
Aby menarik tangan Bella, saat keluar dari lift seolah ingin membuktikan jika wanita tersebut adalah miliknya. Namun baru baru beberapa langkah berjalan tiba-tiba terdengar suara Toni memanggil nama Bella, membuat keduanya langsung menoleh kearahnya.
'' Ada apa bang Toni??'' ucapnya pada mantan suaminya tersebut, sungguh ia merasa tak nyaman berada dalam situasi seperti ini.
'' Ini milik mu kan?'' ucapnya sambil memberikan rantang yang tadi sempat ia jatuhkan didalam lift
'' Oh iya, terimakasih.'' ucapnya yang langsung mengambil rantang tersebut.
'' Apa masih ada lagi yang tertinggal SAYANG??'' ucap Aby sambil menekankan kata sayang, suara nya terdengar sangat menyeramkan dipendengaran Toni mau pun Bella
'' Gk mas, a-ayo! ajaknya sambil menarik tangan suaminya agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Sedangkan Toni hanya bisa menatap punggung keduanya dengan banyak pertanyaan yang bersarang dikepalanya.
Bella berjalan lurus kedepan sambil menarik tangan suaminya, walaupun ia belum tau dimana ruangan suaminya tersebut, yang jelas ia harus menjauhkan terlebih dahulu suaminya, dari mantan suaminya tersebut, karna ia tak ingin terjadi sesuatu yang tak diinginkan diantara keduanya.
'' Kamu mau sampai kemana membawa suamimu ini?'' ucap Aby, yang tiba-tiba menghentikan langkahnya.
'' Ke-keruangan nya mas Aby kan?'' tanya Bella
'' Lalu ini apa??'' tanya pria tersebut sambil menunjuk samping kanan mereka dengan dagunya, yang ternyata adalah ruangan milik suaminya
'' Ruangan CEO.'' ucap Bella sambil membaca tulisan yang ada didepan pintu masuk tersebut.
'' Iya, ini ruangannya mas.'' ucapnya yang kembali merubah panggilannya sendiri, membuat Bella tersenyum dalam hati.
'' Ayo masuk!" ajaknya sambil membuka pintu ruangan tersebut.
Bella menatap ruangan tersebut, yang terdapat sebuah sofa dan meja kerja suaminya, terdapat juga lemari kaca berukuran sedang, yang berisikan banyak buku dan juga file-file yang tersusun dengan rapi didalamnya, terlihat juga beberapa figura yang terpasang disana.
'' Ayo cepat buka makanan mu itu, biar kita makan bersama.'' ucap Aby yang sudah duduk diarmtaa sofa diruangan tersebut
'' Iya mas,'' ucapnya sambil melangkah menuju sofa, lalu duduk disamping suaminya itu.
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
Sudah tiga jam lamanya Sasa mengendarai mobil miliknya, hanya berbekal google maps dari ponselnya,'' Capek banget rasanya, itu ada warung, sebaiknya aku mampir saja kesana, untuk istirahat sebentar.'' gumamnya sambil menepikan kendaraan miliknya disebuah warung yang ada dipinggir jalan
Beberapa orang didalam warung itu terlihat menatap kearah mobil yang baru saja berhenti didepan mereka, mata mereka semangkin melotot kala melihat seorang gadis cantik yang keluar dari dalam mobil tersebut, membuat beberapa pemuda yang ada disana menatap tanpa berkedip. Sasa melangkah kedalam warung tersebut sambil tersenyum, membuat mereka yang melihatnya ikut tersenyum.
__ADS_1
'' Permisi pak, buk, boleh saya numpang istirahat sebentar disini?'' ucapnya mencoba seramah mungkin
'' Tentu boleh neng, silahkan!" jawab cepat seorang pria paruh baya yang duduk dipojokan
'' Iya neng, silahkan.'' sambung seorang ibu pemilik warung tersebut
'' Bening banget bro, harum lagi.'' bisik salah satu pemuda yang duduk disana
'' Iya bener, pasti neng ini dari kota, dan kelihatannya dia orang kaya.'' jawab temannya balas berbisik.
'' Neng kalau boleh tau neng ini dari mana ya?'' tanya ibu pemilik warung
'' Saya dari kota J buk, kesini mau cari alamat rumah teman.'' jawab Sasa
'' Oh dari kota J ya?
'' Iya buk.'' jawab Sasa
'' Kalau kesini mau cari siapa neng?'' sambung salah satu pemuda kampung tersebut yang penampilannya cukup modis,
'' Mau cari alamat rumah Bu Retno yang ada dikampung pondok bang.'' jawab Sasa
'' Iya bu, ibu tau kampungnya??'' tanya Sasa dengan semangat
'' Ya ini kampungnya neng, dan rumahnya Bu Retno gk jauh dari warung ini, noh yang ada disana itu ada beberap rumah dan salah satunya rumahnya Bu Retno.'' jelas ibu tersebut sambil menunjuk rumah yang dimaksud
'' Benarkah? wah akhirnya saya sudah sampai dikampung nya Saka.'' ucapnya dengan suara pelan diakhir kalimat
'' Jangan-jangan neng ini pacarnya Saka ya?'' tanya pemuda lainnya
'' Bukan saya temannya.'' jawab Sasa sambil tersenyum tipis
Terlihat ada salah satu pemuda yang ada disana tidak suka saat nama Saka disebut disana.
Sedangkan disalah satu rumah sederhana terlihat seorang pria sedang duduk diteras rumahnya, sambil menatap sebuah foto seseorang yang ada di layar ponsel miliknya, foto seorang gadis cantik yang sedang tersenyum lebar sambil menatap kearahnya.
'' Saka kamu sedang apa?'' terdengar suara wanita paruh baya yang berumur sekitar 50 tahunan
__ADS_1
'' Loh kok masih belum siap-siap sih nak? kita mau keacara nikahan loh, gk kamu lihat itu rumahnya bulek udah ramai orang berdagangan? kamu nya malah belum siap-siap.'' ucapnya protes
'' Iya buk,'' jawab Saka yang tak ingin membantah, ia pun langsung masuk kedalam rumah untuk berganti pakaian.
Sedangkan Sasa, setelah beristirahat sejenak, ia pun segera berpamitan pada pemilik warung dan semua yang ada disana, setelah kepergian Sasa dari warung tersebut, semua orang yang ada disana mulai bergosip.
'' Gila,, tuh cewek cantik banget.'' ucap pemuda yang ada disana saat Sasa mampir diwarung tersebut
'' Iya, kulitnya putih mulus, bening kayak porselen licin banget, wangi lagi.'' sambungnya lagi
'' Eh kalian gk usah pada ngegosip, itu punya si Saka.'' sambung ibu pemilik warung tersebut
'' Wah, kalau memang betul beruntung sekali pak Ali dapat mantu bening begitu, saya juga mau, apa lagi kalau di jadiin bini.'' ucap bapak yang ada disana
'' Huu,, udah bangkotan juga, ingat umur pak Kadir.'' ucap ibu pemilik warung tersebut pada bapak tersebut.
'' Lu kenapa Pan? dari tadi diam aja?'' tanya salah satu pemuda pada temannya
'' Menurut kalian apa cewek tadi pacar Saka?'' tanya pemuda yang bernama Topan tersebut
'' Kalau menurut gue sih mungkin, kan Saka tampan, dan dia cantik jadi cocok kan?'' jawabnya yang langsung dapat tendangan dikakinya oleh pria yang bernama Topan tersebut.
Kita lihat saja, kali ini gua akan rebut cewek itu dari lu
Batin nya
Tin-tin
Terdengar suara klakson mobil dari arah belakang, membuat beberapa orang pejalan kaki langsung menyingkir untuk memberi jalan pada mobil tersebut.'' Sepertinya ini alamatnya, tapi yang mana ya rumahnya?'' gumamnya, Sasa pun langsung keluar dari mobil tersebut untuk menanyakan alamat rumah Bu Retno
'' Permisi pak, rumah nya ibu Retno yang mana ya?'' tanya Sasa, pada seorang bapak yang duduk diteras rumahnya
'' Itu rumahnya yang cat warna putih neng, hanya saja mereka lagi dia acara nikahan.'' ucap bapak tersebut
'' Nikahan? nikahan siapa??
Next
__ADS_1
Hayo loh,, Sasa awas ditinggal nikah sama Saka 🤭