Duda Impoten VS Janda Kembang

Duda Impoten VS Janda Kembang
Keputusan


__ADS_3

Terlihat Sasa keluar dengan pakaian yang sudah rapi, sambil membawa tas miliknya.'' Pak, buk, Saka,'' sapa nya saat sudah berada diteras rumah


'' Sasa kamu mau kemana?'' tanya Saka sambil berdiri dari duduknya


'' Aku mau pulang kekota, Bu Retno, pak Ali, Saka, terimakasih telah menginjinkan aku tadi malam untuk menginap dirumah ini, Bu Retno tenang saja saya tidak akan mempermasalah kan kejadian tadi pagi, karna saya yakin Saka juga pasti tidak mungkin melakukan itu.'' ucapnya


'' Nak Sasa, walaupun itu suatu ketidak sengajaan, tetap ibu akan menyuruh Saka untuk bertanggung jawab.'' ucap Bu Retno membuat Saka dan pak Ali menatap kearah Bu Retno, padahal baru saja Bu Retno mengatakan jika mereka tidak akan membahas masalah yang tadi pagi, kalau memang itu hanya suatu ketidak sengajaan, namun sekarang, kata-katanya sudah berbeda, wanita memang susah dimengerti.


'' Lalu bagai mana dengan pernikahan Saka dan Tika buk?'' tanya Sasa


'' Nanti ibu bicara dengannya pelan-pelan.'' jawab Bu Retno


'' Apa maksud Bu Retno? ibu mau bicara apa dengan saya??'' tanya seorang gadis yang baru saja datang, dan dia adalah Tika, gadis itu sempat mendengar pembicaraan mereka, walaupun tidak semuanya, namun entah kenapa ia merasa hidupnya terancam saat ini, lebih tepatnya nasip pernikahan nya.


'' Tika, duduklah terlebih dahulu, karna ibu ingin membicarakan sesuatu padamu,'' ucap Bu Retno yang terdengar serius. Dengan jantung yang berdebar, Tika menantikan kata-kata apa yang akan diucapkan oleh calon ibu mertuanya tersebut, Tika berharap yang akan disampikan bu Retno bukanlah seperti yang ada dalam pikirannya saat ini.

__ADS_1


'' Tika, sebelumnya ibu dan bapak minta maaf, karna sepertinya, pernikahan kalian tidak bisa dilanjutkan.'' ucap Bu Retno, mendengar ucapan Bu Retno seolah dunia Tika berhenti berputar, tiba-tiba kepalanya menjadi pening, namun ia masih diam, dan tak ingin menyela ucapan Bu Retno, sebelum wanita paruh baya tersebut selesai dengan kalimat nya.


'' Lalu, apa alasan ibu membatalkan pernikahan ini, bukan kah baru kemarin ibu mengatakan padaku dengan yakin, dan tegas, jika ibu dan pak Ali akan tetap menikahkan bang Saka dan aku apapun yang terjadi, lalu kenapa hanya dengan waktu semalam ibu bisa berubah pikiran seperti ini??'' tanya Tika dengan nada datar dan terkesan dingin , Saka sempat melirik kearah gadis itu, dalam hati ia bertanya-tanya, kenapa wanita yang biasanya selalu bersuara berisik, hari ini bisa terlihat setenang itu, namun Saka, bisa merasakan aura yang tak biasa dari gadis tersebut. Jangankan Saka, Bu Retno saja sedikit merasa heran dengan perubahan sikap Tika yang tak seperti biasanya, namun ia tetap akan mengatakan niat nya pada gadis tersebut.


'' Bu, biar saya yang jelasin pada Tika, walau bagai mana pun ini adalah hidup saya.'' ucap Saka.


'' Tika, saya atas nama keluarga meminta maaf, karna sebelumnya ibu dan bapak sudah memberikan harapan padamu, tentang pernikahan ini, kamu tau kan dari awal saya tidak pernah menginginkan pernikahan ini terjadi, maka hari ini saya katakan padamu, bahwa pernikahan ini batal Tika, pernikahan kita tidak akan pernah terjadi, maaf, walaupun berat bagimu, tapi saya harus tetap katakan ini.'' ucap Saka.


'' Iya Tika, ibu benar-benar minta maaf, ibu hanya tidak ingin nantinya kamu hidup menderita dengan Saka,'' ucap Bu Retno, mendengar ucapan wanita paruh baya tersebut membuat Tika tersenyum sinis, ia merasa sangat tidak puas dengan alasan tersebut.


'' Tapi kenapa ya? aku merasa kalian sedang menyembunyikan sesuatu dariku, katakan! apa yang sedang kalian sembunyikan dariku?! oh aku tau, jangan-jangan ibu dan bapak disogok ya sama perempuan sia*lan ini? kalian berdua pasti di diiming-imingi uang kan oleh dia? kalau tidak, mana mungkin dalam satu malam ibu dan bapak berubah pikiran, kalau bukan karna uang, dasar orang-orang tidak tau berterimakasih, selama ini Abah dan emak saya yang membantu kalian, beginikah kalian semua membalas nya hah??'' ucapnya dengan nada lantam


' TIKA JAGA UCAPANMU PADA ORANGTUA KU!!!, kau pikir dengan kamibbehutang budi pada keluarga mu, kau bisa dengan seenaknya merendahkan mereka hah?'' sentak Saka membuat semua orang yang ada disana terkejut mendengarnya termasuk Sasa, gadis itu tidak menyangka jika pria yang dicintainya itu jika marah sangat mengerikan, dan ini untuk pertama kalinya ia melihat nya.


Tika pun sama tak kalah terkejut, namun meskipun begitu ia akan tetap melampiaskan semua kekesalannya pada keluarga mereka.'' Kenapa bang Saka? Abang tidak terima dengan ucapanku hah? itu kenyataan bang, dan Abang harus tau itu.'' ucap nya, membuat Saka yang mendengar semangkin geram, sedangkan bu Retno dan pak Ali hanya bisa diam, sambil menahan sakit hati didada mereka, karna ucapan gadis tersebut, yang dikatakan Tika memang benar, kedua orang tuanya dulu sering membantu mereka, disaat mereka sedang kesusahan dulu, namun Bu Retno dan pak Ali tidak menyangka setelah sekian tahun lamanya, semua kembali diungkit,

__ADS_1


'' Tika, meskipun begitu, saya rasa kamu tidak pantas berbicara seperti itu pada mereka, walau bagsi mana pun, mereka yang lebih tua darimu, sudah sepantasnya kamu menaruh hormat pada mereka.'' ucap Sasa, yang juga terlihat sangat geram, rasanya ia tidak tahan jika tidak ikut berkomentar, saat mendengar ucapan kurang ajar dari mulut wanita itu.


'' Eh, nona muda, jangan ikut campur kamu, ini urusan kami,


'' Saya tidak akan ikut campur kalau kamu berkata sopan pada mereka! dasar gadis tidak tau tata Krama.'' ucap Sasa, mendengar Sasa membelanya Bu Retno tersenyum tipis, setidaknya ia tau, jika gadis yang dicintai oleh putranya mempunyai akhlak yang baik.


'' Nak Tika, tenanglah, nanti kami akan kerumahmu untuk membicarakan ini dengan kedua orangtuamu.'' ucap pak Ali


'' Buat apa pak? kalau hanya untuk buat malu Abah dan emak untuk apa? tidak perlu kalian datang kerumahku! kalian semua sangat kejam, lihat saja apa yang akan ku lakukan pada kalian semua.'' ucapnya setelah mengatakan itu Tika langsung pergi meninggalkan rumah itu.


'' Pak bagai mana ini? sepertinya Tika sedang mengancam kita, ibu takut pak.'' ucap Bu Retno


'' Buk tenanglah, dia tidak akan berani melakukan hal apapun, selagi masih ada saya disini, dia tidak akan bisa melakukan apapun pada ibu maupun bapak.'' ucap Saka


Next

__ADS_1


__ADS_2