Duda Muda Idola Wanita

Duda Muda Idola Wanita
Desi, Vera, Rini


__ADS_3

Terlihat Bayu bersama seorang perempuan masuk bersama dari arah Lobby Rumah Sakit.


Ternyata itu adalah Pacar Rey, Vera.


"Haah ??? Vera, ngapain jam segini udah dateng, apa dia gak sekolah ??" Gumam Rey.


"Hampir aja dia liat gw sama Rini tadi, bisa berabe, Vera juga udah curiga sama Desi, malah tambah ngeliat gw sama cewek lain lagi" Tambah Rey.


Rey langsung saja menghampiri Bayu dan Vera seolah tak terjadi apa apa.


"Eh Bayu, kok bisa sama Vera??" Tanya Rey.


"Iya tadi gw pas kesini dan markirin mobil, dia juga pas masuk, ya gw panggil aja, sekalian gw ajak masuk" Ucap Bayu.


"Vera jam segini kok udah pulang?? apa gak ke sekolah??" Tanya Rey kepada Vera.


"Udah pulang kok Kak, malah dari jam 10, soalnya kita kan abis simulasi buat persiapan UAS juga" Jawab Vera.


"Oh iya udah, mau masuk sekarang atau makan dulu di kantin" Tawar Rey.


"Gw udah makan Rey, gak tau Vera" Balas Bayu.


"Gw gak nanya lu, gw nanya cewek gw" Ucap Rey.


"Yaa elah Rey, gitu amat ama temen sendiri" Balas Bayu.


"Vera udah makan Kak, kita masuk aja" Ucap Vera.


Mereka pun berjalan menuju ruangan perawatan Pak Atmaja.


Sesampai disana terlihat Pak Fardi yang duduk di depan ruangan, dan di dalam Pak Atmaja masih terbaring dan tertidur.


"Ayah belum bangun dari tadi Pak??" Tanya Rey.


"Belum Den, gak ada suara sama sekali" Jawab Pak Fardi.


"Yaudah Pak, kami masuk dulu" Ucap Rey sambil masuk ke dalam ruangan.


Mereka kemudian duduk di sofa dan mengobrol. Bayu pun mendapat panggilan dari Ibu nya memintanya untuk pulang sebentar, Mau tidak mau Bayu harus pulang.


"Rey nyokap gw telepon suruh balik, ada keperluan mendadak katanya" Ucap Bayu.


"Lu baru juga datang, udah mau balik aja" Kata Rey.


"Ya ini Nyokap gw telepon Rey, penting, gw minta anter Pak Fardi yaa, hehehehe" Ucap Bayu sambil mengedipkan mata nya sebelah.


Maksud Bayu untuk membiarkan Rey dan Vera berdua di dalam ruangan dan mengajak serta Pak Fardi.


Bayu pun pulang dan di antar oleh Pak Fardi. dan tersisa Rey serta Vera di dalam ruangan.


"Sayang kamu gak apa apa kan kita berdua jaga Ayah disini" Ucap Rey.


"Iya gak apa apa Kak, aku malah seneng banget bisa berduaan sama Kak Rey" Ucap Vera.


Entah kenapa setelah kejadian malam itu, Vera semakin lengket dan Manja kepada Rey, seolah tak ingin melepas Rey.


"Kak Rey sayang kan sama aku??" Tanya Vera.


"Tentu dong sayang, Aku sayang sama kamu, Mmmuah" Ucap Rey sambil mengecup kening Vera.


Rey pun memegang tangan Vera dan Vera merasa sangat di cintai.


Tak di sangka saat mereka sedang asik berbincang tentang Cinta datang seseorang menuju ruangan.


Ternyata itu Desi yang baru balik dari kantornya.


Sontak saja Rey kaget dengan kedatangan Desi, sementara Rey sedang memegang tangan Vera dan mereka saling bersenderan di sofa.


Desi hanya terdiam melihat tingkah Rey, dan menatap dengan penuh rasa penasaran.


"Mbak Desi udah pulang kantor, silahkan masuk Mbak" Seolah Rey kurang akran dengan Desi.


Desi tak menjawab dan langsung masuk dan duduk di samping Pak Atmaja. Bahkan Desi tak berbalik sedikit pun ke arah Rey dan Vera.


"Hay Kak Desi" Sapa Vera.


"Iya Dek, udah dari tadi ya??" Tanya Desi Ke Vera.

__ADS_1


"Lumayan Kak" Jawab Vera.


Rey tampak terlihat cemas di wajahnya, tak tahu mau bicara apa.


Desi tampak kesal dengan Rey dan tak mau berbicara dengan nya.


"Baru aja kemarin dia menikmati tubuh ku, dan sekarang dia dengan perempuan lain, apa dia melakukan hal yang sama dengan yang kami lakukan kemarin" Pikir Desi.


Vera pun terlihat tidak nyaman dengan situasi dan sikap Desi, seolah tidak menyukai kehadirannya, Tanpa pikir panjang Vera langsung bangkit dari sofa seraya berkata...


"Kak Rey aku pulang ya??" Ucap Vera.


"Kok pulang sih dek, Aku baru aja sampai lo" Jawab Desi.


Rey tak bisa menjawab dan hanya terdiam.


"Mama aku udah Chat Kak, katanya temen aku udah dari tadi pulang, tapi aku belum sampai rumah" Ucap Vera.


"Anjiiir anjir sial banget gw, setiap gw dapat hoki selalu aja di tiban sial juga" Ucap Rey dalam hati.


"Pulangnya ntar aja Ver" Balas Rey.


"Nah itu kata Rey ntar aja pulangnya" Balas Desi jutek.


"Ribet Ribet Ribet!!!" Batin Rey.


Sesaat kemudian masuklah Dokter Adit dan Perawatnya, rupanya itu Rini.


Jadilah Rey dalam keadaan Lemas melihat Vera, Desi, dan Rini di satu ruangan tersebut.


Ada Pacar, Calon Istri dan Gebetan di dalam satu ruangan.


"Mas Rey apa Pak Atmaja sudah bisa bangun??" Tanya Dokter Adit.


"Terakhir bangun sih kemarin Dok" Jawab Rey.


"Iya Dok, saya sudah 2 kali mengganti infus pasien" Tambah Rini.


Tatapan Rini terlihat tampak aneh, melihat 2 wanita cantik berada di ruangan bersama Rey.


Rini berpikiran mungkin itu saudara Rey, jadi tak menjadi suatu masalah baginya.


"Obatnya belum tersentuh, ini kenapa Mas Rey, apa saat Pak Atmaja bangun tidak minum obat??" Tanya Dokter Adit.


"Ayah bangunnya cuma sebentar kemarin Dok" Jawab Rey.


"Usahakan kalai Pak Atmaja bangun agar meminum obatnya ya Mas" Jelas Dokter Adit.


"Baik Dok, saya usahakan" Jawab Rey.


"Baiklah saya permisi dulu, selamat siang" Ucap Dokter Adit sambil pergi meninggalkan mereka.


Tiba - tiba....


"Kak Rey Vera pulang" Ucap Vera sambil keluar.


"Ver Vera!!! Tunggu" Panggil Rey.


Rey ingin sekali mengejar Vera tapi langkahnya seakan terhenti karena melihat Desi yang duduk di kursi samping Ayahnya.


Rey sangat bingung, pikiran Rey campur aduk.


"Kenapa gak di kejar Rey" Tanya Desi.


"Udah biasa kok dia kayak gitu" Rey mencoba santai.


"Apa jangan jangan dia pacarmu" Tanya Desi To the point.


"Ngawur kamu Des, mana mungkin, dia cuma temanku, tadi dia datang sama Bayu, terus Bayu balik di telepon ibunya" Jelas Rey.


"Kalau dia bukan pacar kamu ngapain kamu tadi pegangan tangan" Tanya Desi.


"Mana ada sih aku pegang tangannya" Rey mengelak.


"Yaudah terserah kamu sih Rey" Ucap Desi judes.


"Gawat kalau sampai ketahuan nih, apa Rini berpikiran sama seperti cewek cewek ini pikirin??" Ucap Rey dalam Hati.

__ADS_1


"Aku keluar dulu Des, beli kopi" Ucap Rey.


"Iya" Jawab Desi singkat.


Rey pun pergi meninggalkan Desi sendiri di ruangan dan menuju kantin.


"Sekarang Desi, tadi ada cewek itu Mbak Desi, emang ada yang gak bener dari ni Anak" Gumam Desi.


Sementara itu di kantin Rey memesan kopi, seseorang menepuk punggungnya sambil memanggilnya.


"Rey...."


Ternyata itu Rini si perawat.


"Eh Rini, Ngapain??"


"Beli cemilan buat stok di kos, mumpung di kantin ada kas buat perawat bisa Kasbon" Ucap Rini.


"Pulangnya Jam berapa ??" Tanya Rey.


"10 Menit lagi" Jawab Rini.


"Apa aku izin pulang juga ya ke Desi, siapa tau bisa PDKT sama Rini" Batin Rey.


"Hey Rey, suka amat ngelamun, Kesambet loh" Ucap Rini.


"Gak apa apa, kamu pulangnya sama siapa" Tanya Rey.


"Biasanya sih naik Ojol" Jawab Rini.


"Sebagai balasan udah traktirin aku makan siang, gimana kalau pulangnya sama aku, aku yang anter, aku bawa mobil kok" Jawab Rey.


"Jadi gak enak, tapi gak apa apa nih ya" Ucap Rini.


"Gak apa apa, Kamu pulangnya kearah mana??" Tanya Rey.


"Ke arah belakang Kantor Pengadilan" Jawab Rini.


"Oke aku antar ya, ntar kalo udah pulang Chat aku ya" Jelas Rey.


Rini hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Aku balik ke ruangan bentar nunggu sampai kamu pulang" Tambah Rey.


Rey pun kembali sambil membawa kopinya ke ruangan, kebetulan Pak Fardi sudah kembali dari mengantar Bayu.


"Eh kebetulan Pak Fardi, nih kopi Pak, hati hati masih panas" Ucap Rey sambil menyodorkan kopi nya dan masuk ke ruangan.


"Makasih Den" Ucap Pak Fardi.


Sementara itu di dalam ruangan...


"Des aku mau pulang Mandi dan ganti baju bentar, badan udah gak enak rasanya dari kemaren belum mandi" Ucap Rey.


"Iya" Jawab Desi singkat.


Terlihat raut wajah Desi masih sedikit kesal.


Rey pun dengan berani memutar wajah Desi dan mengecup bibirnya.


Desi hanya terdiam dan memalingkan wajahnya lagi.


Rey pun langsung keluar dari ruangan...


"Pulang dulu Pak" sambil menyapa Pak Fardi.


Saat berada di Lobby dan berjalan menuju parkiran, dan saja bertemu dengan Rini.


"Eh pas banget nih Rin" Ucap Rey.


"Iya jangan jangan Jodoh" Rini Merayu.


"Bisa Aja, yaudah ayo, naik ke mobil" Ajak Rey.


Lantas mereka berdua masuk ke Mobil menuju ke arah Kos Rini, sambil Rini menunjukkan Jalan.


15 menit kemudian tibalah Rey di sebuah Kos khusus wanita yang di katakan cukup bebas, pasalnya hanya diatas Jam 10 malam Pria tidak di perbolehkan masuk.

__ADS_1


Gerbangnya pun kecil sehingga tidak memungkinkan untuk memasukkan Mobil Rey....-


__ADS_2