Duda Impoten VS Janda Kembang

Duda Impoten VS Janda Kembang
Masih Ditempat Yang Sama


__ADS_3

HARAP DISKIP YA DAN BACA ULANG SETELAH BERBUKA PUASA 🤭


Kegiatan masih berlanjut, tubuh kedua nya pun sudah sama-sama polos, dan kini saat nya giliran Bella yang bermain dengan tubuh Aby, dengan senang hati, Bella langsung menikmati tubuh suaminya yang selalu membuatnya mabuk dengan aroma tubuh pria tersebut. cukup lama Bella bermain-main ditubuh suaminya, dan kini wajah nya sudah berada diantara dua pangkal paha Aby, wanita itu akan menikmati menu utama nya.


'' Aakhh, Aby menge*rang saat sosis miliknya dilahap habis oleh Bella, dengan penuh minat wanita itu terus melakukan tugasnya, hingga ia merasa mulutnya penuh dan tak dapat menampung besarnya sosis milik suaminya tersebut


Pluup


Bella melepaskan mulutnya dari sosis jumbo tersebut, Bella tersenyum senang melihat alat tempur suaminya yang berukuran jumbo tersebut, bahkan Bella melihat gerakan disana, yang seolah mengajaknya melakukan penyatuan, merasa sudah tidak tahan Bella pun langsung naik diatas tubuh Aby, memasukan alat tempur tesebut kedalam lubang kenik*matan milik nya.


Bles


'' Aah,, terdengar suara lenguhan dari bibir keduanya disaat penyatuan mereka, Bella merasa miliknya penuh oleh milik Aby, perlahan ia pun mulai menggoyang tubuhnya membuat kedua buah semangka miliknya ikut bergoyang didepan wajah Aby, pria itu pun tak tinggal diam, ia mengangkat sedikit tubuhnya agar bisa melahap buah pavoritnya tersebut. Bella yang merasakan aliran darahnya semangkin berpacu, rasa geli yang menyerang setiap ribuan inti syaraf nya membuat nya tak mampu lagi menahan gejolak yang sebentar lagi siap meledak dibawah sana.


'' Mas, sepertinya alat tempur kamu sudah mulai berfungsi sayang.'' ucap Bella saat merasakan miliknya diaduk oleh pusaka sang suami. Aby membalik tubuh mereka tanpa melepas penyatuan keduanya, kini wanita itu sudah berada dalam kukungan suaminya, Aby mulai memompa tubuhnya dengan sedikit kuat, membuat Bella menjerit nik*mat, tumbukan diantara dua tubuh terus berlangsung, bahkan Bella mampu merasakan milik Aby hingga menyentuh didinding rahimnya, rasa ngilu sekaligus nikmat Bella rasakan, sepertinya alat tempur suaminya kini sudah mulai berfungsi dengan baik, meskipun tetap masih Aby duluan yang merasakan lahar nya keluar dari dalam tubuhnya, namun tak lama setelahnya Bella pun merasakan kepuasannya, terbukti dari suara erangan panjang dari bibirnya, membuat Aby tersenyum melihatnya.


'' Sepertinya madunya befungsi dengan sangat baik mas.'' ucap Bella sambil tersenyum kearah suaminya


'' Kamu benar sayang.'' jawab Aby, sambil mengecup singkat bibir istrinya.


***


Saat ini Sasa sedang berada diteras belakang rumah, tepatnya didalam gazebo, gadis itu baru saja menjawab panggilan dari oma Dona, Sasa yang mengira jika Oma nya itu belum tau keberadaan nya terpaksa berbohong.'' Nona Sasa.'' panggil seseorang yang Sasa sangat kenal siapa pemilik suara tersebut, tanpa ia melihat nya terlebih dahulu.

__ADS_1


'' Sedang apa disini?'' ini sudah petang tidak baik disini sendiri, sebaiknya kita masuk.'' ucap nya yang tak lain adalah Saka


'' Saka apa kah aku salah karna sudah datang menyusulmu ketempat ini?'' tanya Sasa sambil menatap Saka sekilas, lalu kembali menatap kebun yang ada didepannya


'' Kenapa bicara seperti itu?'' ucap Saka sambil mengambil posisi duduk disamping gadis itu


'' Entahlah, aku hanya merasa kedatanganku kekampung ini hanya membuat hidup kalian susah, terutama ibu dan bapak, karna aku kalian mendapat masalah., karna aku kau membatalkan pernikahan kalian.' ucapnya


'' Siapa bilang?


'' Lagian ya, mau kamu datang kesini atau tidak, pernikahan itu juga tidak akan terjadi, aku tidak mencintai Tika, bagai mana mungkin pernikahan itu akan terjadi jika aku tidak mencintainya? aku akan menikah dengan orang yang aku cintai, dan itu adalah kamu.'' ucap Saka, mantap, pria itu bertekat akan kembali kekota dan memperjuangkan cinta nya pada Sasa dihadapan Aby, bos nya, tentunya setelah masalah dikampung nya selesai.


Sasa menyentuh tangan pria yang ada disampingnya, ia membuka telapak tangan besar pria itu, lalu menaruh tangannya diatas tangan besar tersebut, lalu menggosoknya sebentar, entah apa maksud gadis itu melakukannya, yang jelas saat Sasa menggosok tangan mereka, Saka merasa aliran darahnya mengalir lebih cepat, ia merasa ada suatu gejolak dalam dirinya, yang harus dilampiaskan, tiba-tiba Saka menggenggam tangan Sasa yang ada didalam telapak tangannya, membuat Sasa langsung menatap kearahnya.


Cup


Saka menempelkan bibirnya diatas bibir tipis milik Sasa, sedikit mengecup nya, manis itulah yang ia rasakan, Saka mengeluarkan lid*ahnya, membuat Sasa replek membuka mulut nya, untuk memberikan akses agar Saka bisa lebih leluasa memainkan perannya, keduanya larut dalam ciu*man, baik Saka mau pun Sasa, tak ada yang ingin melepasnya, mereka sangat menikmati nya, untuk menyalurkan rasa rindu yang selama ini menggunung diantara keduanya, Saka menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Sasa, rasa manis membuat Saka tak ingin melepas pangutan bibir mereka, namun Sasa yang merasa sudah kehabisan nafas langsung mengakhiri cium*an mereka.


Hah..hah..hah..


Sasa meraup udara sebanyak-banyaknya, untuk mengisi oksigen yang sempat habis, namun belum lagi ia merasa puas, tiba-tiba Saka kembali meraup bibir ranum miliknya, menekan tengkuk gadis itu, untuk memperdalam ciu*man mereka, Saka yang tadinya amatir, tiba-tiba menjadi sangat lihai, ia mengh*isap daging lunak yang ada didalam mulut gadis itu, mencium nya dengan rakus, Sasa yang mulai terlena kini juga telah mengalungkan tangannya dileher pria tersebut, mengikuti permainan Saka yang membuat suatu dalam dirinya bergejolak, Saka yang juga mulai merasakan hawa panas dalam dirinya segera melepaskan pangutan mereka, sebelum mereka kebablasan.


'' Maaf, maafkan saya nona.'' ucap Saka, sambil mengusap bibir Sasa yang basah karna ulahnya

__ADS_1


'' Kalian disini ternyata, ibu cari-cari sejak tadi juga, ayo masuk sudah hampir magrib ini '' ucap Bu Retno, yang diangguki oleh keduanya


Keduanya saling melirik, lalu menghela nafas lega, karna sepertinya Bu Retno tidak melihat perbuatan yang mereka lakukan tadi, jika sampai melihat mungkin bisa kena hukum mereka berdua.


KEESOKAN HARINYA


Jam masih menunjukan pukul lima pagi, namun terlihat diluar sana suara ribut beberapa tetangga sambil meneriaki nama seseorang.


'' Buk, ada apa sih diluar? kok orang-orang ramai sekali.'' ucap pak Ali


'' Tau pak, ayo kita lihat.'' ucap Bu Retno sambil membuka pintu rumahnya.


'' Pak Jujun ada apa itu ribut-ribur?'' tanya pak Ali pada salah seorang warga


'' Itu pak Ali, ada sepasang nuda-mudi yang ketahuan berbuat mesum dirumah kontrakan sebelah rumah pak Iwan.' jawabnya


'' Hah? berbuat mesum? siapa?'' sambung Bu Retno


'' Sepertinya anaknya pak Bram deh.'' jawabnya


''Hah? anaknya pak Bram???


Next

__ADS_1


__ADS_2