
Sungguh sangat menakjubkan untuk Ayah Tendean dan Bunda Dianti, walau sudah tidak lagi mudah. Namun, Allah mempercayakan keduanya untuk menjadi orang tua. Bagi Ayah Tendean, tentu ini adalah pengalaman kedua untuknya. Sementara untuk Bunda Dianti, ini adalah pengalaman pertamanya.
"Ada keluhan mual atau muntah, tidak Ibu?" tanya Dokter Indri sekarang kepada Bunda Dianti.
"Tidak ada, Dokter. Alhamdulillah, saya sehat. Hanya semingguan belakangan saya seperti menggigil kedinginan saat malam hari," balas Bunda Dianti.
Dokter Indri tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Itu karena sesuatu yang asing yang sekarang hidup dan berkembang di dalam tubuh, Ibu. Bisa begitu, karena tubuh manusia butuh penyesuaian. Bahkan terkadang ada yang merasakan tidak enak badan seperti masuk angin atau Influenza. Gejalanya bermacam-macam," jelas Dokter Indri.
"Itu yang disampaikan putri saya, Anaya, Dokter. Ternyata sama dengan penjelasan Dokter sekarang," balas Bunda Dianti dengan tersenyum.
Sekarang Dokter Indri terkekeh perlahan. "Ya, itu karena Anaya sudah berpengalaman ya, Bu. Jadi bisa memberitahu. Sampaikan salam saya untuk Anaya yah," balas Dokter Indri.
Tentu saja itu juga karena Anaya adalah keponakannya, sehingga Dokter Indri menyampaikan salam untuk Anaya. Ayah Tendean dan Bunda Dianti pun menganggukkan kepalanya. Pasti salam dari Dokter Indri akan disampaikan.
"Mengingat kehamilan Geriatri dan usia yang hendak memasuki 50 tahun, saya sarankan untuk mengurangi aktivitas berhubungan suami istri dulu yah. Di trimester pertama harus benar-benar dijaga karena janin sangat rawan. Selain itu, Ibu menghindari untuk memakan makanan yang dibakar dan protein hewani dan nabati yang mentah. Jaga kebugaran dengan olahraga seperti berenang, jalan kaki, dan yoga, lalu konsumsi buah dan sayur, dan cukupi kebutuhan air minum. Serba-serbi kehamilan seperti apa bisa tanya ke Anaya yah, yang sudah berpengalaman."
Dokter Indri menjelaskan dengan begitu detail dan ini adalah sesuatu yang menarik untuk Bunda Dianti. Semua informasi yang diberikan Dokter Indri sangat informatif dan juga bermanfaat baginya yang masih begitu awam. Usia memang sudah tua, tapi pengalaman seperti ini begitu baru untuk Bunda Dianti.
Usai melakukan pemeriksaan dan konsultasi, sekarang Ayah Tendean dan Bunda Dianti menuju ke apotek untuk mengambil obat. "Pelan-pelan jalannya, Bunda," ucap Ayah Tendean.
__ADS_1
"Iya, Mas Dean. Ini aja jalannya lebih pelan. Begitu tahu hamil, jadi takut jalan cepat," balas Bunda Dianti.
Beberapa hari lalu, ketika belum tahu positif hamil semua terasa biasa. Akan tetapi, setelah tadi melihat embrio atau bakal janin melalui pemeriksaan USG, rasanya Bunda Dianti harus lebih berhati-hati sekarang.
***
Beberapa Hari Setelahnya ....
Petang, menjelang makan malam Ayah Tendean dan Bunda Dianti mendatangi rumah Anaya dan Tama. Bukan hanya sekadar main. Akan tetapi, ada kabar bahagia yang ingat keduanya sampaikan kepada Anaya dan Tama. Melihat kedatangan orang tuanya di waktu tidak biasa, Anaya pun juga kaget jadinya.
"Tumben Ayah dan Bunda ke sini?" tanya Anaya.
Anaya kemudian tersenyum dan menunduk. "Maaf, Bunda. Satu minggu ini, Citra sedang pengulangan tengah semester. Jadi, mendampingi Citra belajar dulu," balas Anaya.
"Iya, tidak apa-apa. Jadi, sekarang Ayah dan Bunda yang kemari," balas Bunda Dianti lagi.
Anaya, Tama, Bunda Dianti, dan Ayah Tendean kini berkumpul di ruang tamu dan kemudian Ayah Tendean tanpa basa-basi hendak menyampaikan kabar ini kepada anak-anaknya.
"Anaya dan Tama, ada yang ingin kami sampaikan," ucap Ayah Tendean.
__ADS_1
Seketika pandangan Anaya dan Tama beralih ke sangat Ayah. "Ya, Ayah ... silakan," balas Tama.
"Ay, kecurigaanmu kepada Bunda ternyata benar. Sekarang, Bunda tengah hamil adik kamu," ucap Ayah Tendean.
Wah, Anaya dan Tama benar-benar tidak menyangka. Secara khusus Anaya di usianya 26 tahun baru memiliki adik. Terasa seperti mukjizat. Namun, Anaya sangat bahagia. Saking bahagianya dia sampai menitikkan air mata bahagia.
"Alhamdulillah Ya Allah ... Allah percayakan keturunan untuk Ayah dan Bunda," balas Anya.
"Alhamdulillah," ucap Tama penuh syukur juga.
"Kami juga tak menyangka Anaya. Namun, Ayah dan Bunda akan menjaganya dengan baik. Kehamilan Geriatri di usia lebih dari kepala empat membuat kehamilan ini berisiko. Akan tetapi, kami akan menjaganya," ucap Ayah Tendean.
"Benar, Ayah. Jangan takut ya, Ayah. Selalu dampingi Bunda. Bagaimana pun, wanita merasa tenang dan bahagia kala suaminya siaga dan mau mendampingi setiap waktu," balas Anaya.
Seolah Anaya memberikan kekuatan untuk Ayahnya supaya tidak takut. Yang penting selalu siaga dan mendampingi selama proses kehamilan, persalinan, hingga memberikan ASI nanti. Sebab, suami mengambil peran penting dalam setiap proses yang dijalani sang istri.
"Iya, Ayah akan mendampingi Bundamu," jawab Ayah Tendean.
"Selamat ya Ayah dan Bunda ..., Aya sangat senang mendengarnya," balas Anaya.
__ADS_1
Hal ini memang lucu, Anaya yang sudah memiliki anak dan berusia 26 tahun barulah akan memiliki adik. Akan tetapi, Anaya justru bersyukur. Selain itu, Anaya juga akan mendoakan keselamatan keluarganya. Anaya juga siap untuk menjadi support sistem untuk Bundanya. Kehamilan Geriatri memang berisiko, tapi bisa dilewati dengan baik. Semoga saja semua berjalan baik dan aman sampai waktunya bersalin nanti.