
Jam sudah menunjukan pukul tiga sore, saat ini Aby, Bella dan Bu Rami sedang dalam perjalanan menuju kerumah Bu Rami, terlihat sepanjang perjalanan bu Rami terus mengembangkan senyumnya, bagai mana tidak, semua yang ingin ia beli selalu dipenuhi oleh anak mantunya tersebut, bahkan saat ia meminta satu set perhiasan Aby menyanggupinya, tak main-main, harga satu set perhiasan tersebut hampir menghabiskan dana seratus juta rupiah, membuat Bella hanya bisa menggerutu dalam hati, karna sang ibu yang terus-menerus membuat suaminya harus mengeluarkan uang untuk barang-barang yang menurutnya tidak begitu penting.
'' Sudah jangan cemberut terus wajahnya.'' ucap Aby saat melihat wajah istrinya yang cemberut sejak tadi, ia tau pasti apa penyebabnya
'' Makanya mas jangan menuruti semua keinginan ibu mas, nanti ibu melunjak, dan pasti setelah ini ibu akan terus meminta yang lainnya pada kamu mas.'' ucap Bella, ia hanya tidak ingin ibunya terus memanfaatkan suaminya, Bella merasa tidak enak akan semua perilaku sang ibu yang terus memoroti suaminya itu
'' Mas tau Bella dan mas sama sekali tidak keberatan akan hal itu, seandainya kedua orangtua mas masih ada, mas ingin sekali rasanya membahagiakan orangtua mas, tapi sayang mereka sudah tidak ada bersama kami, kamu tau kan kalau mas dan Sasa sejak kecil tidak memiliki orangtua? mereka meninggal karna kecelakaan saat kami masih kecil, dan bahkan kami sudah lupa bagai mana wajah mereka, karna kami tak memiliki fotonya, karna rumah kami yang lama sempat kebakaran waktu itu, dan semua kenangan tentang mereka ikut terbakar dirumah itu, dan sekarang mas senang bisa melihat ibumu bahagia seperti itu, dan mas anggap jika saat ini mas sedang membahagiakan orangtua nya mas.'' jelas Aby, sambil tersenyum kearah istrinya yang ada disampingnya, membuat perasaan Bella seketika terasa ada sesuatu yang membuat hatinya merasakan desiran aneh.
'' Terimakasih mas, untuk semuanya.'' ucap Bella merasa sangat terharu, karna kebaikan suaminya tersebut, sedangkan Aby hanya tersenyum menaggapi ucapan terimakasih dari istrinya itu
Sedangkan Bu Rami sendiri terlihat menyibukan dirinya dengan ponsel miliknya, memposting semua barang-barang yang dibelikan oleh menantunya itu, dan tentu saja setelah itu ia akan pamer pada ibu-ibu yang ada dikampungnya nanti
Tak terasa mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dikediaman Bu Rami, ketiganya pun turun dan masuk kedalam rumah tersebut, tak jauh dari rumah tersebut, terlihat ada sebuah mobil sedan berwarna putih yang berhenti dipinggir jalan, didalamnya ada seorang wanita berkaca mata, yang terus memperhatikan rumah tersebut.
'' Mereka itu siapa kamu mas?'' gumam wanita tersebut.
DITEMPAT LAIN
'' Sayang kamu tidak jalan keluar?'' tanya Oma Dona saat melihat cucu kesayangannya hanya bersantai didepan televisi
'' Lagi males oma, lagi pula teman Sasa mau datang sebentar, boleh kan oma?'' tanya Sasa
'' Tentu saja boleh, memangnya kapan Oma melarang teman-teman cucu Oma main kerumah hem?'' ucap oma, membuat Sasa tersenyum mendengarnya
__ADS_1
'' Oya oma, bang Aby kapan pulang dari rumah kedua orangtuanya Bella?'' tanya Sasa, yang memang dari awal tidak terlalu menyukai istri dari abangnya tersebut, membuat Oma yang mendengarnya menghela nafas panjang
'' Sayang, bukankah sudah sering Oma katakan, Bella itu sekarang adalah istri abang mu Aby, jadi mau tak mau kamu harus belajar menghormatinya, lagi pula dia baik, coba kamu bisa dekat dengan nya, pasti kalian akan bisa berteman baik.'' ucap oma, sedangkan Sasa yang mendengar hanya mengangguk-anggukan kepalanya, tanda mengerti.
'' Oya sayang dimana Saka?'' tanya Oma Dona
'' Sasa gk tau oma, memangnya Sasa istrinya harus tau diman dia.'' jawab Sasa terdengar kesal
'' Kamu itu kenapa? kok seperti itu jawabnya sama oma? apa kamu lagi ada masalah sama dia?'' selidik Oma Dona
'' Sedikit oma, mending kita gk usah bahas dia ya oma? Sasa males soalnya, lagian kita tadi kan lagi bicarakan tentang bang Aby, kenapa jadi bahas asistennya coba.'' ucapnya, membuat Oma Dona terkekeh mendengarnya.
'' Tadi Abang mu bilang, mungkin hari ini mereka pulang, nanti malam pasti juga sudah sampai.'' jelas Oma
...****************...
Ting-tong
Terdengar suara bel rumah berbunyi
'' Bik tolong bukain pintunya dong, kalau teman saya yang datang, suruh aja langsung naik aja kelantai dua!" ucap Sasa dari lantai atas
'' Iya non.'' jawab maid tersebut, yang melangkah menuju pintu depan
__ADS_1
Ceklek
Terdengar pintu dibuka oleh seorang maid
'' Maaf cari siapa ya mas?'' tanya nya
'' Sasa nya ada bik?
'' Oh non Sasa ada di atas, mas ini temannya non Sasa ya?
'' Iya.'' jawabnya
'' Tadi non Sasa pesan kalau ada temannya yang datang disuruh langsung naik saja kelantai dua, silahkan masuk mas.'' ucap nya
'' Iya bik terimakasih.'' jawabnya dan orang tersebut ternyata adalah Alex
'' Lex, kamu sudah datang, langsung naik aja.'' ucap Sasa dari lantai atas, Alex tidak menjawab, pemuda itu hanya tersenyum sambil melangkah naik kelantai dua.
Sedangkan dikamarnya terlihat Saka sedang menerima panggilan video dari orangtuanya
'' Saka sebaiknya kamu pulang, memangnya kamu gk kasihan lihat ibu yang tua ini, kamu adalah harapan kami satu-satunya nak, ibu dan bapak ingin kamu segera menikah, kamu itu sudah umur 30 tahun nak, dan sudah sepantasnya kamu menikah, bahkan teman-temanmu yang ada dikampung sudah memiliki anak dua, sedangkan kamu, jangan kan anak, istri saja belum punya, jadi ibu mohon pulanglah, menikah dengan pilihan ibu nak, atau kamu sudah punya pilihan dikota? gk apa-apa sayang ibu gk keberatan, kalau kamu memang ingin menikah dengan pilihanmu itu.'' ucap Bu Retno, panjang kali lebar, ibunya Saka wanita paruh baya itu sangat menginginkan putra nya pulang dan menikah, karna Bu Retno sudah ingin sekali punya cucu seperti teman-teman nya yang sudah memiliki cucu, dan ia merasa iri melihatnya
'' Bu Saka mohon bersabarlah, nanti Saka juga akan menikah, ibu tenang saja, dan jangan mencarikan Saka jodoh, karna Saka sudah mencintai seseorang.'' jelasnya pada sang ibu, Saka terpaksa mengatakan itu, karna tak ingin selalu mendengar ibunya itu menjodoh-jodohkan dia dengan gadis lain, sementara dihatinya sudah terpatri nama seseorang, walaupun kenyataannya itu mustahil
__ADS_1
'' Apa gadis yang kamu maksud, yang sekarang sedang berdiri dibelakang kamu itu nak?'' ucap Bu Retno sambil menunjuk kearah seorang gadis yang ada dibelakang putranya, dari layar ponsel tersebut, Saka yang memang tidak menyadari ada seseorang didalam kamarnya langsung saja membalikan tubuhnya, dan alangkah terkejutnya pria itu saat melihat Sasa berdiri dibelakangnya, dan sangat dekat sekali, pantas saja ia seperti mencium wangi parfum gadis itu yang sangat menyengat di Indra penciumannya, sebenarnya bukan menyengat, tapi karna parfum yang dipakai Sasa sangatlah wangi, jadinya bisa ia cium dimanapun, termasuk saat dirinya selalu melewati kamar gadis itu, dan sekarang ternyata gadis itu sedang berdiri dibelakangnya, bahkan ibunya bisa melihat nonanya itu dengan jelas, dan sialnya, sang ibu mengira jika Sasa itu adalah orang yang dimaksud oleh Saka, walaupun sebenarnya semua itu benar, tapi tetap saja itu mustahil, bagai mana mungkin seorang biasa sepertinya bisa bersanding dengan gadis dari kalangan seperti nonanya tersebut.
Bersambung