Duda Impoten VS Janda Kembang

Duda Impoten VS Janda Kembang
Pulang Kampung


__ADS_3

Saat ini Sasa sedang bersama Alex diteras depan, gadis itu tak henti-hentinya berterimakasih pada Alex, entah apa yang diberikan Alex pada nonanya tersebut, Saka pun tak tau, yang jelas terlihat jika gadis itu sangat senang menerimanya. Setelah Alex pulang, Sasa langsung masuk kedalam rumah dengan senyum yang terus mengembang.


'' Sasa kamu mau keatas ya?'' tanya Oma Dona saat melihat cucunya tersebut hendak melangkah kealantai atas


'' Iya oma, memangnya kenapa?'' tanya gadis itu sambil melangkah mendekati omanya tersebut


'' Nanti kamu kekamar Saka ya? bilang sama dia, kalau tadi ibunya baru saja menghubungi dari telpon rumah, karna kata ibunya ponsel Saka tidak aktif.'' ucap Oma


'' Ibunya menghubungi Oma, dari telpon rumah?'' tanya Sasa memastikan


'' Iya, sepertinya ada hal yang penting yang ingin dibicarakan nya, jadi nanti kamu kasih tau padanya ya?


'' Baik oma, kalau gitu Sasa naik dulu ya?'' ucapnya yang langsung melangkah menuju anak tangga.


Kira-kira ada apa ya ibunya menelpon kesini ? apa jangan-jangan dia ingin menjodohkan Saka lagi, dan menyuruhnya untuk pulang ke kampung halamannya?


Batin Sasa menerka-nerka


Sasa melihat Saka yang saat itu sedang berdiri di balkon rumah, gadis itu pun langsung melangkah kearah pria tersebut.

__ADS_1


'' Ekhem,'' Sasa sengaja berdehem untuk menyita perhatian Saka, dan benar saja, pria itu langsung membalikan tubuhnya menghadap gadis tersebut


'' Nona, ucapnya sambil tersenyum tipis


'' Saka, Oma bilang tadi kalau orang tua kamu menelpon, dan mereka meminta kamu agar menghubungi kembali.'' ucap Sasa


'' Iya, saya tau, dan saya sudah menghubungi mereka.'' jawabnya


'' Lalu??


'' Apa nya??'' tanya balik Saka


'' Sepertinya memang begitu,'' jawabnya, Sasa hanya mengangguk saja, untuk saat ini ia juga tak tau harus menanggapi nya seperti apa, karna memang diantara dirinya dan Saka sama sekali tak ada hubungan apapun, jadi tidak ada alasan baginya untuk mencegah perjodohan tersebut, percuma jika hanya dirinya yang berjuang, sementara Saka tidak menginginkan nya


'' Baiklah kalau gitu aku kembali kekamarku dulu.'' ucapnya yang langsung melangkah meningalkan Saka.


'' Saya akan pulang kampung besok pagi nona.'' ucap pria itu tiba-tiba, membuat Sasa langsung menghentikan langkahnya


'' Oh,'' hanya itu yang keluar dari bibir gadis itu, tanpa berbalik sama sekali, Sasa langsung melanjutkan langkahnya, sedangkan Saka hanya bisa menghela nafas panjang.

__ADS_1


BRAAAKKK ..


Sasa menutup pintu dengan kasar, lalu berlari kearah tempat tidur, dan langsung membenamkan wajahnya di atas bantal,, sambil berteriak sekuat-kuatnya, namun ia tak ingin terdengar oleh siapapun


Keesokan harinya, tepat jam delapan pagi, Saka meminta ijin pada Oma Dona untuk pulang ke kampung halamannya.'' Kamu hati-hati dijalan, kalau sudah sampai kasih kabar pada Oma!"


' Iya oma, setelah sampai dikampung halaman Saya akan menghubungi Oma '' jawab Saka


'' Memangnya kamu disuruh pulang apa karna mau nikah?'' tanya Bella, membuat Sasa langsung tersedak makanannya


Uhuk-uhuk


'' Pelan-pelan dong sayang kalau makan.'' ucap Oma sambil mengusap punggung sang cucu


'' Iya Oma.'' jawab nya setelah meminum air. Sasa menatap kearah Saka, dalam hatinya merasa gelisah, kala mengingat ucapan Bella barusan.


'' Baiklah saya berangkat dulu.'' ucap Saka,, ia melirik sekilas pada Sasa, yang terlihat tak perduli sama sekali, padahal Saka tidak tau saja, jika wanita itu tidak tenang sama sekali, sebelum tau apa yang membuat Saka pulang ke kampung halaman nya


next

__ADS_1


__ADS_2