Duda Impoten VS Janda Kembang

Duda Impoten VS Janda Kembang
Insiden Tak Terduga


__ADS_3

Bu Retno melirik kearah Saka yang hanya diam.'' Saka, bisa kamu bangunin Sasa, untuk sarapan bersama kita?'' ucap Bu Retno membuat Saka sedikit terkejut mendengarnya,'' Ibu gk salah kan, menyuruh saya untuk membangunkan nona Sasa?'' ucapnya kembali memastikan, takut jika dirinya salah dengar.


'' Kau tidak mau? yasudah biar ibu saja yang membangunkannya.'' ucap Bu Retno yang hendak berdiri.


'' Jangan..jangan buk! biar saya saja.'' ucapnya yang langsung bangkit dari duduknya, menuju kamar kedua orangtua Saka, pria itu membuka lebar pintu kamar, agar tak terjadi fitnah, lalu pandangannya tertuju pada gadis yang saat ini masih tertidur dengan lelapnya diatas kasur, sebenarnya memang gadis itu tidak bisa tidur semalaman, karna memang kasur tersebut baginya terlalu keras, hingga membuat tubuhnya sedikit sakit, namun tak mungkin juga ia mengatakan apapun tentang itu, karna saat ini, Sasa ingin membuat ibunya Saka merasa dirinya bisa hidup tanpa kemewahan, disaat gadis itu sudah mulai terlelap, Bu Retno malah membangunkannya untuk berjualan dipasar, lebih tepatnya menaruh sayuran milik mereka pada pedagang langganannya,


Saka melangkah menuju tempat tidur yang terbuat dari besi tersebut, lalu duduk ditepi tempat tidur itu,'' Tidur aja kamu sangat cantik nona, apa lagi saat tersenyum.'' gumamnya, sambil terus memperhatikan wajah cantik gadis pujaan hatinya tersebut.


'' Mm,, Saka aku gk mau pergi darimu.'' gumamnya pelan, sepertinya gadis itu sedang bermimpi


'' Nona, apakah kau sedang bermimpi?'' ucap Saka, namun tak ada jawaban dari gadis itu, saat Saka mencoba menyentuh pipinya, tiba-tiba tangan Saka ditarik oleh gadis itu hingga pria itu tersungkur kedepan dan akhirnya jatuh menimpa tubuh Sasa,


Buukk...


Saka jatuh diatas tubuh Sasa dengan posisi pria tersebut mencium bahu terbuka gadis itu,, namun sepertinya Sasa tak menyadarinya, karna gadis itu masih terlelap dalam tidurnya


'' SAKA APA YANG KAU LAKUKAN....!!! " terdengar suara memekakan telinga bagi siapa saja yang mendengar nya. Saka yang mendengar suara ibunya langsung menoleh kearah sang pemilik suara, yang saat itu sedang berdiri didepan pintu dengan berkacak pinggang, matanya melotot melihat kearah nya.


'' Saka apa yang kau lakukan dengan anak gadis orang??'' ulang sang ibu, sambil menunjuk pada tubuh Saka yang masih menempel diatas tubuh Sasa, sedangkan gadis itu yang merasa terganggu dengan suara berisik perlahan mulai membuka matanya walaupun masih terasa berat. Sasa yang awalnya masih mengantuk kini matanya terbuka lebar, saat melihat sosok Saka berada didepan wajahnya,, beberapa detik keduanya saling pandang hingga akhirnya...

__ADS_1


'' Oh astaga anak ini.'' gerutu Bu Retno sambil melangkah mendekati keduanya dan langsung menarik tubuh Saka dengan kasar.'' Kamu ya, kenapa kamu lakukan itu pada anak gadis orang, kamu itu akan menikahi Tika, lalu kenapa kamu harus berbuat tak senonoh dengan Sasa, dasar kamu anak kurang ajar, ibu tidak pernah ya mengajari kamu berbuat kurang ajar seperti ini sama perempuan!!'' ucapnya geram sambil memukul tubuh Saka, membuat pria itu sedikit meringis karna pukulan sang ibu.


'' Aw-aw,, buk sakit ibu itu cuma salah paham buk, aduuhh sakit buk.'' ucap Saka sambil menangkis serangan dari sang ibu yang terus memukulinya.


'' Apa Kamu bilang hah? gk sengaja? enak saja, ibu jelas-jelas lihat kamu mencium bahu Sasa, dan itu kamu bilang gk sengaja? itu jelas sengaja, dasar kamu ya..


Buk-buk-buk....


Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa tadi Saka bisa sedekat itu denganku? dan ibu bilang dia sengaja mencium pundakku? rasanya tidak mungkin ini pasti kesalah fahaman saja,, yasudah lah biarkan saja kesalah fahaman itu, lagi pula sepertinya ini bisa aku manfaatkan untuk membuat Bu Retno menyuruh Saka untuk bertanggung jawab padaku, hihihi..,, maaf ya Bu Retno saya terpaksa melakukan ini, karna saya tidak bisa hidup tanpa putra ibu itu


Batinnya


Ibu dan anak yang tadinya saling kejar-kejaran seketika menghentikan aksi mereka saat mendengar suara tangisan dari bibir Sasa.'' Tuh kan ini semua karna ulahmu,'' ucap Bu Retno yang kembali memukul sang putra.


'' Bu. bu.. sudah! saya bisa jelasin semuanya! Sasa saya bisa jelasin sama kamu ini gk seperti yang kamu pikirkan, tadi itu saya benar-benar gk sengaja.'' ucapnya sambil mencoba menenangkan Sasa, yang terlihat masih menangis sambil memeluk kedua lututnya, dengan wajah yang diletakan diantara kedua pahanya tersebut, membuat Saka cukup panik, padahal dalam hati gadis itu tertawa melihatnya.


'' Ada apa ini buk ribut-ribut? bapak sedang makan jadi terganggu saat mendengar teriakan heboh dari tadi.'' ucap pak Ali


'' Tuh lihat, anak bapak telah melakukan hal tak senonoh pada gadis itu, ibu gk habis pikir, kamu udah bikin ibu malu dan kecewa sama kamu Saka.'' ucap Bu Retno yang langsung keluar dari kamar tersebut.

__ADS_1


'' Buk ini hanya salah faham,'' ucapnya sambil sedikit berteriak, karna melihat ibunya sudah melangkah jauh dari kamar tersebut.


'' Benar semua yang dikatakan ibu mu Saka?'' tanya pak Ali


'' Gk pak, ini hanya salah faham, bapak tau kan saya tidak akan mungkin melakukan itu.'' ucap nya, memberi pengertian pada pak Ali.


'' Sasa percayalah, saya tidak melakukannya, ini hanya salah faham saja.'' ucapnya, berharap Sasa mempercayainya, tentu saja gadis itu sangat percaya, ia tau tidak mungkin Saka melakukan hal tak senonoh itu, walaupun dia sendiri tidak tau pasti kejadiannya seperti apa, namun Sasa yakin pada pria yang dicintainya itu, hanya saja demi menjalankan misinya, terpaksa ia harus membuat Saka merasa bersalah karna insiden tadi.


'' Buk,'' panggil pak Ali pada sang istri yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


'' Pak, bagai mana ini? ibu gk mungkin diam saja, dan menutup mata dengan kejadian barusan.'' ucap Bu Retno


'' Iya bapak ngerti bu, tapi kan belum tentu benar, dan Saka bilang sama bapak kalau itu hanya salah paham saja, itu tidak sengaja buk,


'' Ya anggap lah itu tidak disengaja, tapi ini terjadi didepan mata ibu pak, apa menurut bapak ibu harus pura- pura saja tidak tau? tapi ibu tidak akan tenang, semua ini gara-gara anak bapak, bagai mana cara dia membangunkan gadis itu memangnya? hingga terjadi kejadian seperti ini, apa mungkin dia membangunkan gadis itu dengan cara menciumnya? benar-benar keterlaluan.'' ucapnya yang masih terlihat sangat kesal.


Jam sudah menunjukan pukul sembilan pagi, saat ini Bu Retno, pak Ali dan Saka sedang duduk diteras rumah, pembahasan masih sama dari dua jam yang lalu, sejak kejadian tadi Sasa bahkan tidak keluar dari kamar, walaupun itu adalah kamar Bu Retno dan pak Ali, ini demi menjalankan aksinya


Next

__ADS_1


__ADS_2