Duda Impoten VS Janda Kembang

Duda Impoten VS Janda Kembang
Kedatangan Orangtua Bella


__ADS_3

Mendengar Sasa yang kembali menyela ucapannya, membuat Aby kembali menatap kearah gadis itu, membuat nyalinya kembali menciut, saat ditatap dengan tatapan horor seperti itu.


'' Oma Dona, tuan Aby, saya ingin mengatakan jika saya mencintai nona Sasa, dan saya ingin menjadikannya pendamping hidup saya.'' ucap Saka dengan suara tegas, ia menatap mata Aby dan Oma Dona secara bergantian.


'' Kau tau kan kalau Sasa masih kuliah? dan kau tau usia kalian sangat jauh berbeda? apa kau pikir saya akan melepaskan adik saya begitu saja, dengan orang yang belum jelas pekerjaannya?.'' ucap Aby membuat Saka mengepalkan tangannya, buka karna marah dengan kata-kata pria itu, namun yang dikatakan Aby itu adalah suatu kebenarannya, bagai mana mungkin seorang kakak akan melepaskan adik kesayangannya dengan pria yang sama sekali belum jelas pekerjaannya.


'' Saya tau tuan, tapi percayalah saya akan berusaha untuk mencari pekerjaan yang lebih baik lagi, dan saya juga berjanji akan membahagiakan Sasa.'' ucapnya


'' Lalu jika saya menyuruhmu untuk menunggu hingga Sasa selesai kuliah apa kau bisa??'' sambung Aby lagi yang sengaja menguji kesabaran pria yang ada didepannya saat ini.


'' Kakak.'' Sasa benar-benar kesal melihat Aby yang terus menyudutkan pria yang dicintainya tersebut, berbeda halnya dengan Oma Dona yang sejak tadi hanya diam dan menyimak saja, ia tau keputusan Aby pastilah yang terbaik untuk keluarga mereka.


'' Bisa kau bayangkan berapa umurmu jika menunggu Sasa menyelesaikan kuliahnya, beberapa tahun lagi?'' sambungnya lagi membuat Saka memejamkan matanya, menarik nafas, lalu membuang nya perlahan.'' Ya saya akan menunggunya.'' jawab Saka mantap, membuat Aby tersenyum samar, bahkan tak ada satu orang pun yang menyadarinya.


'' Kak Aby kok jahat banget sih, nyuruh Saka nunggu aku sampai selesai kuliah, buat apa kuliah tinggi-tinggi kalau ujung-ujungnya nikah juga.'' gerutunya pelan.


'' Gk usah ngomongin kakak kamu dibelakang, sekarang giliran kamu yang akan menjelaskan, apa yang ingin kamu jelaskan.'' ucapnya


'' Dan sejak kapan kamu memiliki rasa ketertarikan pada pria tua ini.'' ucap Aby membuat Sasa mendengus sambil mencibir abangny tersebut, yang mengatakan jika Aby lebih tua ketimbang Saka.

__ADS_1


'' Sasa menyukai Saka sejak pertama kali dia datang kerumah ini kak, sejak Sasa masih dibangku SMA Sasa sudah menyukainya.'' jelas nya membuat semua yang ada disana menggelengkan kepala, ternyata apa yang dirasakan Saka sama dengan yang dirasakan Sasa, hanya saja selama ini mereka saling memendam karna tak ada keberanian untuk saling mengungkapkan.


'' Kak Aby, tolong restui hubungan kami, Sasa sangat mencintai Saka kak, Sasa gk mau nantinya kalau kak Aby memaksa Saka untuk menunggu Sasa, sampai selesai kuliah, yang ada nantinya ibunya Saka akan menikahkan nya kembali, dengan wanita pilihan nya, dan Sasa gk mau itu kembali terjadi kak, jadi Sasa mohon, lagi pula banyak kok yang sudah menikah namun tetap kuliah, oma, tolong jelasin sama kak Aby dong oma, Bella maksud ku mba Bella tolong bujuk suami nya mba, agar mau merestui hubungan kami berdua.'' ucap penuh harap.


'' Nanti aku akan bantu bicara pada kakak mu yang keras kepala ini.'' ucapnya, sambil melirik kearah suaminya yang kebetulan juga melirik kearah nya, Bella mengerlingkan matanya saat pandangan mereka bertemu, membuat Aby hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan istrinya tersebut. Oma Dona yang sempat melihat interaksi keduanya hanya bisa tersenyum, dalam hati ia berharap semoga saja pernikahan keduanya langgeng sampai maut memisahkan.


'' Kak, jadi bagai mana keputusannya? kak Aby dan Oma merestui hubungan kami kan?'' tanya Sasa


'' Kak Aby jawab dong, masa kakak bisa menikah dengan mba bella, Sasa gk bisa nikah sama Saka.'' protesnya membuat Aby langsumg melotot kearahnya


'' Hehe,, becanda kak jangan diambil hati ya?'' ucap Sasa yang takut kakaknya itu marah padanya karna ucapannya barusan.


'' Oma.'' panggil Sasa pada sang nenek.'' Iya sayang kami merestui hubungan kamu dan Saka,'' ucap Oma Dona membuat Sasa langsung memeluk sang nenek.'' Terimakasih banyak nek, terimakasih kakakku sayang.'' ucapnya yang disusul oleh ucapan terimakasih dari Saka


***


Jam sudah menunjukan pukul lima sore, Bella yang baru keluar dari kamarnya mendengar suara berisik dari lantai bawah, wanita itu berpikir mungkin ada tamu dibawah makanya berisik, Bella menuruni anak tangga dengan perlahan, keningnya berkerut saat telinganya mendengar suara yang tak asing baginya.'' Seperti suara bapak dan juga ibu, tapi masa iya mereka mau datang gk menghubungi ku dulu seperti biasanya '' gumamnya sambil terus melangkahkan kakinya menuju lantai dasar


'' Ibu. bapak, kalian disini? kok gk bilang sih mau datang kerumah?'' ucap Bella sambil melangkah menuju ruang tamu, disana sudah ada Oma dona, yang menyambut kedatangan mereka.

__ADS_1


'' Nah ini dia Bella nya.'' ucap Oma


'' Ah, iya oma kamu apa kabar nak? Ibu dan bapak kangen sama kamu, makanya kami datang kesini untuk mengunjungimu.'' ucap Bu Rami membuat Bella hanya tersenyum menanggapinya.


Ada apa mereka datang kesini? perasaanku kenapa tidak enak ya? setiap kali bapak dan ibu datang kerumah? pasti mereka sedang merencanakan sesuatu.


Batin nya


Bella kamu temani kedua orangtuamu dulunya? Oma mau kekamar dulu, kalian kalau butuh sesuatu panggil maid yang ada disini saja.'' ucap Oma Dona yang langsung meninggalkan ketiganya diruang tamu, Bella memperhatikan Oma hingga masuk kekamarnya, lalu menatap kembali pada kedua orangtuanya.'' Ibu dan bapak langsung saja, apa tujuan ibu dan bapak datang kesini?'' tanya Bella langsung


'' Kamu kok bicaranya seperti itu- tentu saja kami datang kesini karna kami kangen dengan putri kesayangan kami ini.'' ucap pak Joko membuat Bella yang mendengarnya menjadi jengah.


'' Buk, pak, aku tau kalian datang kesini pasti punya maksud kan? bilang nya kangen denganku, saat bicara dengan Oma, padahal ibu dan bapak gk akan datang kesini kalau tidak menginginkan sesuatu kan?'' ucap ya membuat Joko langsung terkekeh mendengarnya


'' Ternyata putri kita ini sangat lah pintar buk, belum kita beritahu saja dia sudah tau duluan.'' ucap pak Joko sambil tersenyum.


'' Apa mau ibu dan bapak sebenarnya??


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2