Duda Impoten VS Janda Kembang

Duda Impoten VS Janda Kembang
Perasaan Yang Sama


__ADS_3

Ternyata bukan hanya Tika saja yang melihat Saka memperhatikan Sasa, tetapi Bu Retno juga melihat putranya itu sedang menatap gadis kota itu.'' Saka jaga pandanganmu kamu sudah punya Tika.'' ucap Bu Retno yang langsung diangguki oleh Tika


'' Iya bang, kita sebentar lagi akan menikah.'' sambungnya


'' Kalian bicara apa sih? saya mengenal nya.'' jawab Saka yang langsung bangkit dari duduknya dan melangkah menuju dimana saat ini Sasa berada


'' Dia mengenal gadis itu? memangnya siapa dia??'' ucap Bu Retno yang sedikit merasa penasaran


'' Buk ingat ya, ibu udah janji padaku akan menikahkan bang Saka denganku.'' ucap Tika kembali mengingatkan akan janji Bu Retno padanya.


'' Iya, ibu masih ingat, kamu gk perlu mengingatkan ibu tentang itu Tika, sekarang ayo kita susul Saka..'' ucap Bu Retno sambil bangkit dari duduknya.


Belum lagi Saka menyapa nona mudanya tersebut, Tika dan Bu Retno lebih dulu memanggil Saka, membuat keduanya langsung menoleh kearah mereka.'' Saka siapa perempuan ini?'' tanya Bu Retno sambil memindai menampilkan Sasa.


'' Dia nona muda ditempat Saya kerja bu, dia majikan saya.'' jawab Saka, membuat Tika dan Bu Retno saling pandang


***


Saat ini Saka, Sasa, Tika dan Bu Retno sudah berada di dalam rumah, Bu Retno mengintip keluar rumah dari balik jendela, ia melihat beberapa warga menatap kerumahnya, mungkin karna merasa penasaran dengan sosok gadis yang ada didalam rumahnya tersebut .


'' Maaf nona muda, ada keperluan apa anda datang ke gubuk kami yang reok ini?'' tanya Bu Retno sambil menatap kurang suka pada Sasa

__ADS_1


'' Maaf bu, kalau kedatangan saya kesini membuat ibu dan yang lainnya kurang nyaman, tapi kedatangan saya kesini untuk mempertanyakan perasaan cinta Saka pada saya bu.'' ucapnya sambil melirik kearah Saka, mendengar ucapan yang keluar dari bibir tipis gadis itu membuat ketiga nya merasa terkejut, terlebih Saka, ia tidak menyangka jika nona nya itu rela datang dari jauh hanya untuk memperjuangkan perasaan nya, sedangkan Saka sendiri, seperti pecundang yang tidak berani menghadapi kenyataan, bahkan perasaan cintanya sendiri pun ia tidak bisa memperjuangkan, berbeda halnya dengan Sasa, yang rela datang untuknya, untuk menunjukan keseriusannya.


'' Apa kau bilang? eh dengar ya! bang Saka ini milik saya, dan sebentar lagi kami akan segera menikah, jadi jangan pernah ganggu hubungan kami.'' ucap Tika sambil menatap nyalang pada Sasa.


'' Tika biar ibu yang bicara padanya, dengar nona! anda itu orang kaya, dan Saka berasal dari keluarga sederhana, kamu lihat kan tempat tinggal kami ini? rasanya mustahil jika keluarga anda dan keluarga kami bisa terikat menjadi satu keluarga, jadi saya sarankan sebaiknya kamu pulang saja dan cari lelaki yang pantas untukmu, karna kami tidak membutuhkan nona muda seperti kamu, yang mungkin tidak bisa apa-apa didapur.,'' ucapnya membuat hati Sasa sedikit terasa tercubit mendengar nya


'' Buk, kenapa ibu bicara seperti itu dengan nona Sasa?'' ucap Saka, yang juga merasa kecewa saat mendengar ucapan sang ibu


'' Loh Saka, bukannya ibu itu bicara apa ada nya? kamu lebih tau nona mu ini kan? dan pasti yang ibu katakan juga benar.'' ucapnya sambil memperhatikan wajah gadis yang ada didepannya saat ini, sebenarnya Bu Retno juga gk tega mengatakan nya, hanya saja ia sudah berjanji pada Tika, untuk menjadikan gadis itu menantu dirumahnya.


'' Sudahlah, kau sebaiknya pulang dari sini, nona muda sepertimu gk pantas berada di perkampungan seperti ini, nanti kulitmu yang seputih salju itu bisa gosong.'' ucap Tika yang bermakna sindiran


Namun Sasa tidak perduli sama sekali dengan ucapan Tika, ia lebih fokus pada keluarga dari pria yang disukainya.'' Aku harus apa? agar ibu mau memberikan ku kesempatan agar aku bisa menjadi salah satu kriteria calon menantu ibu?'' ucap Sasa membuat Bu Retno sedikit terkejut,


Batin Bu Retno


'' Benar apa yang dikatakan Tika, sebaiknya kamu pulang saja, lagi pula Saka sudah akan menikah dengan Tika.'' ucap Bu Retno.


Sasa yang mendengar itu langsung menatap Saka yang berada tak jauh darinya.'' Benarkah kamu ingin aku pergi dari sini Saka? apa kamu tidak memiliki perasaan yang sama padaku? aku tau kau juga cinta kan sama aku? apa kau tidak ingin memperjuangkan aku Saka? apakah hanya aku saja yang berjuang sendiri disini?'' ucap Sasa sambil meneteskan air mata, membuat Saka tak tega melihat nya, begitupun dengan Bu Retno yang tiba-tiba merasa iba pada Sasa, Tika yang melihat itu langsung bertindak, dengan cara kembali meracuni otak calon ibu mertuanya tersebut.


'' Heh, gk usah kebanyakan ngedrama kamu, orang kaya seperti kamu, pasti banyak pacar dikota sana, iya kan? lagipula saya tidak akan membiarkan kamu merebut calon suami saya bang Saka, Sudah, sana pulang kamu!!" usir Tika dengan mendorong tubuh Sasa dengan tangannya, membuat gadis itu hampir saja tersungkur kebelakang, karna belum siap atas serangan Tika, untung Saka, langsung sigap menahan tubuhnya, hingga Sasa tak terjatuh saat itu.

__ADS_1


'' Tika, jaga sikapmu, asal kamu tau, saya juga mencintai Sasa.'' ucap nya, membuat ketiga wanita yang berbeda usia tersebut melotot mendengarnya.


'' Apa? bang Saka, kamu kok tega sih sama aku? aku ini calon istrimu bang, tapi kenapa kamu malah bilang kalau Abang cinta sama perempuan ini?'' ucapnya tak terima,


'' Bu Retno, cepat katakan sesuatu, aku sakit hati bu, aku rela melepas Topan demi bang Saka, itu semua karna aku mencintainya bu,'' sambungnya lagi.


'' Saka, apa yang kau katakan nak? ibu gk pernah mengajarimu untuk menyakiti perasaan orang lain sayang, tapi kenapa kamu tega menyakiti hati Tika? bagai mana pun ibu hanya ingin kamu menikah dengan Tika nak, bukan yang lain.'' ucap Bu Retno


'' Maaf bu, tapi saya hanya mengikuti isi hati saya, bukan kah saya pernah bilang jika saya mencintai seseorang dikota saat ibu melakukan video call waktu itu? dan wanita itu sebenarnya adalah Sasa Bu.'' jelasnya


Bu Retno teringat saat dimana ia menghubungi Saka saat itu, dan ia juga baru mengingat jika dikamar nya ia melihat sosok wanita, dan itu adalah Sasa, namun saat itu Saka tidak mengatakan jika wanita yang dicintainya saat itu adalah Sasa nona nya sendiri


...****************...


Saat ini Saka dan Sasa sedang berada disebuah gazebo yang ada dibelakang rumahnya, yang berhadapan langsung dengan kebun milik mereka, ada cabe, terong,, sayur-sayuran dan masih banyak lagi yang lainnya, karna memang usaha keluarga Saka adalah bercocok tanam, jika sudah bisa dipanen, maka pak Ali akan menjualnya langsung dipasar, ada pun yang datang secara langsung untuk membeli nya dengan jumlah banyak, karna ingin dijual kembali, dan tentunya dengan harga yang miring.


'' Jaka, aku tau kamu juga mencintaiku, hanya pengakuan ini yang aku butuhkan, dan itu sudah cukup untuk membuatku bertahan disini.'' ucap Sasa sambil tersenyum.


'' Nona, walau pun kita saling mencintai, tapi kita tetap tidak bisa bersama.


Is is is.. si Saka masih saja nolak, entar kalau ditinggal, baru tau rasa...

__ADS_1


Next


__ADS_2