Duda Impoten VS Janda Kembang

Duda Impoten VS Janda Kembang
Diarak


__ADS_3

'' Hah? anak nya pak Bram? siapa? si Tika maksud pak Jujun? ucap Bu Retno


'' Iya, siapa lagi memangnya anak pak Bram kalau bukan si Tika entuh '' ucapnya membuat keduanya kaget mendengarnya


'' Masa sih? pak coba bapak lihat gih pak, apa yang terjadi sebenarnya.'' ucap Bu Retno pada suaminya


'' Yasudah kalau gitu bapak pergi dulu untuk melihatnya.'' ucap pak Ali, yang langsung pergi bersama pak Jujun


'' Ada apa bu? bapak mau kemana?'' tanya Saka yang baru keluar dari dalam rumah


'' Bapak mau melihat sepasang kekasih yang diarak karna melakukan perbuatan tak senonoh disalah satu rumah kontrakan.'' jelas Bu Retno


'' Dan kamu mau tau siapa orangnya?'' ucap Bu Retno membuat kening Saka berkerut


'' Memang siapa buk? apa saya mengenalnya?'' tanya Saka


'' Pak Jujun bilang kalau perempuannya anaknya pak Bram.'' jelas Bu Retno


'' Hah, anak pak Bram? berarti Tika dong buk?


' Ya kalau memang anaknya pak Bram ya Tika lah, kan anaknya cuma satu.'' ucap Bu Retno


'' Astagfirulloh...


Saat ini pak Ali sedang berada didepan rumah pak Bram, bersama beberapa para warga lainnya


'' Assalamu'alaikum..assamu'alaikum....!!


Terdengar suara beberapa warga mengucapkan salah secara tidak sabar didepan rumah pak Bram, berharap sang empunya akan cepat membuka pintu rumahnya

__ADS_1


'' Ada apa ini rame-rame??'' ucap pak Bram dan Bu Mala saat melihat beberapa warga berada didepan rumah mereka.


' Pak Bram, ini putra bapak dan kekasih nya telah berbuat tak senonoh dikampung ini.'' ucap salah satu warga


'' Apa? Tika melakukan itu semua? tidak mungkin, bapak jangan fitnah anak saya ya.'' ucapnya tak terima, namun saat seorang gadis disuruh kedepan oleh dua orang ibu-ibu, Bu Mala dan pak Bram langsung syok saat melihat siapa gadis tersebut, yang tak lain adalah putri mereka sendiri


'' Tika, astaga Tika, kenapa kamu melakukan ini semua nak? kamu buat malu saja.'' ucap Bu Mala dengan suara menggelegar nya


'' Tika, apa benar kamu melakukan perbuatan hina seperti yang mereka tuduhkan padamu? jawab Tika! jangan diam saja.''sentak pak Bram


'' Maafin Tika abah, emak, Tika salah, semua karna bang Saka yang menolak untuk menikah dengan ku, makanya aku melakukannya dengan pria lain '' ucapnya


Plaak...!!!


Dasar anak kurang ajar, anak tidak tau diuntung! buat malu orangtua saja kamu.'' ucap pak Bram marah, sementara pak Ali hanya diam


'' Katakan dengan siapa kamu melakuknnya!'' sentak pak Bram


' Topan abah, Tika melakukannya dengan Topan'' ucapnya sambil menunduk takut kalau abahnya akan kembali memukulnya.


''.Kau? dasar anak kurang ajar, akkhhh...!!" tiba-tiba pak Bram memegangi dadanya karna merasakan sesak, hingga akhirnya ia jatuh pingsan


'' Bah, Abah.'' ucap Bu Mala sambil memangku kepala suaminya


'' Abah, abah bangun bah!" sambung Tika yang hendak membantu emaknya namun langsung dicegah oleh Bu Mala


'' Jangan sentuh Abah dengan tangan kotormu itu, emak tidak mau sebaiknya kau pergi sekarang.'' ucapnya yang tak ingin melihat Putri yang telah mempermalukan keluarga mereka, sedangkan pak Ali sudah pulang sejak tadi saat mendengar nama pria yang telah menodai Tika, yang ternyata adalah keponakan ya sendiri. Pak Ali merasa sangat malu, jika memang benar itu dilakukan oleh sang ponakan.


'' Pak bagai mana? apa wanita itu memang Tika Putri ya pak Bram?'' tanya Bu Retno begitu sang suami duduk didepan sang istri

__ADS_1


'' Iya buk, dia memang Tika Putri ya pak Bram.'' jelas pak Ali


'' Astaga wanita itu untung saja kita tidak menikahkan Saka dengan nya ya pak, kasian pak Bram dan Bu Mala, pasti mereka sangat malu memiliki anak seperti itu.'' ucap Bu Retno


'' Bukan hanya pak Bram yang malu buk, tapi bapak juga merasa malu '' ucap pak Ali, membuat Bu Retno mengerenyitkan dahi


'' Maksud bapak apa? kenapa bapak yang harus malu? kan yang melakukan bukan anak kita.'' ucap Bu Retno


'' Memang bukan anak kita buk, tapi keponakan bapak, yaitu Topan.'' ucap pak Ali


'' Apa bapak bilang? topan? astaga kenapa bisa pak?'' ucap Bu Retno tidak percaya.


'' Entahlah buk nanti siang bapak akan kerumahnya.'' jawab pak Ali yang langsung masuk kedalam rumah, yang langsung diikuti oleh sang istri.


Sementara Saka terlihat baru saja selesai mandi, terlihat pria itu hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya, sedangkan diatas tempat tidurnya terlihat seorang gadis yang tengah tertidur dengan pulas, dan dia adalah Sasa, Bu Retno memang menyuruh gadis itu untuk tidur dikamar putranya, sedangkan Saka sendiri disuruh Bu Retno untuk tidur diruang tamu, diatas kursi tua yang ada disana. Namun terpaksa Saka harus masuk kedalam kamar tersebut untuk berganti pakaian.


Kreekk


Terdengar suara pintu lemari dibuka oleh Saka, karna pria itu hendak mengambil pakaian yang akan ia gunakan, Sasa mengerjab kan matanya dan sedikit mengucek nya, karna merasa sedikit terusik dengan suara tersebut. Sasa menoleh kearah sumber suara, mata yang tadinya masih terlihat mengantuk kini terbuka dengan lebar, saat melihat pemandangan indah yang ada didepan matanya. Sasa melihat saat ini Saka hanya menggunakan handuk berwarna putih, yang hanya menutupi bagian aset pribadi miliknya.


'' Saka kamu sedang apa??'' ta ya Sasa yang sudah berdiri didepan nya, membuat pria itu langsung menoleh kearahnya,


'' Sasa kamu sudah bangun??'' ucapnya sambil berbalik menghadap gadis itu dengan sedikit gugup, pasalnya pria itu hanya memakai handuk saja, yang menutupi asetnya tersebut dan bisa kapan saja terlepas dari lilitan pinggangnya. Melihat itu mata Sasa tak kuasa untuk tidak melihatnya, walaupun hanya dari balik handuk putih, itu sudah cukup baginya. Perlahan mata itu turun kearah bagian sensitif Saka, gadis itu menelan ludahnya saat melihat benjolan yang cukup besar dari balik handuk tersebut, Saka yang melihat Sasa sedang memperhatikan miliknya, langsung menutupinya dengan kedua tangannya.


'' Apa yang kau lihat nona? dasar mesum.'' ucap nya membuat mata gadis itu langsung melotot ia tak terima dikatakan mesum oleh Saka


'' Apa kau bilang barusan? mesum? aku mesum?'' ucapnya sambil melotot. tubuhnya sengaja ia condongkan kearah Saka, membuat pria itu memundurkan wajahnya untuk menghindari tubuh Sasa yang mulai menempel dikulit tububnya, dan itu sangat bahaya, karna tubuh Saka memiliki aliran listrik yang sangat tinggi jika sampai ia bersentuhan dengan kulit telanjang seperti itu, maka akan membuat nya tak bisa lepas, dan sudah dipastikan akan menempel erat hingga waktu yang ditentukan.


'' Nona jangan terlalu dekat, ini bahaya.'' ucapnya sambil mendorong kening gadis itu dengan jari telunjuknya agar mundur beberapa jengkal darinya, rasanya pria itu tidak bisa bernafas dengan benar jika didepannya ada mahkluk seperti Sasa

__ADS_1


next


__ADS_2