
Keesokan paginya pun datang dan Windi sudah bangun, Windi kemudian keluar dari kamarnya ingin melihat keadaan Rey, ternyata Rey sudah terbangun pagi pagi sekali.
"Udah bangun ya Kak Rey" Ucap Windi.
"Iyaa, dari subuh udah bangun" Jawab Rey.
"Tidurnya nyeyak Kak?" Tanya Windi.
"Iya Win, enak banget tidur hawa kayak gini" Ucap Rey.
Windi pun membangunkan Febri yang masih tidur untuk menyuruhnya mandi dan berangkat sekolah.
"Feb bangun Feb, Mandi ke sekolah" Ucap Windi.
"5 menit lagi Kak" Jawab Febri.
"Udah buruan cepat, nanti telat" Ucap Windi.
"Ahh Kakak nih" Ucap Febri bangun sambil menggerutu.
Rey hanya tersenyum melihat kelakuan lucu kakak adik ini yang tak terlihat akur.
Tiba tiba terdengar suara teriakan dari Bapak Windi memanggil istri nya.
"Bu, Ibu, bangun Bu, Ibuuu!!!" Teriak Bapak Windi.
Mereka yang mendengar suara teriakan Bapak Windi bergegas menuju ke kamar termasuk juga Rey yang dengan cepat bangkit dan masuk ke kamar Ibu Windi.
"Kenapa Pak??" Tanya Rey dan Windi serentak.
"Ibu kamu Win, Ibu kamu udah gak ada" Jawab Bapaknya Windi.
Windi yang mendengar perkataan Ayahnya pun tiba tiba terjatuh pingsan, bahkan Rey yang berada di sampingnya tak sempat menangkap nya, Febri kemudian masuk berlari ke arah ibubya dan memeluk ibunya.
"Ibuuuu jangan Bu, jangan tinggalin kita Bu" Teriak Febri.
Rey pun memindahkan Windi yang masih pingsan ke kursi yang berada di kamar ibunya.
Febri semakin berteriak histeris karena ditinggal Ibunya, hingga terdengar oleh para tetangga. Kemudian para tetangga pun masuk ke rumah Windi untuk melihat keadaan kenapa Febri berteriak. Rey pun menyambut kedatangan orang orang tersebut.
"Ada apa ini, kenapa??" Tanya seorang warga.
__ADS_1
"Ini Pak, Ibu nya Windi meninggal" Jawab Rey.
"Innalillahi wainnailaihirojiun" Ucap Para Warga.
Beberapa dari warga masuk ke kamar Ibu nya Windi dan melihat keadaan, terlihat Febri yang masih menangis di samping Ibunya dan Windi yang masih pingsan dan bapak Windi yang menangis tersedu memandang jasad istrinya.
Keluarga Windi dan para warga lain mulai berdatangan ke rumah Windi, beberapa saat kemudian Windi siuman, dan melihat ke arah Ayah nya, Rey yang melihat Windi telah sadar mendekat ke arah Windi dan memeluknya.
"Kamu yang sabar ya Win" Ucap Rey.
Windi kemudian menangis di pelukan Rey, dan kemudian ingin bangun, namun karena masih merasa pusing dan sempoyongan Rey menuntun Windi menuju jasad ibunya. Windi pun kemudian menangis sejadi jadi nya di samping ibu nya yang telah tiada.
"Udah Nak, Febri, Windi, kita yang sabar Nak" Ucap Bapak Windi.
"Ibu kenapa ibu pergi secepat ini, sekarang kita mau bawa Ibi ke rumah sakit, tapi kenapa ibu pergi, ibu bahkan tak sempat berbicara sama Windi" Ucap Windi.
Terlihat warga sekitar mulai memindahkan barang yang ada di ruang tamu rumah Windi, beberapa warga ada yang mendirikan terop dan mengangkut kursi, juga terdengar pengumuman di Masjid tentang kepergian Ibu Windi.
Beberapa Keluarga dekat Windi mulai masuk dan mencoba menenangkan Windi dan Febri. Para warga lain ada yang menyiapkan alat untuk memandikan jenazah, ada yang menyediakan kafan serta wewangian, dan beberapa warga pergi menggali kubur ke TPU di kampung, Rey yang melihat keadaan tersebut seperti tertegun.
"Memang ya rasa empati dan simpati dari masyarakat kampung sangat tinggi di banding dengan di kota" Gumam Rey dalam hati.
Selanjutnya tangisan Windi dan Febri mulai mereda, dan terlihat Bapak Windi di bantu dengan saudara Ibu Windi memopong jenazah untuk dimandi kan. Jenazahnya dimandikan oleh saudari dari Ibu Windi.
Windi dan Febri terlihat sangat sedih dan terpukul ketika melihat jenazah ibunya mulai timbun dengan tanah, seketika tangisan Febri kembali pecah.
"Udah Nak, udah, semakin kamu tangisi kepergian Ibu kamu, semakin sakit rasa yang di derita ibu mu nak" Ucap Ayah Windi.
Setelah prosesi pemakaman selesai para warga yang ikut mengantar mulai pulang dan kembali ke rumah Windi.
"Ayo Nak kita pulang juga, orang orang udah nunggu kita dirumah" Ucap Ayah Windi.
"Bapak duluan aja, Windi mau disini bentar". Jawab Windi.
"Nak Rey, tolong temenin Windi ya, Bapak sama Febri mau pulang duluan, temen sekolah nya Febri juga pada datang ngelayat" Ucap Bapak Windi.
"Iya Pak, saya temenin Windi disini" Jawab Rey.
Bapaknya Windi dan Febri pun pulang ke rumahnya sementara Windi hanya di temani Rey di makam itu. Rey kemudian berjalan ke arah Windi dan berdiri di sampingnya.
"Win.... Windi disinilah kita mulai belajar bagaimana hidup yang sebenarnya setelah ditinggal orang yang kita sayangi untuk selamanya" Ucap Rey menenangkan Windi.
__ADS_1
"Ibu udah tenang Win, kita sebagai orang yang masih hidup dan tugas kita sekarang hanya mengirim Do'a Win" Tambah Rey.
Windi kemudian menyenderkan kepala nya ku pundak Rey.
"Kak aku itu anak yang paling dekat sama Ibu, tapi semenjak aku kerja aku jarang komunikasi sama ibu, terakhir aku pulang 2 bulan lalu, ibu pesannya cuma 1, kamu harus ada di rumah kalau ibu meninggal" Ucap Windi.
Rey kemudian merangkul pundak Windi dan berkata...
"Berarti kamu udah nurutin permintaan terakhir ibu kamu, kamu ada di rumah saat beliau pergi" Ucap Rey.
"Aku bakalan tunggu kamu disini terus, dan bakalan nemenin kamu sampai semuanya baik baik aja Win" Ucap Rey.
"Makasih Kak, aku gak nyangka bisa ada orang yang aku sayang di samping aku saat aku kayak gini" Ucap Windi.
"Iya Win tenang aja Win, Sekarang ayo kita pulang" Ajak Rey.
Windi dan Rey pun meninggalkan Makan dan kembali ke rumahnya. Terlihat disana menunggu Bapaknya dan beberapa keluarga Windi menunggu. Kemudian mereka menjemput Windi dan membawanya masuk.
"Win kamu disini dulu ya sampai hari ke 3 ya baru balik kerja" Ucap Bapak nya.
"Iya Pak, kebetulan Windi udah cuti 3 hari, ini Windi juga mau infoin ke tempat kerja" Jawab Windi.
"Nak Rey bagaimana??" Tanya Bapaknya Windi.
"Saya bakal disini juga Pak, kan Windi juga pulangnya sama saya pak, nanti biar baliknya sama saya juga" Jawab Rey.
"Emangnya kamu gak apa apa Nak, takutnya bapak ngerepotin" Ucap Bapak Windi.
"Gak apa apa Pak" Jawab Rey.
"Iyaa, makasih ya Nak" Ucap Bapak Windi.
Para keluarga Windi yang baru sadar dengan kehadiran Rey mencoba mencari tahu siapa dia dengan menanyakan ke Febri.
"Feb sini, itu siapa??" Tanya salah satu keluarga Windi.
"Temannya Kak Windi" Jawab Febri.
"Orang kota ya??" Tanya nya lagi.
"Iyaa, Namanya Rey orangnya baik, itu dia datang sama mobil" Ucap Febri sambil menunju ke mobil Rey.
__ADS_1
"Hebat ya Windi bisa punya teman orang kaya" Gumam salah satu keluarga Windi.
Mereka pun menemui Rey mengajaknya mengobrol, terlihat Rey sangat cepat akrab dengan keluarga Windi, Windi yang melihat hal itu hanya tersenyum dan kagum kepada Rey...