
Setelah mengantar Bayu pulang yang dalam keadaan setengah mabuk Rey kemudian memutuskan untuk pulang, namun saat perjalanan dia kebetulan melihat Ayu si kakak pembimbing kelompok saat ospek yang sedang berada di bengkel, jiwa Rey yang suka menolong apalagi dengan seorang cewek tergerak, kemudian Rey berhenti dan menyapa nya.
"Hey Kak, Kak Ayu motornya rusak ya?" Sapa Rey.
"Eh Rey, iya nih ban nya nancep paku" Ucap Ayu.
"Kak Ayu dari mana?" Tanya Rey.
"Barusan dari kos temen" Jawab Ayu.
"Kok udah gak pernah keliatan ngumpul bareng Kak Yudha lagi" Ucap Rey.
"Iya Rey, lagi banyak kesibukan" Ucap Ayu.
"Terus sekarang mau pulang ya" Tanya Rey.
"Iya Rey, tunggu ini bentar" Jawab Ayu.
Kemudian montir bengkel menghampiri Ayu dan memberi tahu tentang keadaan motornya.
"Mbak ini pakunya gede, ngerobek kawat ban tubless nya, jadi gak bisa di tambal" Ucap Montir.
"Terus gak bisa di kasih ban dalam??" Tanya Ayu.
"Kebetulan ban ukuran yang ini abis mbak" Jawab Montir.
"Berarti harus ganti ban ya" Ucap Ayu.
"Iya mbak, kalau ban tubless nya kami ada" Ucap montir.
"Harganya berapa Mas??" Tanya Ayu lagi.
"400 ribu mbak" Jawab Montir.
"Aduh gimana ya, saya lagi gak bawa uang juga" Ucap Ayu.
Kemudian Rey yang mendengan percakapan mereka menghampirinya.
"Ganti aja mas, 400rb kan" Ucap Rey.
"Tapi Rey, aku gak bawa uang" Ucap Ayu.
"Udah aku aja yang bayar" Ucap Rey.
"Gak usah Rey, aku gak enak" Ucap Ayu.
"Udah gak apa apa kok, dari pada gak bisa pulang kan" Ucap Rey.
"Iyadeh, makasih ya, besok pasti ku ganti" Ucap Ayu.
"Gak usah dipikirin" Ucap Rey.
"Di ganti ya mas" Ucap Montir.
"Iya mas ganti aja" Ucap Rey.
Ban motor Ayu kemudian di ganti dengan yang baru oleh montir, sementara Rey dan Ayu kemudian duduk menunggu.
"Makasih ya Rey, untung ada kamu" Ucap Ayu.
"Sama sama, kebetulan banget aku juga ngeliat kamu tadi" Ucap Rey.
"Kamu emang nya dari mana??" Tanya Ayu.
"Tadi pagi aku bareng sama panitia kemah kampus" Ucap Rey.
"Oh, agenda nya udah beres?" Tanya Ayu.
"Udah kok, tinggal ngurus peralatan aja" Jawab Rey.
"Aku denger denger, biaya buat acaranya dari kantor kamu ya" Ucap Ayu.
"Iya, kebetulan banget kan" Ucap Rey.
"Rey ini emang luar biasa banget, masih muda loh padahal" Gumam Ayu dalam hatinya.
"Mbak ini motornya udah selesai" Ucap Montir.
__ADS_1
"Makasih mas" Ucap Ayu.
"Ini Mas, uang nya" Ucap Rey sambil memberikan uang 400 ribu.
"Ah udah beres nih, Rey sekali lagi makasih ya" Ucap Ayu.
"Iya iya" Jawab Rey.
"Aku pamit pulang ya, udah hampir gelap ini" Ucap Ayu.
"Iya, hati hati ya" Ucap Rey.
"Iya kamu juga" Ucap Ayu.
Ayu kemudian mengendarai motornya dan pulang, begitu juga dengan Rey yang langsung pulang ke rumahnya, sesampai dirumah sudah ada Pak Fardi dan istrinya yang menunggu.
"Den saya udah nunggu loh dari tadi" Ucap Pak Fardi.
"Iya Pak, saya banyak urusan tadi, ada apa ya Pak" Ucap Rey.
"Ini Den, mobilnya Den Rey yang lama udah laku tadi siang, ini uangnya cash 470 juta" Ucap Pak Fardi sambil menyodorkan Amplop besar berisi uang.
"Aduh makasih banyak ya Pak, emang Pak Fardi ini hebat banget bisa jual secepat ini" Ucap Rey.
"Iya Den, kebetulan yang belinya bos teman saya" Ucap Pak Fardi.
"Oke Pak, sesuai janji 20 jutanya buat Pak Fardi" Ucap Rey.
"Gak kebanyakan segini den?" Ucap Pak Fardi.
"Saya kan udah bilang kemaren Pak, jadi tenang aja, kalau kurang juga Pak Fardi tinggal bilang aja sama saya" Ucap Rey.
"Cukup Den, ini kebanyakan malahan, Terima kasih banyak den, terima kasih" Ucap Pak Fardi.
"Tapi saya ada satu permintaan Pak" Ucap Rey.
"Apa itu Den" Tanya Pak Fardi.
"Saya pengen Pak Fardi sama Ibu tetap kerja disini sama saya, Bapak sudah saya anggap seperti keluarga sendiri" Ucap Rey.
"Tentu saja Den, saya juga sudah sering mendengar Den Rey berkata seperti itu, kebaikan hati Den Rey dan Almarhum bapak gak mungkin bisa kami balas Den" Ucap Pak Fardi.
"Baik Den, silahkan" Ucap Pak Fardi.
Rey kemudian masuk ke kamarnya dan mandi, setelah itu dia berbaring dan beristirahat tanpa disadari dia tertidur dengan pulas. Keesokan paginya Rey di bangunkan dengan suara ketukan pintu kamarnya yang di ketuk oleh Pak Fardi.
"Den, Den Rey sudah bangun" Tanya Pak Fardi.
"Iya Pak udah, kenapa ya pak" Tanya Rey balik.
"Ada temennya nyariin Den" Ucap Pak Fardi.
"Iya Pak, ajak masuk, tunggu saya cuci muka dulu" Ucap Rey.
"Baik Den" Ucap Pak Fardi.
"Siapa sih pagi pagi begini, Emang sekarang jam berapa sih" Gumam Rey.
Rey melihat ke arah jam ternyata sudah jam 8 pagi. Dia kemudian bangun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi untuk cuci muka dan berkumur. Kemudian setelah itu Rey menuju ke ruang tamu, dia penasaran siapa yang datang ke rumahnya pagi pagi.
"Maaf Rey, pagi pagi ganggu" suara yang terdengar ke telinga Rey.
Ketika Rey melihat ternyata itu Ayu, kakak tingkat sekaligus pembimbing kelompok ospeknya.
"Eh Ayu, pagi pagi banget, ada apa ya" Tanya Rey.
"Aku mau ganti uang buat beli ban motor kemarin sore" Jawab Ayu.
"Aduuh kapan kapan juga bisa kan, lagian gak perlu di ganti juga" Ucap Rey.
"Aku gak enak kalau gak di ganti secepatnya, kamu aja bisa nolong aku sesingkat itu" Ucap Ayu.
"Ngomong ngomong kok bisa tau rumah aku" Tanya Rey.
"Iyaa di kasih tahu Bayu" Jawab Ayu, padahal awalnya dia sempat membuntuti Rey bersama Yudha.
"Oh Bayu ya, Pak Fardi, minta tolong ibu buatin minum" Ucap Rey.
__ADS_1
Terdengar suara Pak Fardi menyahut dan tak lama kemudian istrinya membawa minuman ke ruang tamu.
"Silahkan Den" Ucap Bu Fardi.
"Makasih Bu, silahkan diminum dulu Ayu" Ucap Rey.
"Aduh ngerepotun banget aku Rey" Ucap Ayu.
"Santai aja lah" Ucap Rey.
"Oh iya Rey, ini uangnya, aku lebihin 50 ribu kok" Ucap Ayu.
"Gak apa apa , simpen aja" Ucap Rey.
"Tapi Rey, di terima lah aku gak enak" Ucap Ayu.
"Udah gak usah" Ucap Rey.
"Yaudah deh, tapi aku tetep merasa gak enak lo" Ucap Ayu.
"Gak usah di bahas mulu, ngomong ngomong kamu ikut kan acara kemah malam minggu ntar" Tanya Rey merubah topik pembicaraan.
"Gak tau juga sih, soal nya aku juga gak ikut andil sama mereka" Ucap Ayu.
"Tapi kan kamu termasuk panitia juga" Ucap Rey.
"Iya sih, tapi ntar aja liatnya" Ucap Ayu.
"Semoga kamu ikut ya, biar rame kan makin seru" Ucap Rey.
"Iya" Ucap Ayu.
"Diminum dong, jangan di liatin aja minumannya" Ucap Rey.
"Iya Rey, tapi kok disini sepi amat Rey, di depan aja mobil nya aja ada 2 motor juga ada" Ucap Ayu.
"Oh itu mobil almarhum Ayah yang satunya, motornya motor Pak Fardi sama motor ku " Jawab Rey.
"Almarhum Ayah, berarti tinggal nya sama ibu aja ya" Ucap Ayu.
"Ibu juga udah lebih duluan pergi" Jawab Rey.
"Maaf ya Rey, aku gak tau" Ucap Ayu.
"Santai aja" Jawab Rey.
"Berarti kamu sendiri di rumah sebesar ini" Ucap Ayu.
"Iyaa bisa di bilang sendiri bisa juga nggak sih, soalnya ada Pak Fardi sama istrinya, tiap hari mereka disini, kadang juga nginap" Ucap Rey.
"Hebat banget kamu Rey" Ucap Ayu.
"Gak hebat hebat banget kok" Ucap Rey.
"Iya kamu orang kaya, masih muda, tapi aku sama sekali gak ngeliat kesombongan di diri kamu" Ucap Ayu.
"Ah jangan terlalu banyak muji nya" Ucap Rey.
"Aku serius" Ucap Ayu.
"Aku cuma ngelakuin yang aku suka kok" Ucap Rey.
"Iya Rey, kamu yang semangat ya" Ucap Ayu.
"Semangat ngapain" Ucap Rey nada mengejek.
"Ah Rey gak seru" Ucap Ayu.
Dalam hanya beberapa saat kecanggungan berubah menjadi akrab, itulah kelebihan Rey terutama dengan seorang perempuan.
"Yaudah Rey, aku pulang dulu ya, mau ke kos temen" Ucap Ayu.
"Yaudah, aku anter sampai depan" Ucap Rey.
"Iyaaa" Jawab Ayu.
Rey mengantar Ayu ke depan teras rumahnya, setelah itu Ayu meninggalkan rumah Rey.
__ADS_1
"Dadah Rey" Ucap Ayu.
"Hati hati" Jawab Rey.