Duda Impoten VS Janda Kembang

Duda Impoten VS Janda Kembang
Menerima Cinta Alex


__ADS_3

Saka langsung mematikan sambungan video nya bersama Bu Retno ibunya, saat melihat Sasa berada dibelakangnya.''' Nona Sasa sedang apa anda dikamar saya?'' tanya Saka, yang terlihat gugup.


'' Sejak tadi, tadi ibu kamu yang telpon? terus kenapa dia bisa berpikir kalau aku ini adalah calon istrimu? memangnya kamu bilang apa tentang aku sama ibumu tadi?'' tanya Sasa penasaran


'' Maaf nona, tadi ibu saya salah faham, sebenarnya beliau ingin menyuruh saya pulang, karna beliau ingin menjodohkan saya.'' ucap Saka jujur


'' Menikah? dijodohkan? maksudnya apa? kamu disuruh ibumu menikah karna sudah dijodohkan begitu?'' tanya Sasa memastikan.


'' Begitulah.'' jawabnya sambil tersenyum paksa,


'' Terus kamu mau gitu?'' tanya Sasa dengan nada sewot


'' Tidak, saya menolaknya, terus saya bilang kalau saya sudah memiliki orang yang saya cintai dikota ini, makanya saat nona datang tadi ibu mengira jika wanita itu adalah anda, maafkan ibu saya karna salah faham.'' ucap Saka, lelaki itu memang suka sekali membuat Sasa patah hati, padahal tadi dia senang sekali saat Bu Retno mengiranya calon istri Saka, tapi sekarang, ia kembali sakit hati dibuat oleh pria yang dicintainya itu.


'' Nona anda sedang apa disini?'' tanya Saka lagi


'' Tidak apa-apa.'' jawab Sasa dingin, tanpa bicara lagi gadis itu langsung melangkah keluar dari kamar Saka, membuat pria itu terheran-heran melihatnya.


'' Sa, kok lama sekali kamu didalam?'' tanya Alex begitu melihat Sasa keluar dari kamar asisten abangnya tersebut


'' Oh, tadi dia lagi dikamar mandi, makanya aku nungguin dia.'' jawab Sasa bohong.


Terus apa katanya? sudah kamu tanya kunci mobilnya?'' tanya Alex lagi, tadinya Sasa berniat mengajak Alex untuk pergi keluar, dengan menggunakan mobilnya, karna Alex datang kerumahnya menggunakan motor, namun karna kunci mobil nya dipegang oleh Saka, maka Sasa pun datang kekamar pria itu dengan niat mengambil kunci mobilnya, namun siapa sangka dia akan melihat pria itu sedang melakukan panggilan telpon bersama ibunya yang ada dikampung.

__ADS_1


'' Lex kita batalkan saja ya? tiba-tiba aku udah gk mood untuk jalan.'' ucap nya


'' Loh kenapa? padahal aku udah semangat, tapi yasudah lah kalau kamu gk mau, kita dirumah juga gpp, yang penting sama kamu.'' ucapnya


'' Apaan sih kamu,? aneh banget, memangnya sejak tadi kamu sama siapa?'' ucap Sasa saat mendengar perkataan teman kampusnya tersebut.


Sementara itu dari kejauhan terlihat Saka yang baru keluar dari kamarnya, perlahan pria itu melangkah bertujuan ingin turun kelantai satu, namun langkahnya terhenti saat matanya tak sengaja melihat Alex ingin menci*um bibir Sasa, dan sepertinya gadis itu membiarkannya saja,


Mau apa pria itu? apa dia mau mencium nona Sasa?


Batin Saka, sambil terus memperhatikan keduanya, namun ia tak akan membiarkan semua itu terjadi


'' Ekhem,'' Saka sengaja berdehem dengan kuat, agar Alex dan Sasa sadar jika dirinya berada disana.


'' Maaf, tapi sebaiknya anda bisa menjaga sikap anda saat berada dirumah ini, dan anda nona sebaiknya bisa membatasi diri dari laki-laki ini.'' ucap Saka, yang kemudian langsung melangkah meninggalkan keduanya.


'' Kenapa aku harus menjaga sikap? dia pacarku sekarang? jadi kau tidak berhak melarangnya jika dia ingin menciumku.'' ucap Sasa dengan suara lantang, entah apa yang merasukinya hingga ia bisa berkata seperti itu, mengakui Alex sebagai pacarnya, tentu saja Alex yang mendengar sangat senang, namun berbeda halnya dengan Saka, pria itu mengepalkan tangannya, namun tetap melanjutkan langkahnya tanpa menoleh sedikitpun pada Sasa, membuat gadis itu semangkin frustasi.


'' Sa, apa benar yang kamu ucapkan tadi? apa kamu mau jadi kekasihku?'' tanya Alex memastikan


'' Memangnya kapan aku bilang begitu?''


'' Barusan, jangan bilang kamu pura-pura lupa? dengar Sa! jika kamu mau memberikan kesempatan padaku, maka aku janji akan setia sama kamu, aku janji akan membuatmu bahagia, jadi kumohon berikan aku kesempatan untuk itu.'' ucap Alex penuh harap

__ADS_1


Apa aku harus melupakan Saka, dan mulai menjalani hidup dengan menerima Alex?


Batin Sasa dilema


'' Sa gimana? apa kamu mau memberikan aku kesempatan?'' tanya Alex lagi


'' Iya Lex, aku mau, ku harap kamu bisa membuatku untuk jatuh cinta padamu, aku butuh seseorang untuk menyembuhkan luka di hati ku saat ini.'' ucap Sasa yang akhirnya memilih untuk memberikan kesempatan pada Alex


'' Terimakasih Sasa, aku sangat bahagia nendengarnya, aku tidak tau saat ini kamu terluka karna siapa, namun yang pasti, aku akan menyembuhkan luka itu secepatnya, dan tidak akan ada bekas luka nya lagi, aku pastikan itu.'' ucap Alex sambil menatap wajah Sasa.


Tanpa mereka sadari ada Saka yang saat itu berdiri dibawah tangga, pria itu tidak benar-benar pergi dari disana, karna ia yakin jika Sasa tadi hanya berkata bohong, ia tau jika Sasa hanya ingin memancingnya untuk mengatakan perasaan yang sebenarnya pada gadis itu, namun meskipun begitu tetap saja, Saka diam tak menanggapi nya, namun setelah apa yang didengarnya saat ini, membuat hatinya justru meronta-ronta, Saka tak ingin gadis itu jatuh kepelukan lelaki lain, dengan rasa amarah dihatinya pria itu kembali melanjutkan langkahnya menuruni anak tangga.


Oma Dona yang saat itu berada diruang keluarga bersama suster, melihat Saka turun dengan ekspresi wajah yang tidak enak dilihat.


'' Ada apa dengan Saka? wajahnya kenapa seperti itu?'' ucap Oma Dona


'' Mungkin karna patah hati Oma, atau karna cintanya ditolak.'' jawab suster yang merawat Oma Dona


'' Benarkah?'' ucap Oma sambil terus menatap kepergian Saka menuju pintu utama


Sebenarnya Oma Dona tau jika cucunya Sasa dan asistennya itu saling mencintai, hanya saja keduanya saling gengsi, bukan keduanya, tepatnya Saka lah yang menurut Oma tak ingin mengakui perasaannya pada cucunya tersebut, Oma Dona tau pasti jika asistennya itu juga memiliki perasaan pada cucunya Sasa, hanya saja Oma Dona berpikir, jika Saka merasa tidak pantas jika bersanding dengan seorang nona muda dari keluarga majikannya itu, sebenarnya Oma Dona tidak mempermasalahkan status sosial, baginya jika cucu-cucunya itu merasa bahagia dengan pilihan mereka, tentu Oma akan mendukungnya, apa lagi Oma Dona tau jika Saka adalah pria yang baik, karna sudah hampir tiga tahun pria itu tinggal bersamanya, jadi baik buruknya, Oma sudah bisa menilai, namun ia juga tidak ingin terlalu ikut campur urusan percintaan mereka, biar mereka saja yang menyelesaikannya. Namun berbeda halnya dengan Aby, dulu Oma membiarkan saja pria itu menikahi gadis pilihannya, meskipun Oma bisa menilai jika gadis yang dicintai oleh cucunya itu bukan gadis baik-baik, namun oma tetap membiarkannya, bukan karna tak perduli, Oma hanya tidak ingin cucunya itu membencinya, karna telah melarang untuk menikahi gadis yang ia cintai, dan akhirnya memilih untuk meninggalkan rumah demi bisa menikah dengan nya, Oma lebih memilih merestui walaupun setengah hati, hingga pada akhirnya gadis yang dinikahi oleh Aby berselingkuh dengan orang lain, dari situlah Oma mulai mengambil alih tentang kehidupan cucunya, ia kembali mencarikan jodoh untuk Aby, walaupun saat itu Aby menentang, namun Oma tak perduli, hingga akhirnya Aby pasrah dan mau menerima perjodohan nya dengan Bella.


Next

__ADS_1


__ADS_2