Duda Muda Idola Wanita

Duda Muda Idola Wanita
Ospek Hari 2 (Indentitas)


__ADS_3

Setelah sangat kelelahan berjibaku dengan hari pertama Ospek Rey kemudian terbangun.


"Waduh jam berapa sekarang" Gumam Rey.


Rey kemudian melihat jam di ponselnya, ternyata sudah pukul 04:50 Pagi.


"Gw ketiduran lagi, gw harus buru buru nyiapin barang barang perlengkapannya. Setelah di rasa lengkap kemudian Rey mandi, ganti pakaian dan bersiap jalan menuju rumah Bayu.


Sesampai dirumah Bayu, seperti biasanya pula Bayu sudah menunggu.


"Lama banget Rey, bakalan telat kita, udah 05:23 nih" Ucap Bayu.


"Udah buruan makanya" Ucap Rey.


Rey memacu mobilnya sangat cepat agar tidak terlambat, sesampai di kampus Rey langsung memarkir mobil dan berlari ke barisan. Tak terhindar Rey dan Bayu terlambat dan yang lebih parah lagi mereka berdua tidak memotong rambut sesuai aturan Ospek.


"Ketua Kelompok telat ya, rambut juga gak di potong" Ucap Kating.


"Barang bawaan sini gw cek dulu" Tambah Kating.


"Kurang 2, topi kamu mana? Name Tag juga gak ada" Tambah Kating Lagi.


Ternyata Rey sangat lupa untuk memotong rambut, bahkan dia lupa dengan barang wajib ospek. Rey dan Bayu pun di pisahkan dari barisan kelompok, terlihat Dita dan Alivia sudah tidak terlambat dan melihat ke arah mereka berdua.


Barisan kelompok yang menuju ke lapangan pun meninggalkan mereka berdua bersama kakak pembimbing. Disana ada Ayu dan 2 kating lainnya.


"Rey kenapa kamu bisa telat??" Tanya Kating.


"Ketiduran Kak" Jawab Rey.


"Bayu? kenapa telat" Tanya kating ke Bayu.


"Saya numpang sama dia Kak" Jawab Bayu.


"Oh jadi kamu juga penyebab temen kamu telat ya" Ucap Kating.


"Oke karena Bayu telat di sebabkan oleh Rey, dan peralatan kamu lengkap hukuman kamu bisa berkurang, tapi kamu juga gak potong rambut jadi tetap dapat hukuman" Ucap Kating.


"Dan buat kamu Rey kamu dapat 3 masalah, pertama kamu telat, kedua peralatan kamu tidak lengkap, ketiga kamu tidak potong rambut" Tambah Kating.


"Iya Kak, saya siap menerima hukuman" Ucap Rey.


"Ayu tolong bawa Rey ke ketua panitia, dan buat Bayu, saya potong rambut kamu disini sedikit setelah itu kamu boleh berkumpul dengan kelompok kamu" Ucap Kating.


Ayu kemudian membawa Rey ke ketua panitia yaitu Yudha, sementara Bayu di potong ujung rambutnya dengan acak acakan dengan tujuan agar di rapikan di hari berikutnya. Setelah rambut Bayu selesai urusannya dengan gunting dia dipersilahkan untuk berkumpul dengan barisan, sesampainya di barisan Dita yang melihat Bayu sendirian bertanya ke Bayu perihal Rey.


"Loh kok sendirian, Rey mana??" Tanya Dita.


"Dia di hukum, pelanggarannya banyak, gak tau dia dibawa kemana" Jelas Bayu.


"Kasian Rey" Ucap Dita.

__ADS_1


Sementara itu Rey di bawa gedung rektorat dan yang disana Ada Yudha yang sedang berbicara dengan seseorang. Ayu pun memanggil Yudha.


"Kak Yudha" Panggil Ayu.


Yudha pun hanya menengok ke arah Ayu. Tetapi dia tidak menghampirinya. Rupanya Yudha sedang berbicara dengan Ketua Yayasan yang tengah berbincang perihal keberlangsungan Ospek.


Ayu pun kembali memanggil Yudha, dan itu menarik perhatian Ketua Yayasan yaitu Pak Syaf yang melihat seorang mahasiswa bersama mahasiswa baru. Pak syaf kemudian menghampiri Ayu dan Rey.


"Ada apa ini??" Tanya Pak Syaf.


"Ini pak, mahasiswa baru ada yang telat sama melakukan pelanggaran" Jawab Ayu.


"Telat?? Ini bahkan acara belum dimulai" Ucap Pak Syaf.


"Jadi begini pak, kami juga mendidik para adik mahasiswa baru tentang kedisiplinan dan tepat waktu pak" Jelas Yudha.


"Oh begitu, Nak nama kamu siapa?" Tanya Pak Syaf ke Rey.


"Nama saya Rey pak" Jawab Rey.


"Hhmmm. Nama Asli" Ucap Yudha.


"Iyaa, ma'af nama saya Reynand Farhadian Pak" Ulang Rey.


"Reynand Farhadian?? Anaknya Almarhum Pak Atmaja Farhadian??" Tanya Pak Syaf antusias.


"Iya benar Pak" Ucap Rey.


"Ya ampun ternyata kamu, mari ikut bapak sebentar ke ruangan" Ucap Pak Syaf.


Sementara itu Rey juga terheran dengan sikap Pak Syaf, ia hanya mengikuti ajakan Pak Syaf untuk keruangannya, sesampai di ruangan Pak Syaf Rey di persilahkan duduk.


"Selamat datang di Kampus kami Nak Rey, maksud saya Pak Rey" Ucap Pak Syaf.


Rey merasa sangat kaget, sekaget kagetnya dengan ucapan itu.


"Selamat pagi pak, kenapa bapak panggil saya 'Pak' ??" Tanya Rey.


"Tentu saja Pak, coba perhatikan merk dari seluruh furnitur yang ada di ruangan ini" Ucap Pak Syaf.


Rey kemudian memperhatikan sekelilingnya dan memperhatikan seluruh furtnitur di ruangan itu, ternyata itu adalah merk dagang perusahaan Rey dan terpampang di plat besi nama perusahann Rey PT. Bumi Karya Group.


"Bagaimana Pak Rey, 100% furnitur yang ada dikampus ini atas kerjasama dengan perusahaan Pak Rey, dan yang saya tahu Pak Rey sekarang adalah CEO dari perusahaan, dan saya merasa sangat terhormat dengan pilihan Pak Rey berkuliah disini" Jelas Pak Syaf.


Rey tak bisa menjawab sama sekali perkataan dari Pak Syaf. Kemudian seseorang mengetuk pintu ruangan Pak Syaf dan memberi tahu bahwa sekarang giliran Pak Syaf untuk menyampaikan kata sambutan di panggung.


Pak Syaf langsung mengajak Rey untuk menuju ke panggung.


"Ayo Pak Rey ikut saya, Anda adalah Tamu Spesial saya" Ucap Pak Syaf.


"Saya bergabung sama temen temen ospek aja pak, saya gak enak" Ucap Rey.

__ADS_1


"Gak apa apa, udah ayo ikut saya" Ucap Pak Syaf sambil menarik tangan Rey.


Pak Syaf kemudian mengajak Rey naik ke panggung untuk menyampaikan pesan ke mahasiswa baru. Semua yang hadir disana merasa sangat heran termasuk Bayu, Dita, Windi, Ayu dan Yudha kenapa Pak Syaf yang seorang Pimpinan Ketua Yayasan mengajak Rey.


Pak Syaf pun memberikan salam pembuka dan memperkalkan diri kepada seluruh orang yang hadir, di panggung juga ada beberapa Dosen dan staff Rektorat.


"Jadi semuanya mungkin heran kenapa saya mengajak mahasiswa baru kesini" Ucap Pak Syaf.


"Habis tu Rey, sampai di panggil ketua yayasan" Gumam Bayu yang melihat dari kerumunan.


"Rey kasian banget, kenapa sampe segitunya sih mereka" Ucap Dita.


Kemudian Pak Syaf...


"Saya perkenalkan kepada Dosen serta Staff sekalian ini adalah Pak Reynand Farhadian" Ucap Pak Syaf.


"Haaaaaaaa???" semua orang kaget serentak.


"Dia adalah seorang CEO atau pimpinan dari PT. Bumi Karya Group. Perusahaan Induk furniture Di Indonesia yang sekaligus Sponsor untuk furniture yang ada dikampus kita, baik di ruang pembelajaran dan kantor" Jelas Pak Syaf.


Sontak saja seluruh manusia yang hadir saat itu sangat kaget dengan identitas Rey yang sebenarnya. Bahkan seluruh dosen dan staff yang hadir langsung berdiri dan mengajak Rey berjabay tangan satu persatu.


Bahkan Yudha dan Ayu yang sebelumnya memiliki niat buruk kepada Rey langsung berpikir 1000 kali lagi untuk berurusan dengan Rey.


Sementara itu Rey terlihat hanya menepuk dahi nya dan sedikit menggelengkan kepala. Rey tak menyangka kalau Pimpinan Kampus akan mengenal dirinya, jadinya 1 kampus kini mengetahui siapa Rey sebenarnya.


Rey kemudian diminta untuk menyampaikan kata kata ke para mahasiswa baru oleh Pak Syaf, tapi Rey menolaknya dan tidak ingin berbicara di mikrofon, Pak Syaf pun memakluminya.


Tak lama setelah itu, Pak Syaf selesai menyampaikan kata katanya, kemudian dia duduk disamping Rey.


"Apa sebaiknya saya kembali lagi ke barisan kelompok Pak??" Tanya Rey.


"Pak Rey disini saja, meskipun hasil laporan ospek pak Rey tidak lulus, kami semua disini pasti menjamin Pak Rey lulus" Jelas Pak Syaf.


"Tapi Pak, saya juga ingin merasakan keseruan Ospek seperti yang lain, saya juga tak ingin di istimewakan pak" Ucap Rey.


"Baiklah Pak Rey, jika itu keinginan Pak Rey kami tak bisa menolak, tapi jika ada apa apa mohon beritahu ke kami Pak, apa saja" Ucap Pak Syaf.


"Iya terima kasih Pak, saya turun ya, gabung sama temen temen" Ucap Rey.


"Iya silahkan Pak Rey" Jawab Pak Syaf.


Rey kemudian turun dari panggung dan menuju ke kelompoknya bersama Bayu, Dita dan Alivia. Saat Rey berjalan semua mata dan perhatian mengarah ke Rey.


"Aduh orang orang ya, ngapain coba ngeliatin gw mulu, lagian Pak Syaf kenapa ngungkapin identitas gw disini" Gumam Rey dalam hati.


Saat masuk ke barisan kelompok teman satu barisannya memberikan tempat yang luas di tengah tengah mereka untuk Rey duduk nyaman.


"Gak harus gini kok, kita ini bakalan jadi temen, jadi gak usah kayak gini" Ucap Rey.


"Gak apa apa Pak" Jawab salah satu teman kelompok Rey.

__ADS_1


"Laah malah manggil Pak, panggil Rey aja" Ucap Rey.


Kemudian mereka kembali melanjutkan acara Ospek sampai siang hari yang diisi dengan para mahasiswa dengan penampilan Band yang juga dipilih dari beberapa mahasiswa baru yang menjadi vokalis....


__ADS_2