Duda Muda Idola Wanita

Duda Muda Idola Wanita
Hampir


__ADS_3

Pagi harinya Alivia bangun duluan dengan posisi ia memeluk Rey dan melihat ke arah Rey yang masih tertidur, dia sangat senang karena bisa tidur dengan Rey sambil memeluknya. Tiba tiba Rey terbangun dan melihat ke arahnya.


"Kamu udah bangun ya, tidurnya nyenyak?" Tanya Rey.


Alivia hanya mengangguk menjawab Rey menandakan 'iya' kepada Rey.


"Aku mau bangun cuci muka dulu ya" Ucap Rey sambil bangkit dari tempat tidur.


"Kamu kalau mau lanjut tidur, lanjut aja" Tambah Rey.


"Gak Kak, kayaknya aku mau langsung balik ke kost" Ucap Alivia.


"Kamu gak mau tanya kabar Dita dulu?" Tanya Rey.


"Iya aku hubungi dia bentar" Ucap Alivia sambil mengambil ponselnya.


Ternyata nomor telepon milik Dita sedang tidak aktif dan Alivia tidak bisa menghubunginya.


"Gak aktif Kak nomornya" Ucap Alivia.


"Terus kamu jadi balik ke kost" Tanya Rey.


"Ya baliklah Kak, masa seharian aku disini" Ucap Alivia.


"Ya gak apa apa juga sih" Ucap Rey.


"Kalau hari ini kamu emang gak ada kegiatan ya diem disini juga boleh" Tambah Rey.


Saat sedang asyik berbincang ponsel Rey berdering, Rey mengambil ponselnya dan ternyata itu panggilan dari Windi. Rey terlihat panik dengan adanya panggilan itu.


"Siapa Kak?" Tanya Alivia.


"Bayu, aku angkat bentar ya" Elak Rey.


Rey kemudian keluar menuju teras dan menjawab telepon dari Windi.


"Hallo Kak" Ucap Windi.


"Iya Win" Ucap Rey.


"Gimana kabarnya Kak, Ospeknya udah selesai kan??" Tanya Windi.


"Iya Win, tadi malam selesai jam 1 malam terus aku langsung tidur" Jawab Rey.


"Oh iya Kak, aku mau kerja dulu ya, aku cuma mau tanya itu" Ucap Windi.


"Iya Win, ntar aku ke toko kamu" Ucap Rey.


"Iya Kak" Ucap Windi.


Rey kemudian masuk kembali ke kamar menemui Alivia lagi, ternyata Alivia sudah selesai cuci muka dan merapikan tempat tidur.


"Wah udah beres beres nih" Sapa Rey.


"Iya Kak, aku suka bersih bersih kok" Ucap Alivia.


"Kamu gak mau mandi?" Tanya Rey.


"Iya Kak lagi bentar, Kak Rey belum sarapan kan?" Tanya Alivia.


"Iyaa, kamu mau buatin sarapan??" Ucap Rey nada merayu.


"Iya Kak, aku juga suka masak" Jawab Alivia.


"Kamu seriusan?" Tanya Rey.


"Iya Kak, anter aku ke dapur, Kak Rey request mau makan apa, aku pasti bisa masakin" Jawab Alivia.


"Yaudah yok ke dapur" Ajak Rey.


Mereka pun keluar dari kamar dan menuju ke dapur. Terlihat set dapur rumah Rey yang mewah dan lengkap.


"Waaaah Kak, alatnya lengkap semua, kulkasnya gede amat Kak" Ucap Alivia kagum.


"Udah udah, sekarang masakin nasi goreng, bahan bahan ada di kulkas" Ucap Rey.

__ADS_1


"Ganggang pintu kulkasnya dimana Kak?" Tanya Alivia bingung tak menemukan tempat untuk membuka pintu kulkas.


"Oh kalau kulkas ini begini, harus di ketok biar bisa kebuka" Jelas Rey sambil mengetok pintu kulkas.


Setelah Fey mengetok pintunya, kulkas pun terbuka dengan sendiri, dan terlihat bahan bahan makanan minuman sayuran dan lainnya penuh di dalam kulkas dan tersusun rapi.


"Ini Kak Rey yang rapiin" Tanya Alivia.


"Bukan, itu kerjaan istrinya Pak Fardi" Jawab Rey.


"Okeee, karena bahan lengkap dan alat memanjakan, Kak Rey liat dan pelajari cara aku masak" Ucap Alivia.


"Siap Chef Alivia" Jawab Rey.


Kemudian Alivia memulai aksinya memasak nasi goreng sesuai permintaan Rey untuk sarapan. Rey terpukau melihat kecekatan alivia dalam hal memasak, seperti mengiris, mengaduk, dan memasukkam bumbu.


"Daaan Siiiap" Ucap Alivia sambip menghidangkan masakannya di depan Rey.


"Wih keren keren, ini namanya apa Chef" Tanya Rey.


"Nasi goreng dengan ayam cincang telur gulung, selamat menikmati" Jawab Alivia.


"Aku coba dulu ya" Ucap Rey.


"Silahkan Kak" Ucap Alivia.


Rey pun mencicipi masakan dari Alivia.


"Gimana Kak??" Tanya Alivia.


"Enak banget, kamu emang jago masak ya" Ucap Rey.


"Kak Rey suka?" Tanya Alivia lagi.


"Suka banget donh" Jawab Rey.


"Ayo sarapan bareng bareng" Tambah Rey.


"Iya Kak" Jawab Alivia.


Di tempat lain Windi kemudian memutuskan untuk menemui Rey dirumahnya.


"Pasti Kak Rey lagi istirahat, aku ke rumahnya aja sekalian bawain sarapan" Gumam Windi.


Windi kemudian mengendarai motornya menuju ke rumah Rey, sebelum itu dia mampir di sebuah warung nasi goreng untuk membeli sarapan buat Rey. Tak lama kemudian Windi telah sampai, dia tak menemukan siapa siapa di rumah Rey, tapi melihat pintu depan terbuka dan mobil Rey ada digarasi dia yakin bahwa Rey ada dirumah.


Windi langsung saja masuk dan mencari Rey, Windi tak bersuara karena ingin mengejutkan Rey, dia mencari Rey di kamarnya, terlihat kamar kosong dan sudah rapi, tak ada suara dari kamar mandi.


"Ada aroma masakan, apa Kak Rey masak sendiri" Gumam Windi.


Windi memutuskan untuk melihat Rey ke dapur dan benar saja, Windi sangat terkejut melihat Rey dengan seorang perempuan yang tak asing baginya.


"Kak Rey" Ucap Windi.


Rey kemudian berbalik ke arah suara Windi.


"Windi!!!" Ucap Rey kaget.


"Kak Windi??" Ucap Alivia.


"Alivia, kok kamu ada di rumah Rey" Ucap Windi.


"Kalian saling kenal??" Tanya Rey.


"Kak Windi dulu Ketua Osis di sekolah" Ucap Alivia.


Rey kemudian menghampiri Windi dengan cepat.


"Win, Windi aku bisa jelasin" Ucap Rey.


"Jelasin apa Kak" Ucap Windi.


"Windi teman kampus aku, kami 1 jurusan" Ucap Rey.


"Terus kalau 1 jurusan bebas ngajak ke rumah" Ucap Windi.

__ADS_1


"Kak Windi, tunggu dulu apa yang di bilang Kak Rey benar, kita cuma teman, kebetulan Kak Rey nolong aku tadi malam" Jelas Alivia.


"Tadi malam?? Berarti kamu nginep disini?" Tanya Windi.


Mereka berdua hanya diam dan tak bisa menjawab.


"Aku pulang!!" Ucap Windu.


Rey kemudian menahan tangan Windi sementara Alivia tidak bangkit dari kursi meja makan.


"Win tunggu dulu lah, jangan pulang dulu, ini semua salah paham" Ucap Rey.


"kak salah paham apa lagi, jelas jelas Alivia nginap disini sama Kak Rey" Ucap Windi.


"Iya Alivia emang nginap, tapi dia tidur di kamar tamu, kamu liat aja barangnya di kamar tamu" Ucap Rey mengelak namun coba meyakinkan Windi.


"Iya Kak Windi, aku cuma di bantu sama Kak Rey, kami gak berbuat aneh aneh Kak" Tambah Alivia.


Windi sedikit lebih tenang dengan ucapan mereka berdua namun masih belum bisa percaya sepenuhnya.


"Ayo kita duduk dulu" Ajak Rey.


Windi kemudian mengikuti perkataan Rey dan ikut duduk, sementara dalam hati Alivia campur aduk, antara perasaan tidak enak dengan Windi, dan perasaan kecewanya karena mengetahui Rey sudah punya pacar. Tetapi di sisi lain dia sangat menginginkan Rey.


"Kamu bawa apa Win" Tanya Rey.


"Nasi Goreng" Jawab Windi ketus.


"Jawabnya gitu amat, eh ngomong ngomong tadi kalian kenal, terus satu sekolahan kan" Tanya Rey.


"Iya dulu satu sekolah" Jawab Windi.


"Iya Kak, dulu waktu SMA kami satu sekolah, Kak Windi jadi ketua Osis, terus gak tau kenapa Kak Windi gak lanjut kuliah, padahal Kak Windi selalu juara umum loh" Jelas Alivia.


"Oh gitu ya" Ucap Rey sambil mencoba menenangkan perasaannya, jantungnya masih berdetak sangat kencang karena peristiwa tadi.


Rey bahkan sangat terkejut bahwa tahu kalau mereka dulu satu sekolah bahkan saling kenal.


"Kamu katanya tadi kerja" Tanya Rey.


"Ganti shift" Jawab Windi.


Alivia yang merasa tak enak pun berniat untuk pamit pulang untuk mengambil jalan aman sementara.


"Kak Rey, Kak Windi, aku pulang dulu ya, mau balik ke kost" Ucap Alivia.


"Kok cepet banget" Ucap Rey.


"Dita udah pulang kayaknya Kak" Ucap Alivia.


"Kamu pulang sama siapa" Tanya Rey.


"Kayaknya pesan ojol Kak" Jawab Alivia.


"Yaudah, kamu hati hati ya" Ucap Rey.


"Aku juga mau pulang, Alivia kamu aku aja yang anterin" Ucap Windi.


"Aku sama ojol aja Kak" Jawab Alivia.


Windi pun menatap ke arah Alivia dan dengan cepat menerima tawaran Windi.


"Iya Kak, aku ikut Kak Windi aja" Ucap Alivia.


"Kamu kok pulang juga sih Win" Ucap Rey.


"Aku males disini, aku pengap" Ucap Windi sambil berjalan keluar dari dapur diikuti oleh Alivia.


Rey pun terlihat heran dengan mereka, seperti ada yang janggal dengan kelakuannya. Alivia kemudian mengambil barangnya di kamar tamu dan pulang bersama Windi dan meninggalkan Rey sendiri.


Sementara itu Rey terlihat menggaruk garuk kepala dan mengelus dadanya.


"Untung aja Alivia bisa kerja sama, bisa gawat kalau ketahuan kita tidur bareng, meskipun gak ngapa ngapain, Udahlah beres beres dapur dulu" Gumam Rey.


Sementara itu di perjalanan Windi dan Alivia.....

__ADS_1


__ADS_2