Duda Muda Idola Wanita

Duda Muda Idola Wanita
Nafsu Perawat


__ADS_3

Sesampainya kos milik Rini, Rey ingin segera pamit untuk pulang,


Tapi Rini mengajak Rey untuk mampir dahulu.


"Aku langsung pulang ya??" Ucap Rey


"Mampir dulu lah Rey, kok langsung pulang" Ucap Rini.


Tanpa menyianyikan nyiakan kesempatan Rey langsung ikut masuk setelah memarkirkan mobilnya di depan gerbang Kos.


"Ternyata halamannya cukup luas ya, tapi gerbangnya kecil" Ucap Rey.


"Gak tau kenapa Rey ibu kosnya mungkin gak expect kalau ada yang ngekos pakai mobil" Jawab Rini.


Mereka telah sampai di depan sebuah kamar nomor 7 yang di tempati Rini, kebetulan ada kursi plastik didepan jendela kamar Rini. Rini pun membuka kunci kamarnya dan masuk.


Rey pun duduk di kursi dengan teras yang kecil seukuran kursi sambil memandang langit.


"Wah mendung, kayaknya mau hujan nih" Ucap Rey.


"Teh apa Kopi Rey" Tanya Rini.


"Aku udah minum kopi tadi kok, Air putih aja" Jawab Rey.


Baru saja selesai membicarakan mendung tiba tiba hujan datang beserta angin kencangnya.


"Rey masuk ngapain disitu, Ujan lo" Ucap Rini.


Rey pun sempat terkena hembusan angin yang membawa air hujan, jadilah bayu Rey agak sedikit layu.


"Bajunya basah tuh Rey, copot aja, nih ada kipas kamu anginin aja biar cepat kering" Ucap Rini.


"Lah aku gak ada baju dong kalau ini di copot" Jawab Rey.


"Ini pakek selimut aja biar gak kedinginan" Balas Rini.


Rey pun membuka bajunya dan kini ia telanjang dada.


Rini pun terpesona melihat tubuh Rey yang atlestis, dilengkapi dengan combo wajah Rating 10+ nya.


"Aduh gagal fokus sama tubuhnya Rey" Ucap Rini dalam hati.


Rey langsung mengeringkan baju nya dengan menggantungnya di depan kipas angin.


Rey kemudian mengambil selimut dan menyelimuti tubuhnya dan hanya duduk bersender di tembok dekat jendela.


Rini yang duduk di atas kasur miliknya hanya memandangi Rey.


"Eh Rey ngapain duduk di situ, duduk disini deh anget, disitu dingin" Ucap Rini.


"Gak apa apa disini aja" Jawab Rey.


Rini lalu bangun dan menarik tangan Rey dengan paksa, namun saat Rey berdiri dia berpijak di bekas dudukannya yang ternya basah dan licin.

__ADS_1


Sontak saja Rey terjatuh ke arah Rini.


Selimutnya terlepas dan badannya langsung menindih Rini.


Dengan kaget nya Rey langsung bangun dan meminta maaf.


"Maaf Rin licin aku gak sengaja" Ucap Rey.


"Iya,Itu kecelakaan, makanya kalau diajak jangan ngeyel" Gumam Rini.


Rey pun kembali mengambil selimutnya dan membungkus tubuhnya, diluar masih hujan lebat dan hawa dingin mulai masuk.


Dan Rey pun duduk di kasur Rini berdampingan dengan Rini. Rini pun mulai merasa kedinginan dan berkata.


"Rey aku juga kedinginan nih" Ucap Rini.


"Mau ku bagi selimut??" Tawar Rey.


"Kan cuma 1 selimut nya Rey" Jawab Rini.


"Gini kan bisa" Kata Rey.


Rey langsung mendekap Rini di dalam selimut, mereka berdua pun kini dalam selimut yang sama.


"Gimana hangat kan" Ucap Rey.


"Kamu mau gak yang lebih hangat lagi" Tanya Rini.


Dan dengan ditemani oleh hujan yang sangat deras keduanya melakukan hubungan yang tak terhindarkan.


"Lakukan aja Rey, aku gak akan hamil, lakukan aja sepuas kamu" Ucap Rini.


Disadari bahwa Rini adalah seorang perawat tentu saja Rey berpikiran kalau Rini pasti punya obat anti kehamilan. Dan benar saja memang Rini bergelut dalam bidang itu, Rini menjual banyak Pil anti hamil kepada para pasangan muda yang hamil di luar nikah, juga dengan para wanita yang melakukan pekerjaan malam.


Rey yang sudah kepalang tanggung tanpa basa basi melakukannya dengan Rini, sekitar 20 menit Rey melakukannya dengan Rini.


Karena Rey sangat lemas akhirnya Rey menjatuhkan badannya ke kasur, Rini pun sangat lelah karena di puaskan oleh Rey.


Beberapa saat kemudian, Tenaga Rini sudah kembali, dan dia bangun untuk membersihkan diri di toilet yang berada di dalam kamarnya.


Setelah selesai membersihkan diri, Rini mengenakan pakaiannya, saat ingin menyuruh Rey untuk membersihkan diri ternyata Rey tertidur, Rini tidak ingin membangunkannya.


Rini kemudian menyelimuti Rey dan berbaring disamping Rey, Rini memandang Rey yang sedang tertidur, dia terpesona dengan ketampanan Rey.


"Aduh Rey kamu mubazir banget, kamu udah tampan, kaya lagi, kamu juga jago dalam hal ranjang, siapa sih cewek yang gak mau sama kamu, tapi aku gak bakalan bisa dapatin kamu Rey" Gumam Rini.


Tak lama kemudian Rini pun ikut tertidur di samping Rey sambil memeluknya.


Sementara itu di Rumah sakit, Desi yang berpikiran kenapa Rey sangat lama hanya untuk pulang mandi dan ganti pakaian.


"Dih ini orang kemana yaa, kok lama banget sih" Gumam Desi.


Desi kemudian mencari Pak Fardi supirnya Pak Atmaja untuk menanyakan keberadaan Rey. Desi juga tak melihat keberadaan Pak Fardi, Lalu Desi melihat Pak Fardi berada di kantin Rumah Sakit.

__ADS_1


"Pak Fardi" Ucap Desi memanggil Pak Fardi.


"Iya Non, ada apa??" Tanya Pak Fardi.


"Rey ada bilang sesuatu gak ke Pak Fardi??" Tanya Desi balik.


"Den Rey cuma bilang mau pulang aja Non, emang Den Rey belum balik ya??" Tanya Pak Fardi balik.


"Belum Pak, lama banget nih Rey, yaudah pak saya balik ke ruangan aja" Jawab Desi sambil berjalan meninggalkan Pak Fardi di kantin.


Sudah cukup lama menunggu akhirnya Desi memutuskan untuk menelpon Rey.


"Aku telpon aja ni anak, lama banget, semoga dia angkat nih, capek nunggu dari tadi" Gumam Desi.


Sementara itu di kos Rini Handphone Rey berbunyi, dan Rey tiba tiba terbangun karena suara telepon itu.


"Haaah jam berapa ini, Hp Hp dimana??" Tanya Rey Panik.


Melihat Jam sudah menunjukkan Pukul 05:00 Sore. Rey terkejut dan mencari Rini, rupanya Rini tertidur juga di sampingnya.


"Rin bangun Rin, aku harus pulang" Ucap Rey.


"Eh Rey udah bangun" Jawab Rini.


"Kenapa gak bangunin aku tadi sih, sekarang udah jam 5, Mbak Desi pasti udah nungguin aku" Jelas Rey.


"Aku ngeliat kamu tidur karena kecapean, ya aku gak enak bangunin" Jawab Rini.


"Aku pasti di omelin nih" Ucap Rey sambil bergegas mengenakan pakaiannya.


"Ujan juga udah selesei nih, Aku langsung balik ya Rin" Ucap Rey.


Rini pun bangkit dari tempat tidur, dan mengantar Rey sampai pintu gerbang.


"Hati hati ya Rey, jangan lupa kesini lagi" Ucap Rini.


"Iya iya" Ucap Rey sambil memacu mobilnya.


Sepertinya Rini sangat menyukai keperkasaan Rey yang membuatnya sampai ejakulasi berkali kali.


Kemudian Rey bergegas kembali ke rumahnya, mandi dan mengganti pakaiannya, serta menelpon balik Desi.


"Eh ini anak telepon balik nih" Ucap Desi.


"Halo Rey kamu dimana??" Tanya Desi.


"Aku di jalan Des, arah ke Rumah Sakit" Jawab Rey.


"Kamu pulangnya kemana ??? Ke Hongkong ??" Tanya Desi.


"Ya kali ke Hongkong Des" Balas Rey.


"Ya lamaaanya setaun, kayak rumahnya di Hongkong aja, yaudah cepet ya, aku sendiri di sini, Pak Fardi gak tau kemana" Ucap Desi.

__ADS_1


"Iya Des, segera" Tutup Rey.


Rey sedikit tenang karena sudah menginfokan Desi. Rey memacu mobilnya hingga tak terasa sudah sampai di Rumah Sakit...-


__ADS_2