
Masih ditempat yang sama, terlihat Sasa dan Saka, sedang bicara tentang perasaan diantara mereka, dari kejauhan terlihat Bu Retno terus memperhatikan keduanya, sebelum Saka berbicara dengan Sasa, Bu Retno sudah terlebih dahulu mengatakan jika putranya itu tidak boleh menerima cinta dari cucu majikan nya tersebut, karna Bu Retno yakin jika putranya sampai menerima cinta Sasa, maka dia hanya akan mendapat penderitaan saja, Bu Retno juga berpikir, jika keluarga nya Sasa tidak akan merestui hubungan mereka, karna Saka hanya seorang asisten, yang terlahir dari keluarga sederhana, Bu Retno hanya tidak ingi anaknya nantinya akan hidup terhina dikeluarga itu, begitulah pikiran Bu Retno tentang keluarga Sasa, sebab menurutnya orang kaya selalu seenaknya menghina orang lain, apa lagi orang miskin seperti mereka, dan pemikiran itu ia dapatkan dari Tika, calon menantu pilihannya itu selalu mencuci otak Bu Retno, ia selalu mengatakan jika orang kaya itu jahat, maka itu Bu Retno tak ingin anaknya sampai menikah dengan orang kaya.
Sasa duduk menghadap Saka, memandang mata pria itu tepat dibola matanya.'' Katakan jika kau memang tak ingin hidup bersamaku?'' ucap Sasa dengan pandangan yang masih belum teralihkan.
'' Nona jangan menatap saya seperti itu, saya bukan tidak ingin bersama mu, tapi saya merasa tidak pantas, kau akan malu bila menjadi istriku,'' ucapnya dengan suara lirih.
'' Tapi itu bukan alasan, aku gk mau terima alasan itu Saka, aku gk mau, aku mau kita berjuang bersama Saka.'' ucapnya.'' Jadi ku mohon beri aku kesempatan, untuk menunjukan pada ibumu, jika kamu pantas untukmu.''
'' Bukankah seharusnya itu adalah diaologku??'' ucap Saka membuat keduanya langsung terkekeh
Melihat pemandangan itu Bu Retno langsung meninggalkan tempat tersebut.
Sore harinya terlihat Tika kembali datang, terlihat dirumah sudah berkumpul pak Ali dan keluarganya termasuk Sasa, saat ini mereka sedang berkumpul diruang keluarga yang tidak terlalu lebar, sebelumnya Bu Retno memang sudah menceritakan semuanya pada suaminya, namun pak Ali memutuskan semuanya pada putranya Saka, karna dialah yang akan menjalani hidupnya kelak, jadi apapun keputusan yang akan diambil Saka, pak Ali akan terima.'' Jadi gimana buk, pak,? kenapa dia masih belum balik juga ke kota asalnya?'' tanya Tika
'' Begini nak Tika, bapak dan ibu selaku orang tua, memang ingin Saka menikah dengan nak Tika, dan itu kami putuskan tanpa bertanya terlebih dahulu pada nya, walaupun sebenarnya Saka sudah pernah mengatakan sebelumnya pada kami, jika dia sudah memiliki seorang yang dia cintai, awalnya bapak dan ibu tidak percaya, sebab yang kami pikir saat itu, mungkin Saka hanya berbohong, hanya karna ingin menghindari perjodohan diantara kalian, tapi ternyata Saka bilang jika dia tidak berbohong, karna wanita yang ia maksud itu adalah nona Sasa.'' jelas pak Ali panjang lebar, sedangkan Bu Retno lebih memilih diam, belum mau berkomentar apapun, meskipun wajahnya juga terlihat jika ia tidak menyukai apa yang disampaikan oleh suaminya pak Ali.
'' Tapi pak, ini gk adil, bukankah sejak awal Bu Retno sudah menjanjikan padaku tentang pernikahan ini, lalu kenapa sekarang ibu dan bapak malah ingin mendukung mereka? ini benar-benar gk adil untukku.'' protes nya.
'' Tika dengarkan saya terlebih dahulu,! saya ingin bicara disini, dan kamu tidak bisa menyalahkan ibu dan bapak saya, karna ini adalah hidup saya.'' ucap Saka dengan nada tegas
__ADS_1
'' Maksud bang Saka apa? jangan bilang kalau bang Saka mau membatalkan rencana pernikahan kita, karna aku gk akan mau, emak dan Abah pasti akan marah dan juga malu, aku gk mau sampai itu terjadi, jadi Abang harus tetap menikahi ku.'' ucap Tika yang seolah memaksa.
'' Tika kamu tenang saja nak, ibu pastikan kamu akan tetap menikah dengan Saka putra ibu.'' ucap Bu Retno yakin
'' Buk, serahkan semua nya pada Saka, biar dia yang memutuskan.'' ucap pak Ali
'' Tapi ibu adalah orang yang melahirkannya pak, jika dia tidak ingin mengikuti ucapan ibu, maka dia sudah durhaka pada ibu.'' ucap Bu Retno sambil menatap pada sang putra
'' Buk, kenapa ibu brkata seperti itu?'' ucap Saka yang mulai dilema, sedangkan Tika sendiri sudah merasa diatas awan, karna ia tau jika Saka tidak akan mungkin membantah ucapan orang tuanya, apa lagi jika bu Retno sudah berkata seperti itu.
Saat ini Bella dan Aby sedang dalam perjalanan menuju klinik milik dokter Rio yang memang membuka praktek dirumahnya pada sore hari, sebab jika pagi sampai pukul tiga sore, ia masih ada dirumah sakit, ia baru bisa buka klinik miliknya dijam empat sore, karna ini juga adalah jadwal Aby periksa, lebih tepatnya untuk konsultasi mengenai perkembangan alat tempur miliknya tersebut
'' Kenapa mas harus buat janji? kan memang ini sudah jadwal mas kontrol, jadi pasti dokter Rio ada ditempat.'' ucap Aby
'' Ya bukan nya gitu mas, aku hanya tidak ingin kejadian yang aku alami tadi terjadi sama mas.'' ucapnya terdengar sedikit ada rasa trauma walaupun hanya secuil
'' Gk akan, kamu tenang sajau, lagi pula kejadian yang tadi tidak akan terulang lagi padamu.'' ucap Aby meyakinkan.
__ADS_1
Kini mobil yang mereka tumpangi sudah sampai didepan klinik milik dokter Rio.Setelah memarkirkan mobil, keduanya pun langsung turun dari mobil tersebut. Terlihat ada salah satu suster yang sedang berjaga didepan klinik tersebut, seperti biasanya.
'' Permisi mba, apa dokter Rio nya sedang ada pasien?'' tanya Aby pada suster tersebut
'' Eh pak Aby, kebetulan bapak adalah pasien pertama kami, dan silahkan masuk pak! dokter Rionya ada diruangannya.'' jelasnya sambil terus menatap wajah tampan Aby, dan itu membuat Bella jengah.
Saat ini mereka sedang melangkah menuju ruangan dokter Rio.'' Sepertinya suster tadi sangat senang melihat kedatangan mas Aby.'' ucap Bella dengan nada jutek
'' Bilang aja kamu cemburu.'' ucap Aby yang sengaja menggoda istrinya, membuat Bella semangkin kesal mendengarnya.
'' Hai sudah datang? tumben berdua?'' ucap Rio yang baru keluar dari salah satu ruangan.
'' Tadi Bella datang kekantor, makanya gue ajak saja sekalian.'' jawab Aby, yang diangguki oleh Rio
'' Yasudah mari silahkan masuk.'' ucap Rio sambil membuka pintu ruangan praktek miliknya.
Saat ini sepasang suami istri tersebut sudah duduk didepan dokter Rio,
'' Jadi bagai mana? apakah ada perkembangan selama satu minggu ini? bagai mana ibu Bella, apakah anda sudah mulai merasakan perubahannya?'' tanya dokter Rio, sungguh pertanyaan dari dokter tersebut membuat nya sangat malu.
__ADS_1
'' Jangan malu, anggap saja saya teman curhatmu selama ini.' sambung Rio saat melihat keraguan dimata Bella, sedangkan Aby lebih memilih diam, sebab ia juga ingin mendengar kan juga apa jawaban istrinya itu.
Next