Duda Muda Idola Wanita

Duda Muda Idola Wanita
Suka Dan Duka


__ADS_3

Sesampainya di Rumah Sakit dan melewati Lobby Rey melihat Pak Fardi sedang minum kopi di Kantin...


"Pak Fardi lagi Ngopi toh" Gumam Rey.


Rey melanjukan ke ruang perawatan Ayahnya, disana sudah ada Desi yang menunggu dengan muka kesalnya.


"Kamu dari mana aja sih Rey" Tanya Desi.


"Ketemuan sama Vera??" Tambah Desi kesal.


"Ya ampun Des. aku ketiduran soalnya ujannya deras banget bikin ngantuk" Jawab Rey.


"Alesannya, disini aku tuh gak tidur jagain Pak Atmaja" Jelas Desi Keras.


"Ma'af Des, aku gak sengaja, aku juga gak bermaksud" Kelak Rey.


"Yaudah!! aki sekarang mau pulang. Besok pagi bapak ibu ku tiba, dan langsung aku bawa kesini" Jelas Desi.


"Besok???" Tanya Rey.


"Iya besok, nanti jam 8 aku harus jemput mereka di stasiun" Ucap Desi.


"Mau ditemenin??" Tawar Rey.


"Terus yang jaga Pak Atmaja siapa??" Tanya Desi.


"Atau dianterin sama Pak Fardi aja??" Tanya Rey lagi.


"Gak perlu!!" Jawab Desi ketus.


"Besok pagi aja tolongin jemput" Tambah Desi.


"Yaudah besok pagi" Jawab Rey.


Desi pun pulang dan Rey tetap stay diruangan.


Kini Rey hanya sendiri menemani Ayahnya, tanpa sadar Rey pun tertidur.


Sekitar Pukul 03:00 Pagi Rey terbangun, Rey melihat ke Handphone nya.


"Ah masih Jam segini, Pak Fardi mana ya??" Ucap Rey.


Rey membuka Pintu dan ternyata Pak Fardi tidak tidur, dia terlihat duduk sambil menarik asap rokok nya dan 1 renceng stok kopinya.


"Loh kirain Pak Fardi pulang??" Tanya Rey.


"Nggak Den, saya gak tega tinggalin Den Rey sendirian" Ucap Pak Fardi.


"Saya temenin duduk ya Pak, Air panasnya masih ada, saya mau buat kopi Pak" Tanya Rey.


"Oh ini Den, saya buatkan" Ucap Pak Ferdi.


"Gak perlu pak, Rey buat sendiri aja" Ucap Rey sambil menuangkan Kopi di campur air panas.


"Kalau Ayah kenapa napa gimana Pak, Rey belum siap hidup tanpa Ayah Pak" Curhatan Rey.


"Den Rey perbanyak berdo'a aja, Semoga bapak cepat sehat dan bisa kumpul bareng kita lagi" Ucap Pak Fardi.


"Rey udah anggap Pak Fardi sebagai keluarga Rey sendiri, Pak Fardi udah kerja sama Ayah dari Rey kecil, saat Ibu masih ada" Ucap Rey.


"Iya Den, Bapak itu orangnya Baik, Dermawan Den, siapa pun yang kerja sama bapak pasti betah" Jawab Pak Fardi.


"Apalagi dulu waktu ibu masih ada Den, Kebutuhan rumah tangga saya pun ditanggung sama Ibu" Tambah Pak Fardi.


"Iya Pak, Ibu udah tenang dan bahagia disana" Ucap Rey.


Tiba - tiba terdengar suara dari dalam ruangan memanggil Rey.


"Rey Rey".


"Den kayaknya itu suara bapak den" Ucap Pak Fardi.


Rey dan Pak Fardi terburu buru masuk dan benar saja Pak Atmaja terbangun.


"Rey, kami sama siapa?" Tanya Pak Atmaja.


"Berdua sama Pak Fardi Yah" Jawab Rey.


"Yang lain mana??" Tanya Pak Atmaja.


"Ini masih Jam 4 pagi Yah, yang lain belum datang" Jawab Rey.

__ADS_1


"Desi katanya nanti pagi datang sama Orang Tuanya kesini, minta tolong Pak Fardi jemput" Tambah Rey.


"Orang Tua nya Desi ya" Tanya Pak Atmaja.


"Iya Yah, kata Dokter kalau Ayah bangun Ayah harus minum obat Yah, biar Ayah ada tenaga" Jelas Rey.


"Ayah gak mau Rey, biar aja Ayah kayak gini" Jawab Pak Atmaja


"Kalau Ayah gak minum obat, nanti Ayah tidur lagi terus gak bisa ketemu sama Orang Tua nya Desi" Rayu Rey.


"Iya mana sini Obatnya Ayah minum" Ucap Pak Atmaja.


Rey mengambil ada 7 jenis Obat dan di berikan kepada Ayahnya.


Obat tersebut di minum satu persatu oleh Pak Atmaja.


Dan dengan Efek Obat tersebut Pak Atmaja terlihat lebih segar.


Rey dan Pak Atmaja pun hanya mengobrol tentang bagaimana hari hari Rey selama berjaga di Rumah Sakit, Mulai dari ngopi, beli makanan, pulang pergi mandi ganti baju, tetapi tetap tidak menceritakan pengalaman bercintanya dengan 3 Perempuan berbeda dalam 2 hari 2 malam.


Tak terasa waktu berlalu dan Pak Fardi sudah berangkat menjemput orang tua Desi.


Sekitar pukul 07:30 Pagi Desi dan Orang Tua nya beserta Pak Fardi tiba di Rumah Sakit.


Hati Rey deg degan menanti kehadiran Orang Tua Desi.


Beberapa saat Kemudian tibalah Desi dan kedua Orang Tuanya dan seorang Pria yang tak dikenalinya mengenakan stelan Jas dan Peci, Serta Pak Fardi yang membawa sebuah koper.


Terlihat Orang Tua Desi tidak asing di mata Rey.


"Rey, udah gede ya rupanya, dulu masih pendek, sekarang Gagah dan tinggi ya" Ucap Ayah Desi.


Rey kemudian teringat saat dia masih duduk di bangku SMP sering datang berkunjung teman Ayah nya beserta Istrinya.


"Om Yahya, Tante Ira, apa kabar Om, Tante udah lama gak ketemu" Ucap Rey sambil menjulurkan tangannya bersalaman dengan Om Yahya Dan Tante Ira.


"Alhamdulillah Sehat Rey, kamu sehat kan" Ucap Om Yahya.


"Iya Sehat Om" Jawab Rey.


"Om, Tante kok bisa tau Ayah masuk Rumah Sakit" Tanya Rey.


"Kok bisa dari Desi Om? Om kenal sama Desi" Tanya Rey lagi.


"Iya Desi ini kan anaknya Om, gimana sih kamu Rey" Ucap Om Yahya.


Sontak saja Rey kagetnya bukan main, setelah tahu bahwa Desi adalah anak Om Yahya.


Om Yahya pun langsung menuju ke Pak Atmaja.


"Kamu tenang aja Atmaja, Rey baik baik aja sama kami" Ucap Om Yahya.


"Aku seneng kalau bisa Rey sama kalian, aku bisa tenang kalau kayak gini" Ucap Pak Atmaja.


"Ayah ngomong apa sih, Ayah harus sehat" Ucap Rey.


"Iya Rey, dengerin Ayah, Ayah punya satu permintaan terakhir buat kamu, Ayah mohon kamu harus mewujudkan permintaan Ayah ini" Ucap Pak Atmaja.


"Iyaa, Rey bakal ngiukutin apapun permintaan Ayah" Jawab Rey.


"Desi kemari, Kalian berdua dengar baik baik. Hari ini, di ruangan ini Ayah minta ke kalian berdua, Ayah ingin kalian Menikah disini, Pak Fardi udah ngebawain baju buat Rey dan kebaya buat Desi, Pak Fardi juga sudah membeli barang sebagai Emas Kawin, juga sudah ada Pak Nasir yang akan menikahkan kalian sebagai Penghulu" Pinta Pak Atmaja.


"Nikah disini Yah, sekarang Yah??" Tanya Rey.


"Iya Rey, kamu mau kan nurutin permintaan Ayah ini" Tanya Pak Atmaja.


"Baiklah Yah, ini semua demi Ayah" Jawab Rey.


Rey langsung ke Toilet dan mengganti pakaiannya.


Dan Desi hanya mengenakan kerudungnya.


Kemudian mereka berdua duduk disamping Pak Atmaja, dan Pak Nasir di sisi lainnya.


"Baiklah semuanya, Mas Rey udah siap" Tanya Pak Nasir.


"Siap Pak" Jawab Rey.


"Apa saksi saksi sudah siap" Tanya Pak Nasir.


"Siiiap" mereka serentak menjawab Pak Nasir.

__ADS_1


"Mas Rey silahkan julurkan tangan anda dan berjabat dengan saya. Jadi Mas Rey hanya perlu membaca 3 hal ini ya, yaitu Istigfhar, Syahadat, beserta Shalawat Nabi ya. Mas Rey bisa" Tanya Pak Nasir.


"Saya bisa pak" Jawab Rey.


"Silahkan Mas Rey di mulai dengan Bismillah dulu ya" Jelas Pak Nasir.


"Astaghfirullahal'adzim, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih"


"ayshadu alla ilaha illallah wa ayshadu anna Muhammadarsasulullah"


"Allahumma shalli 'ala Muhammad wa'ala ali Muhammad"


"Baiklah Mas Rey, Saya Nikahkan dan Kawinkan Engkau dengan Desi Aprilia Dengan Mas Kawin Seperangkat Alat Sholat dan Emas seberat 50 gram tunai"


"Saya Terima Nikahnya Desi Aprilia Dengan Mas Kawin Seperangkat Alat Sholat dan Emas seberat 50 gram tunai"


Bersama dengan hentakan tangan Rey dan Pak Nasir semua yang ada di ruangan berteriak.


"Saaaaaahhhh!!!"


"Alhamdulillah sekarang Mas Rey dan Mbak Desi sudah Sah sebagai pasangan Suami Istri" Ucap Pak Nasir.


"Silahkan Cincin kawin nya di kenakan ke tangan pasangan pasangan masing masing" Ucap Pak Nasir.


"Dan ini buku Nikah nya ditanda tangani oleh kedua mempelai" Tambah Pak Nasir.


Rey pun melingkari jari manis Desi dengan Cincin begitu pula dengan Desi yang melingkari nya di jari manis Rey. Dan tak lupa Buku Nikah mereka tanda tangani.


Semua yang ada di ruangan nampak tersenyum bahagia, kedua pasangan itu kemudian mencium tangan orang tua dan mertua meraka.


Akad Nikah pun selesai di lakukan, Pak Fardi kembali mengantar Pak Nasir Pulang.


Selepas itu Pak Atmaja minta izin untuk istirahat dan tidur. Yang lainnya kemudian duduk di sofa dimana ada Rey, Desi, dan Bapak Ibu Desi.


Mereka berbincang bincang tentang apa rencana yang akan mereka lakukan.


"Sepertinya Desi akan tinggal dengan Mas Rey bu" Jelas Desi.


"Baguslah nanti setelah Pak Atmaja sehat kita bida adain Resepsi kan" Ucap ibu Ira.


"Iya Om, Tante, kita tunggu Ayah Sehat aja" Ucap Rey.


Kemudian datang Pak Fardi yang baru saja mengantar Pak Nasir Pulang. Dengan membawa makanan untuk Sarapan.


"Ini Den Sarapannya" Ucap Pak Fardi.


"Iya, Pak Fardi sekalian sarapan juga" Ajak Rey.


"Iya den" Jawab Pak Fardi.


Mereka berlima sarapan didalam ruangan. Belum sempat makanan habis, terdengar suara aneh.


"tiiiiiiiiiit" Bunyi yang begitu panjang.


Ternyata itu suara dari "Patien Monitor" ternyata jantung Pak Atmaja berhenti berdetak.


Sontak saja Rey panik dan langsung berlari ke ruang tunggu perawat, kebetulan sekali Dokter Adit yang baru tiba langsung di hampiri Rey.


"Dok tolong Cepat liat Ayah saya" Ucap Rey.


Dengan terburu buru Dokter beserta perawat nya yang juga termasuk disitu ada Rini menuju ruangan.


Melihat kondisi Pak Atmaja Dokter langsung memeriksa nya, dan benar saja Jantung Pak Atmaja sudah tak berdetak.


Dokter Adit memerintahkan untuk mengambil alat Defibilator yang gunanya untuk memulihkan detak jantung yang tiba tiba berhenti.


Tapi semua usaha yang dilakukan Dokter Adit sia sia.


Pak Atmaja sudah pergi.


"Mohon ma'af Mas Rey, Sepertinya Pak Atmaja sudah pergi meninggalkan kita" Ucap Dokter Adit.


Rey yang mendengar kabar tersebut berlari ke Ayahnya seraya Menangis sejadi jadinya.


"Ayaaah, gak mungkin, Ayaaah bangun ayah, Rey gak mau ditinggal Ayah, Ayaaah bangun" Ucap Rey.


Desi yang baru saja jadi Istri sah Rey menghampiri.


"Yang sabar ya Sayang, semuanya udah takdir yang kuasa, kita harud menerimanya" Ucap Desi.


Tangisan Rey tak terhenti dan tak ada yang bisa menghentikannya....-

__ADS_1


__ADS_2