Duda Seperempat Abad

Duda Seperempat Abad
Ngidam Rujak


__ADS_3

Usai berbicara panjang lebar dengan Anaya, tiba-tiba Bunda Dianti seolah menginginkan sesuatu. Bahkan, Bunda Dianti tak sungkan untuk berbicara dengan Anaya. Semua itu juga karena dia menganggap Anaya sudah seperti anaknya sendiri.


"Ay, Bunda mendadak kok mendadak pengen rujak yah. Rujak yang dibuat langsung di cobek. Kelihatannya enak banget yah," ucap Bunda Dianti.


Mendengar apa yang disampaikan Bunda Dianti, Anaya justru tertawa. Ternyata memang orang hamil bisa ngidam apa pun, tidak terbatas dengan usia. Jadi, teringat dengan Anaya sendiri waktu hamil dulu ya ngidam nempel dengan suaminya. Sekarang, justru Bunda Dianti menginginkan rujak yang dibuat di cobek.


"Bunda mau rujak? Aya bisa buatkan kok kalau Bunda mau," tawarnya.


Bunda Dianti kemudian tersenyum. "Kamu punya cobek, Ay?" tanya Bunda Dianti lagi. Itu semua karena memang yang diinginkan Bunda Dianti rujaknya langsung dibuat di cobek. Sehingga rasanya lebih sedap dan nikmat.


"Ada kok, Bunda. Cobek dari batu candi ini, Bunda. Dibelikan Mamanya Mas Tama," balas Anaya.


Setelah itu, Anaya menuju ke dapur, dia tampak mengeluarkan cobek yang dibuat dari batu candi itu. Sehingga diangkat saja benar-benar berat. Sekadar melihat cobek saja, Bunda Dianti sudah senyam-senyum sendiri.

__ADS_1


"Bahannya ada enggak, Ay? Apa biar Bunda belikan di mini market di depan?" tanya Bunda Dianti lagi.


"Bahan untuk sambalnya ada kok, Bunda. Termasuk asam Jawa, Aya juga punya. Buah-buah juga ada. Kebetulan banget, tadi Aya tuh jemput Citra dan mampir beli buah-buahan," jawabnya.


Ya, memang tadi ketika menjemput Citra, Anaya sekaligus membeli beberapa buah. Sehingga bisa dipakai untuk membuat rujak. Merasa ada cobek, dan bahan-bahannya. Bunda Dianti pun menganggukkan kepalanya.


"Boleh, deh ..., tapi kamu sibuk enggak, Ay?" tanya Bunda Dianti lagi. Bagaimana ada rasa sungkan jika merepotkan Anaya.


"Tidak sibuk kok, Bunda. Kan nanti Bunda bisa bantuin gendong sebentar kalau Twins menangis," jawabnya dengan terkekeh perlahan.


Mulailah Anaya membuat sambalnya terlebih dahulu berupa cabe rawit, asam Jawa sedikit, terasi sedikit, dan garam. Menguleknya di cobek sampai lembut dan rata. Setelah itu, mulailah buah-buahan diparut langsung di cobek. Ada buah bengkoang, kedondong, mentimun, Nanas, dan mangga. Untuk Nanas, memang Anaya hanya memakai sedikit saja. Mengingat Bundanya masih hamil muda. Setelah itu, semua dicampur sampai merata. Tidak membutuhkan waktu lama, rujak buah sudah siap dan tersaji.


"Wah, cepet banget. Kelihatannya enak. banget," ucap Bunda Dianti.

__ADS_1


"Makannya dikit saja ya, Bunda. Untuk sekadar obat ngidam aja," ucap Anaya.


Kemudian Anaya mengambilkan sedikit rujak buah itu di mangkok kecil untuk Bunda Dianti. Tentu Bunda Dianti menerimanya dengan sangat senang.


"Ay, punya es batu? Bunda minta dikit dong," ucap Bunda Dianti sekarang.


"Ada Bunda di lemari es," ucap Anaya.


Bunda Dianti mengambil sendiri dan kemudian menikmati Rujak buah dingin buatan Anaya. Tampak sangat menikmati rujak buah buatan Anaya.


"Enak banget, Ay," ucap Bunda Dianti.


"Ngidam banget ya, Bunda?" tanya Anaya dengan tertawa.

__ADS_1


"Iya, Ay ... tiba-tiba pengen banget. Wah, Nak ... kamu dibuatin rujak buah sama Kak Anaya yah," ucap Bunda Dianti.


Lucu memang. Anaya yang berusia 26 tahun, baru sekarang memiliki adik. Lantas Anaya kemudian tertawa. Adiknya akan seusia anaknya sendiri. Seolah candaan, tapi ini nyata.


__ADS_2