
Rey kemudian mengajak Windi menuju ke lobby kantor, beberapa karyawan yang ada di lobby memberikan salam selamat pagi ke Rey. Salah seorang karyawan bagian Front Desk yang bernama Maudy yang masih belum mengenal siapa Rey kemudian bertanya kepada Rey.
"Selamat Pagi Pak, ada yang bisa saya bantu?" Ucap Maudy.
Kemudian Manager bagian HRD dengan cepat mengambil tindakan dengan bergegas ke arah Rey dan menyapa nya.
"Selamat pagi Pak Rey, saya mohon ma'af, saya Manager bagian HRD, mungkin semua karyawan disini belum mengenal siapa Pak Rey" Ucap Manager.
"Perhatian semuanya, perkenalkan saya Reynand Farhadian, saya sekarang sebagai CEO perusahaan ini" Ucap Rey memperkenalkan diri.
Maudy yang tadinya tidak mengetahui siapa Rey akhirnya langsung meminta ma'af ke Rey.
"Pak Rey, saya mohon ma'af sebesar besarnya Pak, saya sebelumnya tidak mengenal Bapak" Ucap Maudy.
"Iya tidak apa apa, saya maklumi" Jawab Rey.
Kemudian Rey mengajak Windi menuju ruang Dewan Direksi sekalian pula mengajak Manager bagian HRD ikut bersamanya.
Setelah tiba di ruangan, Rey kemudian di sambut oleh beberapa Dewan Direksi.
"Selamat pagi Pak Rey, tumben sekali Pak Rey kesini" Ucap salah satu Dewan Direksi.
"Saya kesini ada keperluan sebentar, saya ingin minta tolong dan kebetulan disini sudah ada Manager bagian HRD" Ucap Rey.
"Apa yang saya bisa bantu Pak??" Tanya Dewan Direksi.
"Jadi begini, ini teman saya Windi, saya minta tolong untuk dijadikan Windi sebagai Karyawan disini, bagaimana apa bisa??" Ucap Rey.
"Tentu saja Pak, kabetulan di bagian pemasaran kekurangan Karyawan untuk saat ini" Jawab Dewan Direksi.
"Baiklah, Windi silahkan perkenalkan diri dulu" Ucap Manager HRD.
"Selamat pagi Pak, Nama saya Windi Maulida Ayunda, biasa di panggil Windi, sebelumnya saya bekerja sebagai kasir di salah satu minimarket pak" Ucap Windi.
"Kasir minimarket ya, berarti mungkin cocok juga dengan keuangan, Oke jadi kebetulan Pak Rey langsung yang meminta tentu saja Windi di terima kerja disini" Ucap Manager HRD.
"Terima Kasih banyak Pak" Ucap Windi.
"Terima kasih juga buat Kak Rey" Tambah Windi.
"Jadi besok langsung masuk kerja ya" Ucap Dewan Direksi.
"Siap Pak" Jawab Windi.
"Oke jadi sudah selesai ya" Tanya Rey.
"Iya Pak sudah beres" Jawab Manager HRD.
Saat sedang asyik berbincang tanpa disadari Desi yang entah dari mana datangnya masuk ke ruangan Dewan Direksi.
"Selamat Pagi semuanya" Ucap Desi.
"Desi?? Kok kamu bisa disini?" Tanya Rey terheran.
Desi kemudian menghampiri Rey yang sedang duduk bersama Windi dan yang lainnya.
__ADS_1
"Aku tadi mampir kerumah kamu, terus tanyain ke Pak Fardi, katanya kamu ke kantor, aku jadi nya excited kamu ke kantor pertama kali, terus aku nyusul ke sini" Ucap Desi.
Rey terasa kalang kabut melihat kedatangan Desi, dia bingung harus melakukan apa di saat 2 wanita yang kini sama sama menjadi kekasih nya berada di tempat yang sama.
Kemudian Desi menyadari ada Windi di sana dan langsung menyapa Windi.
"Halo Mbak, kayaknya kita baru pertama ketemu ya?" Tanya Desi.
"Iya Mbak saya Windi" Jawab Windi.
"Saya Desi, salam kenal" Ucap Desi.
"Salam kenal juga" Balas Windi.
Kemudian di satu moment inilah Dewan Direksi melakukan hal tak terduga.
"Mbak Windi jadi Mbak Desi ini mantan istrinya Pak Rey" Ucap Dewan Direksi.
"Mantan Istri??" Ucap Windi terkejut.
"Oh iya, saya mantan istrinya Rey, dulu saya juga kerja disini sebagai pengawas Dewan Direksi" Ucap Desi.
"Pak, kenapa urusan pribadi saya di ungkit disini??" Tanya Rey keras.
"Saya mohon ma'af Pak Rey, saya pikir tidak apa apa mengatakan hal itu" Ucap Dewan Direksi.
Rey terlihat sangat marah dan Windi tak mampu berkata, Desi pun tampak tak menyadari akan hal itu.
Tiba tiba Windi...
"Pak ini apa apan pak, kok gini caranya pak" Ucap Rey.
"Rey kamu kok marah gitu, emang wajar kan orang orang pada tahu" Ucap Desi.
"Saya mohon maaf sekali Pak Rey, saya tidak tahu bakalan terjadi seperti ini" Ucap Dewan Direksi.
"Gak apa apa juga kan Rey, toh ini bukan masalah besar" Tambah Desi.
Rey berpikiran mungkin Desi tak tahu kalau Windi adalah kekasihnya, dan juga Windi tak tahu kalau mantan istrinya telah menjadi kekasihnya juga, tetapi masalahnya apakah Windi akan masih menerima Rey karena telah mengetahui status Rey sebagai seorang Duda. Disini Rey mulai dapat berpikir tenang dan mengambil sikap sebagai seorang pemimpin.
"Baiklah mungkin ini bukan masalah besar, tapi tolong lain kali jangan lakukan hal seperti ini, dengan mengungkit masalah pribadi saya" Jelas Rey.
"Baik pak, saya akan jadikan sebagai pelajaran, saya mohon ma'af sekali lagi" Ucap Dewan Direksi.
"Baiklah saya mau ke ruangan CEO dulu" Ucap Rey.
Rey kemudian meninggalkan ruangan Dewan Direksi dan juga meninggalkan Desi disana, kemudian di berjalan ke arah toilet mencari keberadaan Windi.
Windi pun terlihat keluar dari toilet, terlihat wajahnya memerah dan matanya masih berkaca kaca.
"Win... Kamu gak apa apa kan??" Tanya Rey.
Windi hanya menggeleng.
"Ayo ikut aku sebentar" Tambah Rey.
__ADS_1
Rey kemudian mengajak Windi ke ruang CEO.
"Aku sebelumnya mau minta ma'af ke kamu, aku emang seharusnya jujur dari awal kalau aku ini udah Duda" Jelas Rey.
Windi hanya terdiam dan tak menjawab Rey.
"Kalau kamu emang mau tau semuanya tentang aku, oke sekarang aku bakal ceritain ke kamu" Ucap Rey.
"Sekarang Kak Rey masih berhubungan dengan mantan istri Kak Rey??" Tanya Windi.
"Kalau dibilang berhubungan sih iya, tapi hanya sekedar teman" Elak Rey.
"Tapi Kak Rey keliatan akrab banget sama Mbak Desi" Ucap Windi.
"Namanya juga pernah merasakan hidup bersama, kami cerai juga karena kesalahpahaman" Jelas Rey.
"Kesalahpahaman ?? Maksudnya Kak Rey??" Tanya Windi.
"Jadi cerita nya gini.... Waktu itu"
Rey menceritakan semua masa lalunya kepada Windi, bagaimana Rey menikah dengan Desi dan bagaimana pula Rey bercerai dengan Desi.
"Jadi semua karena perjodohan??" Ucap Windi.
"Iya semuanya terjadi begitu aja, aku cuma nurutin permintaan terakhir Ayah" Ucap Rey.
"Sekarang kamu udah tau semuanya, kamu juga udah tau kalau aku Duda, sekarang keputusan kamu, masih mau lanjut hubungan ini atau nggak" Jelas Rey.
"Sebelumnya makasih karena Kak Rey udah mau cerita semuanya ke aku, di posisi ini aku emang sedikit kecewa sama Kak Rey tentang status yang Kak Rey nggak ceritakan dari awal, Tapi aku juga sekarang menjalin hubungan sama Kak Rey emang karena hati aku udah sepenuhnya buat Kak Rey, aku juga gak peduli sama status Kak Rey sebagai Duda" Jelas Windi.
"Makasih ya Win, kamu udah mau ngerti aku" Ucap Rey.
"Tujuannya emang kita sama sama harus saling ngerti Kak" Ucap Windi.
Rey pun kemudian memeluk Windi sebagai rasa sayang dan terima kasihnya.
"Kamu jadi mau kerja disini??" Tanya Rey.
"Kak Rey gimana? Kerja disini juga kan??" Tanya Windi balik.
"Kalau aku mau kuliah dulu baru bisa ngambil kekuasaan sepenuhnya" Jawab Rey.
"Kalau emang gitu, lebih baik aku balik kerja di minimarket aja Kak" Jawab Windi.
"Kenapa kayak gitu Win??" Tanya Rey.
"Aku gak enak aja Kak, lagian ini juga jauh dari kostan aku" Jawab Windi.
"Yaudah terserah kamu aja" Jawab Rey.
"Sebaiknya kita pulang aja, kamu jalan aja duluan ke mobil ya, aku masih ada urusan bentar" Tambah Rey.
"Iya Kak" Ucap Windi seraya berjalan keluar.
Rey pun menuju ke ruangan Dewan Direksi, ternyata disana sudah tak ada keberadaan Desi. Disana hanya ada beberapa Dewan Direksi yang baru datang, dan menyapa Rey.
__ADS_1
Kemudian Rey meninggalkan Ruang Direksi dan menuju lobby dan ingin segera menemui Windi. Terlihat Windi sedang berbicara dengan seseorang yang ternyata itu Desi.....