Duda Impoten VS Janda Kembang

Duda Impoten VS Janda Kembang
Cemburu Yang Masih Berlanjut


__ADS_3

Sasa menatap tajam pada Saka, membuat pria tersebut langsung bangkit dari duduknya.'' Maaf nona, saya salah '' jawabnya sambil menunduk, membuat Diva merasa tidak enak karna Saka ditegur karna ngobrol bersamanya


'' Sasa maaf, ini bukan salahnya mas Saka sepenuhnya, ini salah aku karna sudah mengajaknya bicara tadi.'' sambung Diva karna merasa tidak enak pada Saka, Sasa hanya melirik sekilas pada teman kampusnya tersebut tanpa ingin menanggapi ucapannya.


'' Sudahlah, ayo pulang saya masih ada urusan lagi setelah ini.'' ucapnya yang langsung pergi meningalkan kantin tersebut.


'' Maaf nona Diva kalau begitu saya pergi dulu.'' ucapnya, sedangkan Sasa yang melihat Saka masih bicara dengan Diva langsung meneriakinya.


'' Saka cepetan !!!!" teriaknya sambil menghentakkan kakinya


'' Iya nona,'' jawabnya sambil melangkah dengan lebar kearah sang majikan


'' Kamu ini ya lelet banget.'' dengusnya, setelah itu ia langsung menuju mobil.


Saat ini keduanya sedang dalam perjalanan pulang, dari belakang kemudinya, Saka selalu melirik kearah nonanya tersebut, Ian merasa bingung dengan raut wajah sang nona, yang sejak tadi ditekuk seperti itu, ia mengira Sasa pasti ada masalah dikampusnya, makanya ia memasang wajah seperti itu, ia tak tau saja jika wajah Sasa yang seperti itu karna ulahnya.


'' Apa kamu liat-liat!" ucap Sasa saat matanya melihat pandangan Saka tertuju kearahnya.


'' Serem amat non, kenapa wajahnya ditekuk seperti itu? apa ada masalah ya dikampus?'' tanya nya membuat Sasa langsung melotot kearahnya


Nih cowok memang benar-benar ya? masa dia gk peka kali aku marah karna ulahnya itu, dasar keganjenan, bisa-bisa nya dia ngegodain cewek lain dikampus, lagian cantikan juga aku kemana-mana dari Diva.


Batinnya sambil menatap Saka dengan tatapan sinis, sedangkan Saka yang melihat hanya menggeleng kan kepalanya

__ADS_1


Setengah jam kemudian mereka pun sampai didepan rumah, saat Saka mau membuat pintu Sasa langsung bicara padanya, membuat Saka mengurungkan niatnya untuk keluar dari dalam mobil.


'' Ada apa nona?'' hanya nya sambil menoleh kearah belakang


'' Kau tadi sengaja ya tebar pesona dikampusku?'' tuduhnya


' Astaga nona, apa maksud anda menuduh saya seperti itu? saya sama sekali tidak pernah tebar pesona dengan siapa pun.'' sangkalnya


'' Aalaah... ,,gk usah ngeles kamu, tadi aja buktinya si Diva duduk sama kamu waktu dikantin? apa coba namanya kalau gk tebar pesona? dengar ya Saka, tugas kamu itu nungguin saya dikampus bukan untuk tebar pesona, saya gk suka liat kamu ngobrol dengan cewek-cewek dikampus, mau coba jadi playboy kamu?'' ucapnya sinis


'' Nona kenapa nona bisa berkata seperti itu? tadi itu saya laper, makanya saya duduk dikantin dan pesan makanan, dan tiba-tiba saja nona Diva datang kemeja saya, masa iya saya usir dia? yang ada nanti malah saya yang diusir dari kampus itu '' ucapnya membuat Sasa berdecih mendengarnya


'' Pintar banget ya kamu ngomong, dasar playboy cap kecoa.'' ucapnya ketus, lalu membuka pintu mobil dan keluar dari sana


'' Bodo.'' jawab Sasa, yang tak ingin mendengar penjelasan apapun dari asisten keluarganya tersebut.


Ada apa dengan Sasa? apa dia sedang cemburu karna aku dekat dengan Diva?


Batinnya sambil terus melangkah masuk kedalam rumah


***


Sedangkan disalah satu klinik terlihat ada dua orang pria tampan yang terlihat sedang mengobrol, lebih tepatnya, salah satu pria tersebut sedang berkonsultasi tentang masalahnya

__ADS_1


'' Jadi setelah beberapa minggu menikah, kamu baru bisa memasukinya tadi malam?'' tanya pria yang memakai jas berwarna putih tersebut, entah apa maksud dari ucapannya tersebut yang jelas ia mendapatkan tendangan dikakinya setelah bertanya seperti itu, pria berjas putih itu bukannya marah namun ia malah tertawa terbahak saat melihat reaksi pasiennya tersebut


'' Sialan loe, kalau bukan teman gue loe, udah gue pecat loe jadi dokter pribadi gue tau gk.'' ucapnya sambil mendengus


'' Haha,, oke..oke,, gue akan serius kali ini.'' jawabnya


'' Loe tau By, itu artinya loe itu sudah banyak kemajuan, bukannya dulu saat loe menjadi suaminya Lisa, loe bilang jika burung loe sangat susah bangun? dan sekarang saat loe beristrikan Bella, pusaka loe itu lebih cepat bereaksi, itu artinya burung loe itu sudah menemukan sangkar yang tepat." ucap nya yang tak lain adalah Rio, dan juga Aby


'' Sepertinya kau benar, milikku beraksi bila bersamanya, dia juga orang yang sangat sabar, tapi Rio, saya masih butuh obat darimu agar milikku ini tahan lama saat bergelut dengan nya, gue merasa malu jika selalu gue yang keluar duluan dari dia.'' ucapnya


'' Sebaiknya loe gk usah menggunakan obat lagi deh By, bukanya Bella berbeda dengan Lisa? istrimu yang ini sepertinya sabar, beda dengan mantan istri loe dulu yang selalu menuntut kepuasan dari loe.'' ucap Rio


' Apa menurut loe seperti itu?'' tanya Aby memastikan


'' Tentu, istri loe yang sekarang menerima kekurangan loe bukan? dan loe juga bilang tadi kalau dia sangat sabar saat diatas ranjang, jarang loh ada wanita yang seperti itu, loe harus bersyukur karena bisa mendapatkannya.'' sambung Rio


KEMBALI KERUMAH


Jam sudah menunjukan pukul empat sore, setelah pulang dari kampus tadi, Sasa belum ada keluar dari kamarnya, membuat Saka merasa bersalah karna sudah membuatnya marah secara tidak langsung, Saka melangkah menuju pintu kamarnya ingin sekali rasanya ia mengetuk pintu untuk menjelaskan semua kesalah fahaman tersebut namun ia tau jika.nonanya tersebut tidak akan mempercayainya begitu saja. Akhirnya Saka mengurungkan niatnya, dan memilih untuk pergi dari saja namun baru saja hendak berbalik badan, tiba-tiba terdengar suara pintu kamar dibuka, bersamaan itu terlihat Sasa juga keluar dari kamar tersebut


'' Sedang apa kamu dikamar ku?


Next

__ADS_1


__ADS_2