apa merasa kehilangan ini sayang? ucapnya sambil menunjukan jari telunjuknya, lalu mendekatkan nya kehidung dan menghirupnya dalam, Saka bisa mencium aroma khas milik gadis nya itu, aroma yang sangat memabukan dan bis membuat alat tempurnya kembali bereaksi. Sasa yang melihat kelakukan Saja yang seolah mengejeknya menjadi kesal, tanpa bicara sepatah katapun gadis itu langsung meningalkan kamar Saka, dengan perasaan yang bercampur aduk, rasa malu, rasa kesal dan juga rasa sesuatu yang sulit ia gambarkan dalam pikirannya.
'' Nona Sasa kamu sudah bangun? ucap Bu Retno saat melihat Sasa yang baru keluar dari kamar,, Sasa hanya menanggapi dengan senyum simpul
'' Kamu kenapa? sakit ya? kok wajahnya merah gitu?'' sambungan lagi saat melihat wajah putih Sasa memerah
'' Gk kok bu, kalau gitu saya mau kekamar mandi dulu.'' ucapnya yang langsung melangkah menuju kamar mandi setelah Sasa berlalu terlihat Saka keluar dari kamar yang sama membuat kening Bu Retno berkerut.
Kamu dari kamar juga? ibu kirsa kamu sama bapak dikebun belakang.'' ucapnya
'' Gk lah Bu, saya baru selesai mandi dan berganti pakaian.'' jawab nya.
'' Tunggu-tunggu!! jangan bilang kalau saat kamu pakai baju tadi Sasa juga ada dikamar? kalian bersama dalam satu kamar?'' ucap Bu Retno sambil menggebrak meja membuat Saka terjengkit kaget.
'' Ibu apa-apaan sih? pokonya ibu tenang saja kami tidak melakukan apapun yang diluar batas Bu jadi percayakah.'' ucapnya
__ADS_1
' Yasudah kamu duduk sini, ibu mau bicara sama kamu.'' ucap nya yang terlihat serius, membuat Saka menjadi penasaran
'' Apa buk? kok kelihatannya serius sekali?''nganya Saka
'' Sangat serius, dan ini menyangkut Tika.'' ucapnya
''.Oh, jadi bagai mana kasusnya? apa benar itu dia??
'' Iya dan kamu tau siapa lelakinya?'' tak ya Bu Retno yang langsung di jawab dengan gelengan kepala oleh Saka
Bu Retno dan Saka melirik kearah Sasa yang saat itu terlihat melangkah kearah mereka, tiba-tiba mata Saka tertuju pada pangkal paha gadis itu, gundukan yang tadi sempat ia sentuh, sangat tembem, bahkan harum khas nya itu masih bisa Saka rasakan.
'' Ekhem Sasa berdehem kala merasa jika Saka sejak tadi menatap kearah miliknya. Saka yang tersadar langsung membenahi posisi duduknya, ia juga terlihat menurunkan sedikit kaos yang ia pakai untuk menutupi alat tempurnya yang terasa mulai sesak.
'' Nak kenapa berdiri duduklah '' ucap Bu Retno
'' Oya nak Sasa, tadi pagi ibu dan bapak dapat berita.'' ucap Bu Retno'' Berita apa buk?
'' Ini mengenai Tika.'' jawabnya
'' Tika? ada apa dengan gadis itu? apa dia buat ulah lagi?' tebak nya
'' Iya, dan kali ini sangat fatal, kamu tau? dia digrebek warga sedang melakukan hubungan terlarang dengan seorang pria.'' jelas Bu Retno
'' Hah?'' ucap Sasa cukup terkejut, pasalnya yang ia tau Tika selalu mengucapkan kata cinta pada Saka, lalu sekarang kenapa bisa wanita itu berbuat tindak asusila dengan orang lain? pikirnya, sungguh tidak masuk diakal
__ADS_1
''Dan kalian tau siapa pria yang bersamanya itu?'' ucap Bu Retno lagi, membuat keduanya kompak menggelengkan kepala.
'' Dia adalah Topan.'' ucap Bu Retno
'' Topan??'' ucap mereka secara bersamaan, mendengar Sasa juga menyebut nama Topan membuat Saka langsung menoleh kearahnya.'' Kamu mengenal Topan?'' tanya Saka, yang terdengar tidak suka
'' Iya, bahkan dia sempat ingin mengajakku keliling kampung.'' jawab Sasa
'' Apa? terus kamu mau?'' tanya Saka lagi
'' Ya gk lah, mana mungkin aku pergi dengan orang yang tidak aku kenal.'' ucap Sasa membuat Saka lega mendengarnya.
'' Bukankah mereka dulu sempat menjalin suatu hubungan ya buk?'' ucap Saka yang kembali pada topik awal
'' Iya kau benar, tapi dia langsung memutuskan Topan saat ibu bilang kalau ibu mau mencarikan jodoh buat kamu dan dia langsung meminta ibu untuk menjadikannya sebagai calonmu itu.'' jelas Bu Retno
Pantas saja setiap bertemu Topan dia selalu menatap penuh benci padaku, ternyata ini alasannya
Batin Saka
'' Lalu bagai mana nasip mereka setelah ini ya buk?'' ucap Sasa yang merasa sedikit penasaran
'' Mungkin mereka akan diusir dari kampung ini, atau tidak mereka akan dinikahkan lalu dikucilkan dihutan, karna telah dianggap sebagai pembawa sial.'' jelas Bu Retno lagi
DUA HARI KEMUDIAN
__ADS_1
Saat ini Sasa sedang dalam perjalanan menuju kota J. kota kelahirannya dan tentunya bersama Saka, masalah dikampung sudah selesai, penduduk kampung memutuskan untuk menikahkan keduanya, Topan dan Tika lalu mengucilkan keduanya Disalah satu gubuk yang cukup jauh dari rumah penduduk, bahkan tak ada listrik disana , hanya ada lilin dan lampu pijar saja yang disediakan oleh penduduk kampung, dan itu sebagai hukuman bagi orang yang telah mencemarkan nama baik kampung mereka masih mending tidak diusir. Pak Bram dan Bu Mala juga tidak bis berbuat apa-apa, begitupun kedua orangtua Topan, karna memang kesalahan ada pada mereka berdua.
Next