
Aby masih menatap istrinya dari dalam selimut, merasa tak tahan dengan pemandangan yang ada didepannya, akhirnya pria itu pun langsung melakukan keinginannya. Sedangkan didalam mimpi Bella, ia merasa bermimpi sedang bercinta dengan suaminya, setiap tubuhnya tak luput dari kecupan pria itu, bahkan tanda merah bertaburan dimana-mana, disetiap sudut tubuhnya, Bella terus memperhatikan suaminya yang sedang menikmati tubuhnya, sesekali suara des*ahan dan rintihan keluar dari bibir sek*sinya saat Aby menyentuh area pribadinya, hingga beberapa saat kemudian Bella terbangun, ia membuka mata karna merasa mau buang air, namun ia terkejut saat melihat suaminya sedang menempel padanya, tepatnya bibir suaminya tersebut sedang menempel di payu*dara miliknya.
'' Mas Aby, jadi ini bukan mimpi? apa mas Aby tadi yang---,, ucapannya menggantung, Bella memperhatikan kembali wajah suaminya yang tertidur, rasanya tak tega untuk membangunkannya, namun ia sudah sangat tidak tahan ingin segera kekamar mandi. Karna tak tega membangunkan suaminya, akhirnya Bella melepaskan perlahan tubuh suaminya tersebut.
Keesokan harinya seperti biasa, terlihat oma Dona dan yang lainnya sedang berada dimeja makan untuk sarapan pagi, selama menikmati makanan tak ada yang bicara satu pun, Saka melirik pada Sasa yang berada disampingnya, yang terlihat santai.
'' Dimana Bella By?'' tanya Oma saat tak melihat istri dari cucu kesayangan nya tersebut
'' Masih dikamar mandi Oma, katanya sebentar lagi turun.'' jawab Aby.'' Oma saya sudah selesai, kalau gitu saya berangkat kerja dulu.'' sambungnya
'' Iya hati-hati.'' jawab Oma Dona
Melihat tuannya pergi Saka pun langsung bangkit dari duduknya hendak menyusul sang majikan, namun segera dicegah oleh Sasa.'' Mau kemana kamu?' tanya gadis itu sambil menatap wajah pria tersebut
'' Ya mau pergi dengan tuan nona Sasa.'' jawab nya
'' Tidak perlu, karna aku sudah memintamu pada bang Aby.'' ucap gadis tersebut
'' Meminta? maksudnya??
'' Kau lupa?, kalau aku memintamu untuk menjadi supirku selama satu minggu?'' ucap Sasa sambil berdecak kesal
'' Tentu ingat nona, tapi bukankah hanya disaat pulang kampus saja kan?'' tanya nya memastikan
__ADS_1
' Ya gk lah, udah gk usah banyak tanya, cepat panaskan mobil nya sana!" ucap Sasa memerintah
'' Sasa kamu kok gitu bicaranya sama Saka?'' tanya Oma tak suka, cucunya bicara seperti itu pada orang lain.
'' Iya oma,, maaf.'' jawabnya yang tau mau ribut dengan sang oma, sebab jika dijawab, pasti ujung-ujungnya Oma nya tersebut akan menasehatinya panjang kali lebar dan Sasa tak ingin dirinya terlambat masuk keluar karna ocehan sang oma.
'' Saat ini keduanya sudah berada dalam perjalanan menuju kampus, sepanjang perjalanan Sasa sengaja menghubungi Alex dan terus bicara pada pria itu, bermaksud ingin membuat Saka merasa cemburu. Setelah Sasa menutup telponnya Saka mulai berbicara.'' Nona boleh saya bertanya sesuatu pada anda?'' tanya pria tersebut
' Bicara saja!" jawabnya seolah tak perduli, padahal dia sangat penasaran pada apa yang ingin ditanya kan oleh pria tersebut, apakah Saka akan marah karna.merasa cemburu padanya atau tidak, pikirnya
'' Anda bicara begitu lamanya di telepon, memangnya tidak merasa telinga anda sakit?'' tanya pria itu, membuat Sasa terlihat kesal, dan juga dongkol dihatinya, dia pikir Saka akan merasa cemburu tapi ternyata tidak
'' Tentu saja tidak.'' jawab Sasa terlihat santai menjawab pertanyaan Saka, setelah itu tidak ada lagi pembicaraan antara keduanya, sampai akhirnya mereka sampai diparkiran kampus.
'' Nona saya ak---,,
Begitu Sasa turun dari dalam mobil, terlihat Alex menghampiri mereka.'' Hai sayang,'' sapanya pada Sasa sambil memeluk, dan mencium pipi gadis cantik tersebut, Sasa hanya tersenyum menanggapi nya, dalam hati ingin sekali ia menarik telinga Alex karna sudah berani menciumnya didepan banyak orang, sedang Saka yang melihat dari dalam mobil hanya bisa mengepalkan tangannya.
***
Saat ini Saka berada dikantin kampus, sambil menunggu nona nya pulang sekitar satu jam lagi, karna perutnya terasa lapar, maka itu ia memutuskan untuk mengisi perut disana. Saat Saka asik menikmati makanan miliknya ada dua orang gadis cantik yang curi-curi pandang kearah nya, Saka tau itu, namun ia bukan tipe cowok yang suka tebar pesona seperti lelaki pada umumnya, karna hati dan cintanya hanya tertuju pada satu orang saja, yaitu nona mudanya tersebut, jadi mau secantik apapun dan sekaya apapun gadis itu, maka Saka tidak akan terpengaruh. Namun siapa sangka, dengan berani salah satu gadis tersebut, malah bangkit dan mendekati Saka.'' Hai mas, boleh saya duduk disini?'' tanya gadis tersebut
'' Duduk saja, lagi pula ini meja milik ibu kantin bukan punya saya.'' jawab Saka, yang membuat gadis itu langsung tertawa mendengarnya
__ADS_1
' Mas ini tenyata lucu juga ya?'' sambung gadis tersebut yang belum diketahui namanya
'' Maaf tapi saya bukan badut nona.
'' Yang bilang kamu badut itu siapa coba?'' jawab nya dengan senyum yang masih mengembang dibibirnya
'' Oya, mas ini sepertinya bukan mahasiswa disini.
'' Anda benar nona, saya hanya seorang supir, dan saya sedang menunggu nona saya.'' jawabnya jujur
' Oh jadi kamu supir? kalau boleh tau siapa nama nona kamu itu? mungkin saja saya mengenalnya?'' ucap nya lag,i walaupun Saka sudah mengatakan jika dirinya itu seorang supir, namun sepertinya gadis itu sama sekali tak perduli, justru gadis itu terlihat semangkin antusias ingin tau lebih lagi tentang Saka.
' Nama nona Saya Salsabilla.'' jawab Saka
'' Salsabilla dari jurusan ekonomi bisnis itu ya?''
'' Iya nona, anda mengenalnya?'' tanya Saka, sambil menatap wajah gadis itu, yang ternyata tak kalah cantik dari nona mudanya, hanya saja gadis yang ada didepannya berambut pendek, sedangkan Sasa memiliki rambut yang panjang dan juga indah
'' Tentu, kami juga satu jurusan.'' ucap nya tersenyum
'' Oya, kita belum kenalan kan? nama aku Diva.'' sambungnya sambil mengulurkan tangan
'' Saya Saka nona.'' jawabnya sambil menyambut uluran tangan Diva, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sejak tadi memperhatikan keduanya, bahkan tangannya terkepal dengan mulut yang komat-kamit seperti membaca mantra, dan kalian sudah pasti bisa menebak siapa orang tersebut bukan? yap dia adalah Sasa, nona cantiknya Saka, saat melihat Saka dideketin oleh teman kampusnya, gadis itu merasa tidak suka, bahkan ia marah melihat melihat kedekatan mereka, seperti orang kebakaran jenggot. Sasa yang tak ingin ditikung oleh temannya tersebut, langsung saja melangkah kan kakinya menuju kearah mereka dengan langkah lebar.
__ADS_1
'' Saka! kamu ini gimana sih? bukanya kerja yang benar malah asik-asikan ngobrol dengan orang lain.'' ucapnya membuat keduanya langsung menatap kearah sumber suara.
Next