
Sementara itu, didalam sebuah rumah sederhana terlihat lelaki paruh baya sedang menengadahkan tangannya pada seorang wanita, sambil marah-marah.
' Buk, cepat berikan bapak uang, bapak janji kalia ini bapak pasti menang, nanti uangnya bapak kembalikan kalau menang.'' ucapnya namun dengan nada memerintah
'' Iya kalau menang, kalau kalah gimana? dengar ya pak, uang ibu sudah hampir habis, kita harus sedikit berhemat pak.'' ucapnya
'' Ibu ini gimana sih? percuma punya menantu kaya, kalau habis, ya tinggal minta saja lagi sama dia, atau gk ibu jual saja perhiasan ibu ini.'' ucap sang suami sambil menunjuk perhiasan yang digunakan oleh istrinya tersebut.
'' Enak saja bapak, ini punya ibu, dan ibu baru pamer sama teman-teman ibu kemarin, masa iya mau dijual, gk..gk..ibu gk mau, ini ibu hanya tinggal sisa segini, dan ini yang terakhir ya pak, awas saja minta lagi.'' ucap nya sambil memberikan tida lembar uang merah dan memberikannya pada sang suami,, siapa lagi kalau bukan Bu Rami dan pak Joko, kedua orangtuanya Bella, sejak kepulangan anak dan menantunya dari rumah mereka, pak Joko yang saat itu diberi oleh Aby beberapa lembar uang untuk pegangan, langsung ia bawa ketempat judi, bahkan sangkin asik nya pak Joko bermain judi, lelaki itu sampai tak ingat pulang, alhasil pagi-paginya ia pulang dengan tangan kosong, dan malah bermaksud ingin meminta uang lagi pada sang istri, setelah mendapatkan uang dari istrinya, pak Joko kembali pergi.
''' Dasar suami tidak berguna, lama-lama barang-barang dirumah ini bisa habis dijual sama dia, padahal kan ibu baru saja pamer pada tetangga.'' ucapnya dengan nada kesal, Bu Rami yang memang mempunyai sifat pamer dan iri hati, selalu saja merasa tak suka jika melihat tetangganya mempunyai barang-barang baru, jika tetangga nya itu punya, maka dia juga harus memilikinya, begitulah sifat nya, dan sekarang saat ia memiliki semua barang yang ia mau, maka dirinya akan pamer, kalau bisa pada seluruh warga komplek diperumahan nya tersebut.
'' Assalamu'alaikum, buk! ..Bu Rami!" panggil seseorang dari luar rumah
'' Siapa sih sepagi ini sudah bertamu saja kerumah.'' gerutunya kesal, Bu Rami pun langsung melangkah menuju pintu depan untuk melihat siapa yang datang sepagi ini kerumahnya
'' Eh, Bu Salma, ada apa datang sepagi ini? mau nagih hutang?'' tanya nya nyinyir
'' Bu Rami sombong sekali, mbok ya salam saya itu ya dijawab dulu kek, ini main tuduh saja.'' ucapnya
'' Walaikum salam, cepat katakan mau apa Bu Salma datang kerumah saya?'' ucapnya sambil membuka lebar pintu rumahnya, agar Bu Salma bisa melihat isi dari rumahnya yang penuh dengan barang-barang berharga, dan tentu saja Bu Salma yang kepo itu langsung melirik kedalam rumah nya
'' Wah barang-barang Bu Rami sepertinya bagus semua,'' ucapnya sambil matanya terus melihat kedalam isi rumah Bu Rami
'' Iya dong, ini semua pemberian menantu saya yang kaya raya itu.'' jawabnya sombong
__ADS_1
'' Oh begitu ya bu? berati Bu Rami punya banyak uang dong? kan menantunya kaya raya.'' ucap Bu Salma
'' Tentu dong, percuma punya menantu kaya kalau gk bisa dinikmati.'' sambung lagi membuat Bu Salma mencibir dalam hati
'' Kalau gitu sebaiknya ibu bayar hutang pakai Joko diwarung saya! dia berhutang sebanyak lima ratus ribu.'' ucap Bu Salma
'' Apa? limaratus ribu? gk salah? hutang apa dia sampai sebanyak itu?
'' Dia kemarin hutang pada suami saya sebanyak dua ratus ribu dan dia juga berhutang diwarung saya.'' jelasnya
'' Tiga ratus ribu diwarung? hutang apa? masa hutang minum kopi sampai sebanyak itu? kan gk mungkin.'' tanya Bu Rami
'' Kemari pak Joko mentraktir warga kampung saat menantunya itu datang, mungkin dia merasa sangat bahagiay makanya dia traktir para warga, tadinya saya pikir pak Joko akan membayarnya langsung, eh gk tau ya ngutang dan masih belum dibayar sama dia sampai sekarang, jadi saya datang kesini untuk menagihnya.'' jelas Bu Rahma
'' Enak saja Bu Rahma, yang minum mereka, masa saya yang harus membayarnya? saya mah ogah,'' jawab Bu Rami
'' Ya Bu Rahma minta saja uang pada suami saya, atau sama mereka lah, masa sama saya,, saya gk punya uang. enak saja mereka yang minum saya yang harus bayar, gk ada ...gk ada!! ucapnya
'' Udah..udah sana, Bu Salma pulang saja! saya masih banyak kerjaan.'' usir nya, setelah itu langsung masuk dan menutup pintu
Braakkk!!!
Bu Salma terjengkit kaget saat Bu Rami menutup pintu rumahnya, padahal Bu Rahma masih ada didepan pintu rumahnya.'' Dasar manusia gk ada akhlak, bilang saja gk ada uang buat bayar.'' cibir nya setelah itu ia langsung meninggalkan rumah Bu Rami dengan perasaan dongkol dihatinya.
'' Semua gara-gara bapak, enak saja mentraktir orang memangnya bayarnya pakai daun apa? awas saja nanti kalau dia pulang.'' gerutu nya kesal
__ADS_1
***
Jam sudah menunjukan pukul lima sore, dikamarnya terlihat Bella baru saja selesai mandi, wanita itu bertekat, mulai hari ini ia akan merubah penampilannya, agar lebih menarik walaupun pada dasarnya dia memang sudah cantik, namun tetap saja, Bella merasa jika ia harus merubah penampilannya, agar suaminya semangkin terpesona padanya, ia ingin suaminya itu jatuh cinta padanya dan selalu bergai*rah jika bersamanya, dengan begitu, secara alami bisa membuat pusaka milik suaminya itu, bisa bangun tanpa harus diurut dahulu, begitulah yang pernah ia baca diartikel.
Ceklek
Terdengar suara pintu kamar dibuka, tak lama terlihat Aby masuk sambil membawa tas kerjanya, melihat itu dengan sigap Bella pun langsung melangkah kearahnya untuk mengambil tas tersebut
'' Mas,'' ucapnya sambil salim tangan suaminya ia tidak sadar jika Aby terus memperhatikannya
'' Kamu mau kemana?'' tanya sang suami, membuat Bella langsung menatap kearahnya
'' Aku gk kemana-mana mas.'' jawabnya
'' Lalu kenapa berpenampilan secantik ini? saya kira kamu akan pergi.'' ucap Aby
'' Ya kalau perginya sama mas aku mau.'' jawab Bella malu-malu
'' Maaf, saya gk bisa, rasanya mas capek sekali hari ini '' tolaknya halus
'' Iya gk apa-apa kok mas, aku paham.'' ucap Bella mencoba mengerti
Bella menatap punggung suaminya yang melangkah menuju kamar mandi, ia menghela nafas kasar, melihat sikap suaminya yang terlihat cuek padanya, padahal niatnya tadi ingin membuat Aby memujinya karna perubahan penampilannya, tapi yang ia lihat sepertinya suaminya itu biasa saja, walau awalnya ia sempat memujinya, namun tetap saja sikapnya dingin, kadang Bella merasa heran sendiri, melihat perubahan sikap suaminya yang terkadang bersikap lembut padanya, kadang bersikap dingin dan cuek seperti saat ini.
Lima belas menit kemudian terlihat Aby keluar dengan pakaian yang sudah lengkap ia melirik kearah istrinya yang saat itu terlihat sedang memainkan ponselnya sambil tersenyum tersenyum, membuat Aby merasa curiga
__ADS_1
Lagi chatingan dengan siapa dia?
Next