Duda Muda Idola Wanita

Duda Muda Idola Wanita
Perawat


__ADS_3

Ternyata suara yang memanggil tersebut adalah Pak Atmaja.


Pak Atmaja nampak kesakitan, Rey dan Desi dengan sigap langsung bangkit dari sofa dan menghampiri Pak Atmaja.


"Iya Ayah, Ayah kenapa??" Tanya Rey.


"Sakit Rey" Jawab Ayahnya.


Rey kemudian keluar dengan buru - buru dan pergi mencari Dokter. Kemudian dia bertemu dengan seorang perawat wanita di area ruang jaga perawat.


"Mbak tolong Ayah saya, Dokternya dimana??" Ucap Rey buru buru.


"Masnya dari ruangan mana??" Tanya Perawat.


"Dari ruangan VVIP 3 Mbak, Tolong cepat Mbak" Balas Rey.


Perawat tersebut dengan sigap beranjak dan menuju ruangan Pak Atmaja.


Setelah tiba di ruangan, rupanya infus Pak Atmaja habis dan perawat tersebut mengganti infus milik Pak Atmaja serta menyuntikkan Pain Killer ke infusnya.


"Mas, infusnya tolong di perhatikan ya Mas, ini kalau habis panggil saya di ruang tunggu perawat ya" Jelas Perawat tersebut.


"Iya Mbak Terima Kasih" Jawab Rey.


Perawat pun kembali ke ruangannya, dan Rey terlihat menghembuskan nafas berat karena sempat panik.


"Kamu sih Rey, kebanyakan duduk nya, terus itu aja gak di perhatiin" Ucap Desi.


"Lah kamu juga gitu Des" Balas Rey.


Tak Terasa hari berlalu, dan hari berikutnya Rey dan Desi masih berada di Rumah Sakit.


"Desi gak pulang?? udah dari kemarin loh disini" Tanya Rey.


"Kamu ngusir aku ya??" Tanya Desi Balik.


"Bukannya Ngusir, aku cuma perhatian aja lo, takut kamu kenapa napa" Jelas Rey.


"Iya aku juga mau pulang mandi ganti baju, terus absen ke kantor, meskipun udah ngambil cuti, karena cutinya alasan ngejagain Pak Atmaja harus tetap Absen" Jelas Desi.


"Pak Fardi belum balik juga dari kemarin, Bayu juga gak ada suara nih" Ucap Bayu.


"Aku udah pesan GribCar kok" Jelas Desi.


"Boleh nih, kan Desi pulang, Vera bisa dateng nih pulang sekolah" Gumam Rey dalam hati.


"Iyaa aku anter sampe depan ya" Ucap Rey.


"Iyaa Ayo" Jawab Desi.


Saat berjalan di lorong kebetulan Pak Fardi masuk dan melihat Rey dan Desi berjalan.


"Den Rey mau kemana??" tanya Pak Fardi.


"Mau nganter Desi ke depan Pak" Jawab Rey.


"Iya Pak saya mau pulang sebentar terus ke kantor" Tambah Desi.


"Saya anterin Non??" Pak Fardi menawarkan diri.


"Gak apa - apa Pak, GribCar udah ada di depan" Jawab Desi.


"Yaudah bapak jagain Ayah bentar ya, parhatiin infusnya ya" Jelas Rey.


"Baik Den" Ucap Pak Fardi seraya berjalan menuju ke ruangan.


"Eh itu GribCarnya, aku pulang dulu ya, Telepon kalau ada apa - apa" Ucap Desi.


"Iya Des, hati - hati" Jawab Rey.


Desi pun pulang menggunakan GribCar yang telah menunggunya, dan Rey kembali masuk.

__ADS_1


Sesampai di ruangan Ayah nya Pak Fardi mengatakan kalau infus Pak Atmaja mulai menipis.


Dan langsung saja Rey menuju ke ruang tunggu perawat untuk meminta mengganti infus Ayahnya.


Kebetulan saja Perawat kemarin yang berjaga.


"Eh Mbak nya masih piket ya??" Tanya Rey.


"Iya Mas, Masnya lagi, infusnya abis lagi ya??" Tanya Perawat kembali.


"Iya Mbak, VVIP 3 ya" Jelas Rey.


Perawat tersebut lalu mengambil infus baru dan berjalan ke arah ruangan Ayah Rey bersama Rey juga.


Dilorong kemudian Rey mencoba akrab dengan menanyakan Perawat itu.


"Mbak namanya siapa Mbak??" Tanya Rey.


"Saya Rini Mas" Jawab nya.


"Saya Rey Mbak" Balas Rey.


Mereka pun tiba di ruangan Ayah Rey dan Rini langsung mengganti Infus Pak Atmaja.


"Sudah ya Mas Rey, Kalau ada apa - apa panggil saya lagi ya" Ucap Rini.


"Iya Makasih Mbak Rini" Jawab Rey.


Rini pun kembali ke ruangannya, dan Rey pun duduk di sofa di samping Pak Fardi.


"Perawatnya Cantik ya Den" Ucap Pak Fardi kepada Rey.


"Iya Pak, Perawat nya Cantik, Eh Pak Fardi bisa aja ngeliat cewek Cantik" Jawab Rey.


"Udah kenalan belum Den??" Tanya Pak Fardi.


"Udah tadi" Jawab Rey.


"Ya begitulah Den" Jawab Rey.


Rey pun terbayang dengan wajah Rini yang terlihat Manis dan Sayu.


"Kemarin malam gw main sama Vera, Kemarinnya sama Desi, Hari ini ketemu sama Perawat Cantik, ternyata di balik musibah ada hikmahnya" Ucap Rey ada hati.


Rey pun bangkit tiba tiba dari sofa.


"Kenapa Den??" Tanya Pak Fardi.


"Toilet" Jawab Rey singkat sambil berjalan keluar meninggalkan Pak Fardi.


"Toilet ???" bukannya di ruangan ini ada toilet, kenapa nyarinya keluar ??" Gumam Pak Fardi.


"Ah biarlah maklum anak Muda" Imbuh Pak Fardi.


Ternyata Rey berjalan menuju ke arah Ruang Tunggu Perawat untuk menemui Rini.


"Eh Mas Rey lagi" Rini langsung melihat ke arah Rey.


"Anjiir ngapain gw kesini" Batin Rey.


"Pasiennya kenapa Mas Rey" Tanya Rini.


"Pasiennya baik baik aja Mbak, saya kesini cuma mau ngobrol aja, di ruangan cuma saya sama Pak Fardi aja, jadi agak bosan" Ucap Rey.


"Ma'af Mas Rey, tapi sekarang saya masih kerja, tunggu jam makan siang aja ya Mas" Jawab Rini.


"I i iya Mbak, Maaf mengganggu nih Mbak" Ucap Rey.


"Ntar makan siang di kantin aja Mas ya, Jam 12 ya" Ucap Rini lagi.


"Iya Mbak, saya pergi dulu" Jawab Rey sambil berlalu.

__ADS_1


Wajar saja Rini juga tertarik, melihat Ketampanan Rey, tubuh Atletisnya, dan berada di ruang VVIP, tentu saja Rini berpikiran bahwa Rey orang Kaya.


Tibalah Jam istirahat makan siang, Rey pun bergegas ke kantin untuk menemui Rini, Rey melihat dari kejauhan rupanya Rini sudah ada di kantin, setelah Rey mendekat ternyata Rini duduk bersama teman perawat nya.


Rey kemudian duduk sendiri di bangku terpisah, Rini pun melihat Rey, dan menghampiri Rey.


Rini orang yang peka, tahu kalau Rey canggung dengan temannya, Rinu kemudian duduk di samping Rey dan meninggalkan temannya.


Rupanya teman Rini juga sudah mengerti apa yang dilakukan Rini.


"Eh Mbak Rini, kok temennya di tinggal" Ucap Rey.


"Gak apa - apa, dia juga lagi nunggu orang" Jawab Rini.


"Mas Rey tinggal nya dimana??" Sambung Rini.


"Oh, aku tinggal di Komplek Bukit Jaya Indah" Jawab Rey.


"Komplek yang deket kantor Pajak itu ya??" Tanya Rini lagi.


"Iya bener banget" Jawab Rey.


"Komplek rumah orang orang kaya tuh, bagus juga nih" Batin Rini.


"Kamu udah pesen makanan??" Tanya Rini.


"Belum nih" Jawab Rey.


"Yaudah mau pesan apa" Tanya Rini.


"Apa aja deh terserah kamu" Jawab Rey.


Rini pun memesan makanan dan setelah makanan sampai mereka pun makan dengan santai.


"Enak juga ya makanan di kantin ini" Ucap Rey.


"Emang kamu udah berapa hari disini" Tanya Rini.


"Dari malam minggu" Jawab Rey.


"Masa belum pernah makan disini" Tanya Rini lagi.


"Iya, aku beli makannya diluar, gak tau kalau makanan di sini enak enak" Ucap Rey.


"Yaudah kali ini aku yang traktirin" Rini menawarkan diri.


"Gak perlu ah, ngerepotin aja" Kelak Rey.


"Gak apa apa kali, tapi lain kali kamu ya yang traktir aku" Ucap Rini.


"Boleh lah kalau emang begitu" Jawab Rey.


"Yaudah sekarang kita boleh tukaran nomor telepon, biar kamu bisa traktirin aku" Jelas Rini.


"Waaah Rejeki nomplok ini, dapat cewek 1 lagi" Ucap Rey dalam hati.


"Hey Rey, gimana, mau gak, ngelamun aja" Lanjut Rini.


"Eh iya, tentu boleh dong" Jawab Rey.


"Nih Scan ya, langsung chat aku biar aku save" Ucap Rini.


"Nih udah nih" Balas Rey.


"Yaudah, ini udah abis jam istirahat, aku balik ke ruang tunggu lagi, gak apa apa aku tinggal ya" Ucap Rini.


"Iya gak apa apa, aku juga mau ngopi bentar, biar gak ngantuk" Balas Rey.


"Iya Rey, sampai Jumpa" Ucap Rini sambil berjalan meninggalkan Rey.


"Vera, Desi, sekarang Rini, kok makin ribet sih urusan cewek gini" Ucap Rey.

__ADS_1


Tak lama berselang, Bayu muncul dengan seseorang perempuan..._


__ADS_2