
Setelah dari kantor perusahaannya Rey tiba di sebuah cafe, mereka beramai ramai langsung masuk dan memesan makanan dan minuman.
"Oke jadi acara kemah buat mahasiswa baru Telkom Univercity kita tinggal 5 hari lagi ya" Ucap Yudha.
"Gak sabar banget nih" Ucap Bayu.
"Untuk Pak Rey dan Bayu bisa dibilang juga masuk ke panitia, tapi kalau mau jadi peserta juga gak apa apa" Ucap Yudha.
"Maaf Kak, ini kan udah di luar kantor ya, panggilnya Rey aja" Ucap Rey.
"Iya maksud saya Rey dan Bayu" Ucap Yudha.
"Kayaknya seru jadi peserta deh, menurut lu gimana Rey?" Tanya Yudha.
"Gw jadi peserta aja, keseruannya pasti beda" Jawab Rey.
Saat tengah asyik membahas soal kemah malam minggu, rupanya obrolan mereka di dengar oleh sekelompok cewek yang tengah duduk di samping mereka, gaya berpakaian mereka terlihat sangat mewah dan mengenakan barang barang mahal, seorang cewek yang bernama Laura menyapa mereka.
"Permisi Kak, tadi kalau gak salah denger Kakak omongin mahasiswa baru Telkom Univercity ya?" Tanya Laura.
"Iya, ada apa ya" Jawab Bayu.
"Kebetulan aku juga maba di Telkom Univ sih, di jurusan Master of Administration Bussines, aku juga pengen ikut" Ucap Laura.
"Ya ini emang peruntukan buat maba dek" Ucap Yudha.
"Tapi aku gak ospek kak" Ucap Laura.
"Kamu jurusan MAB kan, satu sama Rey dong" Ucap Yudha.
"Hallo" Sapa Rey.
"Hallo juga" Jawab Laura dengan tatapan sinis.
"Tadi katanya kamu juga gak ospek, kok bisa?" Tanya Yudha.
"Aku abis liburan dari luar negeri, jadi gak bisa ospek, tapi orang suruhan papi udah handle" Jawab Laura.
"Widih anak orang kaya" Gumam Bayu.
"Ooo gitu" Ucap Yudha.
"Aku denger juga di kampus ada CEO yang kuliah ya" Ucap Laura.
Rey kemudian melihat ke arah Yudha dan menggeleng menandakan bahwa identitasnya tak ingin di ungkap ke laura.
"Kayaknya kamu salah denger kali, mana ada CEO kuliah" Ucap Yudha.
"Lah lu kan Rey" Ucap Bayu, dan dengan cepat Rey menutup mulut Bayu.
"Diiem napa" Bisik Rey.
"Oh kirain bener, aku pengen ajak kenalan" Ucap Laura.
Rey menatap ke Laura, melihat dari penampilannya sepertinya dia anak orang kaya yang bisa saja orang tuanya adalah pemilik perusahaan saingan Rey yang dimaksud Pak Robi.
"Ah gw rasa sih nggak, ngapain juga gw ngurusin" Gumam Rey dalam hati.
"Jadi kamu beneran mau ikut kemah ntar minggu?" Tanya Yudha.
"Iya pengen sih, kalau kotor ama jelek gak jadi deh" Ucap Laura.
"Pasti bersih dan bagus dong" Ucap Yudha.
"Yaudah, girls kalian ikut kan" Tanya Laura ke teman temannya.
"Kita sih ikut maunya kamu aja" Ucap teman Laura.
"Okee aku ikut deh" Ucap Laura.
"Baik, tapi kita belum kenalan deh, aku Yudha" Ucap Yudha sambil menyodorkan tangan untuk berjabat.
"Laura Alicia Sukamuljo" Jawab Laura yang tak membalas jabat tangan Yudha.
__ADS_1
"Yang itu siapa" Tanya Laura menunjuk Rey.
"Aku Reynand" Jawab Rey.
"Rey ya, aku suka kamu" Ucap Laura.
"Haaaa??!!" Ucap Rey kaget.
"Kalau laura bilang suka berarti kamu harus jadi pacarnya" Ucap Teman Laura.
"Gak sehat ni orang" Ucap Rey.
"Kita satu kampus, satu jurusan, kamu ganteng, aku cantik, aku kaya, gak tau kalau kamu kaya atau miskin" Ucap Laura.
"Bener gak sehat ni orang" Ucap Rey.
"Kamu harus terima, udah itu aja" Ucap teman Laura.
"Punya surat izinnya sekarang? Kalau ada aku mau" Ucap Laura.
"Kasih aja Kak" Ucap Rey ke Yudha.
Yudha pun mengeluarkan surat izin untuk mahasiswa baru guna di beri ke orang tua.
"Eh tapi gak pakek surat juga aku bisa pergi" Ucap Laura.
Yudha terlihat kesal dengan kelakuan Laura yang seenaknya.
"Kamu Rey sayang, nanti pas kemah sama aku ya" Ucap Laura.
"Seenaknya banget lu" Ucap Rey.
"Kamu kasar banget sama cewek ya, tapi gak apa apa, kan aku suka kamu" Ucap Laura lagi.
"Yaudah kalian lanjutin rapat kalian, girls kita pulang" Ucap Laura.
Laura pun pergi meninggalkan Cafe, sementara Rey dan yang lainnya terlihat sangat kesal.
"Sok banget sih tu cewek, emang dia siapa sih" Ucap Bayu.
"Namanya tadi ada Sukamuljo nya ya, jangan jangan dia anak pemilik perusahaan Cipta Corp" Ucap salah satu kating.
"Cipta Corp??" Tanya Yudha.
"Iyaaa, sama kayak perusahaan Rey, satu bidang" Ucap Kating.
"Wah saingan tuh Rey" Ucap Bayu.
"Gw sih gak ngurusin" Ucap Rey.
"Tu cewek suka sama lu, langsung di ajak pacaran bahkan" Ucap Bayu.
"Gak ngurus gw" Ucap Rey.
"Bisa collab kan" Tambah Bayu.
"Udah gw bilang, kagak mau urusin" Jawab Rey.
"Udah udah, kita kesini mau seneng seneng, kenapa jadi ribut gara gara tu cewek" Ucap Yudha.
"Bener juga sih" Ucap Rey.
"Sekarang rencana perjalanan gimana??" Tanya Rey.
"Kebetulan kan ada dana lebih dari perusahaan Rey, kita bisa pakek buat sewa bus, supaya perjalanan bisa sekalian, jadi maba gak perlu bawa kendaraan pribadi, Gimana setuju??" Jelas Yudha.
"Ide bagus tuh, terus tenda sama perlengkapan??" Tanya Rey.
"Tenda kita sewa, 2 Tenda besar buat cowok, 3 tenda besar buat cewek, 2 kecil buat panitia cowok, 2 buat panitia cewek" Ucap Yudha.
"Sama satu lagi, tenda cadangan" Ucap Rey.
"Bener tuh, siapa tau gak cukup muat, gak enak kan kalau desak desakkan" Tambah Bayu.
__ADS_1
"Tenda Fix, kendaraan Fix, sekarang makanan" Ucap Yudha.
"Makanan bisa di bawa peserta masing masing kan" Ucap Bayu.
"Kalau makanan sih gak bakalan bisa di bawa mereka, makannya aja bisa 3 kali, mendingan suruh bawa snack aja, kan anggarannya juga masuk ke konsumsi" Ucap Yudha.
"Iya sih, kita siapin makan 2 kali, mereka 1 kali masing masing sama snack" Ucap Rey.
"Nah itu boleh" Ucap Yudha.
"Ini Fix berarti ya" Tambah Yudha.
"Siiap beres nih, tinggal nunggu hari H aja udah gak sabar gw" Ucap Bayu.
"Inget Yu kita jadi peserta bukan panitia" Ucap Rey.
"Iya iya gw tau" Ucap Bayu.
"Yaudah sekarang udah abis ya, aku mau balik duluan, anak anak lain juga mau balik" Ucap Yudha.
"Oh ya gak apa apa, duluan aja Kak, biar aku yang bayar" Ucap Rey.
"Yaudah makasih ya, balik dulu" Ucap Yudha.
Yudha dan kating yang lain meninggalkan cafe dan pulang, sementara Rey dan Bayu masih berada di Cafe.
"Yu, gw masih penasaran sama cewek yang tadi" Ucap Rey.
"Penasaran kenapa? Beneran pengen jadi pacarnya? Inget lu udah punya pacar, baru aja balikan" Ucap Bayu.
"Mulut nyerocos amat lu, bukan itu, maksud gw dia kan anak pimpinan perusahaan juga, apa dia yang dimaksud Pak Robi ya" Ucap Rey.
"Gw kagak ngerti omongan lu" Ucap Bayu.
"Lu emang kagak pernah ngerti, udahlah capek jelasin ke lu" Ucap Rey.
"Terus kita ngapain masih disini" Tanya Bayu.
"Yaudah pulang" Ucap Rey.
"Yaudah ayok" Ucap Bayu.
"Gw bayar dulu" Ucap Rey.
"Iya gw tunggu di luar aja" Ucap Bayu.
"Oke oke" Ucap Rey.
Rey kemudian membayar makanan dan minuman mereka tadi, setelah itu dia menyusul Bayu keluar.
"Yuk balik, tapi gw kangen Windi, gw mau mampir ke toko nya bentar" Ucap Rey.
"Jadi obat nyamuk lagi gw" Ucap Bayu.
"Terus lu sama Dita gimana?" Tanya Rey.
"Gak tau gw" Jawab Bayu.
"Kok bisa gak tau" Ucap Rey.
"Lagi ribut sama pacarnya makanya mau keluar ama gw" Ucap Bayu.
"Nah lu tau orang punya pacar masih lu embat" Ucap Rey.
"Nah lu ngomong gitu ke gw, padahal lu juga" Ucap Bayu.
"Udahlah, buruan naik, kagak selesai selesai kita debatnya" Ucap Rey.
"Lu beda banget kalo mode kantor ama mode kelayapan" Ucap Bayu.
"Harus menyesuaikan lah" Ucap Rey.
"Yaudah ayo" Ucap Bayu.
__ADS_1
Rey dan Bayu kemudian melanjutkan perjalanan mereka, kemudian Rey mampir sebentar di tempat kerja Windi.