Duda Muda Idola Wanita

Duda Muda Idola Wanita
Kenikmatan di Ruang Rawat


__ADS_3

Rey dan Bayu masing masing menghadang kedua wanita itu. Rey harus menyuruh Vera untuk segera pulang, tapi dia tak dapat memberikan alasan yang masuk akal, dan Bayu masih sibuk menghadang langkah Desi.


"Rey kemana??" Tanya Desi.


"Ke, ke toilet tadi, iya ke toilet" Jawab Bayu.


"Oh iya cepetan balik ya, soalnya ada dokternya tuh" Jelas Desi.


"Oke Mbak Desi, secepatnya kami balik, Mbak balik dulu aja, aku tungguin Rey" Jawab Bayu.


Sementara itu Rey masih berseteru dengan Vera perihal kenapa dia menarik Vera terburu buru, Vera pun curiga dan menanyai Rey.


"Sikap Kak Rey kok tumben kayak gini, apa Kak Rey ada yang di sembunyiin dari Vera?" Tanya Vera.


"Gak ada sama sekali Sayang" Rey mengelak.


"Ayah belum bisa di jenguk sekarang, aku juga lagi pusing dan stress sama semua ini, kamu juga curiga sama aku, aku bener bener pusing" Tambah Rey.


Bayu pun menghampiri Rey dan memberi kode kalau Desi telah kembali ke ruangan perawatan.


"Eh Rey yuk balik, Dokternya udah nunggu" Ucap Bayu.


"Kak Bayu itu tadi siapa ??" tanya Vera.


"Yang mana ya ???" Jawab Bayu.


"Yang sama Kak Bayu Tadi" Tanya Vera lagi.


"Kamu salah liat kali" Elak Bayu.


"Sayang kamu pulang dulu, Kak Rey mau ketemu dokternya Ayah, kamu boleh datang besok" Jelas Rey.


"Iya Kak, Vera balik dulu" Seraya pergi meninggalkan Rey dan Bayu.


"Hampir Aja" Ucap Rey sambil mengelus dadanya.


"Yaudah ayo cepet balik" Ucap Bayu.


Rey dan Bayu kembali ke ruangan dan bertemu Dokter Adit kembali.


"Mas Rey setelah di lakukan pengecekan dan hasil dari Lab Radiologi, Pak Atmaja harus di rawat secara intensif dan tidak di anjurkan untuk pulang dulu ya" Jelas Dokter Adit.


"Baik Dok" Jawab Rey singkat.


"Tenang aja Rey, Aku udah ambil cuti buat ngejagain bapak" Ucap Desi.

__ADS_1


"Waaduh gawat nih, Vera bakal dateng besok, sementara Desi bakal stay disini terus" tutur Rey dalam hati.


"Rey, kamu baik baik aja kan???" Tanya Desi.


"Eh iya Des, aku baik baik aja" Tandas Rey.


Dokter pun meninggalkan ruangan, Rey dan Bayu kembali duduk di sofa, serta Desi duduk di dekat Ayah Rey.


"Anterin gw pulang dong, Nyokap ada perlu ama gw nih, gw dari pagi ngilang gak pamit sama orang rumah" Bayu minta pulang.


"Aduh capek gw Yu, lu bawa pulang Mobil gw aja, balikin nya kapan kapan, disini masih ada mobil bokap sama pak Fardi" Jelas Rey.


"Siap Tuan Muda, boleh pakek ngapel ke rumah cewek gw nih" Tutur Bayu.


"Terserah deh, adal jangan lu jual aja tu Mobil" Tambah Rey


Dengan sigap Bayu langsung mengambil kunci mobil dan pulang, Tersisa Rey dan Desi juga Pak Atmaja yang terbaring.


Suasana seketika hening tanpa suara ketika hanya mereka berdua yang tersisa.


Tiba - tiba Desi menghampiri Rey yang duduk di Sofa. dan duduk di samping Rey, kemudian memegang tangan Rey.


"Rey kamu yang kuat ya" Ucap Desi.


Rey pun menoleh ke arah Desi, wajah mereka dekat, hingga jantung Rey berdetak cepat.


Tanpa mereka sadari mereka terbawa suasana sepi dan sunyi dalam ruangan, dan Rey mulai berani maju dan ingin memeluk Desi.


Tak disadari Desi merespon dan melakukan hal yang sama, Tak terelakan Rey dan Desi pun berciuman di ruangan tempat Ayahnya di rawat.


Rey dan Desi terbawa suasana dan tanpa disadari mereka berdua melakukannya tepat di sofa di sebelah Ayahnya yang terbaring sakit Rey tak lupa mengunci pintu dan menutup gorden jendela. Kejadian itu berlangsung sekitar 15 menit dan tak ada satu pun orang yang datang baik dokter ataupun perawat, kondisi sangat sepi.


Setelah mereka selesai membersihkan diri di toilet Rey dan Desi kembali duduk di sofa dan hanya terdiam.


"Desi, maaf ya aku terbawa suasana" Rey memecah keheningan.


"Aku juga Rey, aku juga minta maaf" Balas Desi.


"Menurut kamu tentang perjodohan kita??" Tanya Rey.


"Bukannya aku mandang harta atau kekayaan Rey, mungkin ini udah.... Gimana ya ngomongnya, nanti kamu bakal tau sendiri" Jawab Desi.


"Bakal tau sendiri?? Maksud kamu gimana Des?" Tanya Rey lagi.


Desi hanya terdiam dan tak menjawab, sementara Rey masih penasaran dengan ucapan Desi. Di satu sisi Rey juga masih bingung kenapa Ayahnya tiba tiba menjodohkannya, sementara di satu sisi Rey mempunyai pacar dan baru saja semalam melakukan hubungan terlarang, Rey yang sudah terlanjur memberi tahu kalau dia tak punya pacar harus terus melakukan sandiwaranya.

__ADS_1


"Terus kamu mau aja di jodohkan??" Tanya Rey tiba tiba.


"Sebenarnya aku sih ingin mengejar Karier dulu, tapi mau gimana lagi" Balas Desi.


"Apa kamu gak punya pacar atau temen deket gitu Des??" Tanya Rey lagi.


"Sama seperti kamu Rey, aku kurang ngurusin hal yang menyangkut tentang Asmara" Jawab Desi.


"Waduh Qoute bohongan gw malah diikuti lagi" Gumam Rey dalam hati.


"Iya juga sih, berarti kita sama" Ucap Rey.


Kejadian dengan Vera membuat kepribadian Rey sedikit berubah, dia yang sebelumnya boleh dikatan sebagai orang yang pandai berbohong dan merayu wanita kini menjadi sangat terbalik.


"Orang tua kamu datangnya hari selasa kan Des??" Tanya Rey.


"Iya, emangnya kenapa?? Udah gak sabar ketemu calon mertua??" Rayu Desi.


"Iya dong" Jawab Rey berusaha meyakinkan Desi meskipun itu hanya pengalihan saja.


"Apa kamu udah siap buat Nikah terus bangun rumah tangga Rey, terbilang kamu masih sangat muda Rey" Tanya Desi.


"Kalau itu aku sih belum tau Des, kan Ayah yang tiba tiba jodohin aku sama kamu" Jawab Rey.


"Sebenarnya aku pengen Kuliah dulu, tapi ini aku udah di jodohin dan bakal di jadiin penerus perusahaan Ayah" Tambah Rey.


"Kita liat aja ntar Rey, gimana baiknya, lagian kita juga gak tau kapan kita bakal Nikah" Ucap Desi.


"Kamu kok bisa langsung jadi Sekretaris Ayah, bisa dibilang pengalaman kamu kerja kan masih dikit, kamu kan Fresh Graduate??" Tanya Rey.


"Setelah lulus Kuliah aku diminta Bapak ku untuk ngelamar di perusahaan Pak Atmaja, hanya sebagai karyawan biasa, tapi Pak Atmaja langsung ngasih posisi sekretaris ke aku" Jelas Desi.


Rey semakin heran tumbuh rasa penasaran kenapa Desi yang Fresh Graduate langsung bisa jadi sekretaris dan bahkan kini di jodohkan dengannya dan bakal menjadi istrinya.


"Kamu heran gak sih kenapa semuanya bisa pas kayak gini?" Tanya Rey.


"Pas gimana maksud kamu Rey??" Tanya Desi.


"Iyaa, dari kamu yang langsung jadi sekretaris terus sekarang jadi calon istri ku" Jelas Rey.


"Aku juga bingung Rey, aku cuma ngejalaninnya aja, toh semuanya baik baik aja" Ucap Desi.


Rey merasa Desi tahu semuanya dan ada banyak hal yang disembunyikan Desi, tapi Rey tak ingin menekan Desi dengan berbagai pertanyaan. Dan juga Rey baru saja mendapatkan kenikmatan dari Desi.


Dalam kurang dari 24 Jam Rey mendapatkan 2 kenikmatan dari wanita cantik, baik dari pacar dan calon istri nya, semuanya benar merubah kehidupan Rey.

__ADS_1


Suasana kembali hening mereka kemudian kembali terdiam, hanya terdengar suara dari alat elektronik yang mengontrol status jantung Pak Atmaja.Tiba - tiba ketukan pintu terdengar dari luar


"tok tok tok............-


__ADS_2