Duda Impoten VS Janda Kembang

Duda Impoten VS Janda Kembang
Kabar Buruk


__ADS_3

'' Apa mau ibu dan bapak sebenarnya? ucap Bella to the point


'' Biasa nak, ayah mau minta kamu memberi uang pada bapak dan ibu, kau kan tau kamu tidak bekerja, dan kau adalah harapan kami satu-satunya, jadi sebagai anak yang berbakti kamu harus memberikan apa yang kamu inginkan '' ucapnya


'' Berapa yang ibu dan bapak inginkan.'' ucap Bella


'' Waah ini baru anak bapak, ucap pak Joko ia melirik kearah istrinya yang saat itu terlihat hanya diam, sebenarnya dilubuk hatinya yang paling dalam Bu Rami mulai merasa kasihan pada Bella yang terus dimanfaatkan oleh kedua orangtuanya, namun mau bagai mana lagi, ia juga hanya bisa mengikuti kehendak suaminya, tanpa bisa membantah, karna percuma saja membantah, sebab suaminya tersebut akan marah dan mengamuk jika sampai ia tidak menuruti sang suami


'' Ibu dan bapak tunggu dirumah, aku akan keluar sebentar mau ke ATM.'' ucap nya yang langsung berlalu meninggalkan keduanya, Bu Rami terus memandang kepergian putrinya, entah kenapa perasaannya tiba-tiba tidak enak, ia sedikit khawatir dengan putrinya tersebut.


'' Pak, kok Bella tumben ya, mau menuruti kita tanpa narah-marah dulu seperti biasa? ibu jadi takut.' ucap Bu Rami


'' Iya juga sih, tapi bukankah ini lebih baik, mungkin Bella sadar, kalau dia sebagai anak harus nurut sama orang tua.'' jawab pak Joko


Sedangkan dikamar Sasa, terlihat gadis itu sedang memandangi poto seorang pria yang selama ini selalu ada dihatinya.


'' Akhirnya kamu jadi milikku juga Saka, ternyata dari dulu kita memiliki perasaan yang sama.'' gumamnya.'' Kira-kira Saka lagi ngapain ya? kalau gitu aku lihat deh dikamarnya.'' gumamnya lagi sambil melangkah menuju pintu kamar.


Ceklek, tanpa mengetuk pintu Sasa langsung masuk kedalam kamar tersebut, matanya menyapu seluruh ruangan, untuk mencari sosok Saka didalam sana, namun sepertinya sosok tersebut tak terlihat


'' Kok gk ada ya? apa dia sedang berada diluar?'' gumamnya karna tak menemukan Saka dikamarnya Sasa pun memutuskan untuk keluar dari kamar tersebut, namun baru satu langkah tiba-tiba ia dikejutkan dengan seseorang yang memeluk nya dari belakang.


'' Saka, kamu dari mana saja sih?'' ucap Sasa sambil membalikan tubuhnya menghadap Saka.


'' Sejak tadi saya disini, kamu ada perlu apa kekamar saya hem? kangen ya?'' ucapnya sambil melingkarkan tangannya dipinggan Sasa, jarak mereka saat ini hanya dua jengkal saja


'' Aku selalu kangen sama kamu tiap jam malah.'' jawabnya sambil tersenyum malu, membuat Saka gemas melihat nya, Saka mendekatkan tubuhnya, lalu memeluk erat tubuh sang kekasih hati dengan penuh rasa sayang.'' Sasa apa kamu masih berhubungan dengan Alex?'' tanya Saka yang masih betah memeluk tubuh Sasa


'' Oh iya, masih belum.' ucapnya sambil menepuk jidatnya pelan, membuat Saka langsung melerai pelukan mereka.

__ADS_1


'' Kau ini, makanya lain kali jangan coba bermain perasaan.'' ucap Saka sambil menoel hidung mancung milik Sasa


'' Ya makanya, kamu juga jangan sok jual mahal sama aku, hingga aku gk akan cari pelarian seperti itu '' jelasnya


'' Iya, saya juga minta maaf karna selalu membuatmu sedih.'' ucap Saka sambil membingkai wajah gadis itu.


'' Sudah sana sebaiknya kamu kembali kekamar mu, jika terlalu lama kamu didalam kamar saya, saya gk bisa jamin kamu akan keluar dalam keadaan utuh.'' gurau Saka membuat gadis itu langsung terkekeh mendengarnya


DITEMPAT LAIN


Terlihat Bella baru saja pulang dari ATM untuk mencairkan uang, karna jarak nya yang dekat, Bella hanya perlu berjalan kaki, wanita itu tidak tau jika sejak ia keluar dari ATM tadi, ia sudah dimintai oleh dua orang yang juga berada tak jauh darinya. Bella yang merasa sedang diikuti menoleh kebelakang,'' Gk ada siapa-siapa? tapi aku merasa kok sepertinya ada yang sedang mengikutiku ya?' gumamnya sambil terus memperhatikan sekitar yang memang tidak ada siapapun disana, hanya ada dua orang pria yang terlihat sedang menelpon, dan Bella sama sekali tak berpikir jika merekalah ancaman tersebut.


Bella merapatkan tas miliknya, yang berisikan uang sebanyak lima juta, sambil melangkah kan kakinya dengan sedikit cepat. saat melewati jalan yang sepi kedua perampok itu langsung bergerak untuk merampas tas yang ada pada Bella. namun bukan dengan cara merampasnya seperti biasa, pria itu terlihat menodongkan pisau kearah tubuh Bella, membuat wanita itu terkejut bukan main.


'' A-apa-apaan ini? siapa kalian?'' tanya nya


'' Aakkhh,,'' Bella meringis saat merasakan sakit dibagian pinggangnya


'' Cepat serahkan tasmu, atau pisau ini akan menembus jantungmu.'' ancamnya membuat Bella takut


'' Jangan bang, tolong jangan lukai saya, ini uang milik orangtua saya bang, jangan diambil '' ucapnya memelas


'' Jangan banyak bacot loh, sini serahkan!! penjahat itu menarik paksa tas yang ada ditangan Bella, jangan bang!! teriak Bella, mendengar bela berteriak, penjahat itu panik ia pun langsung menusuk perut Bella hingga wanita tersebut mengalami luka robek dibagian perutnya.


Sreekkk....!!!


'' Akkkhhhh .....toloongg!!!!!


Bella berteriak minta tolong sambil menahan luka yang ada diperutnya, dengan pisau yang masih menancap dibagian perut sampingnya

__ADS_1


'' Wooyy tuh lihat ada yang kena jambret cepat tolongin!! ucap salah satu warga yang kebetulan lewat disana.


'' Loh ini kan mba Bella istrinya pak Abymana yang dikomplek perumahan Resident.'' ucap salah satu bapak yang memang mengenal Bella


'' Yasuda bapak kasih tau suaminya, biar kami bawa dia kerumah sakit.'' ucap warga lainnya


Sedangkan dirumah terlihat pak Joko dan Bu Rami masih duduk diruang tamu.'' pak kok perasaan ibu gk enak ya pak? gk kayak biasanya


'' Iya buk bapak juga, kok tiba-tiba kepikiran Bella ya? lagian dia kemana sih, kok lama banget kalau cuma ke ATM depan doang '' sambung pak Joko


'' Loh kok kalian hanya berdua? mana Bella nya?'' tanya Oma yang baru keluar dari kamarnya


'' I-itu Oma tadi katanya mau keluar sebentar.'' ucap Bu Rami sedikit gugup Karna merasa bingung harus menjawab apa


'' Keluar kemana Bu Rami?'' tanya Oma penasaran


'' I-itu---,'' belum lagi Bu Rami menjawabnya, tiba-tiba terdengar dari luar suara seseorang memanggil-manggil nama Aby


'' Siapa itu, kenapa teriak-teriak seoerti itu?'' ucap Oma


'' Sebaiknya kita lihat Oma.'' jawab pak Joko yang langsung melangkah menuju pintu depan.


'' Ada apa teriak -teriak pak?'' tanya pak Joko pada orang tersebut saat ini mereka sudah berada didepan pintu, terlihat seorang warga sedang berdiri dengan cemas didepan mereka


'' Itu pak, mba Bella istrinya pak Aby kerampokan dijalan.'' jelasnya


'' Hah? Kerampokan? putriku kerampokan?


next

__ADS_1


__ADS_2