Duda Impoten VS Janda Kembang

Duda Impoten VS Janda Kembang
Sasa Yang Plin-Plan


__ADS_3

Sasa melirik kearah Saka yang saat itu terlihat masih betah berada diantara dirinya dan Aby,'' Sasa katakanlah apa yang ingin kamu bicarakan dengan Abang?'' tanya Aby karna melihat adiknya itu masih saja diam


'' Abang aku ingin tinggal di apartemen saja, boleh kan?'' tanya gadis itu sambil menatap pada Aby dengan penuh permohonan.


'' Tinggal diapartemen? kamu mau tinggal disana? apa abang gk salah dengar?'' tanya Aby tak percaya


'' Abang gk salah dengar bang, Sasa ingin mandiri, boleh ya bang?'' tanya gadis itu dengan tatapan menghiba sedangkan Saka jangan ditanya, walaupun ekspresi wajahnya datar dan terlihat tak perduli, namun dalam lubuk hatinya merasakan debaran yang sangat kencang, ia takut Aby memperbolehkan gadis itu untuk tinggal sendiri diapartemen, Saka tak ingin jauh dari gadis itu, awalnya ia sedikit merasa lega karna pikiran buruknya tidak jadi kenyataan, namun tetap saja, membiarkan Sasa tinggal sendiri diapartemen justru itu sangat berbahaya, bisa-bisa tiap saat, kekasihnya itu akan datang menemui Sasa, tanpa kenal waktu, dan Saka tidak ingin jika sampai itu terjadi.


'' Sasa sayang dengarkan Abang! kamu itu masih kecil, dan masih dalam pengawasan abang, bagai mana mungkin Abang akan membiarkan kamu hidup sendirian tanpa siapapun, memangnya kamu bisa apa? masak saja tidak bisa, gimana mau mandiri.'' sindir Aby, dengan sedikit candaan, membuat Sasa berdecak kesal


' Ya ampun bang, Sasa ini sudah besar, sudah kuliah bukan anak kecil lagi, dan kalau masalah makan, kan maid disini bisa antarin makanan buat Sasa tiap hari, dan juga bisa bersihin apartemen Sasa, lagian sayang loh bang, apartemen yang mahal itu kalau gk ditempati bisa berhantu.'' guraunya


'' Ya biarin saja berhantu, bahkan kalau kamu yang tinggal disana maka akan lebih menyeramkan bagi abang, karna gk bisa mengawasimu.'' ucap Aby


'' Memangnya Sasa apaan pakai acara diawasi segala.'' ucapnya kesal, ia melirik pada Saka yang sejak tadi hanya diam, membuat Sasa semangkin yakin jika pria itu memang tak menginginkannya.


'' Bang Sasa mohon boleh ya?'' bujuknya sekali lagi


'' Maaf Sasa Abang gk bisa, lagi pula kalau pun Abang mengijinkanmu, memangnya kamu pikir Oma akan mengijinkannya?'' ucap Aby yang membuat Sasa langsung lemas seketika, Abang nya itu benar, mana mungkin Oma nya itu akan membiarkannya tinggal sendiri diluar sana.


Tanpa bertanya lagi akhirnya Sasa pun langsung bangkit dari duduknya, gadis itu melangkah meningalkan Aby dan Saka begitu saja tanpa kata, membuat Aby menghela nafas panjang


'' Saka sebaiknya kau juga istirahat, karna ini juga sudah larut.'' ucap Aby yang juga langsung bangkit dari duduknya, lalu melangkah menuju anak tangga.

__ADS_1


Saat ini Sasa sedang berada didapur, setelah meningalkan Aby dan Saka tadi, gadis itu tidak langsung naik kekamarnya, tapi gadis itu melangkah menuju dapur untuk memakan sesuatu karna tiba-tiba perutnya terasa lapar, Sasa membuka lemari pendingin, ia melihat ada kue disana, gadis itu pun langsung mengambilnya sepotong bermaksud untuk mengganjal perutnya yang lapar.


'' Tidak baik makan itu dimalam hari.' ucap suara seseorang membuat Sasa langsung menoleh keasal sumber suara.


'' Peduli apa kamu tentang aku? mau ini baik atau tidak, toh walaupun jika harus mati biarkan saja.'' jawabnya santai


'' Nona jaga ucapan anda! kenapa bicara seperti itu?''ucap Saka tak suka


'' Sudahlah Saka, jangan sok perduli denganku, pergi sana aku mau sendiri, jangan ganggu aku!'' ucap Sasa, namun sepertinya pria itu sama sekali tidak memperdulikannya, Saka malah menarik kursi yang ada didepan Sasa, lalu mendudukinya,'' Katakan padaku kenapa nona ingin pindah keapartemen?'' tanya Saka sambil menatap wajah nona mudanya tersebut


'' Karna kau.' jawab nya membuat Saka langsung mengerutkan keningnya.


'' Saya??'' ucap Saka sambil menunjuk kearah wajahnya sendiri


'' Boleh saya tau alasannya??


Mendengar pertanyaan Saka, membuat Sasa langsung bangkit dari duduknya, gadis itu bahkan menatap nya dengan tajam.'' Haruskah aku menjelaskannya lagi Saka? kau sudah tau apa jawabannya, lalu kenapa kau harus bertanya lagi padaku? sungguh bodohnya aku karna bisa jatuh cinta dengan orang seperti kamu, kau beralasan jika kita tidak bisa bersama karna perbedaan, iya kan?'' maksud mu perbedaan karna aku cucu Oma dan kamu hanya asisten begitu kan?'' itu bukan alasan Saka, bilang saja yang sebenarnya, katakan jika sesungguhnya kau memang tidak pernah punya perasaan padaku, kau tidak perlu memberikan alasan yang tidak masuk akal seperti ini padaku, kau pikir aku tidak sakit hati hah? kamu itu jahat Saka, kau itu pria paling jahat yang pernah aku temui selama ini, aku benci sama kamu.'' ucap nya sambil meneteskan air mata, Sasa merasa dadanya terlalu sesak, membuatnya sulit untuk bernafas.


'' Nona maafkan saya.''


'' Jangan selalu katakan itu padaku Saka! karna aku gk bisa memaafkan mu begitu saja, dan Oya aku baru ingat tentang hukuman mu yang saat itu belum aku berikan, dan sekarang aku akan memberikannya padamu,'' ucapnya sambil menatap Saka dengan senyum devil nya


Apa yang akan dilakukan gadis ini? kenapa senyumnya sangat mengerikan?

__ADS_1


Batin Saka


'' Saka aku mau sebagai hukumannya, kamu harus menuruti semua apa kataku, dan aku ingin kau menjadi supir pribadiku selama satu minggu, nanti aku akan bicara dengan Abang ku dan kamu tidak boleh menolak nya, apapun yang aku suruh kamu harus lakukan, mengerti.


'' Hanya itu nona?'' ucap Saka, tadi nya pria itu mengira jika hukuman yang akan diberikan Sasa akan sulit baginya, namun jika hanya menuruti kehendak gadis itu sepertinya itu hal yang gampang untuknya.


'' Ya hanya itu, bagai mana?'' tanya Sasa


'' Baiklah, saya akan terima hukuman itu.'' jawabnya lagi


Ini adalah misi terakhirku, aku akan buat kamu mengatakan cinta padaku Saka, jika sampai satu minggu aku tidak bisa melakukannya maka aku akan memutuskan untuk benar-benar melepasmu


Batinnya, entah kenapa gadis itu menjadi plin plan, mungkin kah karna rasa cinta nya pada Saka yang begitu dalam, hingga membuatnya jadi bodoh seperti itu? walaupun hatinya sering disakiti oleh pria yang ada dihadapannya saat ini, namun tetap saja rasa cintanya pada Saka tetap utuh, semangkin ia berniat untuk menjauh, maka semangkin besar rasa keinginannya untuk bersama Saka.


Sementara itu dikamar Bella dan Aby terlihat Bella masih tertidur dengan nyenyaknya, sementara sang suami terlihat baru saja keluar dari kamar mandi, ia bejalan menuju tempat tidur, lalu menaikinya, Aby masuk kedalam selimut yang sama dengan istrinya,,


'' Terima kasih karna kau mau bertahan denganku.'' gumam Aby, sambil menatap wajah sang istri yang tertidur dengan pulasnya, namun tiba-tiba saja istrinya itu menggerakkan tubuhnya dari dalam selimut, dan memeluk tubuh Aby, hingga membuatnya tersentak kaget, pasalnya saat ini dibawah selimut Bella sama sekali tak menggunakan apapun, hinga saat ia memeluk Aby, suaminya itu dapat merasakan dua gunung kembar tersebut menempel dikulitnya, membuat pria itu menahan nafas beberapa detik.


Astaga, apa dia sedang memancingku?


Batinnya sambil menatap kearah Bella, disentuh seperti itu membuat naf*sunya kembali naik, tanpa pikir lagi Aby pun masuk kedalam selimut, hingga akhirnya ia bisa melihat semua apa yang ada pada tubuh istrinya itu, walau pun tidak terlalu jelas, namun ia masih bisa melihatnya, apalagi kini dua bukit kembar tersebut berada tepat didepan wajahnya, membuat Aby ingin segera melahapnya


Next

__ADS_1


__ADS_2