
Terdengar suara ketukan pintu yang ternyata itu Pak Fardi.
Rey langsung dengan sigap membuka pintu, dan Pak Fardi masuk dan membisikkan Rey.
"Den Rey ada yang nyari di luar" Kata Pak Fardi.
"Siapa pak?" Tanya Rey.
"Kayaknya temen Den Rey" Jelas Pak Fardi.
"Bayu ??" Tanya Rey lagi.
"Bukan Den, yang nyari nya cewek" Ucap Pak Ferdi.
"Yaudah suruh masuk aja Pak" Desi menyambut.
"Haaah??? Cewek??? siapa ya temen gw yang cewek, perasaan gak ada yang tau bokap gw sakit" Gumam Rey dalam hati.
Pak Fardi pun pergi menjemput teman Rey tersebut dan ternyata.....
"Vera.....??!!" Ucap Rey kaget.
Ternyata itu Vera pacar Rey, rupanya Vera tidak pulang, dia menunggu di parkiran dan kebetulan bertemu dengan Pak Fardi, Vera menanyakan apa benar tidak di izinkan untuk berkunjung ke ruangan Pak Atmaja, dan Pak Fardi menjelaskan bahwa kunjungan itu di perbolehkan.
Sontak saja dengan refleks Rey menarik tangan Pak Fardi keluar dan menanyakannya..
"Pak kok Vera bisa ada disini??" Tanya Rey.
"Iya Den, tadi non Vera ketemu saya di parkiran dan tanya Den Rey" Jelas Pak Fardi.
"Nah terus??" Tanya Rey lagi.
"Saya jawab aja ada didalam, terus dia tanya, boleh berkunjung gak Pak ?, saya jawab aja, boleh terus saya ajak kesini Den" Jelas Pak Fardi.
"Ttciiih, Aduh Pak Fardi, yaudah deh!!" Rey sedikit marah.
"Kenapa Den??" Tanya Pak Fardi.
"haaah, Gak apa - apa" Tandas Rey.
Sementara di dalam ruangan, Desi menyambut Vera, mereka tak tahu status masing - masing di mata Rey.
"Eh adek, sini masuk dek" Ucap Desi.
"Iya Kak, Makasih" balas Vera
"Temennya Rey ya? Namanya siapa ??" Tanya Desi.
"I i iya Kak, nama saya Vera" Jawab Vera.
"Vera ya, Kakak namanya Desi, salam kenal ya" kata Desi sambil menjulurkan tangan.
Vera pun menjulurkan tangan untuk bersalaman.
Rey pun tiba - tiba masuk dan melihat mereka berjabat tangan.
"Eh udah kenalan ya??" Ucap Rey.
"Iya nih Rey, temen kamu cantik banget Rey" Ucap Desi.
__ADS_1
"Aduh mati deh gw nih, kenapa Vera gak pulang sih, ngeyel banget sih" gumam Rey dalam hati.
"Oh iya, Pak Atmaja nya lagi tidur, lagi istirahat dek, kalau mau nunggu mungkin sampai Pak Atmaja bangun" Jelas Desi ke Vera.
"Iya Kak, aku cuma gak apa - apa, aku cuma mampir bentar kok, ini juga mau balik Kak" Jawab Vera.
"Kok cepet banget dek, baru juga duduk sebentar udah mau pulang" Tanya Vera.
"Iya kak, mama udah nungguin dirumah, aku pamit ya" Jawab Vera sambil beranjak dari sofa.
"Rey anterin temennya" ucap Desi.
"Iya Mbak" jawab Rey sambil berjalan bersama Vera.
"Mbak?? kok dia panggil Mbak lagi?" Batin Desi menaruh curiga.
Terang saja Desi curiga karena baru dijodohkan dengan Rey juga baru saja Rey menikmati tubuh Desi.
Sementara itu di lorong Rumah Sakit...
"Itu siapa Kak Rey??" Tanya Vera.
"Itu siapaa??" Tanya Rey balik.
"Ih, Cewek itu siapa??" Tanya Vera kesel.
"Itu Mbak Desi, kan udah kenalan tadi" Jawab Rey.
"Iya aku tau, tapi dia siapanya Kak Rey" Tanya Vera lagi.
"Itu Sekretaris Ayah, Mbak Desi udah di anggap anak sendiri sama Ayah, makanya sampai nemenin aku ngejagain Ayah" Jelas Rey.
"Kak Rey lagi gak sembunyiin apa apa kan dari Vera, inget apa yang kita lakuin tadi malam??" Tanya Vera.
"Aku gak bakal ninggalin kamu kok" Tambah Rey.
Sedang di ruangan, Desi mencoba menanyakan perihal siapa cewek tadi yang mengaku sebagai teman Rey.
"Pak Fardi saya boleh tanya sesuatu gak?? Tanya Desi.
"Iya ada apa Non ?? Tanya Pak Fardi balik.
"Pak Fardi kenal sama cewek yang tadi, yang bilangnya temen Rey" Tanya Desi lagi.
"Setau saya sih itu temen Den Rey waktu SMA dulu, kalo gak salah sih Adek kelasnya Mbak" Terang Pak Fardi.
"Adek Kelas ?? kalau adek kelas sih gak mungkin seakrab itu apalagi sampai menjenguk Pak Atmaja, dan pastinya juga dia kenal sama Pak Atmaja" Ucap Desi dalam hati.
"Yaudah makasih info nya ya Pak" Tutup Desi.
"Iya sama - sama Non, saya permisi duduk di luar" ucap Pak Fardi seraya meninggalkan Desi sendiri.
Sekitar 15 Menit kemudian Rey tampak belum kembali ke ruangan, Desi mencoba menghubungi Rey, namun Rey tidak menjawab telepon dari Desi.
Kecurigaan Desi pun semakin menjadi, dia ingin melihat Rey ke parkiran Rumah Sakit. Namun sa'at Desi berada di pintu terlihat Rey membawa sebuah kantong plastik yang di jinjing nya.
"Eh Desi mau kemana" Sapa Rey.
"Gak kemana mana kok" Jawab Desi Judes.
__ADS_1
"Kamu dari mana Rey kok lama banget??" Tanya Desi.
"Oh ini aku sekalian beli Makan, ini kan udah lewat waktunya makan siang juga, siapa tau Desi dan Pak Fardi Lapar" Jelas Rey sambil memperlihatkan barang bawaan nya.
"Aku mau tanya sesuatu deh Rey" Desak Desi.
"Waduh tanya apalagi nih, jangan jangan tentang Vera, pada kenapa sih nih cewek cewek, bawaan nya curiga aja" Ucap Rey dalam hati.
"Iya apa tuh Des??" Tanya Rey balik.
"Vera itu teman kamu??" Tanya Desi lagi.
"Iya itu temen aku waktu SMA" Jawab Rey.
"Tapi dia adek kelas kamu kan??" Tanya Desi lagi.
"I i iya siiih??" Jawab Rey terbata.
"Dia tinggal dekat komplek kamu??" Tanya Desi semakin intens
"Gak sih, agak jauh, kenapa sih nanya dia??" Tanya Rey balik.
"Cuma pengen tau aja sih" Tutup Desi.
"Kemungkinan dia pernah pacaran atau mantan, logikanya sih dia adek kelas, rumahnya juga agak jauh, gak mungkin dong bisa sedekat dan seakrab itu sama Rey, Rey pasti sembunyiin sesuatu nih" Batin Desi.
"Yaudah ayo kita makan aja Des, sekalian ajak Pak Fardi" Tutur Rey.
Mereka bertiga pun makan siang bersama di dalam ruangan perawatan, setelah selesai makan Pak Fardi harus pulang untuk bertemu keluarga karena memang hari ini hari Minggu.
"Den Tey saya pamit pulang sebentar, saya mau liat keadaan Istri dan anak, mungkin ntar selesai Magrib saya balik, ini kunci mobil nya Bapak" Jelas pak Fardi.
"Gak apa apa Pak, pakek aja mobil nya sama pak Fardi, biar pak Fardi juga gak keluar biaya buat bolak balik, dan ini juga ada sedikit buat Pak Fardi" Jawab Rey sambil memberikan Uang 300 Ribu.
"Terima kasih Den, Saya pamit dulu" Ucap Pak Fardi sambil meninggal kan mereka berdua.
Kini di ruangan tersebut hanya tersisa mereka berdua lagi dan Pak Atmaja yang masih terbaring.
Suasana menjadi hening kembali, tiba - tiba Desi menyapa Rey agar suasana lebih baik.
Desi hanya menanyakan bagaimana Sekolah Rey dan seperti apa hari hari Rey saat masih bersekolah.
Rey pun hanya menjawab seadanya saja, mengingat kecanggungan yang terjadi serta kecurigaan Desi, jangan sampai Rey terjebak dengan pertanyaan Desi.
Setelah cukup lama mengobrol Desi tampak mengantuk dan mencoba untuk tidur, Rey menggeser badannya ke ujung sofa agar Desi bisa berbaring.
Melihat Desi dalam posisi tersebut, Rey mengambil inisiatif untuk membiarkan Desi tidur di pangkuannya.
"Desi tidur disini aja, Kepala nya sini" Ucap Rey sambil menepuk pahanya.
"Gak apa apa nih" Tanya Desi.
"Ya aku kan udah nawarin nih, ya tentu gak apa apa" Jawab Rey.
Desi pun langsung memutar posisi dan meletakkan kepalanya di pangkuan Rey untuk tidur.
Dengan posisi Desi di pangkuan Rey mereka saling bertatap satu sama lain. Mereka hanya terdiam menatap satu sama lain.
Rey kemudian terpesona akan kecantikan Desi dan memandang bibir nya yang merona, Rey kembali memberanikan diri untuk mencium Desi, dan Desi memejamkan mata bertanda menerimanya.
__ADS_1
Saat bibir mereka hampir bersentuhan, tiba - tiba terdengar suara memanggil.
"Rey, Rey".....-