
Saat Ini mereka semua sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit, begitu pun dengan Aby yang sudah diberi kabar oleh Oma Dona.'' Pak bagai mana dengan Bella putri kita pak, ibu sangat khawatir.'' ucapnya sambil meneteskan air mata, tiba-tiba rasa sesal menyelimuti hatinya, Bu Rami sadar, sebagai orangtua ia dan suaminya tak pernah bersikap baik pada putri mereka tersebut, mereka selalu membuat hidup Bella menderita, semua karna keegoisan yang mereka miliki, hingga terakhir Bella celaka pun karna ulah mereka, secara tidak langsung yang selalu meminta uang pada nya, Bu Rami menangis dalam diam, tubuh wanita paruh baya tersebut bergetar, terdengar juga suara sesegukan dari bibir Bu Rami
'' Buk tenanglah, bapak yakin Bella putri kita akan baik-baik saja.'' ucap pak Joko memberi kekuatan pada sang istri. entah kenapa mobil yang mereka tumpangi berasa sangat lama sampai dirumah sakit, hingga membuat mereka yang ada didalam terlihat kesal, karna menahan cemas, setelah beberapa saat kini mobil yang mereka tumpangi sudah sampai didepan rumah sakit, setelah turun mereka langsung masuk dan menuju resepsionis untuk bertanya disana, setelah mengetahui dimana ruangan nya mereka langsung menuju ketempat tujuan.
Saat ini Oma Dona dan kedua orangtuanya Bella serta Sasa dan juga Saka, sudah berada didepan pintu ruang operasi, sebab selain karna luka robek dibagian perutnya terlalu lebar, Bella juga kehilangan banyak darah, dokter mengatakan jika kondisi wanita itu sangat kritis
Dari Kejauhan terlihat Aby berlari menghampiri mereka. '' Oma dimana istriku?'' ucap Aby yang baru sampai.'' Sebenarnya apa yang terjadi pada Bella? kenapa bisa dia kerampokan?'' tanya Aby merasa penasaran
'' Maafkan kami nak Aby, semuanya salah kami, kami yang salah karna Kamilah Bella celaka.'' ucap Bu Rami sambil terus menangis
'' Maksud ibu apa? katakan apa yang tejadi sebenarnya??!!
'' Nak Aby akan bapak jelaskan semuanya.'' ucap pak Joko yang akhirnya menceritakan semua kejadian tersebut. dari awal niat mereka datang kerumah, lalu meminta uang pada Bella, hingga akhirnya Bella berakhir dirumah sakit seperti ini.
Aby meraup kasar wajahnya, tak ada kata yang terucap dari bibirnya, ia hanya bisa memukul tembok rumah sakit untuk melampiaskan kekesalannya.
'' Maaf kan kami, kami memang bukan orang tua yang baik, dari dulu kami selalu membuat hidup Bella susah, kami selalu memaksa kan kehendak kami pada wanita malang itu, kami benar-bdnar menyesal.'' ucap pak Joko sambil menitikkan air mata, begitu pula Bu Rami yang sejak tadi hanya diam, namun air matanya terus mengalir dari pelupuk matanya.
Mendengar itu Aby kembali mengepalkan tangan, ingin rasanya ia marah dan mengusir orangtua dari istrinya itu, namun tak mungkin ia lakukan, Aby menarik nafas dalam lalu membuangnya perlahan.
'' Minta maaflah pada putri kalian, yang sudah terlalu sering kalian sakiti, dan berdoa lah untuk sesembuhan nya.'' ucap Aby datar,
'' Aby cucu oma, Kemarilah sayang, duduk disamping Oma '' ucap Oma Dona sambil menepuk kursi yang ada disampingnya.
'' Aku gk nyangka, kok ada ya orangtua seperti mereka, tega menjual anaknya demi uang, dan sama sekali tak perduli dengan perasaan putri mereka sendiri, sebenarnya mereka itu sayang gak sih sama mba bella? kok aku jadi kesal sendiri melihatnya.'' ucap Sasa, saat ini ia sang duduk berdampingan dengan Saka
__ADS_1
'' Sudahkah, sebaiknya kita berdoa saja agar nona Bella bisa selamat.'' ucap nya
DUA HARI KEMUDIAN
Terlihat saat ini Aby sedang menyuapi Bella, pasca operasi kini kondisi nya sudah jauh lebih baik hanya tinggal pemulihan saja.
Tok-tok-tok
'' Masuk.'' setelah terdengar jawaban dari dalam, tak lama terlihat pintu ruangan terbuka, bersamaan munculnya Bu Rami dan pak Joko
' Bella Gimana keadaan kamu sayang?'' ucap Bu Rami, sambil melangkah kearah brangkar dimana saat ini Bella berada
' Sudah lebih baik Bu.'' jawabnya sambil tersenyum, Aby memberikan ruang pada ibu dan anak itu untuk saling bicara.'' Maafkan ibu dan bapak Bella, karna kamilah kamu jadi seperti ini, kami sebagai orangtua memang tidak pernah membuatmu bahagia,nkami selalu menyakitimu kami benar-benar minta maaf nak '' ucap Bu Rami, penuh dengan rasa penyesalan
'' Gk pak, aku gk apa-apa, justru aku senang, jika sekali pun aku harus mati aku rela, asal bapak dan ibu mau berubah menjadi yang lebih baik lagi.'' ucap Bella, membuat kedua orangtuanya kembali merasa sedih karna kata-kata putri nya tersebut.
SATU TAHUN KEMUDIAN
Hari ini adalah hari pernikahan Sasa dan juga Saka, pria berusia tiga puluh satu tahun tersebut sudah membuktikan jika dirinya memang pantas untuk menjadi pendamping hidup Sasa, terbukti dalam jangka waktu satu tahun Saka sudah bisa mengembangkan usaha nya dibidang kuliner, dengan modal yang selam ini ia kumpulkan Saka berhasil membuka restoran bersama pak Joko dan Bu Rami yang ikut membantu. Maka itu Aby memberi restu pada mereka untuk menikah walaupun Sasa masih belum selesai kuliah.
'' Kok lama banget ya selesai acaranya? rasanya aku sudah tidak sabar ingin cepat-cepat memasuki kamu.'' bisik Saka membuat bulu kuduk Sasa meremang.
'' Ih sabar dong, coba lihat itu tamunya masih banyak.'' ucap Sasa membuat pria itu hanya bisa pasrah
'' Akhirnya Saka menikah juga ya pak, rasanya ibu sudah tidak sabar ingin segera punya cucu.'' ucap seorang wanita paruh baya yang tak lain adah Bu Retno
__ADS_1
'' Iya buk bapak juga gk sabar pengen cepat punya cucu.'' sambung pak Ali
Jam sudah menunjukan pukul sepuluh malam, acara pernikahan baru aja selesai digelar, namun masih ada beberapa tamu jauh yang masih berad dirumah, karna memang acara pernikahan dilangsungkan dikediaman Oma Dona, kedua orangtuanya Saka juga terlihat masih berada disana, karna memang rencana nya setelah acara pernikahan, dua hari setelahnya mereka akan jalan-jalan berkeliling.
Sedangkan dikamar sepasang pengantin terlihat Saka sudah tidak sabar ingin segera mengasah senjata miliknya yang sudah berpuluh tahun tidak pernah digunakan, Saka menciumi pundak terbuka Sasa.
'' Bang Saka geli ih, biarkan aku bersih-bersih dulu dong,' rengek Sasa
'' Aku sudah gk sabar sayang, ayolah masa kamu tega sama suamimu ini.'' ucap nya
'' Iya oke, baiklah, terserah pada suamiku saja maunya apa '' ucap Sasa pasrah.
'' Gitu dong, baru istri yang Soleha.'' ucap Saka yang langsung saja melancarkan aksinya.
Sepanjang malam terdengar suara meresahkan dari kamar pengantin baru tersebut, membuat Aby yang melewati kamar mereka hanya bisa menggelengkan kepala.
'' Ck, dasar perjaka tua, sekalinya mendapatkan pasangannya terus saja digaspol, aku yakin besok adiku tak kan bisa berjalan karna perbuatan suaminya itu '' gerutu nya.
Sedangkan didalam kamarnya Sasa terus digempur oleh suaminya, bahkan tubuhnya penuh dengan tanda cinta yang dibuat oleh Saka,'' Bang aku capek kita berhenti dulu ya?'' pinta Sasa memelas
'' Sebentar lagi ya sayang, aku udah nanggung ini, punya kamu enak banget, buat aku gk mau berhenti,'' pujinya yang terus memompa tubuh sang istri, dengan penuh semangat hingga akhirnya tak berapa lama ia kembali mengeluarkan lahar panas nya didalam tubuh Sasa untuk yang kesekian kalinya.'' Terimakasih sayang aku sangat mencintaimu.'' ucap Saka sambil mencium kening Sasa yang penuh dengan keringat akibat ulahnya tersebut.
Dikamar yang berbeda juga terlihat aktivitas yang sama, setelah rutin mengkonsumsi madu dari dokter Rio, kini Aby sudah sembuh dari penyakit nya, kini senjata tempurnya sudah bisa beroperasi seperti pria perkasa pada umumnya, dan itu sangat membuat Bella bahagia karna nya, kini mereka hanya tingga menunggu momongan dan berharap sang maha pencipta mau mempercayakan nya pada mereka.
The and
__ADS_1