
Windi yang sedang dalam perjalanan mengantae Alivia menuju kost nya tiba tiba berkata.
"Kok bisa kebetulan gini sih" Ucap Windi.
"Maaf Kak, aku gak tau Kak Rey pacarnya Kak Windi" Ucap Alivia.
"Kalau kamu bukan sepupu aku ya mungkin disana kamu udah ku jambak" Ucap Windi.
"Maaf Kak aku gak tau, sumpah deh" Ucap Alivia.
"Kali ini kamu aku maafin, tapi selanjutnya karena kamu udah tau siapa Rey jadi kamu harus berhati hati" Ucap Windi.
"Iya Kak, aku gak bakalan deketin Kak Rey lagi" Ucap Alivia.
Usut punya usut ternyata Windi dan Alivia adalah sepupu dan Windi lebih tua dari Alivia, satu hal yang membuat Alivia sangat marah kepada Windi sebab di saat kematian Ibu Windi alivia tidak datang padahal Windi lah yang mendapat Beasiswa lalu di berikan kepada Alivia.
"Kamu gak inget gimana aku ngelakuin kamu?? Bahkan di hari Ibu meninggalkan kami kamu sama sekali tidak hadir" Ucap Windi.
"Aku gak bermaksud Kak Windi" Ucap Alivia.
Tak beberapa lama mereka telah sampai di kost. Alivia segera turun dari motor tanpa berani melihat wajah Windi.
"Inget Alivia, kamu disini tugasnya buat sekolah buat pendidikan, kamu malah nginap dirumah cowok" Ucap Windi.
"Aku gak bakalan ulangin lagi" Ucap Alivia.
"Yaudah sekarang aku mau balik ke kost" Ucap Windi.
"Iya Kak Windi hati hati" Ucap Alivia.
Windi pun meninggalkan Alivia di kostnya dan pulang, sementara Alivia langsung masuk ke kamarnya.
"Kenapa sih setiap yang aku lakuin selalu berkaitan sama Windi, tapi kali ini aku gak bakalan lepasin Kak Rey, liat aja" Ucap Alivi menggurutu.
Sementara Windi yang telah sampai kost terkejut karena Rey sudah menunggu nya di depan kost.
"Kak Rey ngapain disini" Sapa Windi.
"Aku nungguin kamu loh" Ucap Rey.
"Nunggu aku buat apa?" Tanya Windi.
"Win kamu masih marah?" Tanya Rey balik.
"Gak" Jawab Windi.
"Udah dong Win, kamu kan udah tau semuanya, Alivia bahkan juga udah jelasin" Ucap Rey.
"Gak ada maling yang mau ngaku Kak" Ucap Windi.
"Kak Rey suka sama Alivia?" Sambung Windi.
"Gak mungkinlah, aku cuma niat nolongin dia" Ucap Rey.
"Nolongin sampai ngajak nginap?" Ucap Windi.
"Gak usah bahas yang memang memang dong Win" Balas Rey.
"Aku gak ngerti kenapa Kak Rey bisa kayak gitu" Ucap Windi.
"Aku kan udah bilang cuma niat nolongin" Ucap Rey.
"Udah Kak, Kak Rey jangan gangguin aku dulu sementara" Ucap Windi sambil masuk ke kamarnya.
"Win, Windi kamu jangan kayak gini dong" Panggil Rey.
__ADS_1
Windi tak menghiraukan Rey dan langsung masuk dan mengunci pintu. Sementara Rey masih berdiri di luar.
"Win buka pintu nya Win" Ucap Rey sambil mengetuk pintu kamar Windi.
"Kak Rey pulang aja, aku gak mau ketemu dulu" Ucap Windi.
"Akkhhh!!! Udahlah" Ucap Rey sambil menuju mobilnya meniggalkan kamar Windi.
Rey kemudian dengan cepat menancap gas meninggalkan kostnya Windi. Sementara Windi mengintip dari jendela.
"Kak Rey kok tega sih" Gumam Windi sambil mulai meneteskan air matanya.
Sementara Rey tak tahu harus pergi kemana, dia sangat pusing dengan kejadian tadi pagi.
"Apa gw hubungi Alivia aja ya" Gumam Rey.
Kemudia Rey mencoba menghubungi Alivia dan kebetulan Alivia langsung menjawab telepon Rey.
"Kamu dimana?" Tanya Rey.
"Aku di kost Kak" Jawab Alivia.
"Aku kesitu ya" Ucap Rey.
"Emang Kak Windi gak marah?" Tanya Alivia.
"Gak tau juga sih" Jawab Rey.
"Yaudah Kak kesini aja" Ucap Alivia.
Rey pun memutuskan menuju ke kost Alivia dan tak lama setelah itu dia sampai. Rey langsung menuju ke kamar Alivia. Alivia langsung menyambut Rey.
"Sini masuk Kak" Ucap Alivia.
"Iyaa, aku lagi pusing banget" Ucap Rey.
"Iyaa, Windi sampai semarah itu dan gak mau nemuin aku lagi" Ucap Rey.
"Kak Windi emang gitu orangnya Kak, aku udah kenal lama sama dia" Ucap Alivia.
"Aku gak tau harus gimana lagi" Ucap Rey.
"Seenggak nya kita udah jelasin, lagian kita juga gak ngapa ngapain" Ucap Alivia.
"Ahhhkkk, gw harus gimana" Gumam Rey.
"Kak Rey yang sabar aja dulu" Ucap Alivia.
"Makasih ya Via" Ucap Rey.
"Iya Kak sama sama" Jawab Alivia.
Rey hanya duduk di kamar Alivia sementara terus berpikir bagaimana meluluhkan Windi lagi.
"Kak udah jangan pusing lagi" Ucap Alivia sambil menghampiri Rey.
"Iya Via" Ucap Rey.
Kemudian Alivia mendekap Rey dari samping, Rey tampak terkejut dengan perlakuan Alivia.
"Sebenarnya aku sayang sama Kak Rey" Ucap Alivia pelan.
"Makasih atas perasaannya tapi aku gak tau harus gimana" Ucap Rey.
"Aku bakal nyimpen perasaan ini buat Kak Rey" Ucap Alivia.
__ADS_1
"Aku bahkan rela ngelakuin apapun buat Kak Rey" Tambah Alivia.
"Kamu gak usah segitunya Via, aku ngerti akan perasaan kamu" Ucap Rey.
"Iya Kak, mungkin aku bakalan nunggu buat Kak Rey" Ucap Alivia
Alivia kemudian menatap Rey dengan penuh keyakinan agar Rey benar benar tahu kalau dia mencintainya.
"Aku juga gak bakal tau apa yang akan terjadi selanjutnya tentang aku sama Windi, ku rasa dia sangat marah" Ucap Rey.
Kemudian Alivia melepas pelukannya dari Rey dan memegang ke dua pipi nya Rey.
"Kak Rey, jika nanti Windi pergi aku yang akan ada disisi Kak Rey" Ucap Alivia.
Rey kemudian memalingkan wajahnya dari Windi seraya berdiri dan berkata
"Aku sayang sama Windi, aku juga ngerti kenapa dia marah sama aku, tapi aku gak seharusnya gini" Ucap Rey.
"Maksud Kak Rey??" Tanya Alivia.
"Iya, kayaknya aku harus pergi dulu Via" Ucap Rey.
"Kak Rey mau kemana" Tanya Alivia.
"Aku mau temuin Windi lagi, dan yakinin dia" Ucap Rey.
"Baiklah Kak, aku hargai keputusan Kak Rey, tapi aku bersedia jadi tempat Kak Rey pulang" Ucap Alivia.
Rey kemudian meninggalkan kost Alivia dan kembali menemui Windi, dengan sangat cepat dia memacu mobilnya. Saat Rey sampai di kost Windi, terlihat kostnya terkunci, kemudian Rey berpikir kalau Windi sudah berangkat kerja, maka Rey memutuskan untuk menuju tempat kerjanya, Setelah sampai Rey langsung masuk ke toko tempat kerja Windi, Terlihat pekerja lain tengah menjadi kasir, Rey pun kemudian bertanya kepadanya.
"Misi Mbak, Windi udah masuk kerja??" Tanya Rey.
"Windi ya, dia shift siang mas, jam 3 baru masuk" Jawab Kasir.
"Eh ini kebetulan dia ada chat saya nih, dia mau izin katanya gak masuk hari ini, dia sakit" Tambah Kasir.
Rey yang mendengar itu langsung menghubungi Windi, tetapi tak ada jawaban dari Windi.
"Mas bisa minta tolong telepon Windi, saya telepon gak diangkat mas" Ucap Rey.
"Bentar ya Mas ya, saya coba dulu" Ucap Kasir.
Kasir itu menghubungi Windi namun nomornya sudah tidak aktif.
"Waduh mas udah gak aktif, padahal barusan dia chat saya lo" Ucap Kasir.
"Yaudah, makasih ya mas ya" Ucap Rey.
Rey kemudian keluar dari toko dan sangat bingung dengan keberadaan Windi.
"Windi kemana ya, kok dia ngilang kayak gini" Gumam Rey.
Tak lama setelah itu Dinda teman Windi kembali dari suatu tempat namun menggunakan motor milik Windi.
"Eh Dinda dari mana" Sapa Rey.
"Rey ya, aku dari kost" Jawab Dinda.
"Ini motor Windi kamu yang pakai ya" Tanya Rey.
"Iya Rey, dia sakit, ini surat sakitnya aku anter" Ucap Dinda.
"Terus dia dimana?" Tanya Rey lagi.
"Itu dia Rey, dia kebetulan pesen kalau ketemu kamu jangan di kasih tau, maaf ya Rey" Ucap Dinda.
__ADS_1
"Yaudah, makasih Dinda" Ucap Rey.
Rey semakin penasaran, dan dia mencoba mencari tahu sendiri dimana keberadaan Windi.