
Aby terus memperhatikan Bella yang masih belum menyadari kedatangannya, Aby yang merasa penasaran pun akhirnya melangkah mendekati istrinya itu.'' Lagi lihat apa kamu sampai tersenyum begitu?'' tanya Aby membuat Bella terkejut.
' Mas, sejak kapan mas duduk disitu?'' tanya Bella yang langsung meletakan ponsel miliknya diatas meja samping tempat tidur.
Kamu lagi chatingan dengan siapa? kok sepertinya seru sekali hingga tak menyadari kedatanganku.'' tanya Aby, tanpa menjawab ucapan istrinya
'' Yang pasti bukan seorang pria mas, mas gk perlu cemburu.'' ucap Bella dengan pede nya
' Cemburu? kamu mengira saya sedang cemburu sama kamu?''ucap Aby, sedangkan Bella hanya diam mendengar ucapan pria itu, tiba-tiba dadanya terasa nyeri saat Aby kembali bersikap dingin padanya, terlebih sepertinya suaminya itu seolah menjaga jarak dengan nya, saat kembali merubah kata-katanya kala bicara dengan dirinya
'' Mas, apa aku berbuat kesalahan?'' tanya Bella
'' Tidak,'' jawabnya datar
'' Kalau tidak, lalu kenapa mas kembali berubah seperti awal kita baru bersama dulu, sangat dingin ?'' ucap Bella lagi
'' Itu hanya perasaanmu saja, lagi pula bukankah sudah pernah saya bilang padamu Bella? jangan pernah berharap apapun dari saya, saya ini---,, ah sudahlah saya tidak ingin membahasnya lagi.'' ucap Aby yang langsung melangkah keluar kamar meningalkan Bella dengan banyak pertanyaan dikepalanya
'' Ada apa dengan mas Aby? kenapa tiba-tiba dia berubah kembali dingin seperti itu? apa yang terjadi? bukankah tadi pagi dia baik-baik saja, lalu kenapa sekarang sikapnya dingin seperti ini?'' gumamnya
***
Masih dirumah yang sama, namun dengan ruangan yang berbeda, terlihat Sasa sedang melakukan video call dengan Alex dikamarnya, terdengar tawa Sasa sambil menyebut nama Alex, membuat Saka yang saat itu sedang melewati kamar nya langsung menghentikan langkahnya.
'' Dia sedang bersama siapa dikamarnya? apa dia membawa pria asing masuk kedalam kamar?'' gumamnya, karna melihat pintu kamar sedikit terbuka, Saka pun langsung mencoba membuka untuk mengintip didalam sana, apakah dugaannya benar, dan jika benar, maka Saka akan langsung menyeret laki-laki itu untuk keluar dari kamar nonanya tersebut.
'' Sasa berikan aku ciuman.'' terdengar suara seorang laki-laki oleh Saka, membuat pria itu semangkin berang dibuatnya,
'' Aku gk mau Lex, udah deh kamu jangan yang aneh-aneh nanti kalau ada yang dengar gimana? bisa ketahuan memang kamu mau?'' ucap Sasa, sedangkan Saka yang masih berada dibalik pintu langsung masuk kedalam kamar bermaksud ingin menggerebek keduanya.
__ADS_1
'' Nona Sasa apa-apaan anda? kenapa memasukan lelaki kedalam kamar hah?'' ucap Saka dengan suara yang lantang, seolah sedang melihat seorang istri tengah ketahuan berselingkuh, pria itu pun mulai melangkahkan kakinya menuju kearah nona nya itu, Saka belum melihat Sasa yang saat itu hanya duduk sendiri, karna memang Saka hanya mendengar suara,, bukan melihat nya.
Sasa yang terkejut melihat kedatangan Saka langsung mematikan panggilan videonya dengan Alex.
'' Dimana pria itu nona?'' tanya Saka sambil pandangannya mencari sosok yang dimaksud
'' Kau bicara apa sih? pria mana yang kau maksud hah?'' tanya balik Sasa dengan nada membentak
'' Siapa lagi kalau bukan kekasih anda, saya mendengar suaranya dengan jelas tadi, dan dia meminta ciuman dari anda, sekarang dimana dia?'' tanya Saka yang mulai mencari-cari keberadaan pria itu, bahkan kamar mandi mulai digeledah olehnya.
'' Kau mencari Alex?'' tanya Sasa
'' Benar dimana lelaki itu bersembunyi?'' tanya Saka sambil menatap gadis itu dengan tajam
Sasa mengambil ponselnya diatas sofa lalu menyerahkannya pada Saka.'' Ini ambilah, kau hubungi dia maka kau akan melihatnya.'' jawab Sasa, membuat wajah pria itu langsung memerah, entah karna malu atau karna marah, namun sepertinya ia mulai menyadari kemana arah ucapan dari nona nya tersebut.
Astaga Saka, dasar bodoh, Kenapa tidak kau teliti lagi, ternyata mereka sedang melakukan panggilan video tadi, sekarang mau ditaruh dimana wajahmu itu
'' Kenapa diam? ayo cepat hubungi dia, katanya mau bertemu dengannya?'' sindir Sasa
'' Maaf nona, saya salah faham.'' jawab nya sambil menundukan wajahnya, mendengar jawaban Saka, membuat gadis itu tersenyum sinis.
'' Mudah sekali mulutmu itu mengucap kata maaf, setelah memfitnahku, kau pikir aku akan memaafkanmu begitu saja hah ? jangan harap, terlalu banyak kesalahan yang kau lakukan saat ini pada ku Saka, pertama masuk tanpa ijin kekamarku, dan yang kedua, kau menuduhku sudah membawa seorang pria masuk kedalam kamarku sendiri, dan secara tidak langsung kau pasti mengira jika aku adalah wanita murahan iya kan?'' ucap Sasa sambil menatap nyalang pada Saka yang masih menundukan pandangannya.
'' Maaf nona, saya tidak pernah berpikiran seperti itu pada anda,'' jawab nya masih dengan posisi yang sama.
'' Angkat wajahmu! tidak sopan jika bicara dengan seseorang tanpa melihat wajahnya.'' ucap Sasa, membuat pria itu langsung mengangkat wajahnya, dan seketika membuat mata keduanya saling beradu
'' Katakan Saka apa maksud semua ini?' tanya Sasa
__ADS_1
'' Maksud apa nona? saya tidak mengerti arti ucapan anda.'' jawabnya
'' Jangan berpura-pura, ku rasa kamu cukup pintar untuk mengerti apa yang aku maksudkan tadi, bukankah sudah pernah kukatakan padamu, jika aku tidak ingin kau mencampuri kehidupan pribadiku? lalu kenapa sekarang kau melakukannya?ucap Sasa sedikit meninggikan suaranya didepan Saka
'' Maaf nona, saya tidak bisa membiarkan jika ada seorang lelaki memasuki kamar nona, tidak baik jika seorang gadis membawa lelaki masuk kekamarnya.'' sambungnya lagi, membuat Sasa tersenyum sinis pada pria yang ada didepannya saat ini.
'' Tapi itukan jika aku membawanya, beda halnya jika aku melakukan panggilan video dengan nya, berbeda dengan apa yang kau lakukan sekarang, yang memang dengan sengaja masuk kekamar majikanmu tanpa ijin..'' ucap Sasa sarkas, membuat Saka langsung terdiam kaku, ia baru sadar jika dirinyalah sekarang yang masuk tanpa ijin kekamar nona mudanya tersebut.
'' Maafkan saya nona.'' hanya itu yang bisa Saka ucapkan atas semua kesalah pahaman yang terjadi
'' Maafmu tidak berlaku untukku, Saka kau harus membayarnya.'' ucap Sasa sambil menatap lekat dan tajam mata pria yang ada didepannya. Entah kenapa tiba-tiba perasaan Saka tidak enak, ia merasa akan ada sesuatu yang terjadi setelah ini.
'' Baiklah nona, saya pasrah jika nona ingin menghukum saya.'' jawabnya, yang memang hanya bisa pasrah dengan hukuman yang akan diberikan nonanya tersebut.
'' Baiklah, sekarang kau boleh pergi, karna aku akan memikirkan hukuman apa yang pantas untuk orang sepertimu '' ucap Sasa yang diangguki oleh Saka dengan lemah.
Saat Saka keluar dari kamar Sasa, ia berpapasan dengan Bella, membuat pria itu seketika mematung saat melihat penampilan istri dari bosnya tesebut.'' Cantik gumamnya tanpa sadar, hanya sekedar mengagumi tanpa ada maksud lain.
'' Saka,'' panggil Bella saat melihat asisten suaminya tersebut memandang kearahnya.
'' Iya nona, ada yang bisa saya bantu?'' tanya nya
'' Katakan padaku, apa aku terlihat cantik?
'' Hah?'' Saka terbengong karna pertanyaan Bella yang tidak pernah terpikirkan olehnya.'' Te-tentu nona, anda sangat cantik.'' jawab nya gugup, karna tidak menyangka jika istri dari tuannya itu akan bertanya seperti itu padanya.
'' Bisa kau ulangi ucapanmu barusan pada istri saya SAKA??!!!
Tiba-tiba terdengar suara bariton seseorang, yang terdengar mengintimidasinya, dan ia tau persis siap pemilik suara tersebut, keduanya pun langsung menoleh kearah sumber suara.
__ADS_1
Bersambung