
Saat Ini Sasa sedang melangkah kakinya menuju salah satu rumah yang didalamnya akan ada acara pernikahan. gadis itu terlihat jadi pusat perhatian para tamu undangan yang hadir, karna kecantikannya bak bidadari Dimata mereka penduduk kampung, jangan kan para pemuda, para gadis saja terlihat mengagumi kecantikan Sasa.
'' Maaf nona, anda sari siapa ya?'' tanya salah satu wanita yang lumayan cantik, tetap masih kalah jauh dari Sasa.
'' Saya mau cari---,,
'' Hei Tika, kamu disini rupanya, ibu cariin juga sejak tadi.'' ucap seorang ibu paruh baya, ia sempat melirik kearah Sasa, dengan pandangan datar, namun Sasa membalas pandangan itu dengan senyum dibibirnya, biasanya Sasa tidak akan melakukan itu, kepada seseorang jika ia di beri tatapan seperti itu, biasanya Sasa akan bersikap masa bodoh, tetap entah kenapa dengan wanita paruh baya ini, Sasa harus membalas tatapan itu dengan senyum ramah dibibirnya, ia pun tak tau.
'' Ah iya Bu, yuk.'' ajak nya pada wanita paruh baya tersebut, yang tak lain adalah bu Retno, sedangkan wanita yang bernama Tika tersebut adalah wanita yang akan ia jodohkan dengan putranya Saka.
Setelah kepergian keduanya, Sasa melanjutkan langkah nya kembali masuk kedalam acara tersebut, pandangannya menyebar kesembarang arah, mencari sosok yang ingin ia temui, yang selalu ia rindukan.
'' Hai kamu cewek yang tadikan? yang ketemu diwarung?'' ucap seorang pemuda yang berusia sekitar 25 tahun, yang ternyata adalah Topan, pria itu memang sengaja mengikuti Sasa sampai kesana, karna ia berniat ingin merebutnya dari Saka, sepupunya tersebut, sebab ia tak ingin selalu dikalahkan oleh Saka.
'' Oh iya, kamu yang tadi diwarung ya?'' ucap Sasa, yang hanya basa-basi, Sasa tau pasti tipe pria seperti apa Topan itu. Dari kejauhan terlihat Tika sejak tadi memperhatikan keduanya,'' Siapa sih sebenarnya wanita itu? apa dia bermaksud ingin menggoda semua lelaki yang ada dikampung ini? Topan juga kegatelan banget jadi laki-laki '' gumamnya pelan.
'' Tika, kamu lihatin siapa sih, sampai ngomong sendiri gitu?'' tanya Bu Retno
'' Itu loh buk, cewek yang tadi, tuh lagi ngegodain keponakan ibu, dasar genit, sok cantik.'' ucapnya sambil memperhatikan mereka dengan tatapan sinis, Bu Retno mengikuti arah pandang Tika.
'' Sepertinya dia bukan orang sini.'' ucap Bu Retno sambil terus memperhatikan keduanya
'' Iya, sepertinya dia dari kota buk, asal ibu tau ya, cewek kota itu kebanyakan orangnya gk bener.'' ucapnya memprokator
__ADS_1
'' Maksud kamu gk bener gimana?'' tanya Bu Retno Tak mengerti
'' Iya, biasanya mereka itu sering kediskotik, dan minum-minuman keras buk, bahkan lebih parah lagi.'' sambungnya semangkin menjelekan
'' Oya?? ih sayang sekali ya, cantik-cantik tapi gak bener hidupnya, sudah yuk,sebaiknya kita ketempat Saka saja, itu dia sudah kembali dari toilet.'' ucap Bu Retno sambil menunjuk pada sang putra yang saat itu terlihat duduk bersama bapaknya, pak Ali.
Pak Ali selaku orangtuanya Saka adalah paman dari gadis yang akan menikah hari ini, karna ayah sang mempelai wanita sudah meninggal, jadi pak Ali lah yang akan menjadi walinya.
'' Hai Saka.'' ucap Tika yang tiba-tiba duduk disamping Saka, sedangkan Bu Retno terlihat duduk di samping sebelah kiri putranya
'' Kamu tenang saja, sebentar lagi kita akan menyusul mereka.'' ucap Tika yang melihat Saka terus memperhatikan kedua mempelai, wanita itu juga terlihat sudah tidak sabar untuk segera bersanding dengan pujaan hatinya tersebut.
Saka tak menjawab nya, membuat Tika menjadi kesal, karna sikap dingin pria tersebut.
Beberapa saat kemudian
Saka mengerutkan dahi saat mendengar kasak-kusuk beberapa orang pemuda yang terdengar sepertinya sedang membicarakan seorang wanita cantik, membuatnya sedikit penasaran.'' Siapa yang sedang mereka bicarakan?'' ucapnya
'' Itu loh, ada cewek sepertinya sih dari kota sok kecakepan tebar pesona kemana-mana.'' ucap Tika
'' Dari kota??
'' Iya Saka, jangan sampai kamu juga suka sama dia, karna kata Tika gadis dari kota itu tidak baik, suka mabuk-mabukan.'' sabung Bu Retno
__ADS_1
'' Tika, apa-apan sih kamu? tidak semua gadis kota itu buruk.'' ucap Saka tak suka jika gadis yang ada disebelahnya itu mencuci otak ibunya
'' Ya kan memang hampir semuanya seperti itu bang, lagian ngapain juga Abang belain tuh cewek? kenal juga gk kan?'' ucap Tika, sedangkan Saka tak lagi menjawab, ia terlalu malas untuk meladeni Tika.
Sedangkan diruangan yang berbeda terlihat Sasa sudah mulai bosan, sebenarnya sejak tadi ia ingin masuk kedalam, namun Topan selalu menghalangi nya dengan alasan jika disana masih acara sakralnya dan mereka belum boleh masuk, padahal tidak ada aturan sama sekali untuk itu, yang jelas, Topan tau jika didalam sana ada Saka, sepupunya dan ia tidak ingin jika Saka bertemu dengan gadis incarannya ini.
'' Sasa gimana kalau kita ngobrolnya diluar saja? soalnya disini panas, pengap lagi, memang kamu gk merasakannya?'' tanya pria itu
'' Biasa saja kok, Oya Topan, maafnya,, saya datang kesini bukan untuk liburan, tapi untuk menemui seseorang, dan orang tersebut sampai sekarang masih belum saya temui, jadi saya akan menemuinya terlebih dahulu.'' tolak Sasa, membuat Topan mengumpat dalam hati.
Setelah mengatakan itu Sasa masuk kedalam ruangan dimana ijab kobul sedang dilangsungkan, matanya terus menyapu rumahan tersebut, hingga pandangannya terhenti pada seorang pria yang menggunakan pakaian batik berwarna coklat, membuat nya terlihat semangkin tampan berkali-kali lipat dan pasti kalian sudah bisa menebaknya kan?? Yap dia adalah Saka, pria idaman Sasa
'' Akhirnya aku menemukan kamu Saka.'' gumamnya pelan, Sasa melihat seorang wanita yang terlihat sedang memberikan Saka segelas air putih, dan pria itu pun langsung meminumnya.
Itukan wanita yang tadi, siapa sebenarnya dia? apa itu gadis yang akan dijodohkan ibunya dengan Saka?
Batin nya
Entah karna ikatan batin atau hanya kebetulan saja, Saka merasa sejak tadi ada yang sedang memperhatikannya, pria itu pun langsung mengarahkan pandangannya kesembarang arah, namun tiba-tiba pandangnya Saka langsung mengarah pada Sasa, dan betapa terkejutnya ia saat melihat sosok wanita yang ia cintai sedang tersenyum kearahnya, merasa itu hanya khayalan nya saja, ia pun langsung mengucek matanya, berharap itu hanya perasaannya saja, namun berapa kali pun ia mengucek mata nya, tetap saja sosok wanita itu tak berubah atau pun menghilang.
'' Apa aku tidak salah lihat? apa karna aku terlalu merindukannya? makanya aku melihat sosok nona disana? gumamnya, membuat Tika yang berada disampingnya, menoleh kearah pria itu, karna mendengar suara pria itu seperti sedang bergumam.
'' Bang Sakab bilang apa barusan? aku gk dengar.'' ucap Tika, sambil menatap kearah Saka, Tika yang seolah tak dihiraukan langsung mengikuti arah pandang pria yang ada disampingnya tersebut, dan seketika tangannya terkepal karna melihat sepertinya calon suaminya itu sudah mulai terpesona pada sosok wanita yang menurutnya sangat menyebalkan.
__ADS_1
Next