Duda Impoten VS Janda Kembang

Duda Impoten VS Janda Kembang
Yang Bau Itu Ternyata Enak!


__ADS_3

Disalah satu rumah yang ada di perumahan yang tak jauh dari kota, terlihat ada sepasang suami istri paruh baya yang sedang duduk diatas lantai dengan saling berhadapan, mereka baru saja kehilangan harta benda mereka, bukan karna kemalingan, namun karna diambil paksa oleh para rentenir, tempat dimana selama ini mereka berhutang.


'' Bapak sih? dibilangin juga jangan main judi lagi, ini masih saja dilakukan, sekarang apa yang harus kita lakukan coba?'' ucap sang istri dan mereka adalah kedua orangtua Bella, pak Joko yang terus berhutang terpaksa harus merelakan semua barangnya, karna merasa sudah tidak sanggup untuk membayar hutang nya.


'' Ibu ini bagai mana sih? kan masih ada Bella suaminya kan kaya pastilah dia bakalan mau ngasih apa yang kita inginkan.'' ucap pak Joko tanpa tau malu


'' Iya juga sih, tapi apa dia bakalan mau jika harus terus-terusan kasih kita uang pak? sementara kemarin kita sudah minta sama Aby dan dia kasih kita uang sebanyak sepuluh juta tanpa sepengetahuan Bella, masa iya baru dua Minggu kita minta lagi pak? ibu gk yakin dia bakalan mau ngasih, bapak sih dikasih uang untuk bayar sama rentenir, malah bapak pakai untuk main judi lagi '' ucap Bu Rami


'' Udah tenang saja, nanti siang kita berkunjung kerumah mereka, dengan alasan mengunjungi Bella, dan Oma Dona, sekalian kita minta uang sama Bella, bapak yakin walaupun tidak ada uang tunai, pasti Bella memiliki perhiasan untuk dijual.'' ucap pak Joko.


DITEMPAT LAIN


Saat ini Sasa dan Saka sedang berada disebuah rumah makan lesehan, aku mau pesan ikan bakar dan cah kangkung sambel terasi nya juga aku mau.'' ucap Sasa yang terlihat antusias.


'' Kamu suka terasi?'' tanya Saka


'' Iya, tadinya aku pikir gk enak karna bau, eh ternyata saat dimakan tuh sambel enak banget, benar kata ibu kamu, aroma yang bau itu ternyata enak.'' ucap Sasa sambil terkekeh pelan.


'' Iya apa lagi aroma punya kamu, sedap banget, bikin nagih.'' ucap Saka sambil mengerlingkan matanya


'' Saka, ih kok kamu jadi mesum gitu sih?


'' Suka mana saya yang mesum apa saya yang cuek?'' ucapnya membuat Sasa mendengus kesal.'' Apa hubungannya coba.'' gerutunya


'' Setelah kita kembali, saya akan bicara pada tuan Aby dan Oma Dona tentang hubungan kita.'' ucap Saka

__ADS_1


'' Aku mau setelah Oma dan kak Aby merestui hubungan kita, kita langsung nikah aja gimana?


'' Memangnya sudah pasti keluarga kamu mau menerima saya sebagai suami kamu nanti?'' tanya Saka yang merasa sedikit tidak yakin


'' kenapa gk? kalau hanya masalah status sosial, toh kak Aby juga menikah dengan Bella yang juga dari keluarga sederhana, kak Aby boleh, kenapa aku gk boleh? kalau gitu sih namanya egois dan aku gk akan bisa menerima itu, jika mereka juga tetap tak ingin merestui hubungan kita, maka aku dan kamu akan kawin lari.'' ucapnya yang mulai menunjukan sifat keras kepalanya, dan keegoisannya


'' Kalau bicara itu yang masuk akal, kamu mau saya ditangkap polisi dengan tuduhan membawa lari anak gadis orang?'' ucap Saka


'' Bodo amat yang penting aku nikah sama kamu.'' jawabnya, rasanya cinta Sasa sudah mentok pada Saka, mungkin jika pria itu meminta apapun padanya ia akan penuhi.


Kamu masih sembilan belas tahun nona, perjalanan mu masih panjang, kuliah kamu juga masih semester awal, gimana mau nikah kalau kuliah aja belum beres?.kamu pikir mereka bakalan ngijini kamu apa.'' ucap Saka


'' Ya aku gk perduli Saka, kan kalau hanya nikah dulu gk apa-apa, aku gk mau ya nantinya kamu ninggalin aku karna disuruh Bu Retno nikah, secara anaknya kan sudah tua, ucap Sasa membuat Saka langsung mendelik padanya.


'' Biar tua begini saya masih sangat mampu membuatmu menjerit diatas ranjang nona.'' ucapnya membuat Sasa merinding mendengarnya


'' Apa kau sedang menantang saya nona Sasa?


'' Iya, aku ingin tau seperkasa apa pria yang ada di hadapanku saat ini.'' ucap Sasa sambil menggigit bibirnya sensual, membuat Saka menggeram tertahan.


Setelah selesai makan siang, dan beristirahat sejenak, mereka kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju kota J, akhirnya setelah satu jam kemudian mereka sampai didepan rumah keluarga Sasa, setelah memarkirkan kendaraannya keduanya pun langsung masuk kedalam rumah.


'' Assalamu'alaikum oma.'' ucap Sasa yang melangkah menuju Oma yang saat itu terlihat sedang duduk bersama Bella disofa ruang tamu.


'' Loh, Sasa kok bisa barengan sama Saka?'' tanya Oma membuat Sasa langsung menepuk jidatnya karna lupa, yang tau dirinya kekampung Saka kan hanya Bella, pikirnya

__ADS_1


'' Tadi ketemu didepan Oma, ia didepan.'' ucapnya beralasan.


'' Tidak oma, kami sama sekali tidak bertemu didepan. sebenarnya kami baru pulang dari kampung halaman saya.


'' Apa? maksudmu Sasa menyusul kamu kekampung halaman kamu? begitu Saka?'' tanya Oma memastikan, padahal ia sudah tau. namun Oma juga ingin mendengar kejujuran dari keduanya dan sepertinya hanya Saka saja yang mau jujur, sedangkan cucunya sendiri memilih berbohong.


'' Sasa jawab oma! apa benar yang dikatakan Saka, kalau kamu bukan menginap dirumah Laras? tapi menyusul Saka kekampung halamannya begitu??'' tanya Oma dengan sedikit meninggikan suaranya.


'' Maaf oma, karna Sasa sudah membohongi Oma.''ucapnya menyesal


'' Sudahlah sebaiknya kalian istirahat sekarang, nanti kita bahas lagi setelah kakak kamu pulang dari kantor.'' ucap Oma membuat Sasa langsung menelan ludahnya kasar karna merasa sedikit takut, karna telah membohongi semua orang yang ada dirumah tersebut.


Sore harinya terlihat semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga, saat ini Saka dan Aby duduk saling berhadapan, pandangan keduanya bertemu, tatapan yang sama-sama tajam.'' Jelas kan semuanya! kenapa bisa Sasa berada dikampung halaman bersamamu Saka? apa kamu yang memintanya untuk menyusulmu kekampung halamanmu itu?'' tanya Aby


'' Bukan kak, aku sendiri yang menyusulnya kesana, dia ti--,,


'' Diam kamu! kakak bicara dengan Saka, kau tunggu saja giliranmu nanti.'' sentak Aby membuat Sasa langsung terdiam.


'' Baik kak.'' ucap nya pasrah.


'' Katakan apa yang ingin kau katakan pada saya Saka!'' ucap Aby, sambil pandangannya tertuju pada Saka


'' Sebelumnya saya minta maaf tuan, karna saya tidak bisa memenuhi permintaan tuan, saya tidak bisa menghilangkan perasaan saya pada nona Sasa, saya mencintainya tuan, dari dulu hingga saat ini.'' ucapnya membuat semua orang yang ada disana bertanya-tanya.


'' Tunggu-tunggu! kak maksudnya apa ini? dari dulu hingga sekarang? Saka maksud kamu apa?'' tanya Sasa yang tidak tahan jika tidak menyuarakan isi pikirannya.

__ADS_1


Next


__ADS_2