Duda Muda Idola Wanita

Duda Muda Idola Wanita
Bencana


__ADS_3

Beberapa bulan pun berlalu, Kini Rey telah menyelesaikan persiapan untuk masuk ke Universitas.


Terlihat dia bersama temannya Bayu yang ternyata akan berkuliah di Universitas yang sama.


"Eh Rey gw kemaren ketemu sama Vera tau" Ucap Bayu.


"Iya juga ya, terakhir gw ketemu dia beberapa bulan lalu saat pemakaman bokap" Jelas Rey.


"Katanya dia lost contact ama lu Rey" Ucap Bayu lagi.


"Iyalah kayak nya dia udah tau kalau gw udah Nikah" Jelas Rey.


"Nah, pas di umumin sama bapak bapak yang di rumah lu tu dia denger, terus dia lari keluar, sakit ati banget kayaknya" Ucap Bayu.


"Ah gak usah di bahas, itu udah masa lalu, sekarang gw mau serius kuliah, buat nerusin perusahaan bokap" Jelas Rey.


"Tapi Vera pengen ketemu lu Rey, penting katanya" Jelas Bayu.


"Ngapain ketemu gw??" Tanya Bayu.


"Ya kagak tau, gw cuma di bilangin gitu" Jawab Bayu.


Akhirnya obrolan mereka terhenti saat sebuah mobil lewat dan hampir menyerempet.


"Woy punya mata gak lu" Ucap Bayu keras.


Kemudian pengemudi mobil itu turun, ternyata seorang Pria berusia sekitar 28 tahun.


Dan langsung menghampiri mereka berdua.


"Lu Rey kan??" Tanya Pria tersebut.


"Iya kenapa??" Jawab Rey.


Tiba tiba tanpa disadari Rey, Bogem mentah melayang di wajahnya.


"Gubraaaakkk!!!!" Rey terjatuh.


Bayu yang melihat itu pun tak tinggal diam, Bayu mencoba memukul pria tersebut, tapi dia berhasil mengelak.


Kejadian itu disaksikan oleh orang orang sekitar dan mulai berkerumun di tempat kejadian.


"Woy anjeng, ngapain lu dateng dateng langsung mukul" Ucap Bayu.


"Gw gak ada urusan sama lu ya, gw punya urusan sama cowok brengsek ini" Ucap pria tersebut.


Rey pun bangkit dan langsung bertanya.


"Urusan lu sama gw apa, tiba tiba lu langsung mukul gw" Tanya Rey.


Pria itu langsung menghampiri Rey, dengan kesal dia mencoba memukul Rey lagi, tapi pukulan itu berhasil di tangkis Rey.


"Urusan lu apa hah??" Tanya Rey berteriak.


"Masih nanya lu ya??" Ucap Pria itu.

__ADS_1


"Sini biar gw jelasin ya" Tambah pria itu.


"Kenalin gw Ilham, Gw Kakaknya Vera" Ucap Ilham.


Sontak saja Rey dan Bayu terkejut, tak tahu kalau Vera punya Kakak laki laki.


"Terus masalah apa??" Tanya Rey.


"Lu udah bikin Adek gw Hamil dan lu harus tanggung jawab" Ucap Ilham.


Rey lebih terkejut dan kaget lagi mendengar berita itu.


"Dan lu harus tanggung jawab" Tambah Ilham.


"Haaah ?? Vera Hamil ??" Ucap Rey.


"Benar, dan kamu gak akan bisa lari kemana pun untuk menghindar dari tanggung jawab" Tambah Ilham.


Rey pun kembali mengingat kejadian di malam itu di rumah Vera, bahwa dia telah berhungan badan dengannya, dan telah melepas ****** ***** nya ke dalam rahim Vera.


"Vera saat ini masih sekolah, meskipun sebentar lagi Vera akan Lulus,tapi tetap ini menjadi aib keluarga, dan kami sangat merasa dipermalukan oleh kejadian ini" Ucap Ilham.


"Gw harus bagaimana, sedangkan gw udah punya istri" Ucap Rey dalam hati.


Ternyata ini sebabnya Vera mencari Rey, saat ini Vera tengah mengandung buah cinta nya bersama Rey.


"Hey!! kamu kok diam saja hah??, ingat kamu harus mempertanggung jawabkan perbuatan kamu, entah bagaimana pun" Jelas Ilham.


Rey tak bisa menjawab sama sekali, dia sangat bingung, kalau sampai Desi tahu semuanya akan hancur.


"Gw juga ikut, gw sebagai saksi Rey" Ucap Bayu.


"Lu bawa mobil gw yu, gw sama dia aja" Ucap Rey.


Ilham langsung membawa Rey ke rumahnya diikuti juga oleh Bayu, Sesampai di rumah Ilham, rupanya disana sudah menunggu Vera dan Orang Tuanya.


Dan yang lebih mengejutkan lagi, Ternyata Desi pun ada disana beserta Mertua Rey. Rupanya Ilham sudah mengunjungi rumah Rey dan memberi tahu semuanya kepada Desi dan Mertuanya.


Rey makin terkejut dan malu, serasa ingin menghilang dari dunia.


Rey di persilahkan Duduk di kursi, semua mata tertuju pada Rey.


"Rey, ini kok bisa kayak gini Rey, tolong jelasin semuanya Rey" Ucap Desi sambil menangis.


Terlihat Vera juga hanya menunduk dan tak ingin berbicara.


Rey pun menceritakan awal semua kejadian...


"Desi, ma'af sebelumnya, jadi Vera emang pacar Rey saat itu, dan kami melakukan hubungan tepat di malam sebelum Ayah masuk Rumah Sakit" Jelas Rey.


"Sebenarnya saat itu aku juga gak mau semuanya terjadi, dan juga saat dijodohkan aku hanya ingin menuruti keinginan terakhir Ayah" Tambah Rey.


"Biarin Vera yang mengalah, karena Vera gak ingin merusak rumah tangga orang, Vera akan menggugurkan kandungan ini" Ucap Vera.


"Nggak Dek, kamu harus tetap jaga kandungan kamu, apa perlu kita tinggal bersama??" Ucap Desi.

__ADS_1


"Nggak perlu, adik saya tidak mungkin di Madu" Jawab Ilham.


"Saya juga tiduk setuju kalau kamu harus berbagi Suami Desi" Ucap Ibunya Desi.


"Maaf ya Nak Rey, bukannya Ibu tak ingin rumah tangga kalian hancur secepat ini, tapi kamu sebagai laki laki harus bertanggung jawab atas semua perbuatanmu" Tambah Ibu Desi.


Rey merasa sangat bingung dia tak dapat mengambil keputusan.


"Saya tidak mau tahu, Rey harus menikahi Vera" Ucap Ilham Arogan.


"Apalagi ini di dasari suka sama suka saat melakukan hubungan, jadi Rey harus bertanggung jawab" Tambah Ilham.


"Rey, sepertinya rumah tangga kita hanya sesingkat ini, mungkin aku memang bukan jodoh yang ditakdir kan buat kamu, saat ini aku juga belum hamil, dan besok aku akan mengurus berkas perceraian kita" Ucap Desi sambil meneteskan air mata.


Rey tetap terdiam dan tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.


"Aku akan mengemasi barang barang dan ikut bersama Bapak Ibu, aku juga akan mengurus surat resign ku dari kantor" Tambah Desi.


"Kamu tinggal tanda tangan aja semuanya, dan tentang semua harta gono gini, aku tak akan memperkarakannya, karena semua itu peninggalan Pak Atmaja" Jelas Desi.


"Aku pamit" Tutup Desi sambil melangkah keluar.


Rey bahkan tak bergerak sedikit pun, di hati nya ingin sekali mengejar Desi untuk tak melakukan semuanya, tapi kaki Rey tak mampu beranjak.


"Rey kamu baik baik ya" Ucap Bapak dan Ibu Desi yang mengikuti Desi untuk pulang.


"Gw pulang juga ya Rey" Ucap Bayu.


Bayu pun ikut pulang meninggalkan Rey bersama keluarga Vera karena merasa tak enak.


"Rey jadi bagaimana, lu itu jangan diam aja, lu itu laki laki Rey" Ucap Ilham.


"Saya mau mengurus Rumah Tangga saya dulu, setelah semua urusan dengan istri saya selesai saya janji balik kesini dan menikahi Vera" Ucap Rey.


"Oke, gw pegang kata kata lu, gw kasih lu waktu 1 minggu buat nyelsainnya, kalau lu gak balik lagi, inget lu, idup lu gak bakalan tenang" Ucap Ilham.


"Kak Rey maaf, Vera gak bermaksud buat rumah tangga Rey kayak gini" Ucap Vera.


Rey hanya memandang Vera dan tak menjawabnya.


"Baiklah lu boleh pulang, tapi ingat jangan sampai lu ngilang" Ucap Ilham.


Rey pun pamit pulang dan meninggalkan rumah Vera, dan menyusul Desi dengan segera di rumahnya.


Sesampai dirumah Rey melihat Desi tengah menangis tersedu, dan Rey menghampiri Desi.


"Desi maafin aku, tapi ini terjadi sebelum aku kenal kamu" Ucap Rey.


"Cukup Rey, aku gak mau dengar lagi, semuanya sudah jelas, kalau saat itu kamu jujur sudah punya pacar, aku juga tidak mau dijodohkan Rey, bahkan kamu juga menikmati tubuhku sebelum kita menikah" Jelas Desi.


"Aku mau balik ke kontrakan aku yang dulu sama Bapak ibu, besok kamu tinggal tunggu surat Cerai dari aku beserta surat resign ku" Tambah Desi.


Desi pun membawa seluruh barangnya dan kedua orang tua Desi hanya bisa memandang Rey saja.


Desi pun pergi dari rumah Rey dengan deraian air matanya.

__ADS_1


Rey sangat merasa terpukul dan menyesal, tapi apalah daya semuanya sudah terjadi...-


__ADS_2