
Keesokan harinya Windi masuk shift siang atau pukul 03:00 setelah libur, dia belum mendapat kabar dari Rey. Meskipun dia agak malu untuk bertemu Rey. Windi pun fokus untuk bekerja. Berselang beberapa saat ada seorang pembeli...
"Rokok A Mild nya 1 Mbak" Ucap Pembeli.
"Baik Pak, totalnya Rp 32.000" Jawab Windi.
Windi memberikan rokok itu ke pembeli yang ternyata itu Rey.
"Kak Rey" Ucap Windi sambil terkaget.
"Iyaa Win"Jawab Rey.
"Kok gak bilang bilang kalau mau datang Kak" Ucap Windi.
"Bilangnya gimana coba, nomor kamu aja aku gak punya" Jawab Rey.
"Eh ngomong ngomong aku udah bicara sama Manager di kantor kamu langsung kalo kamu bakalan cuti 3 hari kedepan" Ucap Rey.
"Kok bisa Kak?" Tanya Windi.
"Ya gitu aja pokoknya" Jawab Rey.
Rey belum mamberi tau ke Windi siapa sebenarnya dia, meskipun Windi sudah tau siapa identitas Rey sebenarnya. Windi pun menuruti perkataan Rey.
"Beda banget ya sama kita ketemu pertama disini" Ucap Rey.
"Gak usah di bahas ah Kak, aku jadi gak enak sama Kak Rey" Balas Windi.
"Jadi kapan kita jemput Ibu kamu buat di bawa ke Rumah Sakit?" Tanya Rey.
"Aku sih pengen secepatnya Kak" Balas Windi.
"Jadi sekaranga kamu boleh ambil tas sama barang kamu sekarang, kita jemputnya sekarang"Jelas Rey.
"Sekarang Kak? Kerjaan aku gimana" Jawab Windi.
"Tenang aja, aku udah atur semuanya"Ucap Rey.
Windi pun izin dengan pimpinan shiftnya, dan mengambil barangnya di loker. Pimpinan shift yang sudah mendapat info dari atasan bahwa Windi akan izin pulang menyetujuinya.
Beberapa saat kemudian Windi keluar dari ruang karyawan dan menemui Rey yang sudah menunggu di parkiran.
"Udah ya Win??" Tanya Rey.
"Udah Kak, kita berangkatnya kapan?" Tanya Windi balik.
"Ya sekarang Win"Jawab Rey.
"Tapi kampung aku lumayan jauh Kak, 2 jam perjalanan hanya untuk perginya aja, belum baliknya"Jelas Windi.
"Gak apa apa, yang penting kita udah sampai sana" Ucap Rey.
"Tapi Kak Rey gak apa apa nih, gak ada yang nyari atau apa?" Ucap Windi.
"Kamu tenang aja, Aku bebas kemana aja kok"Jawab Rey.
__ADS_1
Rey dan Windi pun setuju untuk pergi ke kampung Windi sore itu juga. Rey mampir di SPBU untuk mengisi bahan bakarnya full tank.
"Kak boleh gak mampir ke kos bentar buat ganti baju Kak" Tanya Windi.
"Ya boleh lah Win, kamu tunjukin jalannya aja" Jawab Rey.
Rey mengantar windi menuju ke kos nya untuk mengganti pakaian terlebih dahulu, sesampai di kos, Windi buru buru turun untuk mengganti pakaian sementara Rey menunggu di mobil, beberapa saat berselang Windi keluar dengan outfit kekinian yang melengkapi tampilannya yang manis.
Kemudian Rey memberitahukan ke Windi bahwa dia juga ingin mampir ke rumah nya untuk ganti baju, dan Wini menyetujuinya, mereka pun menuju ke rumah Rey. 10 menit berselang mereka tiba di rumah Rey. Rey memasukkan mobilnya ke halaman depan garasi, Windi terkagum melihat rumah Rey yang megah, mewah, dan sangat luas.
"Ayo Win turun dulu" Ucap Rey.
"Aku nunggu di sini aja Kak" Jawab Windi.
"Gak apa apa Win, di dalam ada istrinya Pak Fardi kok" Ucap Rey.
Windi pun ikut masuk dengan Rey ke dalam rumahnya, setelah sampai di dalam rumah, Windi pun makin terkagum melihat se isi rumah Rey yang di penuhi barang barang mewah, dan ruangan yang terasa begitu luas.
"Tunggu bentar ya aku ke kamar ganti baju dulu, kamu duduk aja bentar" ucap Rey.
"Iya Kak" Jawab Windi merasa canggung.
Tak lama berselang Rey pun keluar dari kamarnya dan menemui Windi di ruang tamu.
"Ayo Win, aku udah siap, kita berangkat" Ucap Rey.
"Ayo Kak" Jawab Windi.
Tepat saat mau masuk mobil Rey bertemu dengan Pak Fardi.
"Iya Den" Jawab Pak Fardi.
Mereka pun masuk ke mobil dan memulai perjalanan ke kampung Windi.
"Itu tadi siapa Kak" Tanya Windi.
"Itu dulunya supir Ayah aku, sekarang sih karena Ayah udah gak ada Pak Fardi bisa di bilang yang jagain sama bersihin rumah sama istrinya" Jelas Rey.
"Aku turut berduka ya Kak atas kepergian Ayah Kak Rey" Ucap Windi.
"Iya Win, itu juga udah cukup lama kok" Jawab Rey.
"Eh kamu nunjukin jalannya ya" Tambah Rey.
"Iya Kak, Kak Rey aku boleh tanya sesuatu gak sama Kak Rey" Ucap Windi.
"Iya apa Win" Tanya Rey balik.
"Kok Rey kok baik banget sih sama aku??" Tanya Windi.
"Aku itu tersentuh karena perjuangan kamu, karena kerja keras kamu, di saat orang orang seusia kamu seneng seneng, kuliah, main main, kamu kerja keras buat keluarga kamu, satu hal lagi aku sayang sama Windi" Jelas Rey.
Windi tersipu malu karena ucapan Rey yang memujinya, di bahkan tak menyadari kalau Rey mengatakan Sayang kepada nya.
"Win kamu kok diem aja, kamu denger kan apa yang aku bilang??" Ucap Rey.
__ADS_1
"Iya Kak, aku denger kok" Balasnya.
"Terus aku tadi terakhirnya ngomong apa?" Tanya Rey.
"Aku kerja keras buat keluarga??" Jawab Windi.
"Yang satu nya Win" Ucap Rey.
"Denger yaaa, yang satu hal lagi aku sayang sama kamu" Ucap Rey jelas.
Kemudian Windi menatap ke arah Rey setelah dia mendengar kalau Rey menyayanginya.
"Kak Rey aku gak salah denger??" Ucap Windi.
"Gak Win, Aku sayang kamu, Jelas kan" Balas Rey.
"Apa aku emang pantas di sayangi Kak??" Tanya Windi.
Kemudian Rey berhenti dan meminggirkan mobilnya, dan menghadap ke arah Windi.
"Win, dengerin aku, Aku sayang sama kamu, kamu mau jadi orang yang spesial buat aku" Ucap Rey.
"Kak Rey serius, ntar apa kata orang orang, Kak Rey sama aku, aku cuma kerja kasir Kak, Kak Rey orang yang puas dengan harta melimpah, status kita jauh Kak" Jawab Windi.
"Win, aku gak peduliin kata orang, siapa juga orang yang mau ngurusin kita Win, kamu tenang aja, kamu bakal aku buat sebagai ratu di kehidupan aku" Jelas Rey.
"Kak Rey serius kan ini, jangan sampai orang orang menilai aku cuma ngincer harta Kak Rey" Ucap Windi.
"Win kamu gak usah mikir yang macem macem kayak gitu deh, udah Win kamu gak usah berpikiran kayak gitu lagi, sekarang kamu mau kan Jadi Pacar ku, Kita jalanin mulai sekarang" Tanya Rey harap Cemas.
"Iyaa Kak, kita jalanin mulai sekarang Kak" Jawab Windi.
"Seriusan Win, kamu nerima aku" Tanya Rey lagi.
"Iya Kak" Jawab Windi.
Rey Terlihat sangat senang dengan jawaban Windi, bisa di bilang Windi adalah Pacar kedua Rey, karena cewek cewek yang sebelumnya hanya di kencani sesaat oleh Rey.
"Jadi sekarang kita udah pacaran ya" Tanya Rey.
"Iya Kak, tapi ini baru pertama kali Aku pacaran kak, jadi tolong Kak Rey maklum" Jelas Windi.
"Iya Win, kamu tenang aja" Jawab Rey.
"Makasih ya Win" Ucap Rey.
"Iya kak sama sama" Jawab Rey.
Saking senangnya Rey hampir saja memeluk Windi, tapi ia segera sadar dan mungurungkan niatnya.
"Jadi sekarang kita lanjutin perjalan ke kampung kamu ya Win" Ucap Rey.
"Iya Kak" Jawab Windi.
Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan ke kampung Windi, hari mulai gelap dan Windi menjadi penunjuk jalan, Sekitar 1.5 jam perlanan mereka akhirnya tiba di rumah Windi...
__ADS_1