
Setelah selesai dari Showroom mobil dan membeli mobil baru yang tak terniat sama sekali, Rey kembali duduk di kursi yang berada di teras rumahnya. Rey melihat sudah pukul 01:00 Rey pun memutuskan makan siang, makanannya sudah dimasak oleh istri Pak Fardi dan sudah tersedia di meja makan.
Setelah selesai makan Rey naik ke lantai 2 rumahnya dan duduk di balkon atas sambil merokok.
"Bosan amat gak ada kegiatan, waktu juga rasanya lama banget, apa gw tidur aja dulu" Gumam Rey.
Kemudian Rey memutuskan untuk tidur sebentar untuk mempersingkat waktu. dan tak terasa kalau waktu yang ingin disingkat Rey ternyata kelewatan, rupanya sudah pukul 03:40. Rey terbangun dengan kaget. dan melihat jam di ponselnya dan ternyata sudah ada pesan dari Dinda sekitar 10 Menit yang lalu yang berisi..
"Di Gold Cafe dekat Hotel Golden Palaca ya Rey" Tulis Dinda.
Rey pun dengan buru buru mandi dan mengganti pakaiannya.
"Dompet, HP, kunci mobil. Beres" Gumam Rey.
Rey dengan terburu buru masuk ke mobil dan langsung mengemudi seraya berteriak.
"Pak Fardi tutup gerbang, saya pergi dulu"..
Sekitar 15 Menit perjalanan dari Rumah Rey ke Gold Cafe. Dan Rey pun tiba. Disana sudah menunggu Windi dan Dinda, Dinda melihat kedatangan Rey dan melambaikan tangan ke arah Rey, kemudian Rey menghampiri mereka berdua, Rey terasa bergetar baru kali ini merasakan hal tersebut ketika bertemu seorang cewek.
"Dinda udah lama ya??" Tanya Rey.
"Barusan kok" Jawab Dinda.
"Kamu kok bisa ada disini??" Tanya Windi ke Rey.
"Dia aku yang ngajak" Jawab Dinda.
"Kalian udah lama kenal??" Tanya Windi lagi.
"Baru kemaren juga sih, pas di parkiran" Jelas Dinda.
"Kamu belum jawab ngapain kamu kesini" Tanya Windi ke Rey.
"Aduh Win orang juga belum duduk, Duduk dulu Rey" Ucap Dinda.
Rey kemudian duduk tepat di samping Windi. Lalu Windi bangun dan pindah ke samping Dinda, Rey pun merasa canggung.
"Aku kesini mau minta maaf ke kamu Win, aku sangat merasa bersalah ke kamu" Ucap Rey.
"Sebenernya Win, Rey yang bayarin kita kesini, sampai ke uang transportasi kita" Jelas Dinda.
"Kamu kenapa sih Din, emangnya kenapa sama dia" Ucap Windi.
"Win hargainlah orang mau minta maaf kayak gini sama kamu, sampai usahain buat kayak gini ketemu sama kamu" Jelas Dinda.
"Aku kenal kamu banget loh, kamu gak kayak gini orangnya" Tambah Dinda.
Kemudian Windi menangis dan memeluk Dinda.
"Aku lagi pusing banget Din, Ibu aku lagi sakit dan biaya nya juga cukup besar, sementara kebutuhan ku disini juga masih aja belum cukup" Ucap Windi.
"Yang penting sekarang kamu harus semangat kerja Win, tetap terus berdo'a aja, pasti ada jalan" Jelas Dinda.
Rey yang mendengar penjelasan Windi merasa sangat tersentuh, meskipun dia hanya seorang perempuan dan masih berusia muda masih bisa menjadi tulang punggung keluarganya.
"Ibu kamu sekarang dimana Win" Tanya Rey.
"Ibunya Windi di kampungnya" Jawab Dinda.
__ADS_1
"Rey aku juga minta maaf, mungkin aku emang yang duluan salah" Jawab Windi sambil tersedu.
"Udah Win nangisnya, malu diliat orang, itu juga muka cantik kamu jadi keliatan jelek mewek gitu" Rayu Dinda.
"Apaan sih Din" Balas Windi.
"Yaudah aku seneng sekarang kita udah saling maafin, kalian boleh pesan apa aja yang kalian mau, sepuasnya, aku yang bayarin" Ucap Rey.
"Beneran nih Mas Rey" Ucap Dinda.
"Iyaa pesan aja" Balas Rey.
"Tuh kan Win, Mas Rey orangnya baik banget loh" Ucap Dinda.
Windi hanya tersenyum manis, Rey yang melihat senyuman Windi merasa sangat bahagia, dan sangat mengagumi Windi.
Mereka pun memesan makanan
dan setelah makanan datang mereka makan dengan lahapnya, jarang jarang bagi mereka berdua makan enak seperti itu.
"Abis ini kita mau kemana??" Tanya Rey.
"Kita ke taman Lembi aja, disana ada bebek air kayuh, kayaknya seru deh" Jawab Dinda.
Windi hanya terdiam, karena masih malu dengan Rey, karena sebelumnya Windi sempat membenci Rey.
"Windi gimana, mau kesana??" Tanya Rey.
"Iya boleh" Jawab Windi lembut.
Mereka pun pergi dari Gold Cafe dan menuju ke Taman, Rey pun membayar semua makanan dan minuman mereka.
Sekitar 15 menit perjalanan mereka tiba di Taman Lembi, terlihat cukup ramai orang yang tengah menikmati suasana sore.
"Eh itu bebeknya ada yang kosong, Yuk Win" Ucap Dinda.
"Ah gak deh, aku takut, kamu aja deh, atau sama Rey aja" Jawab Windi.
"Aku gak juga sih" Jawab Rey.
"Kalian gak asik ah, yaudah aku sendirian aja" Ucap Dinda.
Dinda pun pergi ke wahana bebek air kayuh, sementara Rey dan Windi duduk di bangku menghadap ke air.
"Seru banget ya kayaknya" Ucap Rey.
"Kalau seru kenapa gak ikut naik kak" Ucap Windi yang mulai sopan ke Rey.
"Namanya juga takut, tapi keliatan seru aja" Jawab Rey.
"Dinda emang gitu kok Kak, dari dulu dia emang suka naik bebek air kayuh" Ucap Windi.
"Ngomong ngomong Win, kamu udah berapa lama kerja nya" Tanya Rey.
"Sekitar 5 bulan Kak" Jawab Windi.
"Aku pengen tanya sesuatu yang serius nih sama kamu" Ucap Rey.
"Apa Kak??" Jawab Windi.
__ADS_1
"Maaf ya sebelumnya Ibu kamu sakit apa?" Tanya Rey.
"Sakitnya Tipes Kak?" Jawab Windi.
"Belum di bawa ke Rumah Sakit?" Tanya Rey lagi.
"Udah pernah satu kali Kak, tapi karena keterbatasan biaya jadi nya cuma satu kali itu aja" Jawab Windi.
"Kalau mau di bawa lagi gimana?" Tanya Rey.
"Aduh Kak, aku juga belum gajian terus biayanya cukup besar, apalagi sampai rawat inap, kemarin kata staf yang ada dirumah sakit bisa sampai 20 jutaan Kak" Jelas Windi.
"Jadi gini Win, aku tersentuh sama semua perjuangan kamu, sama kerja keras kamu, jadi aku memutuskan untuk membantu kamu Win" Ucap Rey.
"Aku sebenernya emang mau bawain ibu ke rumah sakit Kak, Tapi aku gak bisa nerima bantuan Kak Rey, karena biayanya itu mahal Kak, aku takut gak bisa gantinya nanti, dan gak bisa balas Kak Rey" Ucap Windi.
"Kami tenang aja Win, sekarang yang terpenting bawa ibu kamu ke Rumah sakit dulu,asal dia sehat dulu, masalah biaya itu gak usah kamu pikirin dulu, aku bakal tanggung semua biaya rumah sakitnya" Jelas Rey.
"Kak Rey emang serius mau bantuin aku" Tanya Windi.
"Iya aku serius Win" Jawab Rey.
Tanpa di sadari dengan refleknya Windi memeluk Rey saking senengnya. Setalah sadar dia dengan cepat melepaskan pelukannya dari Rey.
"Maaf Kak, aku gak sengaja" Ucap Windi.
Rey hanya tersenyum manis memandang Windi, Windi merasa Rey tertarik kepadanya.
"Apa sih Kak ngeliatnya kayak gitu" Ucap Windi malu.
Dinda pun datang dan menemui mereka berdua.
"Aku nyariin loh dari tadi, ternyata mojok berdua disini" Ucap Dinda.
"Apaan sih Din, orang lagi ngobrol doang kok" Jawab Windi.
"Sekarang udah mau maghrib sebaiknya kita pulang aja" Ucap Rey.
"Iya juga sih" Ucap Dinda.
"Yaudah kita pulang aja ya" Tambah Rey.
Mereka pun pulang dan berpisah di Taman itu karena mereka pulang melalui jalur berbeda, sementara itu di perjalanan pulang Windi dan Dinda...
"Eh Win, kamu udah tau gak siapa Rey itu" Tanya Dinda.
"Emang siapa sih?" Tanya Windi balik.
"Rey itu orang super Kaya, Harta nya banyak, dia pimpinan perusahaan besar sepeninggal Ayahnya" Jelas Dinda.
"Kami tau darimana Din??" Tanya Windi lagi.
"Tadi di tempat Bebek air kayuh, ada orang yang jaga disana bilang, 'mas itu datangnya sama kamu ya' terus aku jawab iya" Jelas Dinda.
"Terus?" Tanya Windi penasaran.
"Katanya, 'Hebat mbak bisa temenan sama dia, terus di jelasin kalau dia orang kaya pimpinan perusahaan" Ucap Dinda.
Setelah Windi mendengar ucapan Dinda tentang Rey, Windi merasa insecure terhadap Rey, merasa dirinya tak pantas berteman dengan Rey, apalagi dia mengingat telah memeluk Rey semakin membuatnya merasa malu untuk dekat dengan Rey.
__ADS_1
Seperti Fakta yang telah menyebar bahwa Rey adalah seorang pimpinan perusahaan yang kaya raya dari warisan ayahnya, tapi fakta bahwa Rey adalah Duda muda belum banyak diketahui...-