
Setelah selesai mandi keduanya sama sama mengenakan pakaiannya, Erly bersiap untuk kuliah, dan Rey baru tau kalau Erly berkuliah.
"Kamu kuliah ??" Tanya Rey.
"Iya sekarang semester 2" Jawab Erly.
"Kuliah dimana??" Tanya Rey lagi.
"Di Telkom University" Jawab Erly lagi.
Ternyata Erly berkuliah di tempat Rey sedang mengurus berkas pendaftarannya, Rey pun tak ingin memberi tahu kalau dia juga akan berkuliah disana.
"Kamu berangkat kuliah sama siapa??" Tanya Rey.
"Sama Ria, nanti dia jemput" Jawab Erly.
"Yaudah kamu jalan duluan aja ya, gak enak diliat Ria kamu nginep disini" Sambung Erly.
"Yaudah aku juga udah selesai nih, aku pulang dulu" Ucap Rey.
Erly pun mengantar Rey sampai ke gerbang kos, Rey segera masuk ke mobilnya dan langsung pulang, serta Erly kembali masuk ke kamarnya.
Di perjalanan pulang Rey melihat kerumunan orang orang yang sedang menolong korban kecelakaan, Rey pun berniat untuk berhenti, tetapi petugas kepolisian yang berada di tempat itu memerintahkan untuk melanjutkan perjalanan agar tak terjadi kemacetan.
Rey kemudian sedikit menoleh ke arah lokasi kecelakaan, terlihat sebuah mobil yang dalam keadaang ringsek bagian depan, dan sebuah motor yang hancur bagian belakangnya, Rey pun penasaran dengan korbannya, dan tak sengaja terlihat oleh Rey.
Rey pun terkejut karena korbannya itu ternyata Desi mantan istri Rey, kemudian Rey pun memutuskan untuk berhenti di pinggir jalan dan berlari ke arah kerumunan.
"Permisi mas, itu keluarga saya" Ucap Rey sambil menyelipkan diri di kerumunan orang orang.
Rey pun di beri jalan lewat dan dengan segera menghampiri Desi yang dalam keadaan terluka di bagian pelipis dan pundaknya.
"Desi, sakitnya dimana, kamu gak apa apa kan, lukanya dimana, aku bawa kamu ke rumah sakit sekarang" Ucap Rey.
Desi hanya mengangguk, Rey pun meminta tolong ke beberapa orang untuk membantu mengangkat Desi ke mobilnya. Dengan terburu buru Rey membawa Desi ke RS, sementara di lokasi kecelakaan, korban yang lainnya sudah di tangani dan di bawa oleh Ambulance.
Beberapa menit kemudian Rey sampai di rumah sakit yang kebetulan juga tempat Ayahnya di rawat dan membawa Desi ke ruang UGD untuk di periksa. Dan hanya berlangsung sekitar 5 menit Dokter yang memeriksa pun keluar.
"Gimana keadaannya Dok, ada yang parah??" Tanya Rey.
"Pasiennya baik baik saja hanya terbentur dan terdapat luka sedikit saja" Jawab Dokter.
"Syukurlah, saya boleh masuk" Tanya Rey lagi.
"Silahkan Mas" Jawab Dokter.
Rey pun menghampiri Desi di ruang UGD dan terlihat dia sedang diobati pelipisnya oleh seorang perawat.
"Des udah agak mendingan sekarang" Tanya Rey.
"Udah mendingan sih Rey" Jawab Desi.
"Eh Rey apa kabar" Tanya Perawat, yang teryata itu adalah Rini.
"Waduh ketemu 2 orang sekaligus nih" Ucap Rey dalam hati.
"Eh Rini, baik baik, aku baik kok" Jawab Rey.
__ADS_1
"Des, kamu istirahat aja dulu kata Dokter kamu baik baik aja, cuma benturan aja" Ucap Rey.
"Kecelakaannya kok bisa sih?? Tanya Rey lagi.
"Tadi aku mau ke tempat interview kerja naik Grib Car, terus bapak bapak yang bawa motor tiba tiba berhenti, sementa driver Grib Car nya lagi liat Map. Terus gak sengaja ketabrak gitu" Jawab Desi.
"Ada ada aja dijalanan, Tapi ya syukurlah kamu juga baik baik aja, Yaudah kamu istrihat dulu sebentar aku mau ngurusin administrasi nya" Ucap Rey.
"Gak apa apa Rey, biar aku aja yang urus, gak enak sama kamu" Ucap Desi.
"Ah udahlah kayak baru kenal aja" Jawab Rey.
"Yaudah deh, aku istirahat bentar kepala aku pusing banget" Ucap Desi.
"Eh mas sekalian saya antarkan ke Lobby" Ucap Rini tiba tiba.
"Mari Mbak, kamu tunggu ya Des" Ucap Rey sambil berjalan dengan Rini.
Sementara di lorong perjalanan ke Lobby Rini sedikit menanyai Rey.
"Itu pacar kamu ya??" Tanya Rini.
"Bukan kok itu keluarga aku aja" Jawab Rey.
"Oh makanya keliatan akrab" Balas Rini.
"Kamu kok udah gak pernah chat aku sih" Jawab Rini.
"Kebetulan kemaren aku lagi banyak urusan jadi jarang megang HP" Jawab Rey.
Tiba tiba Rini mendekat ke arah Rey dan berbisik ke telinganya.
Rey pun serasa menggeliat mendengar bisikan Rini.
"Kamu bisa main kapan aja kok ke kost aku, kamu tinggal chat aja" Ucap Rini.
"Gak enak ah" Jawab Rey.
"Gak apa apa kali, aku tunggu ya" Ucap Rini.
"Eh aku ke kasir dulu ya buat urus administrasinya, ntar aku hubungi kamu" Ucap Rey tak sadar mereka sudah sampai Lobby.
Rey pun ke arah Lobby dan Rini kembali ke ruang tunggu perawat.
Rey diminta untuk menebus obat dan harus mengantri untuk untuk resep obatnya, Rey diminta duduk di kursi sambil menunggu namanya dipanggil.
Saat sedang asyik duduk terlihat sepasang pasangan yang menuju ke kasir. terlihat pasangan itu meminta rujukan untuk ke Poli Ibu Hamil. saat si perempuan membalik badannya ke arah Rey ternyata itu Vera.
"Vera??? pasti sama Arsy sih" Gumam Rey dengan seraya beranjak dari tempat duduk
"Kak Rey" Ucap Vera yang ternyata melihat keberadaan Rey.
"Eh Vera, sama Arsy ya?" Tanya Rey.
"Iya Kak, aku mau periksa kandungan" Jawab Vera.
"Ada Kak Rey ya" Ucap Arsy.
__ADS_1
"Lagi ngapain disini Kak" Tambah Arsy.
"Kalau aku jawab Desi ntar mereka pengen liat, ah bohong sekali kali juga gak apa apa" Gumam Rey dalam hati.
"Temen aku sakit tadi barusan jenguk" Jawab Rey.
"Oh yaudah ya Kak, aku ke Poli Ibu Hamil dulu" Ucap Vera.
"Iyaaa semoga kandungannya baik baik aja ya" Ucap Rey.
"Makasih kak" Jawab Vera dan Arsy.
Rey pun kembali duduk dan akhirnya namanya di panggil untuk mengambil resep dokter dan menebusnya di Apotek Rumah Sakit.
Setalah menebus obat Rey kembali ke tempat Desi di UGD. Ternyata Rey melihat disana sudah ada Ortu Desi yang sebagaimana sebagai mantan mertua Rey. Rey pun memutuskan untuk tak bertemu mereka, Rey memanggil seorang perawat dan di mintai tolong untuk memberikan obatnya.
"Mbak tolong obatnya di kasih sama pasien yang di UGD yang namanya Desi, bilangin aja kalau Administrasinya udah di beresin" Jelas Rey.
"Baik Mas" Jawab perawat.
Rey memutuskan untuk pulang tanpa bertemu orang tua Desi. Di perjalanan pulang Rey teringat dengan Kasir yang kemarin mempermalukannya, Rey memutuskan untuk berhenti di minimarket itu, kebetulan Kasir itu sedang Shift.
Rey kemudian memarkirkan mobilnya dan masuk ke minimarket dan membeli sangat banyak barang, Rey bahkan mengambil barang yang tidak diperlukaannya.
Sesampainya di kasir untuk membayar, Rey meletakkan barang belanjaannya di atas meja. terlihat Kasir tersebut tampak dengan seorang pria yang kelihatan itu adalah atasannya.
"Di hitung Mbak" Ucap Rey.
Kemudian Mbak tersebut memperkenalkan namanya dengan sopan.
"Selamat Pagi, selamat datang di Alpamaret. dengan saya Windi saya terima belanjaanya ya pak" Ucap Kasir tersebut.
Rey merasa aneh dengan tingkahnya yang sebelumnya mempermalukan Rey di depan orang banyak, kini ia terlihat sopan sampai memperkanalkan diri.
"Oh Namanya Windi ya" Ucap Rey dalam hati.
"Total belanjaannya Rp. 3.400.000 Tiga juta Empat Ratus ribu rupiah ya Mas" Ucap Kasir.
"Iya Mbak" Jawab Rey.
"Kemarin saya liat di ID mbak namanya Dinda kok sekarang Windi, terus kemaren Mbak cuek kok sekarang Ramah??" Tanya Rey.
Kasir tersebut hanya mengerutkan keningnya, dan terlihat bapak bapak yang ada di samping nya menatapnya.
"Windi kamu itu gak sesuai sama SOP ya, ingat SOP itu menjadi dasar kita" Ucap pria tersebut yang ternyata seorang Supervisor yang sedang berkunjung, tak heran jika karyawannya tertib dan tak banyak tingkah.
Rey merasa bersalah karena ulahnya membuat Windi di marahi atasannya.
"Maaf pak saya cuma bercanda, Windi gak gitu pak, dia baik kok sama saya" Ucap Rey.
"Gak Mas, emang kebanyakan karyawan sekarang ini banyak yang melanggar SOP" Jawab Supervisor.
"Lain kali jangan begini lagi Windi" Tambahnya.
"Baik Pak" Jawab Windi.
Windi kemudian melihat ke arah Rey dengan mata yang berbinar, seakan ingin menangis karena di bentak di depan banyak orang.
__ADS_1
Rey pun semakin merasa bersalah dengan Windi. Rey pun mengambil barangnya dan keluar, kemudian memasukkan ke mobilnya. Rey pun memutuskan untuk menunggu Windi pulang dan ingin meminta maaf kepada Windi.
Kebetulan di seberang jalan depan minimarket tersebut terdapat sebuah Cafe kecil tempat tongkrongan, Rey pun memutuskan untuk menunggu Windi pulang di Cafe tersebut...-