
Sekitar pukul 17:00 sore Rey terbangun dan langsung bangkit menuju ke toilet dan setelah itu duduk di teras depan rumah, terlihat Pak Fardi sedang mencuci mobil Rey.
"Pak..?" Panggil Rey.
"Iya ada apa Den" Jawab Pak Fardi sambil menghampiri Rey.
"Mobil lama saya udah ada tawar pak?" Tanya Rey.
"Pas banget kebetulan Den nanya, ada teman saya yang nawarin kemarin, saya belum ada kesempatan kasih tau Den" Jawab Pak Fardi.
"Dia minta berapa Pak??" Tanya Rey.
"470 juta Den" Jawab Pak Fardi.
"Yaudah kasih aja Pak, Nanti 20 nya buat Pak Fardi" Ucap Rey.
"Apa gak kebanyakan buat saya Den" Ucap Pak Fardi.
"Gak apa apa Pak, terima aja, saya serahin semua urusannya ke Pak Fardi, nanti surat suratnya saya kasih" Ucap Rey.
"Iya Den, makasih banyak, saya lanjutin cuci mobil dulu" Ucap Pak Fardi.
Rey hanya duduk dan menikmati suasana sore hari di teras rumah sambil menghisap rokoknya sampai hari mulai gelap. Kemudian Rey memutuskan untuk keluar makan malam di luar.
"Gabut banget, keluar makan aja deh" Gumam Rey.
Kemudian Rey menuju garasi dan memilih keluar menggunakan motornya. Dia menuju ke sebuah warung lalapan di pinggir jalan dan memilih makan disana.
"Makan Ikan bakar enak kali ya" Gumam Rey.
Selanjutnya Rey memesan Ikan Bakar dan menyantapnya disitu, setelah selesai makan Rey hanya jalan jalan santai keliling kota. Perjalanannya terhenti di sebuah angkringan yang cukup ramai pengunjung, dia pun juga ikut memesan kopi dan gorengan, saat tengah asyik menikmati kopinya di temani angin malam dia di kejutkan dengan panggilan seseorang.
"Rey" Ucap orang tersebut.
Rey pun dengan refleks menengok ke arah suara, Rupanya itu perawat yang dulu di rumah sakit saat perawatan Ayahnya yaitu Rini.
"Rey kamu apa kabar??" Tanya Rini.
"Baik baik, kamu gimana??" Tanya Rey.
"Aku juga baik" Jawab Rini.
Kemudian Rini berbisik ke Rey...
"Mampir ke kost ku yuk" Bisik Rini.
Rey sudah tahu maksud dari ajakan Rini.
"Aduh Rin, besok aku ada kesibukan, mau belanja bahan ospek" Jawab Rey.
"Kamu mau masuk kuliah?" Tanya Rini.
"Iya, di Telkom Univercity" Jawab Rey.
__ADS_1
"Wih kampus keren tuh" Ucap Rini.
"Iyaa Rin" Jawab Rey.
Kemudian Rini kembali berbisik ke Rey.
"Ayolah Rey, mampir bentar aja ke kost aku" Ajak Rini.
"Bentar juga gak apa apa" Tambah Rini.
"Iyaa bentar aja ya" Ucap Rey.
"Iyaa ayok sekarang" Ucap Rini.
"Bentar aku ambil motor dulu" Ucap Rey.
"Kamu bawa motor??" Tanya Rini.
"Iyaaa, lagi males aja pakai mobil" Ucap Rey.
"Iyaa buruan ya Rey" Ucap Rini.
Kemudian Rey mengikuti ajakan Rini untuk ke kostnya. Sesampai kost Rini langsung mengajak Rey masuk ke kamarnya. Rini dengan segera mematikan lampu kamar dan mengunci pintu.
"Kamu pasti tau kan maksud aku ngajak kamu kesini" Ucap Rini.
"Iya iya aku tahu" Jawab Rey.
Rey yang kebetulan cukup lama tidak melakukan hal itu lagi dengan senang hati melayani keinginan Rini. Tanpa basa basi mereka langsung bergulat dengan penuh naf*su.
"Makasih ya Rey, kamu emang hebat, itu yang aku suka dari kamu, kamu selalu buat aku puas" Ucap Rini.
"Kamu bisa aja Rin" Jawab Rey.
"Seriusan Rey, sentuhan kamu aja bikin aku melayang" Ucap Rini.
"Eh ngomong ngomong tadi kamu kan belum sempat abisin kopi kamu di angkringan, aku buatin kopi ya" Tawar Rini.
"Gak apa apa Rin, gak usah" Ucap Rey.
"Tapi kamu temenin aku ngobrol sebentar ya, rasanya aku kangen banget sama kamu, dan kebetulan aku ketemu kamu tadi" Ucap Rini.
"Iya iya" Jawab Rey.
Rey dan Rini mengobrol ringan berdua hingga waktu tak terasa sudah pukul 11:00 malam.
"Rin udah jam 11 nih, aku mau balik dulu ya" Ucap Rey.
"30 menit lagi Rey" Ucap Rini memohon.
"Iya deh 30 menit" Jawab Rey.
"Rey, liat aku bentar" Ucap Rini.
__ADS_1
Rey kemudian menatap ke arah Rini.
"Aku sangat menginginkan kamu Rey, tapi aku sadar status kita itu sangat jauh berbeda, mungkin dengan cara yang lakuin ini entah benar atau salah rasa aku ke kamu tersalurkan" Ucap Rini.
Rey tak dapat membalas perkataan Rini tersebut. Kemudian Rey memegang kedua pipi Rini dan langsung mengecup bibirnya, Rini pun membalas kecupan Rey, dan mereka menjadi panas kembali, tanpa mematikan lampu round kedua dari permainan mereka kembali di mulai.
Sekitar 15 menit permainan itu dilakukan, dan Rey merasa sangat lelah, seperti biasa Rey pun tertidur di kost Rini. Rini pun tak ada niatan untuk membangun kan Rey dan membiarkannya tertidur, bahkan Rini juga ikut tidur bersama Rey.
Keesokan pagi pun datang dan dengan terkejut Rey bangun dan melihat sekeliling, rupanya Rini telah selesai mandi dan selesai berpakaian.
"Rin kok tadi malam gak bangunin aku sih" Tanya Rey.
"Aku gak tega bangunin kamu Rey, kamu keliatan capek banget dan langsung tidur" Jawab Rini.
"Jam berapa sekarang" Tanya Rey lagi.
"Baru jam 06:15 pagi" Jawab Rini.
"Aku harus buru buru pulang" Ucap Rey.
"Iya gak apa apa Rey, aku juga mau berangkat piket" Jawab Rini.
Rey pun dengan segera mengenakan pakainnya, kemudian mencuci muka dan langsung ingin pamit pulang.
"Kamu gak apa apa aku tinggal kan" Ucap Rey.
"Iya aku naik ojol juga, kamu buruan pulang ya" Ucap Rini.
Rini pun telah selesai berdandan dan siap siap berangkat kerja. Dengan cepat Rey mengambil motornya dan bergegas pulang. Setelah kepulangan Rey, Rini kemudian di jemput oleh seorang laki laki yang sebaya dengannya yang rupanya itu pacarnya Rini.
"Kamu ngapain jemput aku" Ucap Rini keras.
"Udah kamu naik aja, aku udah tau semuanya" Jawab Pacar Rini.
"Aku gak mau, aku udah pesan ojol, kamu pergi aja sama selingkuhan kamu!!" Bentak Rini.
"Kamu ini!!!" "Plak" Ucapan pacar Rini sambil menampar nya.
"Kamu pikir aku gak tau kamu bawa nginap cowok lain ke kostmu" Ucap Pacarnya.
"Kamu mikir ya, kamu bisa selingkuh sama cewek lain, kamu pikir aku juga gak bisa" Balas Rini.
"Dasar Cewek murahan, kamu tidur dengan sembarangan cowok" Ucap Pacar Rini.
"Kamu gak usah sok tau, aku kenal dia lebih dulu dari kamu, kamu inget kamu dulu yang ngejar ngejar aku, kamu ngemis ngemis sama aku, tapi kamulah duluan yang selingkuhin aku" Jawab Rini.
"Aku bakalan cari tu cowok, ku kasih pelajaran dia" Ucap Pacarnya.
"Kamu gak punya urusan ya sama dia, dan mulai sekarang kita gak punya urusan lagi, kita PUTUS!!!" Ucap Rini.
"Oke kalau itu mau kamu, tapi liat aja ntar" Ancam pacarnya.
Beberapa saat kemudian Ojol pesanan Rini datang, dia segera naik dan meninggalkan pacarnya sendirian.
__ADS_1
Sementara itu Rey yang dalam perjalanan pulang sebentar lagi sampai rumahnya, dia tak tahu bahwa Rini telah bertengkar dengan pacarnya dan akan di incar oleh pacar Rini.
Beberapa saat kemudian Rey tiba dirumahnya dan langsung masuk untuk mandi dan mengganti pakaian kemudian menghubungi Windi.