Duda Seperempat Abad

Duda Seperempat Abad
Lebih Menjaga Kehamilan


__ADS_3

Mendengar apa yang disampaikan Ayah Tendean dan Bunda Dianti, tentu Anaya dan Tama sangat senang. Sebagai anak, Anaya pun mengharap yang terbaik untuk Ayah dan Bundanya. Walau sudah berusia 26 tahun dan sudah memiliki anak-anak, Anaya terlihat excited ketika hendak memiliki adik nanti.


"Bunda, kalau mau tanya apa pun tentang kehamilan boleh loh. Butuh bantuan, Aya juga siap membantu. Jangan sungkan ya, Bunda," ucap Anaya sekarang kepada Bunda Dianti.


Anaya berkata demikian karena memang Anaya sudah berpengalaman terlebih dahulu. Saling berbagi informasi selama Bundanya hamil tidak masalah. Selain itu, jika Bunda Dianti membutuhkan bantuan, Anaya juga akan siap membantu.


"Pasti, Ay ... Dokter Indri juga berkata begitu. Bisa tanya-tanya Anaya karena setidaknya kamu sudah berpengalaman sebelumnya. Oh, iya ... Dokter Indri menitipkan salam untuk kamu," balas Bunda Dianti.


Tidak lupa dia menyampaikan salam dari Dokter Indri untuk Anaya. Bagaimana pun, Dokter Indri adalah saudari kembar Bunda Kandung Anaya, sehingga memang Anaya sendiri adalah keponakan Dokter Indri. Anaya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Anaya juga masih sering berkomunikasi dengan Tante Indri sih, Bunda. Kami sering kali juga mengirimkan pesan," balasnya.


Terlihat juga sikap Anaya yang terbuka. Dia berusaha memberitahukan bahwa dia masih berkomunikasi dengan baik dengan Tante Indri. Walau tidak begitu sering, tapi Anaya lumayan sering berkirim pesan Whatsapp.


"Iya, tidak apa-apa, Ay. Justru itu bagus. Selalu menjalin komunikasi dan hubungan yang baik dengan sahabat, kerabat, dan yang lainnya," balas Bunda Dianti.


Ya, Bunda Dianti sama sekali tidak keberatan. Akan tetapi, justru dia mendukung ketika Anaya masih berhubungan baik dengan Dokter kandungan yang sekaligus adalah Tantenya itu. Asalkan yang dilakukan Anaya baik adanya, Bunda Dianti pun akan mendukungnya.


"Tidak apa-apa, Ay ... Bunda diminta untuk menjaga kebugaran karena sudah berumur. Selain itu harus makan yang sehat dan bernutrisi dan mengonsumsi air putih. Mengurangi hubungan dulu, karena janin masih kecil, belum ada empat bulan," jelas Bunda Dianti.

__ADS_1


"Oh, benar Bunda ... janin di Trimester satu masih riskan. Menunggu ketika plasenta mulai muncul dan juga dia lebih kuat. Jaga baik-baik ya Bunda. Intinya butuh apa pun jangan segan-segan. Anaya siap bantuin Bunda."


Bunda Dianti tersenyum. Dia merasa Anaya adalah seseorang yang sangat baik. Bahkan Anaya juga terbuka dan sudah menawarkan bantuan. Sekilas, Bunda Dianti teringat dengan suaminya di waktu muda.


"Ayah kamu membesarkan kamu dengan sangat baik, Ay ..., kamu menjadi wanita yang baik dan suka menolong. Hati kamu juga lembut. Bunda merasa Ayah kamu sangat besar bisa mencetak kamu seperti ini," ucap Bunda Dianti.


"Aku mengajarkan Anaya untuk peka dan responsif. Syukurlah, ketika dewasa, Anaya bisa tumbuh seperti ini," sahut Ayah Tendean.


"Mendidik anak itu tidak mudah, dan kamu bisa menjadikan Anaya seperti ini bagiku luar biasa," balas Bunda Dianti.

__ADS_1


Sungguh, banyak yang bisa disyukuri. Kehamilan yang tidak direncanakan, tapi bagaimana pun itu Bunda Dianti tetap bersyukur. Selain itu, Bunda Dianti juga teringat dengan pesan Anaya untuk bisa menjaga kehamilan dengan baik. Semoga dirinya bisa tetap bugar dan juga bisa menjalani kehamilan hingga waktunya bersalin nanti.


__ADS_2