Duda Muda Idola Wanita

Duda Muda Idola Wanita
Healing


__ADS_3

Setelah selesai membayar kemudian mereka keluar dari gedung karaoke ternyata hari sudah gelap. Mereka kemudian langsung menuju ke parkiran.


"Gak terasa ya, udah gelap gini" Ucap Rey.


"Padahal lu gak nyanyi sama sekali" Ucap Bayu.


"Iya nih Kak Rey gak seru" Tambah Dita.


"Seneng seneng nya udah kan, gw udah capek nih" Ucap Rey.


"Iya sama, suara gw juga kayak mau abis" Ucap Bayu.


"Yaudah kita pulang aja, lu anter Dita dulu, gw nunggu di Kost Windi, ntar gw shareloc" Ucap Rey.


"Iya tunggu gw disana ya" Ucap Rey.


"Iya, gw jalan duluan, yuk Dit" Ucap Bayu.


"Sampai ketemu lagi Kak Rey, Windi aku balik dulu ya" Ucap Dita.


"Iya Hati hati" Ucap Rey dan Windi.


Bayu dan Dita meninggalkan Rey bersama Windi di parkiran.


"Kita pulang juga yuk" Ajak Rey.


"Yuk Kak" Jawab Windi.


Kemudian Rey dan Windi juga ikut pulang menggunakan motor, sementara mobilnya masih di gunakan oleh Bayu.


"Seru yah naik motor berdua gini" Ucap Rey.


"Seru kenapa Kak?" Tanya Windi.


"Iyaa seru, bisa dipeluk kayak gini, kalau di mobil kan gak bisa" Ucap Rey.


"Kan Kak Rey yang selalu pakek mobil, aku tuh sukanya naik motor" Ucap Windi.


"Yaudah kapan kapan kita keluarnya naik motor aja, gak usah bawa mobil" Ucap Rey.


"Emang Kak Rey punya motor?" Tanya Windi.


"Dirumah ada si, tapi kalau emang perlu ntar kita beli juga bisa kan" Ucap Rey.


"Ampun ampun, gak pakek beli juga kali Kak" Ucap Windi.


Mereka sangat menikmati malam dengan perjalanan menggunakan motor, suasana nya sangat terasa berbeda, Rey merasa sangat lega karena masalah nya satu persatu mulai mereda. Tak lama kemudian mereka sampai di kost Windi, terlihat kost sangat sepi, beberapa kamar lampunya terlihat mati.


"Sepi banget ya Win" Ucap Rey.


"Gak tau juga Kak, biasanya jam segini udah pada pulang mereka" Ucap Windi.


"Dinda juga kerja ya??" Tanya Rey.


"Iya Kak, kebetulan dia kemarin di mutasi, ada pertukaran karyawan" Jawab Windi.


"Yaudah Kak, masuk aja dulu, gak enak ngomong diluar kayak gini, sementara nunggu Kak Bayu juga" Ucap Windi.


"Iya yok masuk" Ucap Rey.


Windi kemudian membuka kunci kamarnya dan mengajak Rey masuk.


"Duduk di kursi aja Kak" Ucap Windi.


"Iya Win, sekalian minta tolong air putih dong" Ucap Rey.


"Iya Kak, tunggu bentar aku ambilin" Ucap Windi.


Kemudian Windi mengambil segelas air putih untuk Rey, tanpa tersadar saat hendak memberi air untuk Rey, kaki jari kelingking Windi tersandung kaki meja, gelasnya terjatuh dan pecah.


"Win kamu gak apa apa" Ucap Rey sambil bangun dari kursi menghampiri Windi.


"Aduh sakit Kak" Ucap Windi.

__ADS_1


"Sakitnya yang mana Win?" Tanya Rey.


"Jari kelinking aku kayaknya memar deh kak" Ucap Windi.


"Hati hati sama pecahannya, kamu duduk aja biar aku yang beresin" Ucap Rey.


"Gak apa apa Kak, biar aku aja" Ucap Windi.


"Kamu duduk aja, kaki kamu sakit itu lo, biar aku aja" Ucap Rey memaksa.


"Iya deh Kak, itu kantong sampahnya dekat pintu wc Kak" Ucap Windi.


"Iya kamu duduk di kursi dulu, ayok ayok" Ucap Rey sambil memindahkan Windi.


Rey kemudian membersihkan pecahan gelas dan memasukkannya ke kantong sampah, kemudian mengambil kain untuk membersihkan air yang tertumpah.


"Nah udah beres" Ucap Rey.


"Makasih Kak" Ucap Windi.


Kemudian Rey menghampiri Windi yang sedang duduk di kursi, lalu Rey duduk di bawah sambil menghadap ke Windi.


"Coba sini liat kakinya" Ucap Rey.


"Gak apa apa Kak, gak usah" Jawab Windi.


"Udah kamu diam aja Win, sini liat" Ucap Rey.


Windi pun menyodorkan kakinya ke Rey, terlihat jari kaki kelingking Windi memang memar akibat benturan tadi. Rey pun memegang kaki Windi, tapi fokus Rey terpecah melihat putih dan mulusnya kaki Windi.


"Kaki cewek emang kayak gini ya?" Tanya Rey.


"Maksudnya Kak?" Tanya Windi balik.


"Iya, mulus banget kakinya" Ucap Rey.


"Ih Kak Rey, aneh aneh aja yang diperhatiin, kaki aku tuh sakit" Ucap Windi dengan manja.


"Sini biar aku urutin kakinya" Ucap Rey.


"Belum di coba juga" Jawab Rey.


Rey kemudian memegang jari kaki Windi yang sakit, lalu dengan perlahan mengurut kaki Windi.


"Aduh Kak sakit kak" Ucap Windi.


"Ini pelan loh Win" Ucap Rey.


Posisi Windi yang duduk di kursi kemudian membungkuk melihat ke arah kaki nya yang sedang di pegang Rey, kini kepala mereka sangat dekat, sementara Rey juga menunduk fokus dengan kaki Windi.


"Aku tarik ya, siap siap" Ucap Rey.


"Aawwwh sakit Kak" Ucap Windi.


Rey kemudian mengangkat kepalanya dan wajah mereka langsung bertemu. Dengan suasana hening mereka saling menatap.


"Kak makasih ya buat semuanya" Ucap Windi.


"Iya apapun kalau buat kamu" Ucap Rey.


Windi kemudian memejamkan mata, dan Rey dengan perlahan mulai maju untuk mengecup Windi. Bibir mereka pun bertemu dan cium*n mesra terjadi antara mereka. Windi kemudian membuka matanya dan melapas cium*n dari Rey.


"Kenapa Win?" Tanya Rey.


"Gak apa apa Kak" Jawab Windi.


Rey kemudian berdiri sambil mengangkat tubuh Windi untuk berdiri juga, kemudian memcoba kembali menci*m Windi, Winda kembali menerima cium*n dari Rey. Rey mencoba membawa Windi ke kasurnya namun tiba tiba...


"Teeeeet teeeet" Suara klakson dari mobil Rey berbunyi, rupanya Bayu sudah tiba.


Mereka dengan cepar bertingkah seolah tidak terjadi apa apa.


"Kayaknya itu Kak Bayu deh Kak" Ucap Windi.

__ADS_1


"Aduuuh si Bayu, selalu aja datang saat gak tepat" Gumam Rey dalam hati.


"Iya bentar ya, aku liat dia dulu" Ucap Rey.


Dan ternyata itu emang benar Bayu, yang sudah berada di halaman kost Windi.


"Lu tau dari mana kost ini?" Tanya Rey.


"Dita kasih tau gw" Jawab Bayu.


"Ah lu, ngerusak moment aja" Ucap Rey.


"Moment apaan sih, apa jangan jangan, yaudah gw pergi aja lagi" Ucap Bayu.


"Udah gak guna" Ucap Rey.


"Eh Kak Bayu, masuk dulu Kak" Ucap Windi.


"Aku tunggu sini aja, gak enak jadi obat nyamuk" Ucap Bayu.


"Lu ya, udah masuk aja" Ucap Rey.


"Kaki Windi bengkak kebentur meja" Ucap Rey.


"Lu sih mainnya kasar sampe kena meja" Ucap Bayu.


"Mulut ya, udah ayok" Ucap Rey.


"Iya iya" Jawab Bayu.


Rey pun mengajak Bayu masuk ke kost Windi dan duduk sebentar.


"Kaki yang sakitnya mana Win, kata Rey kaki kamu kepentok meja" Ucap Bayu.


"Udah gak apa apa kok Kak udah di urut Kak Rey" Jawab Windi.


"Jadi tukang urut sekarang Rey" Ucap Bayu.


"Udah ngerusak moment banyak bacot lagi ni anak" Gumam Rey dalam hati.


"Kaki kamu kompres pakek air hangat ya Win" Ucap Rey.


"Jadi dokter juga sekarang ya" Ucap Bayu.


"Lu yah di biarin ngelunjak" Ucap Rey.


Kemudian Rey memukul tipis kepala Bayu, Windi yang melihat kelakuan mereka hanya tertawa.


"Kak Rey sama Kak Bayu lucu ya, masih kayak anak kecil mainnya" Ucap Windi.


"Ya ginilah kita Win, kita mah seru seru aja" Ucap Bayu.


"Iya seru, gw tipisin lagi pala lu" Ucap Rey.


"Kayak gimana tu boss" Ucap Bayu nada bercanda.


"Kayak gini" Ucap Rey sambil memukul tipis kepala Bayu.


Mereka semua tertawa terlepas malam itu di kamar kost Windi.


"Eh Win udah jam segini, kita pulang aja ya" Ucap Rey.


"Iya Kak, hati hati ya Kak" Jawab Windi.


"Yuk pulang Yu" Ajak Rey.


"Ayoklah" Ucap Bayu.


"Aku antar sampe depan ya" Ucap Windi.


Kemudian Windi mengantar mereka sampai ke mobil.


"Pulang dulu Win, kamu hati hati di kost ya" Ucap Rey.

__ADS_1


"Iyaa Kak Rey yang hati hati" Ucap Windi.


Rey dan Bayu meninggalkan Windi di kostnya dan pulang, Rey mengantar Bayu terlebih dahulu dan selanjutnya pulang ke rumahnya.


__ADS_2