Duda Muda Idola Wanita

Duda Muda Idola Wanita
Perceraian


__ADS_3

Malam setelah kejadian itu Rey tidak bisa tidur, dia terus mencoba menghubungi Desi untuk membuatnya berubah pikiran, tetapi Desi tak dapat di hubungi, Rey mencoba menghubungi Mertuanya, meraka juga tak dapat dihubungi.


"Mereka semua mungkin sudah terlalu kecewa sama gw, gw kira gw bakalan benar benar mendapatkan keluarga, tapi ini semua hancur karena ulah gw sendiri" Gumam Rey.


Tiba tiba masuk pesan dari Desi, Rey dengan semangat membuka pesan tersebut yang berisi...


"Maaf Rey gak ada jalan buat kembali lagi, tekat ku udah bulat, kita harus mengakhiri rumah tangga kita sesingkat ini, aku harap kamu baik baik aja sama Vera, Terima Kasih buat semuanya, Sampai bertemu di pengadilan" Tulis Desi.


Rey merasa semakin hancur, rumah tangganya akan benar benar hancur. Malam itu begitu terasa panjang baginya, mata nya tak bisa terlelap pikirannya berkeliaran kemana mana.


Esok hari pun tiba, sudah jam 9 pagi, Rey rupanya tak tidur semalaman suntuk.


Pagi itu dia bahkan tak beranjak dari tempat tidur, dia mencoba untuk menghubungi Desi kembali, tapi hasilnya tetap sama.


"Ayolah Des, angkat dong" Gumam Rey.


Kemudian suara ketukan pintu kamar Rey terdengar. Rupanya Pak Fardi yang mengetuk pintu.


"Den ada tamu" Ucap Pak Fardi.


"Ya bentar Pak, saya cuci muka dulu" Balas Rey.


Rey kemudian membasuh wajahnya dan menggosok gigi. Kemudian Rey keluar ke ruang tamu, terlihat Pak Robi duduk menanti Rey.


"Pak Rey selamat pagi, saya sudab mendengar semuanya" Ucap Pak Rey.


"Surat Resign dari istri anda sudah di terima di kantor" Tambah Pak Robi.


"Saya lagi bingung Pak, semuanya terjadi begitu aja" Jawab Rey.


"Berarti sekarang kepemimpinan perusahaan sementara akan di naungi oleh Dewan Direksi pak" Ucap Pak Robi.


"Pak Rey harus benar benar menyelsaikan pendidikan dahulu untuk mengambil alih kepemimpinan perusahaan sepenuhnya" Jelas Pak Robi lagi.


"Iya Pak, saya akan tetap berkuliah, tapi saya ingin menyelsaikan masalah dengan istri saya dulu" Jawab Rey.


Tiba tiba Pak Fardi datang lagi dan membawa sebuah amplop besar.

__ADS_1


"Den ini ada paket dari Pos den" Ucap Pak Fardi sambil menyerahkan amplop tersebut kepada Rey.


Saat Rey membuka isi Amplop besar rupanya itu adalah berkas surat Perceraian yang dikirim Desi, Rey harus menghadiri sidang perceraiannya besok.


Rey seolah masih tak percaya, dia tertunduk dan memegang kepalanya dan melepas kertas tersebut, Pak Robi yang melihat itu kemudian mengambil dan membaca isi kertasnya.


"Kalau emang ini yang terbaik, dan Pak Rey siap saya akan membantu Pak Rey" Ucap Pak Robi.


"Sepertinya ini udah jalannya Pak, saya harus hadapi" Balas Rey.


Pak Robi pun pamit pulang dan telah berjanji untuk bertemu di pengadilan besok pagi.


Hari itu terasa cepat berlalu bagi Rey, dia hanya diam dirumah dan tak kemana pun.


Keesokan hari pun tiba, hari dimana sidang perceraian akan dilaksanakan. Rey telah bersiap dan berangkat ke pengadilan di antar oleh Pak Fardi.


Sesampai di Pengadilan rupanya disana sudah menunggu Desi dan kuasa hukumnya Pak Pahat. belum terlihat kehadiran Pak Robi.


Mereka bahkan tidak menyapa 1 sama lain dan langsung masuk ke ruang tunggu.


"Kuasa hukumnya mana Pak Rey" Tanya Pak Pahat.


Beberapa saat kemudian terlihat Pak Robi tiba dan langsung masuk ke ruang tunggu, 5 menit kemudian terdengar kalau nama mereka dipanggil untuk memasuki ruang persidangan.


Mereka semua pun masuk ke ruang persidangan di ikuti kuasa hukum masing masing. Disana sudah ada pak hakim yang menunggu.


Mereka kemudian duduk di kursi yang telah disediakan, Pak hakim membaca pleido sidang. dan menanyakan ke mereka satu persatu yang di mulai dari Desi.


"Kenapa kok ingin Cerai Mbak Desi? disini yang saya baca pihak istri sebagai pihak pelapor yang mengajukan gugatan perceraian kepada suami sebagai terlapor" Tanya Pak Hakim.


Desi kemudian menceritakan kejadiannya kepada Pak Hakim dengan seksama.


"Pak Rey ingin Cerai??" Tanya Pak Hakim.


"Saya sebenarnya tidak ingin cerai pak, tapi ini sudah keputusan dari istri saya, saya menerimanya karena ini juga kesalahan yang telah saya buat sendiri" Jawab Rey.


"Baiklah saya berikan waktu 10 menit untuk berkonsultasi dengan kuasa hukum masing masing" Ucap Pak Hakim.

__ADS_1


Rey dan Desi pun berjalan ke arah kuasa hukumnya masing masing. Pak Pahat menyarankan ke Desi untuk memperkarai pembagian harta gono gini, tapi Desi telah berjanji untuk tidak memeperkarakannya.


Rey dan Pak Robi hanya menyiapkan jawaban yang akan dilayangkan oleh Kuasa Hukum Desi, yang sudah tentu kalau di sidang perceraian akan di ungkit masalah pembagian harta.


"Baiklah waktunya habis, silahkan kembali ke tempat duduk" Ucap Pak Hakim.


"Jadi Mbak Desi bagaimana, tetap ingin bercerai?" Tanya Pak Hakim.


"Iya Pak, tekat saya sudah bulat pak" Jawab Desi.


"Pak Rey ingin bercerai?" Tanya Pak Hakim lagi.


"Iya Pak" Jawab Rey singkat.


"Apa masih ada gugatan dari dari pelapor dan terlapor atau dari masing masing kuasa hukum??" Tanya Pak Hakim lagi.


"Saya ingin menanyai soal pembagian harta gono gini pak" Tanya Pak Pahat.


"Baiklah dari pihak terlapor??" Tanya Pak Hakim.


"Jadi begini Pak, umur pernikahan dari kedua pasangan ini baru berjalan 3 bulanan saja, dan masalah yang terjadi yang di ceritakan oleh pihak pelapor itu sebelum mereka kenal, dan juga semua harta yang dimilik oleh client saya adalah peninggalan dari mendiang Ayahnya" Jelas Pak Robi.


"Maaf Pak Hakim, saya juga tidak ingin memperkarakan soal itu, saya hanya ingin perceraian ini, saya tidak menuntut harta, maaf juga buat Pak Pahat, terima kasih telah membela saya pak, tapi sekali lagi saya katakan saya hanya ingin ini cepat selesai" Jelas Desi.


"Baiklah karena dari kedua pihak telah memutuskan untuk bercerai disini saya putuskan bahwa hari ini dinyatakan bahwa Pak Rey dan Bu Desi telah resmi berpisah!" Ucap Pak Hakim sambil mengetuk palu.


Surat perceraian di tanda tangani oleh kedua nya dan mereka bukan lagi sepasang suami istri. serta akta cerai yang masing masing di berikan ke mereka.


Rey pun mengucapkan selamat tinggal ke Desi untuk yang terkahir kalinya dan memeluknya, Desi tampak menerima pelukan dari Rey.


"Semoga kamu baik baik aja Des, aku harap kamu menemukan orang yang tepat dan lebih baik dari pada aku" Ucap Rey.


"Iya semoga kamu bahagia sama Vera Rey" Jawab Vera.


Kemudian mereka berpisah di parkiran dan pulang ke rumah masing masing.


Rey mencoba untuk mampir sebentar di coffee shop untuk sekedar menenangkan pikiran.

__ADS_1


Di kejauhan terlihat keramaian orang yang seperti sedang menyaksikan sesuatu, terlihat pula sebuah mobil patroli di tengah kerumunan.


Rey yang penasaran mencoba mendekati kerumunan tersebut, dan betapa terkejutnya Rey...-


__ADS_2