
Rey melihat Desi dan Windi sedang berbicara. Desi yang kebetulan keluar dari kantor tak sengaja bertemu dengan Windi dan menyapanya.
"Eh Windi kan??" Ucap Desi.
"Iya Mbak, ada apa ya?" Tanya Windi.
"Katanya kamu bakal kerja disini, di sarankan sama Rey" Tanya Desi.
"Tadinya Mbak, tapi gak jadi" Jawab Windi.
"Loh kok gak jadi, disini gajinya besar loh" Ucap Desi.
"Iya begitulah Mbak" Jawab Windi.
"Kamu kok keliatan dekat banget sama Rey ? Kamu pacar Rey ??" Tanya Desi.
Windi tak bisa menjawab dan secara kebetulan Rey yang sedari tadi melihat mereka datang menghampiri.
"Windi, Desi kalian ketemu lagi" Ucap Rey.
"Eh Rey, kebetulan tadi aku mau pulang" Jawab Desi.
"Pak tolong ambilin mobil saya" Ucap Rey ke security.
"Kamu pulangnya sama siapa Des ?" Tanya Rey.
"Gak tau juga sih, Grib Car gak ada yang lokasinya dekat sini" Ucap Desi.
"Yaudah Mbak, sama kita aja" Ucap Windi.
Rey pun memalingkan wajah nya dan mengerutkan keningnya..
"Aduuuh Windi pakek ngajak Desi segala lagi" Gumam Rey dalam hati.
Mobil pun datang di bawa oleh security, dengan segera Rey masuk mobil, dan Desi dengan senang hati ikut masuk ke mobil Rey. Rey duduk di depan sendirian sedangkan Windi dan Desi duduk berdua di belakang.
"Jadi supir pribadi nih kayak nya" Ucap Rey.
"Ya kali Rey aku duduk depan sama kamu sementara Windi di belakang sendirian" Ucap Desi.
"Gak apa apa kok Mbak, Mbak Desi duduk aja sama Kak Rey di depan" Ucap Windi.
"Disini aja Win" Ucap Desi.
"Kita mampir ke showroom motor bentar ya" Ucap Rey.
"Kamu mau beli motor ya Rey?" Tanya Desi.
"Bukan, Windi pengen beliin adiknya motor" Jawab Rey.
"Hebat kamu Win, udah bisa beliin adik motor" Puji Desi.
"Iyaa Mbak" Ucap Desi.
Mereka pun berangkat ke Dealer motor terdeka, dan beberapa saat kemudian mereka tiba. Mereka segera turun dan masuk ke dealer.
"Ayo Win kita liat liat motornya, sekalian pilih yang mana" Ucap Rey.
Windi melihat lihat motor yang di pajang, dan seorang sales menghampiri dan memberikan selembar brosur jenis dan harga motor.
"Kak aku kurang ngerti soal motor, Kak Rey aja yang pilih" Ucap Windi.
"Yang ini bagus Win, liat yang ini" Ucap Desi menawarkan.
__ADS_1
"Iya yang itu bagus, matic juga" Ucap Rey.
"Iya Kak yang itu aja" Jawab Windi.
Rey kemudian memanggil sales dan menanyakan tentang motor yang telah dipilih.
"Jadi ini PXX ya mas, harga nya Rp. 38.000.000 ini mau di bayar cash atau kredit" Jelas Sales.
"Kak gak jadi yang ini, terlalu mahal Kak" Ucap Windi.
"Gak apa apa Win" Ucap Rey.
"Tapi ini kemahalan Kak" Tambah Windi.
"Emangnya kamu punya dana berapa??" Tanya Desi ke Windi.
"Dana nya cukup kok" Rey yang menjawab.
Windi berasa sangat tak enak hati dengan Rey, apalagi dengan kehadiran Desi.
"Yang ini aja Mas, Cash ya mas" Ucap Rey ke sales.
"Baik pak, warna yang ini juga ya" Tanya sales.
"Iya pak yang ini aja" Jawab Rey.
"Baik Pak, mohon di tunggu sebentar kami ambil stoknya digudang, dan sekalian mengurus berkasnya" Ucap sales.
"Kalian tunggu disini ya, aku yang urus sebentar" Ucap Rey.
Rey kemudian menuju ke kasir dan melakukan pembayaran, tak lama kemudian motor pun telah di siapkan.
"Ini motornya mau di bawa langsung atau di antar??" Tanya Sales.
"Tentu saja Pak, kami akan segera menyipakan pengiriman kesana, disana siapa yang akan menerima??" Tanya Sales.
Rey kemudian memberi alamat rumah Windi ke sales tujuan pengantaran.
Sementara itu Windi dan Desi di ruang tunggu...
"Win, kamu belum jawab pertanyaan aku, Kamu pacar Rey?" Tanya Desi.
Windi bingung harus menjawab apa, di satu sisi dia benar benar pacar Rey, di satu sisi dia sedang berhadapan dengan Mantan Istri Rey.
"Win?? Apa mungkin benar kamu pacar Rey" Tanya Desi lagi.
"Soalnya aku liat liat Rey sangat perhatian ke kamu" Tambah Desi.
"Ma'af ya mbak, saya emang pacaran sama Kak Rey" Jawab Windi.
"Kamu pacarannya sejak kapan??" Tanya Windi.
"Baru 5 hari Mbak" Jawab Desi.
"Semoga langgeng ya, Rey itu orangnya baik, penyayang, perhatian, semuanya lengkap di Rey" Ucap Desi.
Sepertinya Desi tidak ingin merusak hubungan Rey dan Windi, dia memilih untuk mengalah. Tak lama kemudian Rey pun datang menghampiri mereka.
"Udah beres Win, motornya tinggal dikirim" Ucap Rey.
"Iya makasih Kak Rey" Balas Windi.
"Yaudah sekarang kita bisa pulang" Ucap Rey.
__ADS_1
"Tapi, siapa yang di antar duluan nih?" Tanya Rey.
"Aku aja kak, bentar lagi aku mau masuk kerja, shiftku bentar lagi" Ucap Windi.
"Yaudah ayok pulang" Ucap Rey.
Mereka bertiga pun meninggalkan Dealer Motor dan mengantar Windi pulang terlebih dahulu, sekitar 10 menit perjalanan mereka tiba di kost Windi, Windi langsung turun dan pamitan masuk Kost, kemudian Rey dan Desi meninggalkan kost Windi.
"Rey aku udah denger semuanya dari Windi" Ucap Desi.
"Maksud kamu Des?" Tanya Rey.
"Iyaa, aku udah tau kalau kamu pacaran sama Windi" Ucap Desi.
"Iya, aku emang udah pacaran sama Windi 5 hari lalu" Ucap Rey.
"Kamu emang hebat ya Rey, tadi malam kamu udah komitmen sama aku buat jalanin dulu, tapi kamu punya pacar" Ucap Desi.
"Dulu juga sebelum kita dijodohin kamu ngakunya gak punya pacar, dan kamu ingat kan penyebab perceraian kita" Tambah Desi.
"Aku juga bingung Des, aku gak tau harus gimana lagi" Ucap Rey.
"Kamu gak boleh egois Rey, perasaan bukan hal sepele, kamu gak bisa mainin perasaan orang" Ucap Desi.
"Ma'afin aku Des" Ucap Rey.
"Kamu sebagai laki laki harusnya paham akan hal ini Rey" Jelas Desi.
"Baiklah, sekarang ini kamu harus bahagian Windi, Dia sangat sayang sama kamu, aku bakalan ngalah, kita mungkin emang gak di takdirin buat bersama" Tambah Desi.
Rey hanya terdiam sepanjang perjalanan menuju rumah Desi, tak terasa mereka pun tiba, setelah Rey tiba Desi tanpa sepatah kata pun langsung turun dan meninggalkan Rey.
Rey yang merasa Desi sangat marah mencoba untuk memanggilnya, tetapi Desi sama sekali tak menengok dan masuk kemudian mengunci pintu, mau tidak mau Rey pulang meninggalkan rumah Desi.
Setelah perjalanan dari rumah Desi, Rey pun tiba di rumahnya, dia tampak sangat lelah dengan apa yang terjadi hari ini, saat dia hampir terlelap ponselnya berbunyi, ternyata itu sahabatnya Bayu.
"Kenapa nih anak telpon lagi" Gumam Rey.
"Lu dimana Rey, gawat nih" Ucap Bayu.
"Dirumah, gawat kenapa?" Tanya Rey.
"Si Erly, Cewek yang kemaren sama lu" Jawab Bayu.
"Iya dia kenapa??" Tanya Rey lagi.
"Dia nyariin lu, nyari alamat rumah lu malah" Ucap Bayu.
"Kenapa sama gw??" Tanya Rey lagi.
"Lu banyak tanya ah, udah gw ke rumah lu aja, gw ceritain sedetailnya" Ucap Bayu.
"Oke gw tunggu" Jawab Rey.
"Ada masalah apalagi ini, perasaan masalah mulu gw" Gumam Rey.
Tak lama kemudian Bayu pun tiba di rumah Rey, dan dengan tergesa gesa Bayu masuk dan menghampiri Rey.
"Reeey Gawat, gawat banget" Ucap Bayu.
"Gawat apaan ??" Tanya Rey.
"Si Erly.........
__ADS_1