Duda Impoten VS Janda Kembang

Duda Impoten VS Janda Kembang
Pulang Kerumah


__ADS_3

Saat ini Saka sedang berada disebuah bangku taman, terlihat ia sedang mengambil sesuatu dari kantongnya, lalu mengeluarkan satu batang rokok dari dalam bungkusnya, Saka mengapit rokok tersebut diantara kedua bibirnya, lalu menyalakan korek api, lalu membakar ujung rokok tersebut, Saka menghisap dalam, lalu menghembuskan nya perlahan, terlihat asap rokok tersebut mengepul keluar dari mulut dan juga hidungnya terlihat pria itu sangat menikmatinya, begitu lah Saka, jika sedang dilanda rasa frustasi atau kekecewaan dihatinya, maka pria itu akan melampiaskannya dengan cara menghisap rokok tersebut.


'' Sepertinya enak biar aku coba.'' ucap Sasa yang tiba-tiba datang dan langsung merampas rokok yang ada dibibirnya, lalu menaruhnya diantara kedua bibirnya.


'' Nona apa-apaan kamu?.'' ucap Saka marah, lalu merampas kembali rokok tersebut dan langsung mematikannya dengan cara menginjak puntung rokok tersebut.


'' Kenapa kau mematikannya? aku juga ingin merasakan gimana rasa rokok itu? kau begitu menikmatinya, tidak ada salahkan kan, jika aku juga ingin mencobanya?'' ucap Sasa membuat Saka menggeram kesal.


'' Nona, sedang apa kau disini? sebaiknya kembali kedalam bukankah saat ini kekasihmu juga ada disana? lalu kenapa kau menghampiriku?'' ucap Saka dengan nada kesal


'' Kenapa aku tidak boleh kesini? bukankah ini rumah ku? jadi apa hakmu melarang ku untuk ketempat ini? lagi pula Alex sudah pulang, makanya aku kesini.'' jelas Sasa, Saka yang mendengarnya tersenyum sinis


'' Jadi karna kekasihmu sudah pulang makanya kau datang kesini? tenyata saya hanya dijadikan cadangan saja.'' ucapnya tanpa sadar, Sasa yang mendengar tersenyum devil


'' Makanya kalau suka itu bilang suka, kalau cinta sebaiknya diakui, jangan jadi pengecut seperti ini, gk gentle.'' sindir Sasa, setelah itu ia langsung pergi meninggalkan Saka, sedangkan pria itu jangan ditanya, disindir seperti itu membuat nya mengepalkan tangan nya.


'' Aku bukan pengecut nona.'' gumamnya sambil menatap punggung Sasa yang mulai menjauh darinya.


Sasa masuk kedalam kamar, lalu menutup pintu kamarnya, terlihat gadis itu menyandar kan tubuhnya dibalik pintu kamar tersebut, air mata yang sejak tadi coba ia bendung akhirnya tumpah juga, tubuhnya merosot hingga terduduk dilantai, Sasa menaruh wajahnya diantara kedua lututnya, menutup dengan kedua telapak tangannya, tubuh gadis itu bergetar, menandakan jika ia sedang menangis


Hiks...hiks..


''Apakah aku tidak ada artinya dimatamu Saka? kau tau aku sangat mencintaimu, bahkan aku rela menjatuhkan harga diriku hanya untuk mendapatkan cinta darimu, tapi kenapa kau seolah mempermainkan perasaanku, apa aku sama sekali tidak ada artinya diihatimu? apa hanya aku saja yang kege'eran, karna menganggap kau juga memiliki perasaan yang sama denganku? kasihan sekali kau Sasa, sekalinya jatuh cinta, tidak terbalaskan.'' gumamnya sambil meratapi nasib hidupnya


Sedangkan dihalaman terlihat mobil milik Aby baru saja memasuki halaman rumah, setelah memarkirkan mobil, keduanya langsung keluar dari dalam mobil tersebut.


'' Mas tunggu aku!" teriak Bella saat melihat suaminya pergi begitu saja, membuat Aby langsung menghentikan langkahnya.


'' Mas mau kemana sih buru-buru amat?


'' Mau kekamar mandi, udah gk tahan.'' jawabnya

__ADS_1


'' Oh yasudah kalau gitu, sana pergi!


'' Kamu ngusir suamimu hah?'' tanya Aby tak suka


'' Hehe, katanya mau pipis, jadi yasudah sana, dari pada nanti ya pipis disini, kan gk lucu.' sambung Bella.


Setelah Aby berlalu, Bella kembali membuka mobil mereka, dan menurunkan barang-barang miliknya dan Aby


'' Nyonya biar saya bantu.'' ucap Saka, yang tiba-tiba ada disamping Bella, entah dari mana pria itu datangnya ia pun tak tau


'' Bisa tidak, kalau kamu jangan panggil saya nyonya? saya merasa tidak nyaman dipanggil seperti itu.'' ucap Bella yang memang merasa risih dengan sebutan nyonya yang disematkan Saka pada dirinya.


'' Maaf, tapi ini memang sudah peraturannya, jika siapa saja yang menikah dengan cucu Oma, maka akan kami panggil seperti itu.'' jelasnya


'' Ya tapi saya gk suka, gimana dong?'' ucap Bella


'' Mau tak mau nyonya harus mau.'' jawab Saka


'' Dia maksa aku mas.'' ucap Bella terdengar ambigu


'' Maksa? maksa bagai mana maksud kamu?'' tanya Aby penasaran, dalam pikiran pria itu sudah yang bukan -bukan


'' Dia tidak mau saya panggil dengan sebutan nyonya, tapi saya memaksanya tuan.'' sambung Saka yang tak ingin terjadi salah faham


'' Benar seperti itu Bella?'' tanya Aby meyakinkan


'' Iya sih, tapi memang aku gk suka mas, panggil yang lain aja lah panggil nama juga boleh.'' ucap Bella, membuat Aby langsung menggeleng tak setuju


'' Saka kamu panggil dia sama saja, seperti kamu memanggil Sasa.'' ucap Aby


'' Baiklah tuan.''

__ADS_1


'' Gimana Bella? apa kamu masih merasa keberatan jika saka memanggilmu dengan sebutan nona?'' tanya Aby


'' Tidak mas, tapi akunya bingung harus panggil asisten mas Aby ini apa, soalnya kalau nama, rasanya gk sopan deh, sedangkan dari segi umur, kan dia lebih tua dari ku.'' jelas Bella


'' Tidak masalah nona, nona Sasa juga memanggil saya dengan sebutan nama, dan saya tidak keberatan.'' ucap Saka


'' Yasudahlah kalau begitu.'' jawabnya pasrah


'' Oya Saka, tolong kamu turunkan ya semua barang yang ada didalam mobil dan tolong kamu bawakan kekamar saya!" ucap Aby


'' Baik tuan.'' jawabnya


Keduanya mulai melangkah masuk, saat berada didalam rumah tak satupun orang yang terlihat didalam.'' Kok gk ada orang ya mas? pada kemana sih?'' ucap Bella sambil matanya menyapu seluruh ruangan.


'' Itu Oma duduk ruang keluarga bersama suster.'' jawab Aby saat melihat Oma sedang menonton televisi bersama dengan suster yang merawat nya.


'' Oma.'' panggil Aby membuat wanita tua tersebut langsung menoleh kearah sumber suara.


'' Aby, Bella, kalian sudah sampai? duduk sini nak, pasti kalian lelah.'' ucap Oma sambil menyuruh cucu, dan cucu mantunya duduk didekatnya


'' Gimana kabar kedua orangtuamu nak?'' tanya Oma sambil menatap kearah Bella yang sudah duduk didepannya


'' Sehat oma, ibu dan bapak titip salam sama oma, dan mereka juga mengirim oleh-oleh singkong buat Oma, maaf hanya itu yang bisa aku bawa ucap Bella, merasa tak enak hati, membuat Oma Dona tersenyum mendengarnya


'' Tidak apa-apa, justru Oma merasa senang karna kedua orangtuamu masih ingat dengan oma, tolong nanti kamu sampaikan rasa terimakasih Oma pada mereka, jika nanti kamu menghubungi orangtuamu ya?'' ucap nya


'' Iya Oma.'' jawab Bella


'' Oya oma, dimana Sasa?'' tanya Aby saat pandangannya tak melihat sosok adik kesayangannya


'' Ada dikamarnya, tadi temannya datang, setelah temannya pulang dia langsung masuk kamar.'' ucap oma, yang juga didengar oleh Saka yang saat itu sedang melewati ruang keluarga, sambil membawa tas milik Aby yang akan ia bawa kelantai dua, kamar Aby dan Bella memang juga berada dilantai dua, hanya saja jaraknya cukup jauh dari kamar Sasa dan kamarnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2