Duda Impoten VS Janda Kembang

Duda Impoten VS Janda Kembang
Gara-Gara Air Kobokan


__ADS_3

Masih ditempat yang sama, terlihat Bu Rami sedang asik selfi-selfi dengan makanan yang tersaji diatas meja, setelah itu ia terlihat mempostingnya disosial media, baru beberapa menit Bu Rami memposting, sudah banyak komentar yang tertera disana, membuat wanita paruh baya itu tersenyum puas melihat komen dipostingannya, ada yang iri, ada juga yang terlihat julit.


'' Buk, ibu mau sampai kapan posting mulu? dimakan dong buk keburu dingin nantinya.'' protes Bella terlihat kesal dengan tingkah sang ibu, sedangkan Aby sendiri hanya menggelengkan kepala melihat tingkah ibu mertuanya yang terlihat sangat alay itu.


'' Astaga anak ini berisik sekali seperti bapak nya.'' gerutu Bu Rami, sambil melirik sinis pada putrinya. Setelah puas berselfi ria dengan makanan tersebut, wanita paruh baya itu mulai menatap makanannya, matanya tertuju pada satu hidangan sushi yang ada didepan matanya.


'' Bel, apa gk ada kobokan?'' tanya Bu Rami sambil menatap keatas meja seolah mencari-cari sesuatu.


Mendengar itu Aby terlihat mengulum senyum.'' Bu gunakan sumpit yang ada di samping ibu itu.'' ucap nya sambil menunjuk sepasang sumpit yang ada disamping makanan tersebut.


'' Ini?'' ucapnya memastikan


'' Iya buk, memang apalagi,'' sambung Bella,benar kan dugaannya, pasti ibunya itu akan seribet ini jadinya


'' Mana bisa ibu gunakan ini, kobokan ajalah, gih mintakan kobokan sama pelayannya Bella!" ucap Bu Rami memerintah


Tuh kan,, ujung-ujungnya aku juga yang direpotkan


Gerutu batin Bella


'' Gk usah bangkit, panggil saja pelayannya.'' sambung Aby saat melihat istrinya hendak berdiri memanggil pelayan.


'' Mba..mba,, tolong minta kobokannya satu, saya tidak bisa makan dengan lidi besar ini, jadi saya minta air kobokan saja.'' ucap Bu Rami dengan suara yang cukup kuat, membuat beberapa pengunjung menatap kearah meja mereka, ada yang terlihat tersenyum, ada juga yang terlihat menatap mereka dengan sinis.


Astaga ibu, suaranya gk bisa pelan apa ya? kan jadi perhatian orang kalau begini.

__ADS_1


Ucap isi hati Bella, merasa malu, lalu ia melirik kearah Aby yang terlihat mengulum senyum mendengar ucapan sang ibu mertua, sedangkan pelayan tersebut terlihat juga tersenyum dengan permintaan pelanggannya.


'' Kenapa kamu senyum-senyum begitu? gk pernah dengar orang makan dengan menggunakan air kobokan? maksud saya makan pakai tangan?'' ralatnya


'' Maaf bu, kalau begitu mohon tunggu sebentar.'' ucap pelayan tersebut yang langsung berlalu dari meja mereka.


'' Kelihatannya aja mewah, tapi tetap aja gk lengkap, yang namanya kalau restoran atau tempat makan itu, harus disediakan air kobokan, biar bisa pengunjung makan dengan bebas, bukan kayak gini.'' gerutunya, entah pada siapa bu Rami protes, yang pasti lain kali Bella bertekat jika ingin membawa ibunya makan, akan ia bawa kerestoran tradisional saja, biar tidak banyak komplain pikirnya.


Tak jauh dari tempat mereka duduk, terlihat seorang wanita tengah menatap kearah mereka dengan tatapan yang penuh tanda tanya.


***


Sementara itu dirumah kediaman Oma Dona, terlihat Saka baru saja memarkirkan mobil miliknya didepan rumah, pria itu baru saja mengantarkan Oma terapi untuk kesembuhan kaki nya, agar cepat pulih. Saat hendak menuju kearah tangga, samar-samar ia mendengar suara orang berenang, karna merasa penasaran Saka pun melangkah kearah sumber suara tersebut, seketika langkahnya terhenti setelah melihat siapa yang sedang berenang didalam kolam tersebut.


Saka, dia itu majikanmu, nona muda dikeluarga ini, jadi jangan berpikir jika kamu bisa memiliki nya, itu sangat mustahil, jadi sadarlah


Batinnya, yang langsung melangkah untuk meninggalkan ruangan tersebut.


'' Saka tunggu!" tiba-tiba terdengar suara yang sangat ia kenali, siapa lagi kalau bukan Sasa nona muda nan cantik, yang selalu ada didalam mimpinya disetiap malam, sebenarnya memang pria itu juga memiliki perasaan yang sama dengan Sasa, hanya saja pria itu sadar diri, dia hanyalah pria miskin yang berasal dari kampung, ia tak pantas memiliki perasaan pada majikannya sendiri, meskipun ia tau jika nona nya itu juga memiliki perasaan padanya, namun tetap saja, Saka merasa tak pantas, dan sebisa mungkin ia menyembunyikan perasaannya itu pada gadis yang dicintainya.


Terlihat Sasa melangkah dari arah kolam, sambil mengikatkan selembar handuk untuk menutupi area pribadi dibagian bawahnya, sedangkan dibagian atas tetap ia biarkan terekpos.


'' Ada apa nona?'' tanya Saka tanpa membalikan tubuhnya, namun ia tau jika Sasa sudah berada dibelakangnya saat ini


'' Balikan tubuhmu Saka! tidak sopan bicara sambil membelakangi seseorang." ucap Sasa memerintah, membuat pria berusia 30 tahun itu mau tak mau menuruti ucapan nona muda nya tersebut.

__ADS_1


'' Lihat mataku!" ucapnya tegas, saat Sasa melihat Saka sama sekali tak menatap kearahnya, membuat Saka lagi-lagi harus menuruti perintah sang majikan


'' Katakan! apa kemarin malam kamu mengikutiku?'' tanya Sasa, membuat Saka sedikit terkejut mendengarnya, pasalnya sejak kejadian kemarin, Sasa tidak ada menanyakan hal itu padanya, dan Saka berpikir, saat itu mungkin karna nona nya tersebut tidak mengenalinya, jadi ia bisa bernafas lega saat itu, namun siapa sangka pertanyaan itu baru sekarang ia dengar.


'' Kenapa diam? jawab aku Saka!!'' ucap nya sekali lagi


'' Anda bicara apa nona? saya tidak mengerti.'' jawab nya berkilah


'' Oya? benarkah kau tidak mengerti maksud dari ucapanku? baiklah, sekarang coba biarku lihat tanganmu!" lagi-lagi perkataan Sasa membuatnya gugup


'' Saka cepat perlihatkan tangan kananmu padaku!!" ucap Sasa, yang tau saat itu pelayan tersebut luka dibagian jadi kanannya


'' Nona saya tidak faham maksud anda, sebaiknya saya permisi dulu, karna ada pekerjaan yang ingin saya selesaikan.'' ucapnya yang menolak permintaan Sasa, namun karna gadis itu juga orang yang sangat keras kepala, melihat Saka menolak keinginannya membuat gadis itu semangkin yakin jika pria yang menyamar sebagai pelayan kemarin adalah Saka, asisten abangnya.


'' Kamu tidak bisa menghindar dariku begitu saja Saka!!" teriaknya sambil menarik tangan pria itu dengan kuat, membuat langkah Saka langsung terhenti, terlihat pria itu sedikit meringis karna jari yang terluka tak sengaja diremas oleh Sasa.


Sasa melihat kearah jari tangan Saka yang terlihat sedikit mengeluarkan darah.'' Apa ini?'' tanya gadis itu sambil menatap jari tangan Saka yang berdarah


'' Itu luka terkena pisau buah.'' jawabnya


'' Masih mau menyangkalnya? dasar laki-laki pengecut.'' ucap Sasa sinis, lalu menghempaskan tangan Saka dengan kasar, gadis itu melangkah kembali menuju kolam renang, melemparkan handuk yang melingkar di pinggangnya kesembarang arah, lalu segera menceburkan tubuhnya kembali kedalam kolam tersebut, dengar rasa kesal yang luar biasa.


'' Maafkan saya nona,'' gumamnya lalu pergi dari tempat itu meninggalkan Sasa dari tempat itu.


Next

__ADS_1


__ADS_2