
Sekitar Pukul 04:00 Sore Rey yang sudah mulai bosan menunggu akhirnya melihat Windi keluar dari minimarket tempat kerja nya.
Rey pun dengan cepat menghampiri Windi, saat sudah berada di dekat Windi dan Windi yang menyadari kehadiran Rey pun melihat Windi menghapus air matanya dengan cepat.
"Ngapain lagi??" Tanya Windi.
"Mau buat aku di pecat??" Tambahnya.
"Maafin aku ya, aku gak tau kalau itu Atasan kamu" Ucap Rey.
Windi terlihat sangat kesal dan ingin kembali menangis, Rey pun semakin merasa bersalah dan Iba kepada Windi.
"Aku tuh jauh jauh dari kampung buat kerja kesini, beli Motor sendiri, bayar Kost, kirimin orang tua, perasaan aku gak ngelakuin hal yang jahat jahat, kok nasib aku kayak gini amat" Ucapnya.
Terlihat pula teman 1 shift Windi keluar dan menghampiri Windi dan memberikan sebuah surat. Ternyata itu merupakan surat teguran dari atasan Windi. Windi pun kembali menangis setelah melihatnya.
"Aku udah dapat SP1" Ucapnya.
"Win kamu sabar ya, itu juga hanya SP 1 kok" hibur temannya.
"Windi maafin ya, itu semua gara gara aku" Ucap Rey.
Windi pun kemudian memakai helmnya dan mengendarai motornya untuk pulang tanpa menghiraukan Rey.
"Kasian ya Windi, dia mandiri banget loh padahal, dia juga katanya nya gak mau kuliah, gak mau ngerepotin orang tuanya, lulus SMA langsung kerja" Ucap temennya Windi.
"Eh Mbak temannya Windi kan?" Tanya Rey.
"Iya Mas, saya masuk gantiin shift nya dia" Ucap temannya.
"Kenalin aku Rey" Ucap Rey.
"Saya Dinda Mas" Balas Dinda.
"Oh jadi ID Card kamu yang dipakek Windi kemarin, aku gak perhatiin fotonya, langsung sama namanya" Ucap Rey.
"Jadi gini, aku ngerasa sangat bersalah sama Windi, gara gara aku dia dapat surat teguran" Tambah Rey.
"Terus maunya gimana Mas" Tanya Dinda.
"Mbak bisa gak bantu aku?" Tanya Rey balik.
"Bantu gimana Mas ??" Tanya Dinda Lagi.
"Kalau bisa mbak ajak Windi kemana aja, misalnya ke Cafe atau tempat makan, nah nanti saya ke situ juga" Ucap Rey.
"Yah mas, jangankan Cafe mas, kita makann aja kadang sehari sekali" Jawab Dinda.
"Tenang aja Mbak semua aku yang bayarin, aku mau ngomong langsung ke Windi buat maafin aku" Ucap Rey.
"Yang bener Mas" Ucap Dinda.
"Iyaa sekalian uang transport nya juga aku yang bayarin" Ucap Rey.
Rey pun kemudian meminta nomor ponsel Dinda dan memberikan uang 500 ribu rupiah ke Dinda untuk mengajak Windi makan.
__ADS_1
"Kebetulan Windi besok libur dan saya bisa cuti besok Mas, kita bisa ketemunya Sore" Ucap Dinda.
"Yaudah tolong di bantu ya" Balas Rey.
"Tenang aja Mas, kalau sama saya Windi itu nurut nurut aja, yaudah Mas saya masuk dulu" Ucap Dinda.
Rey pun memutuskan pulang, sesampai di rumahnya sekitar pukul 06:00 petanh dia meminta Pak Fardi untuk menurunkan barang barangnya.
"Pak tolong turunin barang di mobil ya, yang gak biasa saya pakek, bapak ambil aja, ada juga yang buat cewek tu pak" Ucap Rey.
Pak Fardi pun menurukan barang yang ada di mobil Rey, Pak Fardi heran kenapa Rey membeli Krim Malam dan Siang milik Wanita, bahkan disana ada pembalut.
"Ah mungkin Den Rey, salah ngambil, tapi semua barang ini gak ada yang di pakai Den Rey, dia kan gak pernah beli di minimarket" Gumam Pak Fardi.
"Deeeen, ini barang barang nya kok ngawur semua Den, gak ada yang biasa di pakek Den" Ucap Pak Fardi.
"Yaudah Pak, bapak ambil aja apa yang bapak perlu, yang buat cewek kasih aja ke Ibu" Jawab Rey.
Tiba tiba ponsel Rey berbunyi, rupanya dari Desi, Rey pun menjawabnya.
"Halo Rey kamu dimana?" Tanya Desi.
"Aku baru aja sampai rumah" Jawab Rey.
"Kamu gak pamit loh tadi pulangnya, padahal aku udah ngomong sama bapak ibu kalo kamu yang nolongin aku" Ucap Desi.
"Aku masih malu ketemu sama bapak ibu Des" Jawab Rey.
"Terus hubungan kamu sama Vera gimana, kapan kamu bakal nikahnya?" Tanya Desi.
"Jadi gitu Des" Tutup Rey.
"Aku gak nyangka bakalan gitu, karena semuanya udah clear aku harap gak ada dendam ya Rey, aku gak tau mau ngomong apalagi tentang kita Rey" Ucap Desi.
"Gak apa Des, kalau kita emang jodoh pasti bakalan balik lagi, aki harap hubungan kita baik aja" Jelas Rey.
"Iya Rey, aku juga udah pulang ke rumah kok" Ucap Desi.
"Syukurlah Des, kamu istirahat aja" Balas Rey.
"Yaudah ya Rey, makasih sebelumnya" Tutup Desi.
"Iya Des sama sama" Jawab Rey sambil menutup telepon.
Kemudian masuk pesan dari Dinda, yang memberitahu Rey bahwa Windi mau diajak untuk keluar besok Sore.
"Mas Rey, urusan sama Windi beres, besok Jam 3 saya infoin tempatnya ya" Tulis Dinda.
"Makasih Din" Balas Rey.
"Windi juga masih jomblo loh Mas Rey, tapi dia orangnya susah ditebak, dan gak gampang di Rayu" Tutup Dinda.
Seakan memberi Kode ke Rey untuk mendekati Windi. Rey pun tak sabar untuk menunggu hari esok. Dia menelpon Bayu sahabatnya yang sudah tak ada kabar sejak pulang dengan Ria teman Erly. Tapi tak ada jawaban dari Bayu.
"Bayu kalau udah deket sama cewek ngelupain temennya dasar maniak" Gumam Rey.
__ADS_1
Rey kemudian hanya scrool scrool medsos sambil menunggu matanya terkantuk, kemudian tak sengaja melihat list dan foto windi di AG (Anstagram), dia mencoba stalking foto foto Windi yang ada di akunnya, terlihat Windi hanya mengupload beberapa foto selfie dengan baju kerja nya, malihat Windi yang tak bersenang senang dan pekerja keras membuat hati Rey deg degan, beberapa saat dia pun tertidur. Bahkan sampai dia bermimpi seolah telah sangat dekat dengan Windi.
Pagi harinya sekitar jam 08:00 Rey terbangun dan terheran tidurnya nyenyak sekali dan sampai memimpikan Windi.
"Baru kali ini gw mimpiin cewek, ini kenapa ya" Gumam Rey.
Rey pun kemudian bangun dan Mandi, setelah itu dia mengganti pakaian dan dudul di teras sambil menghisap asap rokoknya.
Tiba tiba masuk panggilan dari Bayu, dan Rey pun menjawab telepon dari Bayu.
"Lu kemaren nyariin gw ya?" tanya Bayu.
"Iya lu kemana aja, susah benar di hubunginya" Tanya Rey balik.
"Gw nginep di kostan cewek gw, Ria temennya Erly" Jawab Bayu.
"Emang lu ya maniak" Ucap Rey.
"Hahahahaha kayak baru tau gw aja" Balas Bayu songong.
"Yaudah Deh, gw mau keluar entar, lu mau ikut kagak??" Tanya Rey.
"Gak ah, gw mau istirahat capek tempur siang malam beronde ronde" Ucap Bayu.
"Terserah lu deh" Tutup Rey.
Rey kemudian mengambil kunci motornya yang sudah lama tak di gunakan dan sekedar pergi keliling komplek. Tanpa disadari Rey sudah berada di luar komplek, kemudian dia melihat jam di ponselnya, ternyata baru pukul 09:00 Pagi. Seakan akan Rey tak sabar untuk bertemu dengan Windi. Hanya karena memikirkannya saja jantung Rey berdetak sangat Cepat.
Terlihat dia berada di sebuah Showroom Mobil sport, dia dengan pikiran melamunnya yang terus mengkhayalin Windi masuk ke dalam Showroom tersebut.
"Selamat siang Mas, Ada yang bisa kami bantu" Ucap Sales Mobil.
"Saya pengen liat Chevrolet Camaro nya ini mas" Jawab Rey.
"Apaaa gw beli mobil baru aja kali ya" Ucap Rey dalam hati.
Rey kemudian melihat lihat interior dan eksterior mobil tersebut. Dan menanyakan harga dari mobil nya.
"Harganya 1.7 Miliyar Mas, ini unlimited" Ucap Salesnya.
"Kalau saya bayar sekarang kapan bisa di bawa pulang, saya bayar cash loh" Tanya Rey.
"Sekitar 2 minggu mas" Jawab Sales.
"Oke lah, saya ambil yang ini, saya telepon orang bentar" Ucap Rey.
Rey menelpon Pak Robi untuk mentransferkan Uang ke rekening nya senilai 2 Miliyar Rupiah, tanpa banyak tanya Pak Robi langsung melakukan perintah Rey, karena Pak Robi sangat loyal dengan Rey.
Rey pun bertransaksi dengan sales tersebut untuk pembayaran mobilnya. Setelah itu Rey menandatangai berbagai berkas, dan Deal sudah Mobil tersebut di bayar Rey, dan menunggu waktu sekitar 2 Minggu untuk diantar.
Rey pun kembali ke rumahnya menggunakan motornya sambil bergumam.
"Kok bisa gw beli mobil ya, anjiir!!" Gumam Rey.
Rey pun meminta ke Pak Fardi untuk menjual Mobil lamanya, dan mobil yang sering dipakai mendiang Ayahnya Rey tetap di jaga dan dirawatnya....
__ADS_1