
Sasa bicara pada Bu Retno, seolah-olah, dia sedang bicara dengan ibunya sendiri, gadis itu menceritakan semua isi hatinya pada Bu Retno, bagai mana dulu Saka terus menolaknya, bagai mana ia menjatuhkan harga dirinya demi pria tersebut, kata demi kata mengalir begitu saja dari bibir Sasa, bahkan ia tak sungkan memaki Saka didepan ibu nya sendiri, ia butuh pelampiasan untuk menghilangkan semua rasa sesak didadanya.
'' Maaf Bu, karna sudah mengatai putra ibu, dan maaf juga karna sudah berkeluh kesah denganmu bu, mungkin besok saya akan pulang, terimakasih telah mengijinkan saya untuk menginap malam ini dirumah ibu, dan terimakasih juga untuk dasternya.'' ucap nya sambil menunjukan daster yang ia pakai, sedangkan Bu Retno hanya menganggukan kepalanya
Ternyata gadis ini sangat mencintai putraku, aku bisa melihat ketulusan dimatanya, mungkin Saka benar, tidak semua gadis kota itu buruk, apa aku harus memberikan kesempatan padanya? lagi pula Saka juga menyukai gadis ini, rasanya tidak adil jika aku harus memisahkan mereka, Saka adalah putra ku satu-satunya, aku juga ingin dia bahagia, tapi disisi lain aku juga sudah berjanji pada Tika untuk menikahkan nya dengan Saka, tidak mungkin aku membatalkannya.
Batin Bu Retno dilema
'' Assalamu'alaikum..'' ucap dua pria secara bersamaan
' Wa'alaikum salam.''.jawab kedua wanita itu serempak
'' Wih, ternyata ibu bisa kompak ya dengan nak Sasa.'' ucap pak Ali menggoda, Sasa yang mendengar hanya tersenyum, sementara Bu Retno langsung memasang wajah datarnya.
Andai saja kenyataan nya kau bisa kumiliki, pasti aku akan sangat bahagia
Batin Saka, sebenarnya bukan tanpa alasan Saka selalu menolak cinta Sasa berulang kali, status sosial dan ekonomi hanya salah satu alasan saja bagi Saka, karna sebenarnya yang memaksa Saka untuk tidak mengikuti keinginannya adalah Abymana, kakak sekaligus bos nya, dia lah yang meminta Saka untuk tidak jatuh cinta pada adiknya Sasa, bahkan waktu itu Aby juga meminta Saka untuk menjaga jarak dengan Sasa, kenapa Aby bisa sampai mengatakan itu, karna Aby dulu pernah melihat Saka memandangi sang adik dengan penuh rasa cinta, dan itu sangat jelas dipenglihatan Aby, dari situlah Aby berpesan pada nya agar tidak menaruh perasaan pada adiknya itu,, Saka yang sadar diri langsung meminta maaf, dan mengiyakan semua permintaan bosnya tersebut, dari situlah awal mula, dan itu tejadi dua tahun lalu, saat Sasa berumur 17 tahun. Karna memang Saka sudah sangat lama memendam perasaan nya pada adik dari bos ya tersebut.
..........
__ADS_1
Ayo masuk, diluar dingin.'' ajak Saka, pada Sasa yang langsung diangguki oleh gadis itu, tanpa banyak tanya.
Gadis ini juga sangat penurut, berbeda halnya dengan Tika, yang selalu membantah setiap kali diperintah oleh orangtuanya , walaupun hanya untuk membeli gula diwarung.
Batin Bu Retno
'' Sasa tidurlah bersama saya! Saka kamu gk keberatan kan kalau bapak tidur dikamarmu?'' tanya Bu Retno
' Tentu buk, lagi pula banyak hal yang mau saya bicarakan sama bapak,'' ucapnya sambil melirik pada pak Ali, pak Ali yang mendengar hanya menggelengkan kepalanya.
Saat ini Sasa dan Bu Retno sudah berada didalam kamar walaupun masih jam delapan malam, namun jika dikampung sudah terlihat sangat sepi, berbeda dengan dikota yang tak pernah terdengar sepi, karena suara kendaraan dua puluh empat jam, bisa terdengar melewati rumah kediaman keluarga mereka. Sasa merasa sedikit canggung berada dalam satu kamar yang sama dengan Bu Retno.'' Kenapa kamu terlihat gelisah seperti itu tudurnya? apa kamu merasa tidak nyaman tidur diatas tilam yang keras ini?' sindir Bu Retno
'' Terus kau tidak akan merasa canggung jika satu kamar dengan Saka, begitu maksudmu?'' tanya Bu Retno ambigu, membuat Sasa langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
'' Bukan begitu juga bu.'' jawabnya
' Yasudah, kalau begitu kau tidurlah, karna besok kau harus bangun pagi untuk membantuku menjual sayuran dipasar.'' ucap Bu Retno yang langsung menutup matanya, sebelum Sasa mempertanyakan ucapannya barusan, sebenarnya Sasa memang ingin mempertanyakan ucapan itu, namun melihat Bu Retno yang menutup mata nya, membuat Sasa mengurungkan niatnya tersebut.
Sementara dikamar Saka, terlihat pak Ali dan Saka terlihat masih saling ngobrol, pak Ali yang duduk bersandar disandaran tempat tidur, yang sebenar nya hanya muat untuk ditiduri untuk satu orang saja, sedang kan Saja sendiri duduk di kursi kayu yang memang tersedia dikamarnya tersebut.
__ADS_1
'' Apa yang akan kau lakukan setelah ini nak? apa kau akan melepaskan gadis itu begitu saja?'' tanya pak Ali
'' Sebenarnya saya tidak ingin melakukannya pak, tapi saya pernah berjanji pada kakaknya dan untuk memendam perasaan saya, walaupun akhirnya saya tidak bisa melakukannya, namun setidaknya saya harus bisa menjaga jarak dari nya, karna kami tidak bisa bersama pak
'' Nak dengarkan bapak baik-baik! bukankah tadi sore kau baru saja mengungkapkan perasaan mu padanya, dan saat itu, bapak bisa melihat kebahagian diwajah gadis itu, dan sekarang kau bilang kalian tidak bisa bersama, lalu apa kau tidak berpikir bagai mana hancurnya perasaan gadis itu? dengar Saka, pikirkanlah baik-baik sebelum mengambil keputusan, jangan sampai kau menyesal nantinya,'' ucap pak Ali,
Jam sudah menunjukan pukul tujuh pagi, terlihat Bu Retno sedang membuat sarapan didapur, setelah selesai ia pun langsung membawanya kedepan, karna memang mereka tak memiliki meja makan, jadi mereka harus makan diatas lantai dengan beralaskan tikar
'' Bu mana gadis itu? apa dia sudah pulang?'' tanya pak Ali, membuat Saka yang baru saja keluar dari kamar langsung menatap sang ibu, Bu Retno yang merasa ditatap oleh Saka, langsung menoleh kearahnya.
'' Dia masih tidur dikamar, tadi pagi- pagi sekali dia ikut ibu berjualan dipasar, kalian tau? para lelaki mau tua, mau muda, atau pun yang sudah beristri, pada ngegodain gadis itu,, sampai ibu heran sama semua orang, belum lagi ibu-ibu yang ingin menjadikan Sasa sebagai menantu mereka, sungguh membuat ibu jengkel melihatnya.'' ucap Bu Retno
'' Sepertinya ibu sudah mulai menyukai nak Sasa, benar kah dugaan bapak buk?'' ucap pak Ali
'' Apaan sih pak, lagian ibu itu hanya heran aja, kenapa mereka bisa seperti itu, padahal kan sudah memiliki pasangan masing-masing, tapi masih saja matanya jelalatan sama wanita lain.'' ucap Bu Retno kesal. Membuat pak Ali menyadari sesuatu, sepertinya istrinya itu memang sudah mulai luluh dengan gadis itu
'' Ya kalau ibu kesal melihat mereka kenapa gk ibu jadikan saja nak Sasa sebagai menantu ibu, agar mereka tak lagi menggoda nya.'' ucap pak Ali, membuat Bu Retno langsung mendelikkan matanya pada sang suami
Next
__ADS_1